
Martin dan Keyla sudah ada di restoran yang tak jauh dari kantor MK GROUP, restoran itu terlihat ramai karna Keyla melarang Martin untuk mengosongkan restoran itu. Terlihat beberapa pelayan restoran sibuk menyiapkan hidangan di atas meja. Beberapa saat kemudian meja makan itu telah terisi penuh makanan dan Martin mengandeng tangan Keyla menuju meja makan restoran itu. Meja itu terpisah dari pengunjung restoran lainya. Tanpa aba-aba dari suaminya, Keyla segera mengambil makanan yang ada di atas meja dengan sekejap piring itu sudah terisi penuh. Martin menelan Saliva nya melihat betapa rakusnya Istri kecilnya.
"Sayang, ambil makanannya sedikit saja. Tidak akan ada yang mau merebutnya darimu!" Ucap Martin sembari melihat piring yang dipegang oleh Keyla. Piring itu sampai tak kelihatan bentuknya karna tertutup sayur, nasi dan ikan yang begitu banyak sampai memenuhi piring yang berwarna putih itu
Tersenyum kecut, "Aku harus mengisi tenaga ku yang telah terkuras habis tadi!" ucap Keyla sembari menaruh piringnya di atas meja.
menyandarkan punggungnya ke kursi restoran, "Sayang kamu habis ngapain?" ucap Martin sembari menyeruput kopi yang ada dihadapannya.
Memasukkan satu sendok penuh nasi kedalam mulutnya, "Aku habis menciduk suamiku sering bersama mantan kekasihnya!" Sindir Keyla sembari mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya. "dan yang lebih menjengkelkan lagi, Aku harus mendengarkan suamiku marah-marah sampai beberapa jam lamanya. Karna mendengarkan ocehan suamiku juga butuh tenaga ekstra!" ucap Keyla sembari memasukkan sendok keduanya kedalam mulutnya.
Keyla sangatlah pintar soal sindir menyindir, Key, menyindir dengan cara halus namun menusuk telak di otak Martin.
Puffff!
Martin menyemburkan kopi yang diminumnya. Karna Martin kaget mendengarkan apa yang Keyla ucapkan barusan, "Sayang, aku dan Roza hanyalah urusan bisnis saja dan tidaklah lebih dari itu." Jelas Martin sembari mengusap mulutnya dengan tissue.
Pak Hendro berdiri dibelakang Martin dengan menahan tawanya. Pak Hendro tak percaya jika Keyla bisa membuat CEO Martin bisa mati gaya seperti itu. Gadis kecil itu bisa membuat Martin tak berkutik dibuatnya dan Martin terang-terangan mengaku kalah jika sudah dihadapkan dengan amarah istri kecilnya. Pak Hen masih sibuk menahan tawanya sembari mengigit bibir bawahnya agar tawanya tak sampai terdengar oleh Martin. Namun percuma, karna Martin masih saja bisa mendekatkan tawa dari mulut sekretarisnya.
Martin melirik tajam kearah Pak Hendro sembari alisnya hampir menyatuh. Pak Hendro langsung menundukkan pandangannya tak berani menatap sorot tajam majikanya yang seakan siap mencabik-cabik tubuhnya hingga menjadi serpihan.
Keyla tidak bicara lagi, Keyla mencicipi setiap hidangan yang ada di atas meja itu dan Martin pula begitu.
_ _ _ _
Keyla sibuk memainkan ponselnya sembari menyandarkan punggungnya di ranjang. Martin baru saja selesai berganti piyama tidurnya dan dia mulai berjalan mendekati ranjang. Keyla melirik kearah Martin dari balik ponselnya dan Keyla segera memasukkan seluruh tubuhnya kedalam selimut sembari mendekap boneka kelincinya.
Aku masih sangatlah kesal dan marah jika mengingatnya sering di kelilingi oleh wanita cantik dan centil! Dia bahkan melarang ku pergi kuliah. Karna dia takut jika aku akan bertemu dengan pria lain. Tapi lihat apa yang dia lakukan dibelakang ku! Dia malah sibuk bertemu wanita penggoda dan alasan yang paling menjijikkan ialah, dia bilang urusan bisnis. Celoteh Keyla dari dalam selimut gadis kecil itu terus saja merapalkan mantra cemburunya yang masih saja belum bisa dia usir dari hati dan benaknya.
Melihat suaminya sering bersama wanita yang lebih cantik dan menarik darinya membuat Keyla merasa kurang nyaman dan ingin sekali Keyla kehilangan sebagian memorinya tentang hari ini agar dia tak mengingat kejadian siang tadi Tapi Keyla sadar itu tidaklah mungkin terjadi.
Martin Tersenyum kecil melihat istrinya yang tengah merajuk, dan Martin kini sudah naik keatas ranjang sembari memasukkan separuh tubuhnya kedalam selimut. Untuk sesaat Martin diam tanpa bergerak dan dia malah spontan membuang kasar selimut yang berwarna putih itu hingga kini selimut itu sudah teronggok begitu saja dilantai.
Kayla yang masih mengutuk suaminya dari dalam selimut pun kaget melihat selimut yang tadinya dia buat bersembunyi agar tak melihat wajah suaminya. Kini selimut itu malah sudah melayang kasar kelantai.
Mendudukkan tubuhnya dari posisi tidurnya. "Kenapa di buang selimutnya?" Teriak Keyla sembari hendak beranjak dari posisi duduknya untuk mengambil selimut yang ada dilantai. Martin yang mengetahui jika Keyla hendak turun dari ranjang, Martin segera menarik kasar tangan Keyla hingga Keyla jatuh di atas dada bidang suaminya.
Martin hendak mencium bibir istrinya namun segera didorong oleh Keyla agar menjauhinya. Keyla mulai mengendus-endus tubuh Martin. wajah Keyla terlihat pucat pias sembari keringat dingin mulai terlihat dijidat ya. "Bau parfum apa ini? Aku tidak suka!" Teriak Keyla sembari menjauhkan tubuhnya dari Martin. Keyla segera menutup hidungnya dengan tangan.
Martin mencoba mengendus lengannya dan dia mengerutkan dahinya karna heran melihat sikap istrinya, Menyeka pelan keringat yang menetes di jidat Keyla dengan punggung tangannya. "Sayang, ini parfum yang biasanya aku pakai!" Jelas Martin sembari menatap wajah putih pucat istrinya.
Keyla terlihat semakin mual dan perutnya seakan seperti sedang diaduk-aduk.
SELESAI BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️