Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Party part 2


Keyla masih berdiri ditengah-tengah ruangan tersebut, dia masih menatap punggung Resni yang perlahan mulai menjauh darinya. Dilihatnya Resni duduk disudut ruangan sembari meneguk cawan anggur yang dibawakan waiters! Keyla hanya bisa menutup hidung dengan tissue karna tak tahan dengan bau alkohol yang semakin menusuk Indra penciumannya itu.


Keringat dingin mulai terlihat dari keningnya dan perlahan menetes membasahi pipinya, Perut Keyla seakan diaduk-aduk hingga wajah cantik Keyla seketika menjadi pias. Ferdi yang mengetahui Keyla sedang merasa tidak nyaman, segera mengajak Keyla duduk di sofa yang ada ditengah-tengah ruangan tersebut. Keyla mendudukkan tubuhnya perlahan karna merasa pusing yang teramat sangat, Ferdi segera memanggil waiters yang sedang berkeliling memberikan minuman pada setiap tamu yang ada didalam ruangan tersebut. Setelah melihat isyarat tangan Ferdi, waiters tersebutpun segera mengambilkan apa yang Ferdi pesan.


Waiters itu sudah datang membawa air putih yang masih dalam botol kemasan. Membungkukkan badan, "Ini tuan pesanannya." ucap waiters Tersebut sembari melangkah pergi.


Ferdi melihat kearah Keyla, Ferdi menyeka pelan keringat yang ada di jidat Keyla dengan tissue, "Minumlah Key," ucap Ferdi sembari menyodorkan botol air mineral tersebut. Keyla menepis pelan botol yang Ferdi berikan. "Kau tidak percaya padaku? Jika aku tau kau sangat membenci bau alkohol, maka aku tidak akan meminumnya!" ucap Ferdi. Sangat jelas terdengar dari nada bicaranya, jika Ferdi menyesal karna telah meminum alkohol itu.


Keyla menelan kasar Saliva nya, dia merasakan tenggorokannya yang mulai kering, Key segera mengambil botol yang Ferdi berikan.


Glek glek glek!


Tanpa ba-bi-bu Keyla menghabiskan satu botol air mineral tersebut bahkan hingga tetes terakhir. Keyla mengusap bibirnya yang masih basah dengan tissue yang dia pegang. Ferdi mengambil kembali botol air mineral yang sudah kosong Tersebut dia segera menaruhnya di meja yang ada dihadapannya itu.


Semua wanita menatap tajam kearah Keyla, seperti biasa mereka sangat iri dengan Keyla. Apa lagi jika mengingat kejadian disekolah Keyla tempo hari yang lalu, para siswa itu seakan ingin sekali menguliti tubuh kurus Keyla. Tapi apa daya para wanita itu tak berani mengusik Keyla lagi setelah mendapatkan peringatan keras dari orang tua mereka.


Semua orang bersenang-senang didalam acara party Tersebut, ada yang menari, ada yang minum-minum dan masih banyak lainnya, Keyla sudah duduk disamping Ferdi selama dua jam, tapi tak ada satupun dari mereka yang bicara. Keyla menatap sinis kearah Resni yang sedang bersama kekasih barunya disudut ruangan tersebut.


Keyla mulai merasa bosan, "Fer bisakah kau tunjukkan padaku dimana toiletnya?" ucap Keyla. Dia lebih memilih berada diluar ruangan tersebut dari pada harus terus terjebak didalam dosa gelap itu. Ferdi hendak berdiri dari posisi duduknya, dia hendak mengantarkan Keyla, tapi Keyla menolaknya dengan alasan dia ingin sendiri untuk sesaat. Dengan berat hati Ferdi hanya bisa mengiyakan apa yang Keyla inginkan.


Tersebut kecil, "Baiklah, aku hanya pergi sebentar saja."


Keyla berjalan keluar dari ruangan tersebut, setelah berada diluar ruangan Keyla terlihat menghirup udara beberapa kali, dia merasa lebih tenang dan oksigen yang ada diluar ruangan party itu terasa lebih sejuk menurutnya. Karna selama didalam ruangan. Keyla merasakan sesak nafas seakan ada yang menggangu di dalam paru-parunya.


Keyla berjalan menuju toilet, tanpa disengaja Keyla melihat sekertaris Martin keluar dari salah satu ruangan. Keyla segera sembunyi di balik tanaman yang ada di tiap pintu ruangan. dia duduk sembari matanya menatap tajam kearah Pak Hendro dengan tatapan sinis.


Eh, bukankah itu Pak Hendro! Biasanya dia selalu bersama dengan Kak Martin, tapi bukankah dia sedang mengikuti bebek mesum itu tugas keluar kota. Huh! Jangan-jangan itu hanya alasannya saja, padahal dia ingin menghabiskan waktunya dengan wanita lain. Gumam-gumam kecil.


Pak Hendro berjalan semakin menjauh dan kini dia sudah tidak terlihat lagi, Keyla hendak keluar dari persembunyiannya namun dilihat ada beberapa penjaga yang sedang berdiri didepan pintu tersebut. Keyla memutar otaknya mencoba mencari ide yang tepat agar bisa mengalihkan perhatian para penjaga itu.


_ _ _ _


Tak lama kemudian Resni terlihat berjalan keluar ruangan party, tiba-tiba dia tergeletak begitu saja di tengah lorong yang sepi.


Brak!


Resni jatuh dengan menyenggol tanaman yang telah dia lewati. Para penjaga yang mendengar kegaduhan itupun segera berlari ke asal suara tersebut.