
Arka dan Rio akhirnya berangkat menuju bandara pagi itu. Si kembar santai saja karena mengira Arka hanya pergi sementara layaknya ke kantor seperti hari-hari biasanya.
"Da-da, da-da."ujar mereka ketika Arka dan Rio selesai melakukan check in mandiri, dan kini hendak masuk ke terminal.
"Papa pergi dulu ya." ucap Arka seraya mencium keduanya. Anak-anak itu digendong oleh mbak pengasuh. Tak lama Rio turut mencium mereka.
"Riri pergi ya." ucap Rio.
"Da-da, da-da." ujar keduanya serentak..
"Iya, da-da sayang."
"Da-da." ucap Rio pada keduanya.
"Nit, Las. Titip anak-anak ya."
Arka berpamitan pada Anita dan juga Lastri.
"Iya pak, hati-hati di jalan." jawab Anita mewakili.
"Iya, terima kasih."
Arka dan Rio bergerak ke dalam, setelah tiba mereka langsung menuju gate dan mencari tempat duduk di ruang tunggu. Arka menelpon Amanda, karena keberangkatan masih beberapa saat lagi.
"Udah di bandara, Ka?" tanya Amanda pada suaminya itu.
"Udah, ini lagi nunggu pesawatnya." jawab Arka.
"Delay apa gimana?"
"Nggak koq, emang keberangkatannya sebentar lagi."
"Oh, kamu sama Rio?"
"Iya, ada yang lain juga. Sebagian kayaknya masih check in tadi." jawab Arka.
"Oke deh, nanti kabarin aku kalau udah sampai ya, Ka." ucap Amanda.
"Iya Man, beres." jawab Arka.
"Kamu jangan lupa makan." ujarnya lagi.
"Iya tenang aja. Anak-anak tadi ikut nganter?"
"Ikut dan kayaknya udah jalan pulang." jawab Arka.
"Nangis nggak mereka?" tanya Amanda kemudian
"Nggak tuh, biasa aja. Malah da-da, da-da. Mungkin mereka kira aku ngantor kali ya." ucap Arka.
"Mungkin, mudah-mudahan aja ntar sore nggak ngamuk nyariin papapa." ucap Amanda lagi.
"Ntar sore aku telpon paling."
"Iya, berkabar aja nanti Ka. Aku ada rapat bentar lagi, maaf nggak bisa lama."
"Iya, aku juga udah mau berangkat."
"Jangan lupa kabari kalau sampai."
"Iya sayang."
"Love you, Ka."
"Love you, sayang."
Arka menyudahi telpon tersebut, Amanda lanjut kerja. Tak lama para cast dan kru yang baru datang, langsung mendekat pada Arka dan juga Rio.
***
"Ansel, jangan lupa itu buat seserahan nanti."
Ryan mengingatkan sang anak yang saat ini tengah sibuk bekerja.
"Iya dad, ntar sore mau jalan sama Nino. Cari itu semua." jawab Ansel.
"Oh ya udah, jangan sampai ada yang terlewat. Semuanya di bikin daftar list. Walau belum dapat semuanya dalam satu hari, minimal jangan sampai ada yang terlupakan." ucap Ryan lagi.
"Iya dad, ngerti."
"Ya sudah, kamu kerja ini?" tanya Ryan.
"Iya." jawab Ansel.
"Oke, selamat bekerja."
"Terima kasih."
Tak lama setelahnya Ansel menghubungi Nino.
"Nin yang belum dapat apa aja?" tanya nya kemudian.
"Banyak." ucap Nino.
"Ntar sore aja sekalian jalan." lanjutnya lagi.
"Oke deh." jawab Ansel.
***
Pesawat yang membawa Arka, Rio, dan yang lainnya mulai berjalan. Tak lama burung besi itu pun take off dan melayang di udara.
Selang beberapa saat berlalu mereka tiba di kota tujuan. Hal yang pertama ada di benak Rio adalah kuliner sambil ngevlog.
"Kita cari makan yuk, Ka. Sekalian gue ngonten." ucap Rio dengan penuh semangat.
"Iya Junaedi, tunggu sampai hotel dulu. Cari makanan dekat hotel aja." ucap Arka.
"Oke deh."
Mereka kemudian bergerak menuju hotel. Sesampainya disana Arka segera mengabari Amanda.
"Papapa, udah sampai." ujarnya.
Amanda tak menjawab, mungkin karena masih sibuk pikir Arka. Namun yang jelas ia sudah mengabari. Itu yang terpenting saat ini.
"Tok, tok, tok."
Rio sudah mengetuk pintu kamar Arka, di saat Arka baru saja keluar dari toilet. Arka membuka pintu tersebut karena ia pikir petugas hotel. Ternyata yang datang adalah si Bambang.
"Baru juga gue mau merebahkan pantat." ucap Arka pada sahabatnya itu.
"Yaelah ntar aja, ayo kulineran." ujar Rio.
Tampak sahabat Arka itu energinya berlebih. Jika sudah urusan konten, ia sangat-sangat antusias.
Ya udah, ayo!"
Arka sejatinya ingin rebahan, namun jika tidak di turuti Rio akan kesurupan reog. Maka ia pun akhirnya mengikuti saja keinginan sahabatnya itu.
Mereka ke luar hotel, dan mencari makanan yang Rio inginkan. Ia dapat rekomendasi dari subscriber-nya di YouTube.
Setibanya ditempat makan itu, Rio langsung menghidupkan kamera dan seperti biasa ia mengoceh.
"Hai gae, i'ts Rio Salim. Jumpa lagi dalam acara makan-makan with Riri. Jadi ceritanya lagi nggak pengen mukbang hari ini. Cuma pengen makan bisa aja. Karena minggu lalu kebanyakan makan, gue jadi sakit perut dan demam gaes."
Rio menyudahi take pertamanya itu.
"Emang lo dari sakit?" tanya Arka pada Rio.
"Iya, gara-gara yang pas gue ke Garut itu. Gue ketemu mie Jebew level dewa. Gue review aja dan akhirnya gue tepar." ucap Rio.
"Koq lo nggak ada ngasih tau gue sih?" tanya Arka.
"Ya elo sibuk mulu sama anak management." ucap Rio.
"Bukan gue yang sibuk, Anjayanto. Elu yang prasangka." ucap Arka sewot.
Rio nyengir mereka kemudian memesan makanan. Rio ada menghampiri pedagangnya dan sempat bertanya-tanya. Mengenai apa yang best seller di tempat tersebut.
Ketika makan, kamera kembali on. Arka membiarkan saja dirinya sekali-sekali masuk frame. Sebab royalti dari Rio pasti mengalir tanpa diminta.
***
"Amanda ngopi yuk!"
Gareth mengajak Amanda ngopi sore itu.
"Mau ngopi dimana?"
Gareth terkejut Amanda menanggapi dengan begitu mudah. Ia pikir wanita itu sudah semakin nyaman terhadap dirinya. Namun kembali lagi, Amanda memang telah menganggap Gareth sebagai temanya.
Dan juga ia memang sudah sangat ingin ngopi sejak tadi siang. Namu. Belum kesampaian. Ia bisa saja memesan secara online atau menyuruh office girl yang membuatkan. Namun ia ingin meminum kopi disaat suasana sudah santai.
"Kamu aja yang tentukan tempatnya." ucap Gareth.
Lalu Amanda merekomendasikan beberapa tempat dan mereka sepakat memilih salah satu diantaranya.
Mereka pergi ke tempat itu dan ngopi bersama sambil ngobrol. Tak lama Amanda mengirim pesan pada Arka.
"Ka, kamu masih kulineran?" ujarnya.
"Masih, dari siang tadi kagak berhenti jalan mulu sama Rio." tukasnya.
"Wkwkwkwk, yang sabar ya sayang."
"Iya, udah sabar banget ini. Pengen gaplok palanya Rio pake sendal." Lanjut pria itu kemudian.
"Wkwkwkwk."
"Kamu dimana, Man?"
"Mau ngopi bentar, abis itu pulang."
"Oh oke deh. Kabarin aku kalau anak-anak nyariin." tukas Arka.
"Oke." jawab Amanda.
Tak lama Arka kembali berjalan bersama Rio, sedang Amanda kini memesan kopi bersama Gareth.
***