
Keyla berhenti ditengah ruangan itu, dia menatap Ferdi dengan wajah kaget! Dia tak menyangka jika Ferdi akan datang kerumahnya. Ruangan itu seketika menjadi sepi seperti tidak berpenghuni. Perasaan Keyla menjadi tak menentu dia bingung mau berkata apa dan wajahnya terlihat pias dan menatap Ferdi dengan tatapan sendu. Keyla sangat sedih dia tak ingin menyakiti Ferdi namun apa dikata Keyla sekarang sudah mencintai Martin suaminya. Walaupun tak dapat di pungkiri jika Keyla masih memiliki perasaan terhadap pria yang pernah menunggu relung hatinya selama tiga tahun itu.
Jantung Keyla berdegup tak karuan dia bingung mau bicara apa dan bingung mau berbuat apa! Dia masih berdiri mematung. Martin melihat Keyla yang seakan kebingungan dia semakin mengepalkan jari jari tangannya dan menatap ke istrinya itu. Martin bukan marah pada Keyla tapi dia sangat murka jika melihat Ferdi, yang tak hentinya memandang istrinya.
Ferdi mulai berdiri dari posisi duduknya dia menatap Keyla dengan wajah kacau karna merasakan sakit yang sangat menusuk di hatinya, Ferdi tak mengira jika Keyla akan menikah dengan pria lain dan gadis pujaan hatinya itu kini telah melupakannya cinta selama tiga tahun. Cinta masa SMA, cinta yang dulu begitu menggebu, cinta yang membuat iri semua kaum hawa yang ada disekolah! Semua itu kini hanyalah tingal kenangan dan harus terkubur bersama status lama Keyla. Statusnya masih lajang dulu.
Kini Ferdi berjalan kearah Keyla, bahkan Ferdi tak menghiraukan Martin yang menatapnya dengan alis hampir menyatuh. Sendi segera menarik tangan Martin awalnya Martin berontak namun karna tatapan Sendi seperti memohon, sembari berdecak kesal Martin pun menuruti keinginan Sendi. Martin dan Sendi berjalan ke halaman rumah sesekali Martin menengok kearah Keyla dan Ferdi yang kini tengah berhadapan dan masih diam tanpa bicara.
"Lepaskan tanganku Sendi!" Teriak Martin sembari menepis kasar tangan Sendi. Kini Martin dan Sendi sudah ada dihalaman rumah. Karna rumah itu berdindingkan kaca jadi Martin bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi didalam rumah tersebut.
"Aku ingin tanya sesuatu pada mu!" Ucap Sendi sembari menatap Martin. Mereka kini berdiri didepan Gasebo namun Martin enggan untuk duduk jadi Sendi juga ikut berdiri.
"Bicarakan!" sahut Martin dengan mata masih menatap kedalam rumah.
"Kenapa tiba tiba kamu menikah dengan Keyla?" Tanya Sendi sembari duduk di Gasebo yang ada dihadapannya.
"Awalnya aku hanya ingin balas dendam saja! Apa kamu tau gadis ingusan yang tempo hari berani menamparku? Itu adalah Keyla." Tegas Martin sembari berjalan mendekati Sendi dan ikut duduk disamping sahabatnya itu.
Menatap Martin sembari mengerutkan dahinya, "Gadis kecil tempo hari itu adalah Keyla! Bukankah dia adiknya kekasihmu Jeni?" tanya Sendi yang merasa kaget dengan ucapan Martin barusan. Sendi tak menyangka jika Martin malah menikahi adik, kekasihnya sendiri. "apa kamu yakin kamu menyukainya?" imbuh Sendi yang merasa tak yakin jika Martin benar benar mencintai Keyla. Karna Sendi takut jika Martin hanya memanfaatkan Keyla seperti wanita lainnya yang pernah Martin kencani.
Baru kali pertama Sendi melihat wajah Martin yang bersungguh-sungguh, sangat jelas terasa kejujuran di setiap ucapannya. "Biarkan mereka menyelesaikan urusannya!" ucap Sendi sembari menarik tangan Martin yang hendak berdiri dari posisi duduknya.
Menatap Sendi dengan alis hampir menyatuh, "Urusan apa maksudmu! Lihatlah adikmu berani memegang tangan istriku, lihat saja akan aku potong tangannya!" ancam Martin sembari beralih menatap kedalam rumah. Martin melihat Ferdi yang mulai memegang tangan Keyla.
Menepuk jidatnya pelan, "Martin apakah ini benar kamu? Sejak kecil aku menjadi sahabatmu tapi kenapa baru kali pertama aku melihatmu bodoh sampai seperti ini! Aku percaya jika kamu benar benar mencintai Keyla tapi kumohon jangan tunjukkan kebodohanmu ini pada siapapun," ledek Sendi.
"Tutup mulutmu! Wajar kan dia istriku!" Jawab Martin jujur sembari meninju pelan lengan Sendi.
"Hahaha! Dia memang Istrimu tapi jangan berlebihan seperti itu kamu baru saja menikah. Sendi bertanya banyak hal pada Martin, karna Sendi adalah teman baiknya jadi Martin menjawab setiap pertanyaan yang Sendi tanyakan.
Martin menjawab setiap pertanyaan Sendi dengan gaya khasnya sombong namun kelihatan berwibawa.
Sedangkan didalam rumah suasana hening masih tercipta Ferdi memegang tangan Keyla dan mulai memeluknya. Keyla mendorong tubuh Ferdi sedikit menjauh karena Keyla tak ingin jika sampai suaminya tau, dan beruntunglah saat Ferdi memeluknya Martin sedang tidak menatapnya. Jika sampai Martin tau entah hal konyol apa lagi yang akan CEO itu lakukan.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️☺️