
Arka Syuting perdana bersama Rio dan para cast lainnya. Dalam adegan awal tersebut mereka sudah terlibat pertengkaran.
Dimana Arka menjadi protagonis yang istrinya selingkuh dengan Rio, sang mafia yang lebih berduit daripada dirinya.
Mereka beradu argumen, saling memaki kemudian berkelahi. Setelah berkutat cukup lama, sutradara pun memotong adegan.
"Cut!" ujarnya kemudian.
Para kru dan cast bertepuk tangan. Arka dan Rio saling berhadapan dan menggenggam tangan, tanda terima kasih atas kerjasama yang baik itu.
"Sumpah lo emosi banget, Ka."
Seru Rio pada sahabatnya itu.
"Pasti karena masalah pak Jeremy tempo hari kan?" ucap Rio.
Arka tertawa.
"Bisa jadi sih." ujarnya kemudian.
Rio mengambil air mineral dingin yang disediakan. Lalu membuka dan meminumnya. Pemuda itu kini duduk di salah satu kursi yang tersedia, diikuti Arka.
"Nggak habis pikir gue." ucap Rio.
"Pak Jeremy tuh tau sendiri kan lo. Walau banyak duit orangnya nggak neko-neko." lanjutnya lagi.
"Iya, istrinya yang ternyata banyak tingkah." Arka menimpali.
"Karena istrinya sukses juga, sering ketemu banyak orang. Akhirnya selingkuh." ujar Rio lagi.
"Degh."
Entah mengapa Arka kini jadi tersentak. Pasalnya ia juga memiliki istri yang sama sukses dengan pak Jeremy.
Amanda juga sering bertemu dengan pengusaha lainnya yang lebih segalanya dari Arka.
***
"Dert."
"Dert."
Tiba-tiba Nindya menelpon setelah sekian lama. Seketika suasana pun langsung heboh.
"Eh bu, apa kabar lo?" tanya Amanda penuh antusias.
"Lo yang apa kabar, giling. Kagak ada chat gue atau apa selama beberapa hari belakangan ini. Sibuk banget kayaknya." Nindya berujar di seberang sana.
"Ya lumayan lah, namanya juga emak-emak punya bocah dan masih kerja juga ngurusin ini dan itu." jawab Amanda.
"Tapi aman lah ya, rumah tangga lo udah baik-baik aja kan sekarang?" tanya Nindya lagi.
"Iya, gue udah baikan sama Arka." jawab Amanda.
"Gue pikir-pikir lagi kayaknya tempo hari gue sam Arka terlalu kekanak-kanakan." lanjutnya lagi.
"Syukur deh kalau gitu, gue seneng dengernya. Ini lo lagi apa?" Nindya lagi-lagi bertanya.
"Habis mendiamkan anak gue. Pada nangis gara-gara bapaknya ilang dari penglihatan." jawab Amanda.
Nindya pun tertawa.
"Si Arka kerja apa syuting?" lanjutnya kemudian.
"Syuting, tapi diluar kota." jawab Amanda.
"Oh syuting luar kota?"
"Iya, tadinya meninjau lokasi dan latihan aja disana. Eh tau-tau sutradara merubah rencana dan langsung syuting beberapa adegan."
"Oh gitu."
"Iya makanya ini anak-anak gue rusuh nyariin papa-papa mulu. Karena biasanya kalau ada gue, ya ada Arka juga di rumah."
"Tuh dibilangin sama aunty Nindy. Harus sabar, nggak boleh ngamuk kalau papa lagi nggak di rumah."
Amanda berkata pada kedua anaknya yang kini tampak bermain bersama.
"Hoaya." jawab mereka serentak.
"Jawabnya masih aja hoaya ya." ujar Nindya lagi.
"Selalu itu mah, udah jadi jargonnya mereka." tukas Amanda.
"Ini lo ngasuh mereka sendirian, Man?" tanya Nindya.
"Sama mbak, tapi mereka lagi dalam perjalanan menuju ke sini. Kemaren ada yang nginep, tapi hari ini lagi ganti shift." ucap Amanda.
"Masih pulang pergi juga lo bikin?" Untuk yang kesekian kali Nindya bertanya.
"Ya iyalah, Nind. Hari gini ya kan. Mana anak gue nurut sama mbak yang usianya muda lagi. Kalau tinggal serumah bahaya itu buat rumah tangga gue."
"Iya, bener banget. Lo tau nggak sih artis yang katanya baru sebulan cerai, ketok palu. Eh mantan suaminya nikah lagi sama mantan baby sitter anaknya."
"Lo ngikutin gosip artis lokal juga?" Amanda balik bertanya.
"Nggak ngikutin tapi keikut, karena ngeliat terus di beranda sosmed dan YouTube."
"Iya serem tuh. Walaupun timingnya tepat ya. Si laki nikahin tuh baby sitter pas udah cerai. Tapi mustahil lah nggak ada pergerakan bawah tanah duluan selagi masih berumah tangga sama si artis."
Amanda berkata sambil membuat segelas teh hangat.
"Ember, gue sih percaya ada perselingkuhan dulu. Ya kali itu laki serta merta langsung kepikiran si baby sitter tanpa ada rasa sama sekali. Tai kucing."
"Hahaha, si laki bilangnya nikahin si baby sitter karena lebih agamis. Besoknya video si baby sitter lagi joget pargoy di tiktok nyebar. Pake celana pendek, baju ketat. Itu mah solehot anjay" Amanda berujar seraya tertawa.
"Biasalah pelakor dimana-mana sama, Man. Emang ujungnya suka sok di agamis-agamisin biar keliatan bener."
"Abis itu posting-posting kata bijak, terus bikin status kalau pernikahan dia sama laki orang itu adalah takdir. Basi banget nggak sih?" ucap Amanda.
"Bukan basi lagi, udah belatungan. Setiap pelakor polanya pasti sama. Abis ngerusak rumah tangga orang langsung sok religius. Habis itu ada aja netijen yang memuji."
"Hahaha." Amanda tertawa.
"Jangan di hujat mungkin dia sudah bertobat."
Amanda mempraktekkan salah satu komentar basi netijen, yang sering memuji pelakor.
"Padahal dosa melakor itu dosa ke sesama manusia. Dosa ke sesama manusia kalau nggak minta maaf sama manusianya langsung. Mau bertobat sampai kapanpun tetap jalan dosanya. Walau gue nggak religius-religius amat, tapi tau lah." tukas Nindya.
"Makanya ini gue wanti-wanti Nind. Ya walaupun selingkuh itu tergantung orangnya juga sih. Walau gue udah halangi, bisa aja Arka sama pembantu gue ketemuan di luar kalau emang dia mau selingkuh. Tapi kan sebagai yang punya rumah tangga, gue wajib menjaga rumah tangga gue sebisa mungkin. Amit-amit jangan sampai Arka tidur sama baby sitter di rumah dan di saksikan anak-anak gue. Bisa kena mental anak-anak gue nanti."
"Iyas sih, baguslah kalau pembantu lo nggak nginep. Gue disini nggak ada pembantu say. Di luar negri sudah mencari asisten rumah tangga, mesti import. Mahal lagi bayarnya, lagipula anak-anak gue udah gede ini koq. Buat apa lagi."
"Iya, gue juga pengennya gitu. Tapi tau sendiri gue kerja, bapaknya anak-anak kerja."
"Pokoknya pinter-pinter elo deh Man, jaga rumah tangga. Jangan sampai kecolongan macam si artis itu."
"Iya, kesel banget gue Nind ngeliatnya. Pengen ngakak ada, waktu si laki bikin statement kalau si baby sitter lebih patuh dan lebih agamis. Eh nggak taunya dibuka aibnya sama Tuhan. Tuhan di kibulin, kalau manusia masih bisa lah. Kita bohong ya kan, kita manipulasi. Kalau Tuhan udah berkehendak mah langsung aib keluar hari itu juga. Kang ngibul emang. Amit-amit, jangan sampe Arka kayak gitu."
"Tapi kalau kata gue sih, Arka mah nggak deh. Itu masalah mantan suaminya si artis aja yang seleranya nyungsep. Biar rumah tangganya nggak perlu bayar asisten rumah tangga sama baby sitter lagi. Hemat biaya say."
"Hahahaha."
Keduanya tertawa.
"Gue bukan merendahkan profesi asisten rumah tangga dan baby sitter loh ya. Tapi untuk asisten rumah tangga dan baby sitter yang nggak berakhlak, gue mah skip." ujar Nindya lagi.
"Ya, semoga kita dijauhkan dari laki-laki tukang ngibul ya say. Semoga suami-suami kita adalah suami yang punya harga diri tinggi. Yang nggak asal suka sama setiap cewek." tukas Amanda.
"Aamiin." jawab Nindya kemudian.
Mereka pun lalu melanjutkan perbincangan. Amanda kini sambil membuka bungkus biskuit bayi dan memberikan pada kedua anaknya yang tengah duduk mengamati semut.