
“Apa pacarnya Papah?”
Pertanyaan yang terlontar dari mulut Luca, sontak saja langsung mengalihkan pandangan semua orang kearah Rayden terutama tatapan tajam Zhia.
“Ray, kau,_.......”
“Sungguh, Zhi! Aku tidak mempunyai pacar atau wanita manapun kecuali kamu, Sungguh!”
Rayden terlihat sangat panik menghadapi tatapan tajam Zhia, dia tidak menyangka bahwa putra sendiri menjerumuskan dirinya ke dalam siksaan.
“Awas, kalau sampai kau macam-macam diluar sana!” Ancam Zhia dengan melontarkan tatapan membunuhnya pada Rayden.
“Tentu sayang, hanya Zhiaku yang paling cantik dan paling kucintai!” ujar Rayden yang meraih tangan Zhia menggenggamnya dengan lembut seakan sedang menyakinkan istrinya.
Noland terlihat sangat senang melihat Rayden yang sedang terdesak oleh Zhia.
“Kalau bukan pacarnya paman Will dan juga bukan pacar papah juga? Berarti pacarnya Grandpa ‘dong!”
Dan detik berikutnya, kesenangan Noland seketika lenyap saat tuduhan yang tadi didapatkan Rayden malah beralih padanya.
Sontak saja membuat Julia langsrung menatap tajam pada suami seperti yang dilakukan Zhia sebelumnya.
“Hah? Kenapa jadi Grandpa yang kena?” sahut Noland dengan tampang terkejutnya, dia menatap Rayden dan Julia seakan meminta penjelasan kenapa malah dirinya jadi ikut-ikutan kena.
Disini Will yang sangat menikmati pemandangan ini, pemandangan yang sangat langka melihat kedua Tuannya terlihat sangat ketakutan menghadapi kemarahan istrinya masing-masing.
Kedua pengawal wanita yang dibawa Will hanya bisa tersenyum melihat tingkah konyol keluarga Xavier yang sangat dihormati oleh semua orang itu.
Mereka tidak menyangka bahwa keluarga yang tidak ada tandingannya itu, ternyata sangat hangat dan saling menunjukan kasih sayang dengan cara mereka masing-masing.
Tidak seperti kebanyak keluarga kaya yang lainnya, yang lebih terkesan masing-masing dan saling serang satu sama lain hanya demi mendapatkan harta warisan dan kekuasan.
“Luca! Luci, sudah hentikan! Jangan bercanda seperti ini lagi.” ujar Rayden yang menyadari bahwa anak kembarnya memang sengaja bertanya seperti itu.
“Heheheee,…Maaf, Pah! Maaf, Grandpa dan Paman Will.”
Luca dan Lucia segera meminta maaf atas kelakuan jahil mereka.
“Sayang, dari mana kalian belajar bersikap nakal seperti itu!” ujar Zhia yang menatap dengan marah pada anak kembarnya itu.
“Maaf kami, mamah! Kami janji tidak akan nakal lagi.” sahut Luca dan Lucia dengan wajah cemberutnya.
“Sudahlah, Zhi! Jangan terlalu keras pada mereka. Luca dan Lucia ‘kan masih kecil!”
Julia mencoba menengahi Zhia yang ingin memarahi si kembar.
“Iya, Zhi! Papah juga tidak marah ‘kok!” sahut Noland yang juga membela si kembar.
“Ouhya,….Siapa mereka, Will?” tanya Noland yang segera mengaihkan pembicaraan pada dua wanita yang dibawa oleh Will itu.
“Mereka pengawal Zhia, Pah! Cano yang merekrutnya kemarin.” sahut Rayden yangb mewakili Will untuk menjawabnya.
“Pengawal untukku? Kenapa, Ray?” Zhia pun langsung menatap Rayden untuk meminta penjelasan.
“Iya, sayang! Aku ingin kau selalu aman dimana pun kau sedang berada, karena itulah aku mencari pengawal terbaik untuk selalu melindungimu setiap saat.” ujar Rayden yang masih menggenggam tangan Zhia dengan lembutnya, dari matanya terlihat ketulusan hatinya.
Zhia masih tercengang ditempatnya, dia tahu maksud Rayden melakukan semua ini demi kebaikannya.
Akan tetapi, Zhia masih belum bisa terbiasa dengan dengan kehidupan barunya sebagai Nyonya muda Xavier.
Sedangkan si kembar terus saja memperhatikan kedua pengawal baru mamahnya itu dengan tatapan penuh menyelidik.
Luca dan Lucia sepertinya sudah memiliki suatu rencana untuk kedua pengawal baru mamahnya itu.
“Bagus, Cano! Mamah sangat bangga padamu!” Julia tanpa segan memuji keputusan Rayden yang sangat tepat itu.
“Kalian berdua segera perkenalkan diri masing-masing! Beliau adalah Nyonya Arzhia Maverick, Nyonya muda yang harus halian berdua jaga dan lindungi dengan mempertaruhkan nyawa kalian sendiri.” ujar Will yang memperkenalkan Zhia kepada para pengawal baru yang dibawanya.
“Will, kau salah menyebutkan namanya! Harusnya Nyonya muda Arzhia Mave Xavier, itu baru benar!” sahut Noland yang memperjelas nama Zhia sekaligus posisinya dikeluarga besar Xavier.
“Maafkan atas kesalahan saya, Tuan dan Nyonya!” uacap Will yang mengakui kesalahannya.
“Senang bertemu dengan anda, Tuan dan Nyonya besar! Senang bertemu dengan anda, Tuan dan Nyonya muda! Senang bertemu dengan anda, Tuan dan Nona kecil!”
Kedua pengawal itu pun langsung menyapa Zhia dan yang lainnya. Tidak lupa mereka membungkukkan badan untuk memberikan rasa hormat mereka pada majikan barunya.
“Perkenalkan nama saya Alea Savanah. Saya akan menjaga dan melindungi Nyonya muda dengan segala kemampuan yang saya miliki.”
Alea memutuskan untuk memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
“Perkenalkan juga nama saya Eva Reagan, saya juga akan menjaga dan melindungi Nyonya muda dengan sepenuh hati serta seluruh kemampuan yan saya miliki.”
Kini giliran Eva yang memperkenalkan dirinya.
“Nama kakak berdua sangat cantik seperti orangnya! Nanti kita main bareng ‘yah, kak!” ujar Lucia yang semakin bersemangat dengan kehadiran kedua pengawal baru mamahnya itu.
“Papah tidak memilih mereka berdua hanya karena wajahnya yang lebih cantik dari mamah, bukan?” ujar Luca tanpa diduga oleh siapa pun. Hingga tatapan tajam kini semua orang kembali tertuju pada Rayden.
“Benar, kata Luca! Itu yang tadi ingin sekali papah tanyakan padamu, Cano!” sahut Noland yang selalu berdiri di barisan palin depan jika ada kesempatan untuk menjatuhkan Rayden.
“Tidak, Zhi! Sungguh, aku memilih mereka kerena kemampuan bela dirinya dan sama sekali tidak berdasarkan wajah mereka. Zhi,.. percayalah padaku! Hanya kamu satu-satunya wanita yang paling cantik dimataku, percayalah!”
Rayden benar-benar sangat panik. Apalagi melihat Zhia yang tidak berkata apapun dan hanya diam memperhatikannya saja. Namun, sikap diam Zhia malah membuat Rayden semakin merasa frustasi dibuatnya.
“Zhi, kalau kau masih tidak percaya! Tanyakan saja langsung pada Will, karena dia juga yang membantu memilih mereka.” Lanjut Rayden yang mulai membawa-bawa Will sebagai saksinya.
“Maaf, Tuan! Tapi bukankah keputusan itu, Tuan yang memtuskannya sendiri bahkan Tuan yang mewawancarai mereka sendiri.” sahut Will yang mengatakan sejujurnya, karena tatapan tajam Zhia saat ini lebih mengerikan di bandingkan dengan apapun.
“Hayyy,…Ada apa dengan kalian semua? Kalian sedang bekerjasama untuk memojokkanku ‘yah!” seru Rayden yang semakin dibuat frustasi setelah mendengar pengakuan Will.
“Zhi, percayalah padaku!” Rayden memohon didepan istrinya.
“Aku percaya padamu, Ray!” ujar Zhia diikuti dengan senyuman manisnya yang menawan.
Semua orang pun menertawakan sikap Rayden yang terlihat sangat ketakutan dengan kemarahan Zhia. Dan orang yang paling keras tertawanya adalah Noland, jika dibandingkan dengan yang lainnya.
Rayden pun melontarkan tatapan kesalnya terhadap semua orang yang telah menertawakannya tak terkecuali si kembar yang sedari tadi terus membuatnya semakin terpojok.
“Hallo, Alea dan Eva! Mohon bantuan untuk kedepannya ‘yah!” sapa Zhia pada kedua pengawal barunya.
“Sama-sama, Nyonya!” sahut Alea dan Eva serentak.
“Sudahlah! Ayo kita sarapan saja sekarang!” ujar Julia yang menghentikan candaan semua orang, karena masakan yang dibuat Zhia hampir dingin sebab mereka terus bercanda dari tadi.
“Paman Will sudah sarapan? Kalau belum, ayo sarapan bareng kami!” ujar Lucia yang hanya menawarkan pada Will seorang, karena hanya Will yang Lucia kenal sejak awal.
“Tidak perlu, Nona kecil! Saya akan sarapan nanti saja dikantor.” Sahut Will yang menolaknya secara halus.
“Will, duduklah! Jangan sampai kau terlihat seperti Zombie seperti kemarin, karena hari ini pekerjanya kita semakin banyak dikantor!” ujar Rayden yang lebih tepatnya memaksa Will untuk menerima ajakkan Lucia tanpa adanya bantahan lagi.
“Ba-baiklah, Tuan dan Nyonya serta Nona kecil!”
Will pun akhirnya ikut sarapan bersama dengan keluarga dari Tuannya itu. Ada perasaan terharu dan juga bahagia dialam hati Will.
Karena ini pertama kalinya Will makan bersama seakan memiliki sebuah keluarga yang utuh.
Bersambung...............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚