Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Pertengkaran part 2


Masih sangatlah pagi untuk bertengkar, tapi di salah satu kamar yang ada didalam rumah kediaman Jordan telah terjadi, adu mulut antar keduanya siapa lagi kalau bukan pengantin baru! Biasanya pengantin baru adalah hal yang paling membahagiakan tapi tidak untuk dua orang ini. Mereka sibuk bertengkar dan menyalahkan satu sama lain, tentunya ini yang akan terjadi jika menikah dengan gadis belum lulus sekolah menengah atas, tingkahnya masih kekanak-kanakan dan bisa menguras emosi orang yang menikahinya apalagi dia menikah karna paksaan sang suami. Dan terhimpit masalah keluarganya sungguh malang nasib Gadis ini disaat semua temannya sedang sibuk bercanda tapi dia malah sudah harus menjalani sisah hidupnya penuh derita versi Keyla.


Dengan menghentak-hentakan kakinya di lantai dia berjalan menghampiri Martin yang masih duduk di sofa dan menatapnya dengan pandangan membunuh! "Lihat apa kamu? Kenapa menatapku seperti itu! Jangan pernah menghina Cici, aku tidak terima!" Celoteh Keyla dengan menaruh tangannya di pinggang.


"Apa kamu tau? semalaman aku tidur di sofa, beraninya kamu menyiksaku semalaman!" Martin mulai berdiri dan menyentil jidat Keyla keras karna merasa geram. Hingga Gadis itu meringis kesakitan.


"auch. . Apa yang kamu lakukan Om!" Sorot mata Martin mulai meloto setelah mendengar Keyla lagi-lagi menyebutnya Om. "Kak kau menyakitiku!" Ucap Keyla lagi, tapi kali ini dia tidak berani menyebut Martin dengan sebutan Om. Seperti dia mulai pintar Sekarang dia lebih memilih mengalah dari pada suasana kamarnya yang tadi nyaman dan tenang harus berubah menjadi neraka karna keberadaan Martin.


"Bersihkan dirimu dulu dan buatkan aku kopi!" Perintah Martin dengan menyatuhkan alisnya.


Namun Keyla tak segera masuk kedalam kamar mandi. seperti biasa dia merapikan tempat tidurnya terlebih dulu! Setelah selesai merapikannya dia segera masuk kedalam kamar mandi dan dia menghentikan langkahnya setelah tiba didepan Martin, Begitu beraninya gadis itu menjulurkan lidahnya dihadapan Martin dan berlari masuk kedalam kamar mandi.


Dasar Pria tak tau malu! Sudah aku ijinkan tinggal didalam kamarku dia malah memarahiku di pagi buta seperti ini. Jika kamu terganggu dengan Cici lalu, kenapa kamu tidak pulang saja kerumah mu sendiri dan menghilang dari hidupku selamanya! Aku pasti sudah tak sabar menantikan hari itu tiba hati perceraian kita.


Gadis itu mengosok kasar tubuhnya dan diguyur air hangat dari shower. Setelah selesai mandi, Keyla mengenakan pakaiannya dan keluar dari kamar mandi, matanya langsung tertuju kearah pria yang masih sibuk memfokuskan pandangannya ke layar laptop nya. Keyla semakin berdecak kesal dibuatnya! Namun Keyla tetap berjalan kearah lemarinya dan mengambil baju seragam sekolah!


Jelas-jelas tadi malam Sinta sudah mengingatkannya untuk libur sekolah beberapa hari, tapi Keyla tak ingin berlama-lama melihat wajah suaminya itu jadi dia lebih memilih untuk tetap berangkat sekolah. ketika Keyla hendak memasuki kamar mandi suara Martin tiba2 menghentikan langkahnya.


"Kamu mau kemana!"


"Apa kamu gak lihat? Aku mau masuk kamar mandi!"


"Menghela nafas panjang, Jangan bilang kamu mau berangkat sekolah!"


"Kau sudah tau kenapa masih tanya!" Jawab dengan ketus.


"Taruh baju mu dan cepat buatkan aku kopi! Kamu istriku, ini sudah menjadi tugas mu!" Ucap Martin yang masih duduk di sofa, selesai bicara dia kembali memfokuskan pandangan kelayar laptop nya.


setelah Keyla menaruh kembali seragam sekolahnya kedalam lemari Keyla keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga menuju dapur. Dilihatnya Sinta dan beberapa pelayan sedang sibuk menyiapkan berbagai menu masakan.


Tak seperti biasanya Mama masak sebanyak ini! Apa mungkin akan ada tamu penting, yang berkunjung ke rumah ini, aku jadi penasaran siapa tamu itu semoga saja pria yang sangatlah tampan!


Keyla melangkahkan kakinya mendekati Sinta yang sedang sibuk menumis sayuran, " Ma! Kak Martin minta dibuatkan kopi!" Rengek Keyla manja dipundak Sinta.


Setelah melihat isyarat tangan Sinta, salah satu pelayan segera tergopoh-gopoh mengantikan menumis sayuran!


Sinta mengajak Keyla duduk di meja makan dan segera menasehati anaknya," Sayang, kamu Sekarang bukanlah anak kecil lagi. Kamu sudah menikah, dan ingat jalankan kewajiban mu sebagai seorang istri dengan baik! Jangan pernah merepotkan suamimu." Ucap Sinta dan mendekap erat tubuh kurus anak itu.


"Mama tenang saja, Key akan berusaha jadi istri yang baik!" Ucap Keyla untuk menenangkan hati orang tuanya.


Sinta berdiri dari posisi duduknya dan begitu juga dengan Keyla, dengan sangat telaten Sinta mengajarinya membuat kopi. Keyla tidak pernah mau diajarin memasak mangkanya untuk membuat kopi saja masih perlu bantuan Sinta. Setelah kopi selesai dibuat, Sinta segera memberikan nampan berisikan satu cangkir kopi dengan sedikit gula. "Kamu harus ingat! Cara membuat kopi karna Mama tidak akan membantumu untuk yang kedua kalinya." Ucap Sinta dengan membelai rambut anaknya itu.


_ _ _ _


Keyla menaruh kopi itu diatas meja Martin, setelah selesai Keyla hendak pergi namun di cegah oleh Martin. "Mau kemana? Duduklah di sampingku!" Perintah Martin dengan menepuk ruang kosong disebelahnya. Karna Keyla malas bertengkar jadi dia lebih memilih menuruti perintah suaminya itu, Keyla mendudukkan kasar tubuhnya di sudut sofa.


"Apa yang harus aku lakukan Kak?" Ucap Keyla tanpa menoleh, dia lebih memilih menatap layar ponselnya.


Martin meminum mengambil gelas berisikan kopi yang Keyla bawa tadi, " Kamu pintar juga membuat kopi!" Puji Martin dengan menyandarkan punggungnya di sofa dan meminum kopi itu hingga habis.


"Itu Mama yang buat! Aku mana bisa buat kopi!" Ucap Keyla dengan mata masih fokus kelayar ponselnya. "Aku tadi sudah Minta ajari Mama, lain kali aku yang akan buat sendiri." Imbuh Keyla


"Ini hari terakhirmu dirumah ini!"