Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Dengan Cara Praktis


Noland, Julia dan Zhia menyaksikan konferensi pers itu melalui saluran televisi.


Mereka terlihat sangat terkejut dengan perkataan Grace yang mengkambing hitamkan Zhia dengan mudahnya.


Noland pun segera menghubungi Ayahnya Grace untuk meminta penjelasan dari perbuatan Grace itu.


Mereka terlibat adu mulut satu sama lain dalam waktu yang cukup panjang.


Sementara Luca dan Lucia sedang beristirahat dikamarnya setelah meminum obat.


“Zhi, jangan pikirkan perkataannya! Kau tenang saja kami akan segera mengurusnya.” Ujar Julia yang membelai lembut bahu Zhia seraya mencoba untuk menghiburnya.


“Zhi, tidak memikirkannya sama sekali, Mah! Tapi Zhi kepikiran tentang Luca dan Lucia, mereka berdua akan semakin berada dalam bahaya begitu berita ini menyebar! Mereka masih anak-anak, bagaimana bisa dia melibatkan anak kecil seperti ini?” ujar Zhia, matanya sudah sangat berkaca-kaca.


Pikirannya sangat kacau, membayangkan hal buruk terjadi pada anak kembarnya saja sudah membuat dadanya terasa sangat sesak.


“Zhi, Tenanglah! Selama ada Cano, mamah sangat yakin kamu dan cucu mamah akan baik-baik saja.”


Julia berusaha menyakinkan Zhia agar tidak terlalu memikirkannya.


Zhia hanya diam, dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


Sekarang yang bisa Zhia lakukan hanyalah bergantung pada perlindungan Rayden saja.


Tak lama kemudian, Noland datang dengan raut wajah kesalnya.


“Sayang, bagaimana?” tanya Julia begitu melihat suaminya kembali dari kegiatan teleponnya.


“Katanya mereka sudah berusaha menghentikan Grace saat konferensi, tapi kau tahu sendiri ‘kan sifat keras kepala wanita sombong itu. Sudah papah bilang dari awal ‘kan, kalau Grace bukan wanita yang tepat untuk Cano!” ujar Noland yang malah menyalahkan keputusan istri yang memaksa menjodohkan Rayden dengan Grace dulu.


“Kenapa papah malah jadi menyalahkan mamah lagi? Bukankah papah juga menyetujuinya saat itu” seru Julia yang tidak terima kalau dirinya saja yang disalahkan.


“Maaf, sayang! Papah tadi hanya terbawa emosi saja!” bujuk Noland yang langsung menyadari kesalahannya.


“Tidak ada kata maaf-maafan! Malam ini papah tidur diluar.” ujar Julia yang sudah terlanjur marah pada suaminya itu.


“Jangan gitu ‘dong, sayang! Papah minta maaf ‘yah!”


Noland terus saja merayu dan membujuk istrinya agar tidak marah lagi.


Zhia pun memutuskan untuk kembali kekamarnya, menemani kedua anak kembarnya disana.


Dia tidak ingin ikut campur dengan pertengkaran orang tua Rayden itu, masalahnya saja sudah membuatnya pusing.


...----------------...


Disisi lain, ternyata Rayden tidak pergi kekantornya.


Rayden ternyata mendatangi markas besar klan BlackSky untuk mendengar laporan yang didapatkan Will dan juga Levi yang telah menginterogasi orang-orang yang menyerangnya semalam.


Rayden, Will dan Levi sedang berada diruang bawah tanah dimana pelaku penyerangan itu sedang ditahan.


“Apa mereka memberitahu siapa ketua klan Tiger Dark yang sekarang?”


Rayden langsung bertanya pada intinya.


“Tidak, Tuan! Mereka masih tetap bungkam.”


Will langsung menjawabnya.


“Lalu kenapa kalian masih membiarkannya tetap hidup?”


Tatapan mata Rayden terlihat sangat menakutkan, nada bicaranya sangat dingin dan ekspresi wajahnya tidak bisa di baca sama sekali.


“Tapi, Tuan! Bukankah kita perlu menggali informasi dari mereka terlebih dahulu?” tanya Will merasa bingung dengan sikap Tuannya kali ini.


Biasanya Rayden akan menyuruh mereka untuk menyiksanya lebih dahulu sampai mendapatkan informasi yang dia mau, tetapi kali ini dia malah memperintahkan untuk langsung membunuhnya saja.


“Sampai mati pun mereka tidak akan mengatakan siapa ketua klannya yang sekarang. Jadi untuk apa membiarkannya hidup.” Ujar Rayden yang sepertinya bisa membaca apa yang ada dipikiran para tawanannya itu.


Para tawanan itu, langsung menatap Rayden dengan perasaan takut.


Meskipun ketua klan barunya kejam dan menakutkan, tetapi tidak sekejam dan semenakutkan sosok Rayden yang saat ini lebih terlihat sebagai seorang iblis yang haus darah.


“Levi, berikan senjatamu!”


Rayden tiba-tiba saja meminta senjata api milik Levi sembari mengeluarkan smirk iblisnya.


Levi pun langsung menyerahkan senjata apinya pada Rayden, kemudian dia menatap Will seakan meminta penjelasan.


Namun, Will malah menggelengkan kepala menandakan bahwa dia sendiri juga tidak tahu apa yang dipikirkan Tuannya saat ini.


“Will! Levi, dengarkan aku dengan baik!” ujar Rayden seraya berjalan mendekati para tawanan itu sambil memainkan senjata api yang ada ditangannya.


“Iya, Tuan!” sahut Will dan Levi secara serentak.


“Maksud, Tuan?” tanya Levi yang tidak mengerti dengan maksud perkataan Rayden.


Sementara Will sepertinya sudah paham sekarang. Melihat Tuannya yang sudah memegang senjata api dan mendekati tawanan artinya hanya satu, bunuh mereka saat itu juga.


“Pelajari ini!” perintah Rayden pada Levi.


“Ambil senjatamu! Arahkan tepat dikepalanya, pastikan tepat mengenai otaknya agar tidak ada harapan untuk hidup dan,_”


Dorr,……..


Sebuah peluru bersarang dikepala tawanan itu, darahnya sampai mengenai setelan jas yang saat ini dikenakan oleh Rayden.


Levi langsung tercengang melihat kegilaan dari Tuannya itu, sementara Will hanya bisa memejamkan matanya.


“Inilah akibatnya, jika kalian berani menargetkan istri dan anak-anakku!” seru Rayden tatapan matanya semakin menggila.


“Kita beralih pada yang disebelahnya! Ambil senjatamu! Arahkan tepat didadanya, pastikan tepat mengenai jantungnya agar tidak ada harapan untuk bisa berdetak lagi dan_”


Dorr,………


Tepat sekali, peluru itu bersarang tepat dijantungnya hingga tidak bisa berdetak lagi untuk selamanya.


Darah akibat tembakkan itu kembali mengenai setelan jasnya. Rayden terus melakukan itu sampai semua tawanannya tewas ditempat.


“Will, siapkan pakaian ganti untukku!”


Perintah Rayden pada Will, tubuhnya dilumuri darah dari orang-orang yang telah dibunuhnya.


“Tuan, ada masalah besar!”


Will pun mencoba untuk melapor sembari memberikan pakaian ganti untuk Tuannya yang saat ini sedang berada diruang ganti setelah selesai membersihkan dirinya.


“Ada apa?” sahut Rayden dengan nada dinginnya.


“Nona Grace menjadikan Nyonya Zhia sebagai kambing hitam atas pembatalan pertunangan anda dalam konferensi pers siang ini!”


Will pun menyampaikannya secara padat, singkat dan jelas.


“APA?!” seru Rayden yang sangat terkejut saat mendengarnya.


“Iya, Tuan! Bahkan Tuan dan Nona kecil ikut dilibatkan oleh Nona Grace dalam masalah ini.”


Will kembali melaporkan semuanya yang dia ketahui.


“Berani sekali wanita itu! Dia benar-benar menantangku rupanya. Apa perlu aku gunakan cara praktis juga padanya ‘yah?” gumam Rayden sembari menimbang-nimbang cara yang efisien untuk membals semua perbuatan Grace.


“Bagaimana keadaan Zhia dan anakku?”


Nada bicara Rayden seketika berubah saat membicrakan Zhia dan anak kembarnya.


“Mereka baik-baik saja di manshion, karena Tuan dan Nyonya besar selalu berada disampingnya untuk menghiburnya, Tuan!” ujar Will yang menyampaikan sesuai informasi yang dia dapatkan dari anak buahnya.


“Kita kembali ke manshion sekarang! Dan tarik kembali semua kompensasi yang kita berikan pada keluarga Adenthe!” perintah Rayden pada Will.


“Baik, Tuan!” sahut Will yang langsung mengerti atas perintah dari Tuannya itu dan kemudian segera menyiapkan mobil.


“Levi urus sisanya dan cari tahu secepatnya siapa ketua klan Tiger Dark yang baru!” perintah Rayden pada Levi.


“Baik, Tuan!” sahut Levi, dia pun menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengurus mayat-mayat itu.


Sementara untuk mencari tahu identitas ketua klan Tiger Dark yang baru, Levi sendiri yang akan mencaritahunya.


Bersambung...............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚