Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
pertemuan kembali


Di dalam mobil Ferdi diam-diam, melirik ke arah Keyla yang sedang menekuk mukanya sembari menaruh tangannya di perut dan menatap ke arah jalanan karna masih marah dengan perkataan Jeni di meja makan tadi, namun suara Ferdi seketika membuyarkan lamunannya.


"Key, sudahlah jangan di fikirkan ucapan kak Jeni, dia hanya sedang bercanda," ucap Ferdi mencoba menenangkan hati Keyla, Keyla segera menoleh ke arah Ferdi mencoba menepis apa yang di bicarakan Ferdi.


"Aku tidak memikirkan ucapan kak Jeni." Sahut Keyla sembari tersenyum Kecil, dan mereka berbincang-bincang dengan sesekali tersenyum, tiba-tiba di sela perbincangan Ferdi memberhentikan mobilnya di sisi jalan, dan menatap ke arah Keyla sembari memegangi ke dua tangan Keyla, dan membuat Keyla salah tingkah dan berkeringat dingin, namun Keyla mencoba memaksakan diri untuk beradu pandang dengan Ferdi, di lihatnya wajah Ferdi yang begitu ganteng, Ferdi menatap Keyla dan di lihatnya gadis cantik dengan bulu mata lentik, dengan sedikit makeup tipis di wajah Keyla, menambahkan ke anggunan nya, tak lama kemudia Ferdi mulai bicara.


"Key. . apa kah kamu tau, bahwa aku sangat menyukaimu sejak awal masuk SMP. namun aku tak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaan ku, pada mu!" Tutur Ferdi sembari menatap ke arah Keyla, namun Keyla segera melepas kasar tangan Ferdi, karna Keyla tak mengira Ferdi akan menyatakan perasaanya sehingga membuat Keyla gugup tak karuan.namun Ferdi malah salah sangka menganggap Keyla tak memiliki perasaan yang sama dengan nya.


"Fer! Aku juga mencintaimu namun, aku belum bisa menjalani hubungan dengan mu!" Sambung Keyla sembari menundukkan pandanganya, Ferdi langsung tersenyum kecil, mendengar ucapan yang di lontarkan dari mulut Keyla.


"Key, kamu tak perlu buru buru menjawabnya, kita masih punya banyak waktu. Dan aku juga ingin mengenal mu lebih dekat," sahut Ferdi sembari memegang satu tangan Keyla, dan kembali menyalakan mesin mobilnya, dan melanjutkan perjalanan nya menuju ke sekolah.


Saat itu perasaan Keyla campur aduk karna Keyla tak percaya orang yang paling di cintanya itu, memiliki perasaan yang sama dengan nya. Namun seluruh sekolah tau jika Ferdi dan Keyla saling mencintai tapi mereka enggan untuk menyatakan cintanya.


Setibanya di sekolah. Ferdi segera memarkir mobilnya di tempat biasanya, setelah Ferdi mematikan mesin mobilnya. seperti biasa Ferdi turun lebih dulu mendahului Keyla dan membukakan pintu mobil untuk Keyla. setelah Keyla turun semua mata tertuju pada Keyla dan Ferdi. terdengar para wanita berdecak kesal, karna melihat pria idola mereka di sekolah tersebut datang bersama Keyla. Namun sebagian dari mereka memuji Keyla dan Ferdi yang kelihatan serasih , yang satu ganteng, gagah dan kaya, yang satu cantik, anggun dan bisa di bilang gadis idola karna kepintarannya dan sopan santunnya, namun di kejauhan terlihat Rani sedang menatap sinis ke arah Keyla, dan segera mengambil langkah panjang menghampiri dua insan yang sedang kasmaran tersebut.


"Ferdi nanti pulang sekolah, bisakah kamu mengantar ku pulang? Karna Mama ingin bertemu dengan mu!" Ajak Rani sembari menjauhkan Keyla dari Ferdi. namun Ferdi segera menolak ajakan Rani.


"Aku tidak bisa Ran! Karna aku sudah janji akan mengantar Keyla pulang!" sahut Ferdi sembari melirik ke arah Keyla. yang sedang terlihat jeles karna tingkah Rani. Namun segera di hentikan oleh Keyla.


Keyla masuk lebih dulu ke dalam Kelas sembari berdecak kesal, dan selama pelajaran berlangsung Keyla tak bisa fokus dan malah memikirkan Ferdi. hingga bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Keyla segera memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas, beserta peralatan tulis nya. Keyla segera keluar kelas dan menuju jalan raya untuk mencari taxi, tak lama kemudian terlihat mobil yang tak asing mulai mendekat ke arah Keyla. Itu adalah mobil milik Ferdi dan di dalam mobil tersebut Ferdi tidaklah sendirian melainkan bersama Rani. Ferdi segera turun dari mobil menghampiri Keyla.


"Key, lihatlah langit mulai mendung, bentar lagi pasti turun hujan. Biar aku antar kamu pulang ke rumah dulu. baru aku antar Rani." Ajak Ferdi yang tak tega meninggalkan Keyla sendirian. Namun ajakan tersebut malah di tolak Keyla, karna Keyla tak ingin satu mobil dengan Rani. Dari dalam mobil Rani terlihat menatap Keyla dengan pandangan sinis. setelah tak bisa membujuk Keyla akhirnya Ferdi menyerah dan kembali ke mobil. perlahan tapi pasti mobil Ferdi mulai kelihatan menjauh. Ferdi masih menatap Keyla dari kaca spion. Namun Keyla malah sebaliknya dia lebih memilih menatap ke arah jalanan tak lama kemudian mobil yang di kendarai Ferdi tak terlihat.


Dressssss. . . . Dresssss. . . cletarrr. . . cletarrr!


Hujan, di Sertai petir mulai terdengar dan membasahi bumi, Keyla yang tak pernah tahan dengan air hujan segera mencari tempat untuk berteduh, namun di lihatnya sekeliling tempat nya berdiri tak ada tempat untuk berteduh, akhirnya dengan terpaksa Keyla menutup kepalanya dengan tas sekolahnya, sembari satu tangannya menggosok pelan lengan tangannya yang mulai kedinginan. Dengan mata menatap tajam ke arah jalanan, namun tak terlihat satu taxi pun melintas. selang beberapa menit. terlihat mobil yang sangat mewah berhenti persis di hadapan Keyla namun Key bergumam dalam hati.


"Siapa pemilik mobil mewah ini, bukankah ini mobil terbaru. dan hanya ada beberapa saja di dunia! Ini pasti bukan mobil milik Papa," gumam Keyla dalam hati sembari masih menatap tajam ke arah mobil yang sedang berada di hadapannya tersebut. Dengan wajah mulai pucat dan bibir mulai berganti warna menjadi biru karna menahan rasa dingin yang seakan menusuk ke tubuhnya.


Perlahan kaca mobil tersebut mulai terbuka. di lihatnya Martin sedang duduk di kursi belakang sambil menatap tajam ke arah Keyla yang sedang menggigil kedinginan! karna hujan siang hari itu memang terbilang ekstrim karna di Sertai angin yang bertiup sangat kencang dan di Sertai petir yang menyambar. .


jangan lupa like ya. . dan saya sangat berterima kasih


tinggalkan juga kritik dan sarannya agar saya bisa lebih semangat untuk up date teratur. terimakasih