Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Kaget


Plap. . Keyla mulai membuka matanya perlahan dan mengucek matanya dengan kedua tangannya, Keyla mulai menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Mata Keyla mulai berputar menyusuri setiap sudut kamarnya. Keyla langsung terduduk dengan kasar dari posisi tidurnya.


Keyla tersentak kaget dengan mata melotot, karna seingatnya Keyla sedang duduk di mobil Martin setelah pulang dari restoran. Karna merasa kenyang tanpa sadar Keyla ketiduran di mobil Martin! Setelah sadar dirinya sekarang bukan di dalam mobil melainkan sudah berada di dalam kamarnya sendiri. Keyla segera membuang selimut yang menutupi tubuhnya, dan Keyla segera membuka pintu kamarnya dengan kasar kemudian melangkah menuju ke dapur menemui Sinta, dengan wajah merah padam menahan amarah dan rasa penasaran yang sedang menyelimutinya. Di lihatnya Sinta sedang berbincang-bincang dengan Bik Ina di dalam dapur.


"Ma. . siapa yang mengantar ku pulang?" Tanya Keyla dengan wajah penasaran


"Tadi kamu ketiduran di mobil Nak Martin, dan dia yang mengantarmu ke kamar!" Sahut Sinta dengan tangan masih sibuk membersihkan meja.


"Kenapa Mama, tidak membangunkan aku!" Balas Keyla dengan bibir manyun dan menaruh tangannya di perut.


"Mama. . sudah menyuruh Nak Martin untuk membangunkan mu. Namun karna Nak Martin tak tega melihatmu yang sedang tertidur lelap, dia pun meminta ijin untuk membawamu masuk ke kamar." Sahut Sinta dengan menatap Keyla yang masih merasa kesal.


"Lalu Mama membiarkannya?" Imbuh Keyla dengan mengerutkan keningnya.


Tanpa menjawab Sinta hanya membalas ucapan Keyla, dengan tersenyum kecil.


"Menghela nafas panjang, terserah Mama." Imbuh Keyla singkat dengan berbalik arah dan masuk kembali ke dalam kamarnya dengan raut wajah merah padam dan mengepalkan tangannya.


Sinta hanya bisa tersenyum melihat Gadis kecilnya yang merajuk, dan menatap punggung putrinya yang semakin menjauh tanpa berbuat apapun.


BRAKkk. ..


Suara pintu di banting begitu keras Hingga memecahkan keheningan di dalam kamar! Keyla segera membanting kasar tubuhnya kembali ke atas ranjang dengan menatap langit-langit kamarnya, Tangan Keyla mulai mengepal dan Keyla sangatlah emosi jika mengingat Martin menggendongnya tanpa izin darinya terlebih dahulu! Yang lebih membuat Keyla lebih emosi lagi ialah, kedua orang tuanya seakan dengan sengaja membiarkan semua itu terjadi.


"Tuhan. . jika bisa waktu aku putar, aku ingin tak pernah bertemu dengan Bebek itu!" Maki Keyla dengan suara jutek dan dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Lebih baik aku mandi, dari pada memikirkannya." Imbuh Keyla dengan beranjak masuk ke kamar mandi.


Hari Sabtu


di pagi hari itu, Keyla sarapan hanya di temani oleh Sinta, karena Jordan sedang tugas di luar kota dan akan pulang siang harinya. selesai sarapan Keyla terlihat berpamitan terlebih dahulu pada Sinta, sebelum pergi Keyla terlebih dulu mengecup pipi Sinta dengan lembut dan Sinta ganti mengecup kening Keyla. Selesai berpamitan Keyla segera berangkat sekolah di antar oleh Pak Hari.


Seperti biasa Keyla belajar dan bersenda gurau dengan Resni teman baiknya, layaknya remaja pada umumnya. Bahkan hubungan Keyla dan Ferdi semakin hari semakin dekat, hingga seluruh sekolah menganggap mereka adalah sepasang kekasih, namun kenyataannya Keyla dan Ferdi hanyalah teman baik saja, walaupun bukan rahasia umum lagi jika mereka berdua sudah lama sangat mencintai namun karna Ferdi tak juga mengungkapkan cintanya pada Keyla. Hingga hubungan mereka hanyalah teman hingga saat ini.


Kurang dari 40 hari lagi Keyla akan lulus dari sekolah menengah atas.