Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Merasa tidak percaya.


Keyla menatap kearah suaminya dengan tatapan tak percaya! Martin masih duduk di sofa dengan gaya khasnya, arogan, sombong, dan penuh wibawa sungguh pria yang pantas menjadi penguasa ditambah lagi wajahnya yang sangat tampan dan memikat membuatnya selalu bisa membuat para wanita bertekuk lutut padanya bukan hanya itu sorot tajam matanya mampu menggetarkan dunia dan membuat orang terkulai lemas seperti tengah dihujam panas tajam.


Eh, Benarkah dia adalah penguasa tapi kenapa Resni tidak memberitahuku bahkan kedua orang tuaku pun merahasiakannya dariku! Pantas saja waktu dia datang ke sekolah ku, kepala sekolah sangat tunduk padanya dan ketakutan saat kak Martin marah, bahka waktu dirumah sakit semua staf rumah sakit tersebut sangat mematuhi semua perintahnya dan tak berani membantah setiap ucapannya walaupun mereka tau permintaan kak Martin sangatlah berlebihan. Tapi bagaimana dengan kejadian di toko perhiasan waktu itu, sejak awal aku curiga jika bukan Papa Resni yang menyelesaikan masalah tersebut! Jangan jangan kak Martin juga yang menyelesaikannya. Keyla bertanya tanya dalam hati tapi dia lupa jika Jeni kakaknya pernah bercerita tentang penguasa terbesar dan terhormat yang ada di kota tersebut, Jeni tak memberitahukan namanya pantas saja Keyla tak memiliki pikiran jika pria yang Jeni sukai kini menjadi suaminya, sekaligus orang yang dia cintai.


semua teman sekolah Keyla terbelalak saat mendengar jika Keyla adalah istri CEO Martin! Orang yang paling disegani dan di takuti di dunia bisnis, Mereka semakin gemetaran apalagi Nikki yang tadi menyuruh keempat pria hampir mempermalukan Keyla. Tubuhnya gemetar dengan sangat hebat wajahnya pias dia berjalan menghampiri Keyla. Keyla hanya diam masih tak bergeming dari posisinya matanya menatap kearah Nikki yang mulai menghentikan langkahnya persis didepan Keyla.


Nikki tau jika bukan hanya dirinya saja yang sedang dalam masalah besar bahkan usaha ayahnya bisa saja gulung tikar dan dengan sekejap mata dia akan menjadi gelandangan! Membayangkannya saja sudah membuat Nikki tak bisa menerimanya. Nikki segera terduduk kasar dilantai dia memeluk kaki Keyla dengan sangat erat, sikap sombong, angkuh, arogan yang tadi sempat dia tunjukkan sudah tidak telihat lagi kini yang ada hanyalah Isak tangisnya yang memenuhi seluruh ruangan sangat jelas terlihat jika dia sangat menyesali apa yang terjadi.


"Key! maafkan aku, aku tidak mengerti jika CEO Martin adalah suamimu kumohon jangan biarkan CEO Martin menghukum keluargaku biarkan aku saja yang menanggung sendiri kesalahan yang telah aku lakukan." Rengek Nikki sembari masih memeluk kaki Keyla. air mata Nikki jatuh bergantian membasahi kedua pipinya, kedua orang tuanya segera menarik tubuhnya dari kerumunan besar itu, kedua orang tua Nikki terkenal orang yang paling sombong dan angkuh bahkan mereka suka bertindak sesuka hatinya, jadi wajar saja jika Nikki memiliki sifat demikian karna sifatnya ternyata dia warisi dari kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Nikki ikut duduk disamping anaknya mereka bertiga meminta maaf akan kejadian yang hampir saja melecehkan Keyla, Keyla tak tega melihat orangtua sampai berlutut dibawah kakinya. Hati nuraninya tak mengizinkan itu terjadi karna Keyla memang sangat menghargai orang yang lebih tua darinya.


Menarik kakinya sedikit menjauhi Nikki dan kedua orangtuanya, "Kumohon berdirilah! Saya tidak pantas diperlakukan seperti ini." ucap Keyla, setelah mendengar apa yang Keyla ucapkan Martin menarik tubuhnya dari sofa dia kemudian berjalan menghampiri istrinya.


"Sayang jangan terlalu merendah! Bahkan orang seperti mereka harus menerima lebih dari kebangkrutan mereka semua harus angkat kaki dari negara ini!" Ucap Martin dengan suara lantang dan alis hampir menyatuh.


Suasana suram dan semakin mencekam diruang itu mulai terasa, ruangan yang tadinya dipenuhi dengan suara musik dan penuh dengan orang berpesta pora kini suasana itu tak terlihat lagi. Yang ada hanya suara Isak tangis dan wajah wajah cemas orang yang masih duduk dilantai itu sangat jelas terlihat bahkan ruangan yang terlihat mewah itu kini seakan menjadi gelap karna hawa kesedihan, rasa takut yang terpancar dari wajah para orangtua itu mampu membuat getaran hebat dihari Keyla dia tak tega melihat wajah mereka berdua.


Martin yang memiliki hati sedingin gumpalan batu es yang ada di kutub Utara, dan memiliki hati yang kokoh seperti bongkahan batu yang ada di atas tebing. Ya bongkahan batu besar itu bisa jatuh kapan saja dan bisa menimpa siapa saja yang menghalangi jalannya. Seperti itulah ibarat sifat Martin jika diartikan. Tangisan puluhan orang tua itu tak mampu meluluhkan amarahnya Martin merasa tidak cukup puas hanya dengan membuat mereka menangis bahkan menarik balik sahamnya dari perusahaan mereka itu adalah salah satu awalan saja sebelum akhirnya Martin benar benar menjatuhkan mereka sampai tidak bisa bangkit lagi.


Martin tidak pernah merasa marah seperti sekarang, dia selalu menganggap enteng hati wanita tapi berbeda dengan kali ini! Dia tak pernah merasakan cemburu pada siapapun, tapi baru kali ini dia merasa cemburu dan ingin sekali menjaga Keyla dengan segenap jiwa raganya. Gadis kecil yang mampu meruntuhkan dinding hati CEO ganteng itu adalah Keyla.


_ _ _ _


Menatap Martin, "Menghela nafas panjang, Kak kumohon bebaskan mereka!" rengek Keyla sembari bergelayutan dipundak Martin.


melihat kearah Keyla, "Semudah itu kamu memaafkan mereka! Aku tidak bisa memenuhi apa yang kamu inginkan!" ucapnya dengan nada terdengar sangat emosional. Martin masih tak bisa memaafkan semua perbuatan teman sekolahnya yang hampir saja melecehkan istri kesayangannya itu.


"Kak kau berbohong padaku! Kau tidak memberitahuku identitas mu yang sebenarnya, aku mau pulang kerumah Papa!" Keyla mencoba mencari kesalahan Martin agar Martin bisa mengalihkan pikirannya untuk memberikan orang orang malang itu hukuman.


Martin menatap Keyla dengan melotot, "Kau mau meninggalkanku! Aku berbohong padamu karna aku ingin tau siapa sebenarnya dirimu." tegas Martin, semua orang masih menundukkan pandangannya mereka tak berani menatap kedua orang yang kini telah berdebat itu.


Menjawab dengan begitu entengnya, "Kau sudah tau bukan nama ku Keyla Hans, anak kandung dari Jordan Hans!" cetus Keyla. dia tak mengerti apa yang sedang dimaksud Martin dia hanya mengutarakan apa yang ada didalam pikirannya saja.


menepuk pelan jidatnya, "Sikap bodohnya kambuh lagi!" Gumam Martin lirih. "ayo kita pulang baru akan aku jelaskan pada mu!" ajak Martin sembari menarik tangan paksa tangan Keyla. Tapi Keyla segera menarik balik tangannya dia tak tega melihat orang yang masih duduk dilantai itu.


"Bebaskan mereka dulu!" Ucap Keyla dengan bibir mengerucut.


"Tidak bisa!"


"Kalau begitu aku tidak mau pulang!"


"Kau! Berani sekali!"


"Aku tidak mendengarkannya!" Ucap Keyla dengan menutup kedua telinganya.


Hebat sekali gadis kecil itu dia begitu beraninya menentang ucapan CEO garang itu bahkan semua mantan kekasih Martin tak ada yang berani membuka mulutnya ketika Martin sedang marah besar seperti ini. Bahkan hanya karna masalah sempeleh saja Martin bisa membunuh orang lain dan tak meninggalkan jejak sedikitpun sungguh pria yang menakutkan. Tapi dia bisa bersikap lembut pada istri yang baru saja dia nikahi ini sungguh sebuah mukjizat dari dewa yang diberikan pada gadis kecil itu. Begitu kira kira arti dari keheranan mereka.


Menghela nafas panjang, "Hen!" panggil Martin dengan tak menoleh.


Hendro segera menghampiri Martin, membungkukkan badannya, "Iya tuan muda." Jawab Hen dengan wajah datar.


"Bebaskan mereka semua! Kecuali keempat pria yang berani merobek baju istriku!" Ucapnya dengan nada terdengar kesal.


"Baik tuan muda!" kembali membungkukkan badannya lalu pergi.


Wajah orang orang yang kelihatan cemas itu seketika sirna mereka merasa lega karena bisa lolos dari hukuman CEO dingin itu. Mereka segera berlari keluar dari ruangan itu kecuali keempat pria yang mencoba melecehkan Keyla. keempat orang itu masih ditemani oleh orang tua mereka. Dan wajah mereka masih kelihatan ketakutan.


Keyla tak tega dengan keempat temannya itu, Keyla tak jelas jika Nikki yang menyuruhnya. Sebenarnya keempat pria itu adalah teman sekelasnya mereka sangat baik pada Keyla hanya karena takut pada sorot mata Nikki membuat mereka terpaksa mengikuti perintah Nikki.


"Kumohon biarkan aku yang memberikan mereka hukuman kak," Ucap Keyla.


Wajah Martin terlihat puas setelah mendengar Keyla sendi yang mau menghukum keempat pria itu. Martin pun segera mengiyakan keinginan istrinya itu. Martin sangat yakin jika Keyla akan memberikan mereka hukuman yang berat.


Melangkah mendekati keempat pria itu, "Kalian bersihkan semua raungan yang ada di Club ini! Dan untuk orang tua kalian merek hanya akan melihat kalian membersihkan tiap ruangan yang ada di Club ini!" Ucap Keyla dan Nikki adalah satu satunya wanita yang ada di sana. Dia tak berani membantah Ucapanya Keyla padahal dia jelas sekali merasa keberatan dengan hukuman yang Keyla Berikan karna dia tak pernah melakukan pekerjaan rumah.


Martin kaget dan seakan tak percaya dengan hukum yang Keyla Berikan, "Kau hanya memberikannya hukum bersih bersih!" tanya Martin dengan suara terdengar jutek dan merasa keberatan.


"Iya!" jawab Keyla singkat


Walaupun merasa kesal Martin akhirnya mengiyakan keinginan Keyla, Sendi dan Resni menjadi penonton saja. Tiba-tiba pintu ruangan tersebut mulai terbuka, Ferdi yang berdiri didepan pintu itu.


Ferdi kelihatan bingung dengan apa yang sedang terjadi di sana. Dia berjalan menghampiri Keyla padahal Ferdi tau jika Sendi juga ada diruang tersebut.


Ketika Ferdi hendak menghentikan langkahnya dihadapan Keyla, Martin segera menyatuhkan alisnya dan menarik tangan Keyla, dan Keyla sekarang berada dibelakang Martin.


SETELAH BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️


JANGAN LUPA TINGALKAN LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️ ☺️☺️ SETIAP KOMENTAR PARA EEADEI SEMUA SELALU SAYA AMATI YA WALAUPUN SAYA TIDAK BISA MEMBALAS SEMUA KOMENTAR KALIAN.


JANGAN LUPA BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMAT KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊


KLIK FOTO PROFIL SAYA DAN IKUTI AKUN MANGATOON SAYA. FOLLOW AKUN IG SAYA KHAIRIN NISA. SAYA SANGAT BERTERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN.


YANG MAU GABUNG DI GRUP READERS SILAHKAN TINGALKAN NOMOR PONSEL KALIAN DI EPISODE 97 YA. KALAU ADA WAKTU SAYA PC YA.


SALAM HANGAT DARI SAYA KHAIRIN NISA.