Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Ingin Memastikannya!


“Ini hanya Tuan yang bisa membukanya! Kalian selesaikan yang disini, aku akan menyerahkannya langsung pada Tuan sekalian melapor.” ujar Levi yang berusaha membuka data pada flashdisk itu, tetapi kemampuannya dalam bidang IT tidaklah sebaik Will.


“Baik, Tuan! Aku akan membereskannya tanpa sisa.”


Salah satu anak buahnya langsung menjawab untuk mewakili yang lainnya.


Setelah itu, Levi langsung berjalan masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya itu menuju kemanshion milik Tuannya.


Namun, sebelum itu, Levi kembali kerumahnya terlebih dahulu. Tidak lupa, dia harus membersihkan dirinya dulu dari cipratan darah yang mengenai pakaiannya.


...----------------...


Di Manshion, lebih tepatnya didalam kamar pribadi Rayden. Zhia sedang merengek meminta pada kedua perawat itu untuk melepas selang infusnya.


Akan tetapi, perawat itu tidak mengijinkannya sama sekali. Karena perawat itu telah mendapat perintah dari Dr. Ian agar tidak melepas selang infusnya sampai cairan infusnya habis.


“Sus, bisakah aku melepaskan selang infusnya! Aku merasa sangat tidak nyaman.” Pinta Zhia dengan wajah memelas pada kedua perawat itu.


“Maaf, Nyonya tidak bisa! Dr Ian telah memerintahkan pada kami agar tidak melepas selang infusnya sebelum cairan infusnya telah habis.” ujar Perawat itu yang harus menuruti apa perintah dari dokter.


“Tapi,_...”


“Zhi, dengarkan apa kata dokter supaya kau juga cepat sembuh!” sahut Julia yang memotong perkataan menantu kesayangannya itu.


Karena Julia ingin melihat Zhia sembuh seperti sebelumnya, rasa bersalahnya tidak bisa melihat Zhia terus merasa kesakitan lagi.


“Iya, mamah! Dengarkan kata dokter dengan baik supaya cepet sembuh. Luci, tidak mau mamah sakit seperti ini!”


Lucia pun menyuarakan isi hatinya, matanya sudah sangat berkaca-kaca berusaha menahan tangisnya.


“Sayang!”


Zhia pun menjadi terharu mendengar perkataan putri kecilnya itu, dia membelai wajah Lucia dengan penuh kasih sayang.


“Mamah, Tenang saja! Mulai sekarang, Luca akan belajar bela diri seperti Luci agar bisa melindungi mamah, Luci, Grandpa, Grandma serta papah! Luca akan jadi ahli bela diri melebihi Luci dan papah.” ujar Luca dengan penuh semangat dan tekad yang sangat kuat.


“Uuuhhh, Sayangnya mamah memang yang terbaik!” Puji Zhia pada Luca dan Lucia, anak kembarnya yang hebat itu.


Zhia semakin terharu saat melihat kedua anak kembarnya yang tumbuh dengan sangat baik.


Baik itu jiwanya maupun raganya, meskipun dia merawat dan membesarkan seorang diri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dia miliki.


Kreek,………..


Suara pintu terbuka yang menampakan kedatangan Noland dan Rayden membuat perhatian semua orang teralih kepada kedatangan dua pria itu.


“Wahhh,… Ada apa ini? Sepertinya ramai sekali!” ujar Noland yang berjalan mendekati istrinya.


“Grandpa! Papah, tadi mamah meminta suster untuk melepaskan ini. Padahal ‘kan mamah masih sakit!” jelas Lucia sembari menunjuk selang infus yang berada ditangan Zhia dengan wajah polosnya.


Noland, Julia dan Rayden pun tertawa mendengar penuturan dari Lucia yang malah terlihat sangat menggemaskan dimata mereka itu.


Rayden pun berkata “Itulah mamah kalian, keras kepala dan susah dibilangin. Jadi kalian berdua jangan pernah menirunya ‘yah!”


Hal itu, tentu saja membuat Zhia langsung menatap kesal pada Rayden. Karena Rayden selalu saja memberitahu mengenai sikap buruknya didepan anak kembar mereka.


Noland dan Julia pun hanya bisa tersenyum melihat betapa harmonisnya keluarga kecil putranya itu.


“Kalian pergilah untuk istirahat!” ujar Noland pada kedua perawat yang masih berada disana.


Karena bertugas merawat Zhia selama 24 penuh, Rayden tentu saja telah menyiapkan kamar untuk kedua perawat itu.


“Baik, Tuan! Saya permisi!”


Perawat itu pun segera keluar dari kamar itu dan kembali kekamar yang telah disiapkan untuk beristirahat.


“Sayang, sebaiknya kita juga pergi kekamar sekarang. Biarkan mereka memiliki waktu untuk bersama.”


Noland pun langsung beralih pada istrinya dan mengajaknya untuk kembali kekamar mereka. Karena Julia juga harus tetap menjaga kesehatannya, kejadian tadi siang pasti sudah membuatnya sangat shock dan sedikit trauma.


“Baiklah, Ayo kita kembali kekamar, Pah!” sahut Julia yang juga ingin membuat hubungan Rayden dan Zhia semakin dekat.


“Cano! Zhi, papah dan mamah mau kembali kekamar untuk istirahat dulu!” Pamit Noland pada Rayden dan juga Zhia.


“Hmmm,..” sahut Rayden hanya dengan dehaman saja.


“Iya, Pah! Mamah pasti juga lelah dan terkejut dengan kejadian hari ini.” ujar Zhia dengan senyuman manisnya.


Julia pun membalas senyuman Zhia, rasa bersalahnya kembali mun cul mengingat kecerobohannya hingga membuat Zhia sampai terluka.


“Selamat malam, Grandpa! Grandma!” ucap Luca dan Lucia serentak.


“Selamat malam sayangnya, Grandma!”


“Mimpi indah ‘yah! Cucu hebatnya, Grandpa!”


Noland pun tidak mau ketinggalan untuk memberikan ciuman selamat malam pada Luca dan Lucia yang lagi membuatnya terkejut hari ini.


Karena telah berhasil mencari tahu tentang identitas Rayden yang sangat dirahasiakan dari semua orang.


Setelah itu, Noland dan Julia pun keluar dari sana dan menuju kekamar mereka.


Semenjak kehadiran si kembar Luca dan Lucia, mereka tidak pernah lagi menempati rumah mereka yang sengaja mereka bangun untuk menghabiskan masa tuanya berdua saja.


Baik Noland maupun Julia menjadi sadar, masa tua mereka akan semakin bermakna jika dihabiskan dengan orang-orang yang mereka cintai dan juga orang-orang yang mencintai mereka.


Sehingga mereka memutuskan untuk kembali menetap di manshion milik putranya dan membiarkan rumah mereka.


Tenang saja, meskipun mereka tidak tinggal disana lagi. Rumah itu akan selalu dirawat oleh pelayan yang bekerja disana.


“Kalian berdua juga kembali kekamar masing-masing! Bukankah kepala pelayan sudah memberitahu kalian, kalau kamarnya sudah selesai direnovasi sesuai apa yang kalian inginkan?” ujar Rayden yang secara terang-terangan mengusir anak kembarnya, karena dia membutuhkan waktu berdua saja dengan Zhia.


“Tidak mau! Luci akan tetap disini untuk menjaga mamah yang sedang sakit!” sahut Lucia yang langsung menolak perintah dari papahnya.


Semenjak mengetahui papahnya seorang ketua mafia, Lucia masih sedikit marah pada papahnya itu. Karena tidak diperbolehkan untuk ikut bergabung dengan klan mafia papahnya.


“Hmmm, Luca juga tidak mau! Luca akan tidur bersama mamah dan menjaganya!” Luca pun sependapat dengan adiknya.


“Kalau papah tidak suka! Papah saja yang tidur dikamar kami sana!” seru Luca dan Lucia secara bersamaan. Benar-benar kekompakan si kembar Luca dan Lucia ini tidak bisa digambarkan dengan sebuah kata-kata.


“Aishh,… Kalian berdua ini! Untung kalian berdua anak kandungku, kalau tidak,_” ujar Rayden dengan raut wajah kesalnya, menatap kedua anak kembarnya itu sembari mendengus kesal.


Namun, sebesar apapun rasa kesalnya pada si kembar. Tidak bisa dipungkuri oleh Rayden sendiri, bahwa dia sangat menyayangi dan mencintai buah hatinya bersama Zhia yang tidak pernah dia duga itu.


Bukannya mendengarkan perkataan papahnya, mereka malah berbalik mengusir papahnya hingga membuat Zhia tidak bisa menahan tawanya lagi.


Beberapa hari ini, Zhia yang diabaikan oleh kedua anak kembarnya. Sekarang berbalik, Rayden yang diabaikan oleh Luca dan Lucia secara terang-terangan.


“Sudahlah! Ayo, kalian ganti baju tidur dulu. Setelah itu cuci muka, cuci kaki dan gosok gigi kalian! Habis itu pergi tidur. Jangan ganggu mamah lagi, biarkan mamah istirahat.”


Rayden pun mengajak kedua anak kembarnya melakukan rutinitas wajib mereka sebelum tidur, Zhia pun menatap mereka dengan senyuman bahagianya.


Selesai melakukan rutinitas wajibnya, Rayden pun lalu mengajak si kembar untuk berbaring diranjang, dia membuat batas agar Zhia mempunyai ruang yang luas untuk tidur.


“Zhi!”


Rayden memanggil Zhia secara tiba-tiba, memecah keheningan malam diantara mereka. Karena si kembar sepertinya sudah tertidur.


Rayden ingin sekali bertanya pada Zhia mengenai pelaku penyerang yang melukainya itu, dia ingin sekali memastikannya tapi entah kenapa dia merasa ragu.


“Hmmm,…”


Zhia hanya menyahutinya dengan dehaman saja sembari menatap wajah tampan Rayden penuh tanya. Namun, Rayden kembali diam tidak mengatakan apapun seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Ada apa?” tanya Zhia yang menjadi semakin penasaran pada Rayden, pria itu sudah memanggilnya tapi setelah itu tidak mengatakan sesuatu.


Tok,……Tok,……..Tok,…..


“Permisi, Tuan muda! Ada Tuan Levi yang meminta untuk bertemu dengan anda sekarang!”


Suara ketukan pintu dari penjaga mengalihkan pandangan Zhia dan Rayden. Rayden pun segera beranjak pergi begitu mendengar bahwa Levi yang datang tanpa berkata apapun pada Zhia.


“Ada apa dengannya?” gumam Zhia yang menatap kepergian Rayden.


Bersambung........................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚