
Jangan ke sana! Biarkan Martin menjawab pertanyaan dariku lebih dulu, karna mungkin ada suatu hal yang tidak kita ketahui. Martin terlihat sedang tidak baik-baik saja saat melihatmu bersama Keyla! Jika dilihat dari sikapnya, Martin terlihat sangat mengenal Keyla. Begitu kira-kira arti dari sorot mata Sendi kepada Ferdi. Dan dengan berdecak kesal, dengan berat hati Ferdi pun mengiyakan keinginan Sendi.
Martin hendak melangkah mendekati Ferdi dan Sendi, namun ketika Martin hendak membuka mulut, Keyla yang mengetahui jika Martin hendak membongkar rahasia pernikahannya pun segera mendahului Martin berbicara, "Kak Martin adalah saudaraku, dan kita harus segera pamit karna aku dan kak Martin ada urusan mendadak!" ucap Keyla dengan memaksakan senyumannya pada Sendi dan Ferdi yang kelihatan kebingungan.
Ketika Martin hendak menjelaskan namun segera di hentikan oleh Keyla, Keyla segera mendahului Suaminya itu bicara, "Kak Martin adalah partner bisnis Papa," ungkap Keyla. "Apa kau masih ingat Ferdi? Kak Martin pernah datang ke sekolah ku bersama Papa," imbuh Keyla sembari memaksakan senyumannya.
Ferdi berfikir sejenak saat mendengar ucapan yang dilontarkan Keyla barusan, Pria itu seperti mencoba mengingat-ingat sesuatu. Dan terlihat senyuman lega mulai mengembang di bibirnya, "Ya, aku ingat Key! Diakan pria yang menatapku dengan pandangan sinis itu, dan dia juga menolak untuk menjabat tanganku," Sendi mengerutkan dahinya mendengar apa yang diucapkan oleh adiknya itu.
Mendengar jawaban Ferdi, raut wajah Martin kelihatan semakin merah padam. Sedangkan Keyla hanya bisa terus memasang wajah sumringah ya agar Sendi dan Ferdi tak curiga.
Gadis itu harus siap menanggung amarah suaminya itu kapan saja.
"Key! Kenapa kamu menjauh dariku? Ayo kita pergi kemeja makan!" Ucap Ferdi sembari melingkarkan tangannya dipundak Keyla dengan mesra.
Mati anak ayam! Kenapa Ferdi malah memelukku seperti ini, aku sangat bahagia karna bisa menjalani hubungan lebih dekat lagi dengannya. Tapi jika melihat iblis neraka yang ada di hadapanku saat ini, aku seperti akan segera di eksekusi hiks hiks. Bagaimana ini aku sangat takut melihat sorot tajam matanya itu dan jika dilihat dari ekspresi wajahnya, dia sepertinya mau meledak seperti bom yang sudah kehabisan waktunya.
Untuk yang kedua kalinya Keyla mengeser tubuhnya sedikit menjauhi Ferdi, "Aku tidak lapar! Aku akan makan di rumah saja bersama orangtuaku," ucap Keyla dengan raut wajah kelihatan tertekan. Sedangkan Sendi hanya diam saja seperti mencurigai sesuatu.
Martin mengepalkan jari-jari tangannya dengan sangat kuat, Dan Martin berpamitan pulang pada Sendi, Keyla juga ikut berpamitan pada Sendi dan Ferdi. Sebelum pergi Ferdi sempat memeluk Keyla dengan mesranya, dan itu semakin membuat Martin seperti kebakaran jenggot melihat pemandangan seorang anak remaja yang saling jatuh cinta itu. Martin tidak pernah membiarkan wanitanya disentuh oleh siapapun apa lagi ini adalah istrinya sendiri yang berpelukan dengan laki-laki lain dihadapannya sendiri. Jika Pak Hendro tau entah apa yang akan dia lakukan pada Keyla, mungkin Pak Hen akan mengutuk nona mudanya itu karna sudah berani lancang, dan menyakiti hati majikanya itu.