Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Memaksakan Kehendak


Terlihat Martin masih sibuk menatap ke arah Keyla, yang masih memfokuskan pandangannya pada layar ponselnya. Keyla terlihat sibuk memainkan ponselnya, dengan sesekali melirik ke arah Martin. Martin yang mengetahui Keyla diam diam curi pandang padanya pun tersenyum devil, dan semakin menatap tajam ke arah calon istri kecilnya itu, yang terlihat sangat mengemaskan menurutnya.


Martin semakin terpesona dengan kecantikan Keyla, gadis yang baru beranjak dewasa itu memang berbeda dengan gadis kebanyakan yang suka memakai makeup tebal dan lebih terkesan seperti dandanan tante-tante. Namun Keyla lebih suka polos tanpa makeup. Martin terlihat tak bergeming menatap ke arah Keyla, dengan tersenyum tipis entah apa yang ada di dalam pikiran Martin. Di lihatnya secara detail, rambut panjang Keyla yang terlihat tak beraturan, mata Keyla yang sipit dengan hidung mancungnya, ditambah lagi bibir mungil dengan senyuman manis, dan jika Keyla tersenyum terlihat dua lesung pipi yang menambah kecantikannya, sungguh membuat Martin hampir gila di buatnya hingga membuat Martin menelan Saliva.


Mata Keyla melirik ke arah Martin dengan wajah masih mengarah ke layar ponselnya, di lihatnya Martin sedang menatapnya dengan tatapan tajam, Keyla semakin risih di buatnya. namun Martin tak memperdulikan apa yang di pikirkan oleh Keyla, Martin masih menatap Keyla dengan senyuman tipisnya. Keyla segera berdiri kasar dari kursi karna sudah merasa sangat terganggu dengan tatapan Martin, dengan wajah merah padam karna menahan amarahnya, Keyla hendak pergi meninggalkan meja makan tersebut untuk mencari ayahnya.


"Mau ke mana kamu, Gadis?" ucap Martin dengan menatap lekat wajah cantik Keyla


"apa urusanmu tanya-tanya! Aku mau mencari Papa karna sudah hampir setengah jam berlalu, tapi Papa belum juga kembali!" celetuk Keyla dengan bibir manyun


Martin pun menceritakan pada Keyla, jika tadi Jordan berpamitan pergi lebih awal karna ada urusan mendadak, Keyla menatap ke arah Martin dengan memicingkan mata mendengar apa yang Martin ucapkan, seakan tak percaya jika di lihat dari raut wajahnya.


Keyla segera melanjutkan niatnya untuk mencari Jordan, ketika Keyla hendak melangkah pergi. Terdengar bunyi ponselnya, di lihatnya nama yang tertera di layar ponselnya tersebut Ternyata itu adalah Jordan yang menelfon, Keyla segera menekan tombol yang berwarna biru di layar ponsel tersebut. Jordan memberikan tahu Keyla jika Jordan ada urusan mendadak dan mengharuskan nya ke luar kota. setelan mendengar ucapan Jordan, Keyla terlihat dongkol sembari mata masih terlihat menatap ke layar ponsel tersebut dengan tatapan kesal dan marah.


Karena Jordan sengaja meninggalkan nya dengan Martin di restoran tersebut. Martin pun masih terlihat menatap Keyla dengan tatapan datar. dan tersenyum tipis melihat wajah lucu Keyla jika sedang marah.


"menghela nafas panjang, kenapa menatapku seperti itu? Jika kamu lapar, habiskan makanan yang ada di atas meja, jangan menatapku dengan tatapan sinis mu itu!" gerutu Keyla dengan menaruh tangannya di perut dengan muka di tekuk.


Entah mengapa Martin semakin gemas mendengar ucapan dan cara bicara Keyla yang terlihat polos dan lugu itu, hingga Martin sangat sulit untuk memalingkan pandangannya dari calon Istri kecilnya itu, yang seperti bunga baru mekar.


"aku tidak lapar, makanlah sendiri! Aku akan pulang ke rumah dengan taxi" ucap Keyla sembari memakai tas ranselnya.


"Pergilah!" ucap Martin kepada pak Hendro dan semua pelayan restoran tersebut, dalam sekejap restoran tersebut terlihat sepi dan sunyi, karna semua orang pergi masuk ke dalam dapur. Terlihat Martin mulai menarik tubuhnya dari kursi dan melangkah mendekati Keyla dengan langkah kecil, Keyla yang mengetahui Martin hendak menghampirinya pun segera membelakangi Martin hendak melangkah pergi.


Dengan sigap Martin segera memeluk tubuh Keyla dari belakang dan mengecup lembut rambut Keyla yang terurai panjang tak beraturan, kelihatan Keyla sangat sulit melepaskan pelukan Martin karena tenaga Martin yang sangat kuat, hingga Keyla hanya bisa diam dan pasrah. Tak lama kemudian perut Keyla mulai berbunyi Karna cacing-cacing di dalam perutnya mulai minta jatah makan ,


Krucuk. . .krucuk. . .krucuk. . .


Mendengar bunyi perut Keyla yang keroncongan, Martin terlihat menepis senyumannya. Wajah Keyla seakan tersipu malu karna kebiasaan buruknya mulai kambuh, jika perutnya sedang lapar.


"makanlah dulu, setelah makan! aku akan mengantarmu pulang" Ucap Martin sembari membalikkan badan Keyla, hingga mereka saling beradu pandang


"Jika aku tidak mau! Lalu kau mau apa?" Tantangm Keyla dengan mata melotot


Cup. . . .


Tanpa berkata Martin mencium Keyla, untuk membungkam mulut Gadis kecil itu, Keyla pun marah dan memukul dada bidang nan kekar pria tampan itu. Tapi percuma karna tenaga Martin sangatlah kuat, hingga Keyla pun hanya bisa pasrah dan terdiam.