Berondong Bayaran, CEO Cantik 2

Berondong Bayaran, CEO Cantik 2
Malam Hangat


Amanda kembali setelah menerima telpon dari Nino. Saudaranya itu bertanya apakah Amanda hendak makan dirumah atau tidak sepulang dari menjenguk Maureen. Sebab ia ada rencana ingin memasak.


Amanda bilang ia dan Arka ingin makan di rumah. Namun sekiranya kalau Nino malas memasak mereka bisa membeli saja melalui laman ojek online.


Nino bilang tak mengapa jika ia memasak. Toh ia juga saat ini memang berniat untuk itu dan hendak memasak pula untuk si kembar.


Amanda setuju jika Nino tak keberatan. Usai berbicara dengan saudaranya tersebut, Amanda kembali kepada Maureen dan melanjutkan perbincangan.


"Lo nggak perlu khawatir pada apa yang belum terjadi. Sebab kekhawatiran kita itu termasuk doa." ujarnya pada Maureen.


"Jadi pikirkanlah yang baik-baik aja. Nggak usah terlalu takut anak lo jadi buruk, hanya karena lo ngerasa diri lo buruk. Selama dari sini ke depan lo mencontohkan baik terhadap anak lo, dia akan jadi baik." lanjutnya kemudian.


"Selama lo konsisten untuk meninggalkan diri lo yang dulu dan menjadi diri lo yang baru. Joanna nggak akan tau siapa elo dulunya. Dia baru lahir, dan dia nggak tau apa-apa soal masa lalu lo." tambah wanita itu.


Maureen menatap Amanda.


"Buang jauh-jauh diri lo yang dulu, anggap sudah nggak ada. Sebab kita hidup di masa sekarang dan nggak hidup di masa lalu. Jadi apa yang lo khawatirkan tentang lo dimasa lalu, udah nggak berlaku lagi sekarang."


Akhirnya Maureen pun menangis, setelah tadi ia berusaha keras untuk bertahan.


"Gue juga takut kalau Joanna bukan anak Jordan, Man. Gue takut dia itu anaknya Fritz."


Maureen mengungkapkan ketakutan keduanya kepada Amanda.


"Kita akan tes DNA."


Tiba-tiba Jordan muncul diikuti Arka. Hal tersebut tentu saja membuat Maureen serta Amanda terkejut.


Mereka tak tau jika Jordan dan Arka menguping pembicaraan mereka barusan. Besar kemungkinan mereka telah mendengar semuanya sejak tadi.


"Kalaupun dia anak Fritz, aku akan tetap menerima dan menyayangi dia seperti anakku sendiri."


Jordan kian mendekat sambil menatap Maureen. Sementara Arka sengaja berdiri agak jauh..


"Tapi aku yakin 100% Joanna anakku. Karena Fritz itu mandul." ujarnya lagi.


Tangis Maureen kian pecah, dan Jordan secara serta merta memeluknya. Tak terasa air mata Amanda pun ikut menetes melihat kejadian itu. Ia mengerti ketakutan Maureen sebagai seorang ibu. Sebab dirinya juga merupakan seorang ibu.


Seburuk-buruknya seorang ibu di masa lalu. Jika ia menyayangi anaknya, ia pasti akan takut jika anaknya tersebut kenapa-kenapa.


"Kamu jangan sedih lagi, jangan khawatir apapun lagi. Hidup kita adalah sekarang, nggak perlu takut dengan masa lalu selagi kita sudah bertekad meninggalkannya."


Maureen makin sesenggukan, dan Jordan kian erat memeluk istrinya itu.


***


"Hoayaa."


Azka merayap ke dapur dan menunjukkan mainannya kepada Nino. Itu adalah kode ingin mengajak sang paman bermain. Sedang Nino kini sibuk memasak untuk makan mereka nanti.


"Nono lagi masak. Kamu main dulu sana sama Afka disana ya."


"Hoayaa."


Azka tampak kesal pada Nino. Ia lalu merayap dengan gaya ngegas sambil menjauhi dapur, sementara Nino melanjutkan kegiatan.


Waktu berlalu, si kembar tak terlihat lagi dari pandangan mata Nino. Maka pria itu pun mematikan kompor lalu mencari keberadaan mereka.


"Azka, Afka?"


Ia memanggil, namun tak ada jawaban sama sekali. Biasanya mereka akan menjawab "Hoaya" atau tertawa.


"Azka, Afka."


Nino memanggil sekali lagi dan tetap tak ada respon sama sekali. Nino mencari dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Namun jejak mereka tak kelihatan.


"Azka, Afka. Dimana kalian?"


"Azka, Afka, uncle Nino pulang ya." Gertaknya kemudian.


Tak ada jawaban. Semua ruangan telah di telusuri oleh Nino. Hanya ada satu yang belum, yakni kamar Arka dan Amanda.


Kebetulan pintu kamar itu sedikit terbuka. Nino sejatinya tak ingin masuk kesana, karena itu tidak sopan. Namun demi mencari keberadaan kedua anak itu. Ia pun akhirnya masuk.


Kedua anak itu tetap tidak ada. Namun Nino curiga pada pintu kamar mandi yang juga terbuka. Maka ia masuk kesana dan menemukan Azka serta Afka yang tertidur di dalam bathtub.


Nino memindahkan anak-anak itu ke kemar mereka. Lalu ia mengingatkan Arka dan Amanda untuk selalu mengunci pintu kamar dan pintu kamar mandi. Sebab itu sangatlah berbahaya.


Semisal mereka masuk kesana, kemudian mampu memutar keran air. Bisa jadi mereka akan tenggelam. Sebab bathub tersebut cukup dalam bagi mereka.


***


Arka dan Amanda akhirnya tiba di rumah, ketika si kembar sudah tertidur lelap. Usai mandi Arka dan Amanda makan bersama Nino. Setelah acara makan selesai, Nino pamit pulang.


Arka dan Amanda kemudian beristirahat di kamar, dan menonton film. Hampir dua jam berlalu, film yang mereka tonton pun telah nyaris selesai.


Amanda memeluk Arka, dan begitupun sebaliknya. Arka mencium bibir istrinya itu kemudian di balas oleh Amanda.


"Kangen sama kamu."


Amanda berujar pada suaminya itu. Arka menatap Amanda dan terus mencium bibirnya. Kini ia merangkul dan memeluk pinggang istrinya tersebut.


Kedua tangan Arka lalu memberi sensasi remasan, di bagian paling padat dan kenyal dari tubuh Amanda.


"Ka, hmmh."


"Iya sayang."


Tangan Arka mulai turun ke bawah dan berhenti tepat di area paling sensitif dari sang istri. Jari jemarinya mulai bermain disana sambil menatap wajah Amanda.


"Kaaa, hhhh." Nafas Amanda mulai tak teratur.


"Hmm, sssh. Iya sayang."


Arka makin mempercepat gerakan tangannya. Hingga membuat Amanda tanpa sadar melebarkan kaki dan mengangkat-angkat pinggulnya sendiri.


Tangan Amanda mulai memegang bagian paling sensitif dari tubuh Arka. Kini gantian Arka yang meremang di buatnya.


"Ssshhh."


"Ssshhh."


"Aaaaah."


Keduanya sama-sama merasakan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi. Tanpa membuang banyak waktu lagi Arka segera melanjutkan permainan.


Hingga pakaian yang melekat di tubuh keduanya pun sama-sama tertanggal dan berserakan di lantai.


Amanda terus mengerang dan merintih nikmat, tatkala Arka melakukan hal-hal yang ia inginkan. Ia benar-benar tergila-gila.


Apalagi kini tubuh Arka lebih atletis dan terlihat lebih sexy dari sebelumnya. Sebab ia memperbanyak sesi latihan gym di sela-sela kesibukan.


"Ka, aku mau bayi lagi."


Amanda mengatakan hal tersebut secara tanpa sengaja. Itu adalah efek dari dirinya yang tergila-gila terhadap permainan Arka. Maka Arka pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Meski ia tahu jika Amanda saat ini sedang menggunakan kontrasepsi atau pengontrol kelahiran. Namun kata-kata yang ia keluarkan sangatlah seksi bagi Arka.


Kata-kata nakal seperti itu mampu meningkatkan gairahnya sebagai seorang laki-laki.


Ia pun lalu memberikan Amanda permainan yang begitu nikmat. Sehingga Amanda benar-benar melayang dibuatnya.