
Meski telah diperingatkan oleh salah seorang temannya. Pikiran dan perasaan Elina tetap saja membandel.
Ia masih terus memikirkan Arka dan berharap kedekatan mereka makin lanjut. Ia tau hari ini Arka ada reading di sebuah lokasi syuting yang Elina sendiri tau dimana tempatnya.
Sebab ia ada melihat dari postingan salah satu cast yang bermain dengan Arka. Dalam unggahan tersebut Arka terlihat jelas tengah beradegan marah pada lawan mainnya.
Maka Elina berpikir, apa ia datangi saja lokasi tersebut. Dan setelah menimbang-nimbang, ia dan hatinya pun sepakat. Bahwa ia akan menyambangi tempat itu dan berniat menemui Arka.
Elina mandi, lalu mempercantik diri. Kemudian ia memesan beberapa kudapan seperti cake dan donat pada sebuah toko kue dan roti. Ia hendak membawakan Arka, agar Arka terkesan dengan perhatiannya.
Sebab ia lihat jika Arka jarang sekali memposting kemesraan antara dirinya dengan Amanda.
Elina berspekulasi jika rumah tangga mereka sangatlah kaku. Dan kini saatnya ia tampil sebagai ibu peri, yang akan membuat Arka bertekuk lutut.
Usai melakukan segala persiapan, Elina pun meluncur ke lokasi. Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu terhadap Arka.
Setibanya disana banyak yang kaget. Pasalnya Elina tak ada dalam daftar cast dan kini ia ada di tempat tersebut.
"Gue mau cari Arka." ucap Elina pad a salah satu artis yang ia kenal. Tadi artis tersebut menghampiri dan bertanya padanya.
"Arka di belakang tuh, sama Rio." ucap artis tersebut.
Maka Elina meminta izin pada sang sutradara dan sutradara itu pun mengizinkan. Kebetulan mereka pernah bekerjasama dalam beberapa proyek film.
"Kenapa tuh si Elina nyariin Arka?. Tumben."
Selalu saja ada yang curiga di setiap tempat dan kesempatan. Para cast atau artis kini saling melirik satu sama lain. Pikiran mereka tertuju ke arah yang sama. Mungkin Arka memiliki affair dengan Elina, di belakang istrinya.
"Bukan urusan kita sih say, jadi diemin aja." celetuk salah seorang cast.
"Iya, lagian Arka orang baik. Rasanya nggak enak aja kali kita gosipin dia." ujar yang lainya lagi.
"Yoi, biar itu jadi urusan lambe turah."
Mereka semua akhirnya kembali pada kegiatan masing-masing. Sementara Elina kini menemui Arka.
"Hai, Ka. ia sumringah dan oenuhs semangat saat mendekat.
"Girang amat, El. Kayak abis narik duit dari YouTube." Rio berseloroh.
"Iya lagi seneng gue ketemu kalian." Elina mengalaskan Arka dan Rio. Padahal ia gembira lantaran bertemu lagi dengan Arka.
"Lo tau darimana kita disini?" tanya Arka.
"Dadi postingan, Alfred." jawab Elina seraya menyebut nama salah satu cast.
"Oh, dia bikin insta story?" tanya Arka.
"Iya dan gue ngeliat lo, Ka. Kebetulan gue ada di jalan dekat sini." ujar Elina.
"Oh." jawab Arka. Ia lalu membuka teh botol dan memberikan pada Elina.
"Makasih."
Elina berujar sambil meraih teh botol tersebut. Tak lama Elina memberikan makanan yang ia bawa.
"Oh iya, ini gue bawain donat nih sama kue-kue." ujarnya.
"Thank you."
Arka membuka pemberian tersebut dan menggesernya ke hadapan Rio. kemudian Rio langsung mencomot tanpa ragu dan makan dengan mulut super besar.
"Ka, pulang jam berapa nanti?" tanya Elina pada Arka.
"Belum tau, bisa jadi malam atau menjelang subuh." ucap Arka.
"Kenapa emangnya?" tanya pria itu.
"Mmm, nggak. Pengen makan aja di luar sama lo." jawab Elina.
"Waduh, sorry El. Gue nggak bisa." ucap Arka.
"Besok gimana?" Lagi-lagi Elina bertanya.
"Besok mau ke dokter kandungan."
"Nggak tau bini gue mau ngecek apa. Kepengen hamil lagi mungkin." tukas Arka.
Elina diam, lalu tersenyum dan tertawa dengan sangat terpaksa. Arka sendiri santai menceritakan hal tersebut, karena menganggap Elina adalah temannya.
Ia tak tau jika pernyataan itu kini makin membuat Elina merasa sakit hati serta kecewa. Ia berharap bisa ada celah mendekati pria itu, namun kini ia dan istrinya malah ingin menambah anak.
Arka dan Amanda memang ada rencana pergi ke dokter kandungan. Sebab bulan ini Amanda datang bulan dan mengalami nyeri hebat yang tak seperti biasanya.
Dikhawatirkan itu disebabkan oleh kista atau apa. Makanya mereka hendak memeriksakan terlebih dahulu.
Arka sengaja menceritakan hal berbeda pada Elina. Sebab ia tak ingin membicarakan penyakit yang belum tentu kebenarannya. Ia tak ingin duluan berpikir negatif.
"Ka, lo nggak mau ini?" tanya Rio pada Arka. Ia sudah habis tiga potong donat sejak tadi.
"Mau lah, sini yang toping almond!" ujar Arka lalu mencomot.
Akhirnya Arka memakan donat pemberian Elina tersebut. Namun Elina sudah tak segembira saat pertama ia datang.
Tak lama ia berpamitan, karena merasa suasana sudah tak nyaman lagi bagi hatinya. Sementara Arka dan Rio melepas perempuan itu dengan berterima kasih. Karena sudah di kunjungi dan dibawakan makanan.
***
"Udah gue bilang, Elina. Ngeyel aja terus."
Sahabat Elina berujar padanya di telpon. Saat Elina merasa dirinya harus kembali curhat mengenai Arka.
"Lo emang cantik, artis cukup terkenal. Tapi jangan lupa juga kalau cowok yang mau lo dekati itu, istrinya cantik. Pengusaha terkenal pula. Saingan lo berat, El. Bukan kaleng-kaleng." ucap temannya itu lagi.
Elina makin terdiam kali ini, hatinya benar-benar lelah akibat dilanda rasa cinta yang salah sasaran.
Tapi ia pun sulit untuk menghentikan semuanya. Sebab pesona Arka memang membuat hati menjadi gundah gulana.
***
"Ka, tiga hari lagi kita ke lokasi yang Surabaya." ucap asisten sutradara pada Arka dan juga Rio.
"Arka doang apa gimana?" tanya Rio.
"Ya sebagian dari cast, termasuk elo. Karena dalam cerita kan markas besar lo di Surabaya." jawab asisten sutradara itu pada Rio.
"Berangkat mandiri apa bareng?"
"Ya bareng, tapi kalau berdua mau mandiri terserah. Yang jelas kita kumpul disana nanti."
"Oke." jawab Arka dan Rio serentak. Tak lama mereka pun berpamitan dan meninggalkan tempat itu.