Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
mengutarakan emosi


Suasana pantai di sore hari terlihat tenang dan redup, memancarkan cahaya kemerahan di tengah laut, membuat tenang dan damai orang yang menatapnya. terlihat Keyla, Ferdi dan Sendi duduk di pasir pantai dan mereka bertiga terlihat sangatlah akrab, sesekali terdengar Senda gurau mereka terselip di tengah-tengah perbincangan. namun yang tak di ketahui Keyla ialah, Sendi adalah teman baik Martin. . ! orang yang sangat Keyla benci,


"kak sudah sore aku pamit pulang dulu" ucap Keyla sembari menarik pantatnya dari pasir pantai dan beranjak berdiri


"baiklah hati-hati di jalan" ucap Ferdi


"berkunjunglah ke rumah kami, jika kamu tak keberatan. . ! pasti Ferdi sangat bahagia" ucap Sendi sembari mata melirik ke arah Ferdi


"benar kan fer" imbuh Sendi sembari menyenggol pelan lengan Ferdi


"tentu saja, kami sangat mengharapkan kamu berkunjung" sahut Ferdi dengan senyum menyeringai


Tak lama kemudian Keyla terlihat melangkah mendekati mobilnya dengan kaki telanjang di atas pasir pantai, setelah melihat mobil Keyla perlahan mulai menjauh, Ferdi dan Sendi juga terlihat masuk ke dalam mobil, dan meninggal pantai Sango yang mulai terlihat gelap karna sang Surya perlahan lahan mulai tak menampakkan wujudnya.


Kediaman Keyla


Terlihat Jordan dan Sinta sedang bersantai di depan rumah, karna jika malam hari sering sekali Jordan dan Sinta duduk di halaman rumah, di atas sofa yang terlihat berjejer menghadap ke halaman rumah yang terdapat taman kecil di sana, dan menambah suasana tenang dan damai, di meja juga di lengkapi macam-macam camilan dan 2 cangkir teh hijau untuk menemani mereka berbincang-bincang sambil menunggu ke datangnya Keyla,


"ma. . kenapa Keyla belum datang Juga" tanya Jordan dengan menyeruput teh hijau yang ada di atas meja


" sebentar lagi pasti pulang pa. . Keyla habis dari pantai Sango" ucap Sinta karna tanpa Keyla ketahui, Sinta menelfon pak Hari, untuk mengetahui keberadaan Keyla


"anak itu sudah beranjak dewasa tapi masih tak bisa berubah sifatnya" sahut Jordan sembari menaruh cangkir ke atas meja


"dia sudah bersama Cici sejak kecil pa, pasti dia sangat bingung dan sedih melihat boneka kesayangannya menghilang" ucap Sinta dengan wajah terlihat tenang


" sayang. .apa yang terjadi, apakah ada yang menyakitimu" ucap Sinta sembari mengusap pelan rambut Keyla yang berada di dekapannya


Jordan pun duduk di samping Keyla yang tengah terlihat menangis sesengukan, karna selama di pantai Keyla mencoba menahan air matanya.


"sayang siapa yang berani menyakitimu, papa akan memberinya pelajaran" ucap Jordan dengan mengusap pelan punggung Keyla.


"pa. . aku tadi mendapat pesan singkat dari om Martin, dan aku pergi ke rumahnya hiks hiks. . " suara tangis Keyla sesengukan, dengan beralih memeluk Jordan


Jordan pun terlihat, melotot dan khawatir dengan ucapan Keyla yang sempat terhenti. karna masalah Keyla menyangkut orang nomor satu di kota tersebut


" apa yang dia lakukan pada mu sayang. ? apakah Martin menyakitimu" tanya Jordan dengan wajah terlihat tegangan


Keyla pun membuka resleting tasnya dan mengeluarkan boneka Kelinci kesayangannya, Jordan pun menahan senyumnya melihat boneka kelinci Keyla yang biasanya terlihat dekil dan kotor kini menjadi putih, bersih dan wangi. namun Jordan tak heran. karna Martin sempat memberi tahunya lewat telvon jika dia membawa boneka Keyla untuk di bersih kan,


Awalnya Jordan menolaknya, karna takut Keyla marah namun Martin berhasil membujuknya hingga Jordan tak bisa menolak. namun Jordan berpura pura tidak mengetahuinya begitu juga dengan Sinta


"lihatlah pa.. apa yang dia lakukan pada Cici" ucap Keyla sembari Memegang boneka tersebut di tangannya


"sayang. . bukankah lebih bagus seperti ini" sahut Sinta sembari memegang boneka Keyla tersebut.


"cepat bersihkan tubuhmu, lihatlah bau tak sedap mulai bermunculan" ucap Sinta mengoda Keyla dengan mencoba mengendus-endus baju Keyla


Trik itu pun berhasil dan Keyla langsung melangkah menuju kamarnya dengan bibir mengerucut. .