Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Malam pertama part 2


Keyla berteriak kaget setelah Martin tiba-tiba menarik kasar tangannya, hingga dia terjatuh dengan kasar di atas tubuh kekar suaminya. Tangannya sibuk menutupi tubuh bagian depannya dengan gaun pengantin, tapi tubuh bagian belakang tetap terbuka dan yang lebih membuatnya terkejut lagi ialah, tangan Martin mulai melepaskan kaitan bra ya, dan tiba-tiba seperti ada sengatan listrik 100 Watt yang seakan menjalar keseluruhan tubuhnya! Dia meronta sekuat tenaga mau melepaskan dirinya dari singa lapar yang ada di hadapannya itu, singa itu bahkan memandanginya seperti menemukan mangsanya dan seperti hendak mencabik-cabik tubuh kurusnya. Membuat Keyla merinding jika melihat sorotan matanya yang membuat lemas Keyla yang berada di atas tubuhnya.


"Hentikan. . kamu membohongiku Om? Cepat lepaskan aku atau aku akan adukan pada Papa!" Ancaman yang tidak memiliki kekuatan sedikitpun, namun tak disadari oleh Keyla.


"Jangankan tubuhmu! seluruh hidupmu saja sudah menjadi tanggung jawabku." Setilan kasar dijidat Keyla, Gadis itu meringis kesakitan sembari mengusap pelan jidatnya yang terasa nyeri!


"Kenapa kamu menyentil ku dengan sangat keras!"


"Karna kamu memang pantas mendapatkannya!" Bicara sembari membalikkan posisinya, kini ganti Keyla yang berada dibawah.


"Tubuhmu sangat ringan sekali, apa kamu tidak pernah diberikan asupan makanan!" Ejek Martin. Namun Keyla tak menggubris ucapan itu. Dia lebih fokus pada apa yang sedang bergerak dibawah sana!


"Apa ini yang bergerak? Apakah Om Martin mempunyai penyakit tumor dibawah Selakangannya!" Gumam Keyla bergidik ngeri,


"Aku akan memenuhi perintah mu, Om, Tapi kumohon lepaskan aku" Rengek Keyla dengan wajah memelas.


"Jangan pangil aku Om. Pangil aku Kak Martin!" Perintah Martin. Keyla hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ucapan Martin.


Keyla lebih memilih menurut agar Martin cepat melepaskannya. Begitu kira-kira yang ada dalam pikirannya.


"Aku suamimu! Apa kamu lupa?"


"Tentu aku ingat!"


"Tugas apa? Aku tadi libur sekolah! Mana aku tau Ibu Guru memberikanku tugas apa!"


"Bukan tugas sekolahmu!" Jawab Martin dengan wajah terlihat berapi-api, " Tapi tugas mencetak sesuatu di dalam sini!" Ucap Martin sembari memegang perut Keyla.


"Kenapa aku baru tau ya, jika perutku bisa dibuat mencetak mesin fotocopy!"


"Bukan itu maksudku!" Bentak Martin yang mulai kehilangan kesabarannya.


"Lalu apa maksud ucapan mu! Lepaskan aku dulu! Aku kesulitan bernafas." Tegas Keyla


"Menghela nafas panjang, bersihkan dirimu dan segeralah tidur!" Ucap Martin karna dia hanya ingat mengoda istri yang baru dinikahinya saja.


"Biarpun aku jelaskan gadis polos sepertinya tak akan bisa mengerti! Huh. . biarlah aku hanya ingin mempermainkannya saja!" Gumam Martin sembari memberikan kunci kamar mandi pada Keyla.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Martin Keyla langsung meraih kunci yang diberikan Martin dan Keyla. perlahan berdiri dan berjalan mundur, tapi lagi-lagi Martin bersifat usil. dia sengaja meraih gaun yang menutupi tubuh istrinya itu, hingga tubuhnya hanya mengunakan bikini saja.


Melihat wajah Keyla yang panik Martin malah tersenyum devil membuat Keyla semakin risih dibuatnya! "Dasar kampret! Otak mesum!" Maki Keyla dengan berlari membuka pintu kamar mandi, setelah pintu terbuka Keyla masuk ke kamar mandi dan segera membanting pintu itu dengan keras dan tak lupa menguncinya dari dalam.


" Ingin sekali aku Jambak rambutnya itu! dan betapa inginnya aku meninju wajah sok tampannya itu!" Gerutu Keyla kesal dengan menyalakan shower! dan membasuh semua tubuhnya dengan air tersebut.