
“Kalian berdua ini benar-benar ingin kubunuh ‘yah!” ujar Rayden dengan tatapan membunuhnya yang dilontarkan pada Will dan juga Levi yang sedang menghindari tatapannya itu.
“Papah, tidak baik bicara seperti itu didepan anak kecil!” seru Lucia mengingatkan pada papahnya.
“Benar sekali kata Nona kecil, tidak baik anda mengatakan sperti itu apalagi kalau sampai benar-benar melakukannya. Iya ‘kan, Will!” sahut Levi yang segera memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelamatkan nyawanya dari amukan Tuannya.
“Iya, Tuan! Lebih baik kita mulai melancarkan rencananya saja, semakin cepat kita bergerak semakin baik untuk keselamatan Nyonya muda.”
Dengan santainya Will pun mengalihkan kemarahan Tuannya dengan membicarakan hal lain.
Sungguh Rayden dibuat tidak berkutik dengan kelakuan Will dan Levi yang memanfaatkan keberadaan kedua anak kembarnya untuk melarikan diri dari kemarahannya.
“Papah, biarkan Luca yang menyerang perusahan paman Evan!” seru Luca yang tanpa disangka oleh semua orang menawarkan diri untuk menghancurkan perusahaan Evan.
“Hah? Aku tidak salah dengar Tuan Kecil?” ujar Levi yang merasa pendengarnya seperti mengalami masalah.
“Kenapa Papah, Kak Levi dan paman Will tidak percaya dengan kemampuan kak Luca?” ujar Lucia yang melihat ketidak percayaan dimata sang papah.
“Tidak! Tidak, sama sekali tidak Nona kecil! Kalau saya tidak percaya dengan kemampuan Tuan kecil mana mungkin sekarang kita berada dipulau ini.” sahut Will dengan cepat, dia tahu persis kemampuannya sendiri yang sangat jauh dibandingkan dengan bocah berumur 6 tahun itu.
“Tepat sekali! Dengan begini klita bisa membuat si Evan keparat itu semakin terdesak, apalagi jika diserang dalam segala aspek dan tanpa bantaun dari orang lain. Bajingan tengik yang pengecut itu pasti akan menunjukkan tampang bodohnya yang sialan itu!”
Tanpa sadar Levi malah mengumpat tentang Evan didepan si kembar, hingga dia kembali mendapat tatapan tajam dari Rayden dan juga Will bahkan dia mendapat teguran keras dari Lucia.
“Kak Levi, sudah Luci bilang ‘kan tidak baik mengatakan hal buruk didepan anak kecil seperti kami!”
Lucia pun menegurnya dengan sangat tegas, tapi raut wajahnya yang seperti sedang marah malah terlihat sangat manis dimata Levi. Hingga tanpa sadar Levi terpaku menatapnya sampai tak berkedip.
“Tahu ‘tuh, kak Levi!” sahut Luca yang ikut-ikutan menegur sikap Levi.
“Marahin saja si Levi itu, Nona kecil! Kalau perlu getok saja kepalanya biar cepat sadar! Haha,…..”
Tidak lupa Will yang selalu saja ingin menggoda Levi setiap ada kesempatan seperti sekarang, sedangkan Rayden hanya diam memperhatikan tingkah konyol kedua orang kepercayaannyya itu dan kedua anak kembarnya yang selalu terlihat polos tapi bisa mengundang tawa setiap orang.
“Sialan kau, Will!” seru Levi yang menatap tajam pada Will.
“Kak Levi!” ujar Lucia yang kembali menegur Levi dengan tegas.
“Ma-maafkan saya, Nona kecil!” ucap Levi yang langsung mengalihkan pandangannya dari Nona kecilnya yang begitu menggemaskan dimatanya.
“Sudah hentikan! Papah ijinkan Luca untuk melakukannya, untuk Lucia dan kau Will bantu Luca dengan baik! Will, kau fokuskan agar Evan tidak mendapat bantuan dari pihak manapun. Sementara aku dan Levi yang akan menyerang secara langsung!”
Rayden pun turun tangan untuk menhentikan perdebatan kecil itu, dia juga mengijinkan Luca untuk melakukan sesuka hatinya pada perusahaan Evan dengan dirinya yang akan menjaminnya.
Tidak lupa, Rayden juga membagi tugas kepada semua orang yang ada disana.
“Baik, Tuan!” sahut Will dan Levi yang menerima perintah itu dengan senang hati.
“Terima kasih, Pah! Karena sudah percaya dengan Luca dan Luci!” ucap Luca yang masih tidak percaya bahwa papahnya akan memberikan peranan yang begitu penting dalam misi penyelamatan mamahnya.
“Sama-sama, sayang! Terima kasih juga karena kalian bersedia membantu papah.”
Rayden pun juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi kedua anak kembarnya yang tidak terduga itu. Rayden kemudian memeluk dan mencium kedua anak kembarnya itu secara bergantian.
“Kali ini harus berhasil, Pah! Luci tidak mau mamah terus bersama dengan paman Evan yang sangat jahat itu!”
Tanpa disangaka oleh Rayden ternyata kedua anak kembarnya itu sudah sangat membenci Evan yang selama ini dianggap sebagai paman mereka sendiri.
Karena itulah Luca dan Lucia bersedia untuk menghancurkan perusahaan Evan, salah siapa mengganggu mamahnya yang tersayang.
“Papah akan pastikan kali ini berhasil! Ayo, sekarang papah harus antar kalian kembali dulu. Baru setelah itu, papah akan langsung menyerang tanpa ampun pada si Evan sialan itu.” ujar Rayden yang tanpa sadar mengumpat didepan kedua anak kembarnya, sehingga dia juga tidak luput dari teguran putri kecilnya yaitu Lucia.
“Papah! ‘Kok papah malah jadi ikut-ikutan bicara seperti kak Levi ‘sih?”
Lucia dengan beraninya menegur papahnya sendiri yang juga berkata tidak sopan.
Will dan Levi pun tanpa sadar menertawakannya, apalagi melihat raut wajah Tuannya yang kehilangan muka didepan anak buahnya sendiri.
“Nona kecil, sebenarnya bukan Tuan yang ikut-ikutan aku tapi aku yang belajar dari Tuan!” ujar Levi yang mencoba membersihkan Namanya didepan Nona kecilnya.
Kemudian Rayden beralih bicara pada Lucia, dia tidak terima kalau Lucia terus menyebut Levi sebagai kakak.
Semuanya pun terdiam, begitu juga dengan Luca dan Lucia yang tidak mampu menjawab perkataan papahnya lagi.
“Sudahlah, cepat kita naik ke pesawat sekarang juga!” lanjut Rayden yang memerintahkan semua orang termasuk kedua anak kembar untuk masuk kedalam pesawat.
Setelah itu, pesawat langsung lepas landas dan tujuan pertama penerbangan itu adalah bandara internasional negara A.
Rayden harus mengantar Will dan anak kembarnya kembali, sebelum dia mengejar Evan lagi.
Karena itulah, jarak yang terlihat di alat pelacak milik Rayden dengan posisi Zhia sekarang sangat jauh dan butuh waktu lama untuk bisa menyusulnya.
Tapi itulah membuat Rayden mempunyai rencana baru dalam penyerangannya kali ini. Terlebih lagi kejadian dipulau membuatnya banyak belajar, bahwa langsung menyergap tanpa tahu keadaan di wilayah musuh seperti apa sangatlah beresiko.
Sementara Luca dan Lucia serta Will mulai melaksanakan tugasnya masing-masing. Luca yang pada dasarnya mengetahui seluk beluk perusahaan Evan dengan sangat mudahnya dia membuat perusahaan mengalami kebocoran data, hingga membuat nilai saham perusahaan Evan menjadi turun drastis.
Bukan hanya berhenti disitu saja, Luca bahkan terus menerus mengirimkan virus buatannya.
Perbuatannya itu Luca lakukan dengan tujuan untuk mengalihkan perhatian Evan selama papahnya akan menyerang tempat yang dicuragai sebagai tempat menyembunyikan mamahnya.
Sementara butuh waktu hampir satu minggu untuk Rayden dan anak buahnya disebuah pulau, dimana menurut alat pelacaknya Zhia sekarang berada dipulau itu.
Kali ini pulau itu terletak ditengah lautan yang sangat luas, Rayden dan anak buahnya terpaksa menyamar sebagai nelayan yang sedang mencari ikan agar bisa mendekati pulau itu.
Namun, kali ini Rayden tidak langsung menyerangnya. Dia diam-diam mengirim beberapa anak buahnya untuk memeriksa situasi dipulau itu sebelum dia menyerangnya.
...****************...
Disisi lain, Evan dan Jayden sedang sangat frustasi menangani strategi Rayden yang semakin mendesak dirinya untuk menampakkan diri.
Orang kepercayaan Evan yang ditugaskan untuk memimpin perusahaannya dinegara B, terus melaporkan berita buruk setiap harinya.
Sedangkan Zhia, Evan mengurungnya diruang bawah tanah. Hanya memberinya makan dan minum sehari sekali dan jika membuatnya kesal langsung memukulinya tanpa ampun.
Sosok iblis Evan sekarang sudah menguasai segalanya, sehingga tidak ada rasa kasihan ataupun empati lagi seperti sebelumnya.
Evan bahkan belum menyadari bahwa sebenarnya kapal besar yang dianggapnya sebagai kapal nelayan adalah kapal Rayden beserta anak buahnya.
“Sialan! Bagaimana bisa orang itu sangat tidak becus mengelola perusahaan! Hah!!!”
Evan berteriak-teriak dan menghancurkan semua benda yang ada disekitarnya sebagai bentuk pelampiasan rasa frustasinya.
Sementara Jayden hanya berdiam diri melihat kegilaan Evan yang mengingatkan dirinya pada peristiwa 10 Tahun yang lalu.
Dimana Evan berdsikap sama persis seperti sekarang setelah kehilangan semua anggota keluarganya oleh Rayden.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚