
“Aku harus melaporkan hal ini pada Tuan sekarang!”
Will pun segera memasukan rekaman cctv itu kedalam folder yang sebelumnya.
Will segera bergegas menuju ke mobilnya untuk pergi menemui Tuannya yang tentunya sedang berada di manshion pribadinya.
Dia sudah tidak sabar lagi ingin melaporkan bahwa dugaannya mengenai Grace sangat tepat.
Will bahkan terus membayangkan bagaimana bangganya Rayden saat mengetahui kerja kerasnya mendapatkan petunjuk yang sangat penting.
Tanpa sadar, Will melupakan satu rekaman cctv yang tersisa. Rekaman yang mungkin saja memberikan petunjuk yang lebih berharga dari semua petunjuk yang didapatnya itu.
“Aku yakin Tuan pasti akan memberiku banyak pujian setelah mendengar tentang laporan yang saya bawa ini!” gumam Will sembari senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
Will pun mengendarai mobilnya dengan hati yang riang menuju ketempat Tuannya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, kini mobil Will pun sudah memasuki pintu gerbang manshion milik Tuannya.
Selesai memarkirkan mobilnya, Will pun berlenggang memasuki manshion dan menanyakan keberadaan Tuannya kepada salah satu pelayan yang dia temui.
“Tunggu, dimana keberadaan Tuan muda sekarang?” tanya Will pada salah satu pelayan.
“Ehmm,…… Tuan sedang berada dikamar utama sekarang!”
Pelayan itu tampak sedikit ragu saat menjawabnya. Namun, Will tidak memperdulikannya sama sekali. Will pun kembali melangkahkan kakinya untuk menemui Tuannya dan sebelum pergi Will berkata pada pelayan itu.
“Terima kasih!” ucap Will dengan senyuman manisnya, karena dia sedang merasa senang sekarang.
Sebelum Will sampai dikamar utama, seketika dia langsung tercengang melihat banyaknya penjaga dan pelayan yang berdiri didepan pintu kamar tersebut.
Namun, Will tetap melanjutkan Langkah kakinya sembari bertanya-tanya apa yang sedang terjadi disini.
Dan ketika Will akan semakin berjalan mendekat ke pintu, dua orang penjaga segera mencegahnya.
“Maaf, orang lain tidak diperbolehkan masuk saat ini!” ujar salah satu diantara dua penjaga yang menghadangnya itu.
“Hah? Apa kalian tidak tahu siapa saya!” sahut Will yang tidak percaya bahwa kamar utama telah dijaga dengan sangat ketat bahkan sampai Will juga tidak diperbolehkan untuk mendekat pada kamar itu.
“Maaf, Tuan Will! Tapi ini sudah menjadi perintah dari Tuan besar dan juga Tuan muda.” ujar penjaga itu lagi yang tentu saja sangat mengenali Will sebagai sekertaris Rayden dan juga merupakan tangan kanannya.
Will pun hanya bisa menghela nafas dengan panjang, dia tidak pernah mengira bahwa para Tuan yang selama ini dia layani ternyata bisa bersikap over protektif seperti ini.
Baik Noland maupun Rayden ternyata sama saja, bersikap posesif pada wanita yang dinilai sebagai milik mereka.
Padahal selama ini mereka selalu bersikap dingin dan juga arogan layaknya orang kaya pada umumnya, serta tidak terlalu mempermasalahkan segala sesuatu sampai seperti ini.
“Kalau begitu, tolong sampaikan pada Tuan muda bahwa aku ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting dan mendesak sekarang juga.”
Will pun terpaksa harus meminta bantuan pada penjaga itu untuk menyampaikan pesannya sesuai dengan aturannya.
“Baik, mohon anda menunggu sebentar disini!”
Salah satu penjaga itu itu pun langsung berjalan menuju pintu dan kemudian mengetuknya pelan sebelum masuk. Setelah mendapat ijin, penjaga itu pun masuk kedalam dan langsung menyampaikan pesan sesuai yang dikatakan oleh Will.
Tak lama kemudian, tampak sosok Rayden dan Noland yang keluar dari balik pintu itu diikuti oleh penjaga yang baru saja masuk kedalamnya.
“Tuan besar! Tuan muda, maaf sudah mengganggu waktu anda.”
Will pun segera menyapa kedua Tuannya itu semabri memberikan hormat pada mereka yang sudah berada tepat dihadapannya.
“Tidak masalah! Ayo, kita bicarakan ini diruang kerjaku saja.” ujar Rayden yang memasang ekspresi dinginnya lagi.
Rayden pun langsung berjalan menuju keruang kerjanya yang jaraknya tidak jauh dari kamar utama, Noland dan Will pun mengikutinya dari belakang bahkan Noland sempat membisikkan sesuatu pada Will.
“Will, katakan padaku! Ada berapa kepribadian didalam tubuh anakku?” bisik Noland pada Will sembari berjalan mengikuti Rayden.
“Maksud, Tuan besar?”
Will pun tidak mengerti dengan maksud pertanyaan yang dilontarkan oleh Tuan besarnya itu.
“Bukankah sikap Cano sangat aneh belakangan ini? Dia tidak pernah marah pada Zhia dan anak kembarnya, meskipun mereka telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Tapi jika orang lain yang melakukan kesalahan, maka seketika dia berubah menjadi iblis! Dan lihatlah, Cano selalu saja memasang ekspresi dingin kepada semua orang tapi jika didepan Zhia dan si kembar ekspresi dan sikapnya akan berubah sangat hangat.”
Jelas Noland yang akhirnya mendeskripsikan secara mendetail mengenai perubahan sikap dari putranya itu.
Will pun terdiam memikirkannya, memang benar Tuannya selalu berubah sikap Ketika berhadapan dengan Zhia dan kedua anak kembarnya.
Akan tetapi, ekspresi dinginnya akan terpasang begitu Tuannya berhadapan dengan orang lain termasuk kedua orang tua kandungnya sendiri.
Lamunan Will seketika terhenti, begitu mereka memasuki ruang kerja pribadi milik Rayden. Sementara, Noland kembali bersikap seperti tidak pernah mengatakan apapun pada Will tadi.
“Apa hal penting yang ingin kau sampaikan itu?” tanya Rayden yang tidak ingin berbasa basi, karena itu hanya akan menyita waktunya saja. Ekspresinya tidak berubah masih terlihat dingin.
“Tuan, saya telah menemukan petunjuk yang sangat penting dalam rekaman cctv ini.”
Will pun langsung saja menyerahkan sebuah flashdisk yang berisikan rekaman cctv yang tadi telah dia pisahkan.
Rayden pun menerimanya sembari menatap Will penuh tanya seakan sedang memintanya untuk menjelaskan secara garis besarnya saja.
“Tuan dalam rekaman cctv yang pertama. Saya melihat ekspresi Nyonya Zhia yang sepertinya sangat mengenal pembunuh itu.” Lanjut Will yang langsung tahu bahwa Tuannya membutuhkan penjelasan darinya secara singkat.
“Maksudmu Zhi mengetahui siapa orang yang berniat membunuhnya, begitu?” sahut Noland yang tampak tidak percaya dengan perkataan Will barusan.
Sementara, Rayden terus bersikap dengan tenang sembari mendengarkan setiap kata yang dikatakan oleh orang kepercayaannya itu.
“Itu hanya menurut pengamatan dari saya saat melihat rekaman cctv itu, Tuan besar! Dan untuk kebenarannya, hanya Nyonya Zhia saja yang mengetahuinya.” ujar Will yang semakin menjelaskan apa yang dimaksud dengan perkataannya yang sebelumnya.
“Cano,_....” Noland pun menatap putra dengan penuh tanya.
“Aku akan menanyakan tentang ini pada Zhi nanti, Pah!” sahut Rayden yang terus saja bersikap tenang.
“Will, lanjutkan!” Rayden pun meminta Will untuk kembali melaporkan apa yang telah dia ketahui.
“Dan pada rekaman cctv yang kedua, sesuai dengan perkiraan Tuan besar bahwa ada campur tangan klan Tiger Dark didalamnya. Saya melihat ada tato yang melambangkan klan Tiger Dark dipergelangan tangan seorang pria yang memblokir jalan menuju ketoko bunga tempat kejadian Nyonya Zhia diserang!”
Sesuai perintah Rayden, Will pun kembali menjelaskan rekaman cctv yang kedua itu.
“Benarkan kata papah! Karena pada saat kami sedang bertarung papah melihat sekilas tato leopard hitam pada pergelangan tangannya.” sahut Noland dengan antusias, meskipun dia hanya melihatnya sekilas tapi Noland langsung merasa yakin bahwa penyerangan itu ada hubungannya dengan klan Tiger Dark.
“Lanjutkan, Will!” ujar Rayden yang tidak menggubris perkataan papahnya, hingga membuat Noland cemberut dengan raut wajah kesalnya.
Tentu saja Rayden tidak memperdulikannya sama sekali, sikap kekanakkan dari papahnya itu.
“Pada rekaman cctv yang terakhir, sesuai dengan dugaan saya, Tuan!” ujar Will yang membuat Rayden dan Noland dibuat penasaran dengan perkataannya.
“Maksudmu?” seru Rayden dan Noland secara serentak, hingga membuat mereka saling menatap satu sama lain.
Dan seketika langsung merasa sangat jijik begitu menyadari sikap mereka itu.
“Nona Grace sepertinya ikut terlibat dengan penyerangan itu. Dapat dilihat pada rekaman cctv yang satu lagi bahwa Nona Grace sengaja datang ke Caffe tersebut dan pada rekaman cctv yang berada didalam Caffe terlihat dia sedang memperhatikan kejadian itu sambil tersenyum dengan puasnya.”
Will pun akhirnya mengatakannya dengan penuh rasa bangga pada dirinya sendiri.
“Sial! Seharusnya aku membunuh wanita licik itu dari awal dan menghancurkan keluarganya tanpa sisa.” seru Rayden dan Noland yang lagi-lagi secara bersamaan dan bahkan pemikiran mereka sama persis, hingga membuat mereka saling terkejut sendiri saat menyadari kekompakkan mereka.
“Bagaimana dengan tugas yang aku perintahkan pada Levi?”
Rayden pun segera kembali pada ekspresi dinginnya. Kali ini Rayden akan melakukan langkahnya dengan tegas. Mulai sekarang tidak ada kata ampun bagi orang-orang yang berniat melukai keluarganya terutama pada Zhia dan si kembar.
Bersambung................
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚