Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Informasi dari Zhia


Tangan Rayden mulai berkelana pada tubuh Zhia, menggiring tubuh Zhia agar semakin mendekat dengan tubuhnya.


Degup jantung Zhia maupun Rayden tedengar sangat cepat. Rayden semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Zhia berniat untuk menciumnya.


“Hentikan, Ray!” pinta Zhia berusaha mendorong tubuh Rayden untuk menjauh darinya.


Wajahnya langsung menoleh untuk menghindari ciuman Rayden.


“Kenapa? Kenapa aku harus berhenti? Bukankah sekarang kau sudah menjadi istriku? Apa kau sudah lupa, bagaimana kau berusaha merayuku 7 tahun yang lalu?”


Rayden kembali menarik tubuh Zhia agar semakin mendekat padanya, mempersempit jarak diantara mereka.


Wajah Zhia langsung berubah merah merona, kejadian memalukan yang sudah lama sekali dia lupakan tapi kenapa Rayden harus mengingatkan kembali disaat yang seperti ini.


Zhia hanya bisa diam sembari menghindari tatapan Rayden dengan menundukkan kepalanya.


“Sepertinya kau memang melupakannya! Aku akan dengan senang hati membantumu mengingatnya lagi sampai detail sekecil apapun tidak akan terlewatkan.”


Rayden kembali berbisik, detik berikutnya dia langsung mengangkat tubuh Zhia dengan mudahnya.


“Ray, turunkan aku cepat!” pinta Zhia berusaha memberontak.


Rayden tidak memperdulikannya sama sekali, dia terus berjalan menuju ke arah closet. Mendudukan tubuhnya disana dan memposisikan Zhia duduk dipangkuannya, memeluk tubuh Zhia dengan eratnya.


“Seperti inilah saat kau berusaha merayuku dulu! Apa kau sudah ingat sekarang, Zhi? Bahkan ekspresi wajahnya masih terlihat sama, meskipun terlihat lebih cantik sekarang.”


Rayden berniat mencium bibir mungil Zhia, tapi wanita itu segera mengalihkan wajahnya dengan cepat.


“Aku sudah ingat sekarang. Jadi, lepaskan aku sekarang juga!” sahut Zhia wajahnya semakin terlihat manis saat sedang malu-malu seperti ini, hingga mambuat Rayden semakin bersemangat untuk menggodanya.


“Kenapa harus terburu-buru, sayang! Ini baru awalnya saja. Bukankah setelah ini aku akan membawamu kekamar? Karena ada anak kita yang sedang tidur, bagaimana kalau kita lakukan disini saja? Kita coba sensasi baru.”


Rayden kembali berbisik pada telinga Zhia, hembusan nafasnya yang mengenai leher jenjang wanita itu membuatnya merasakan sensi yang aneh lagi.


Bulu kuduk Zhia seketika meremang saat sebuah kecupan dari bibir Rayden mendarat dilehernya.


“Ray, hentikan! Kau sudah gila ‘yah?” seru Zhia, dia pun tersadar dari respon yang dia berikan atas kecupan Rayden pada lehernya itu. Dia menatap Rayden dengan wajah kesalnya.


“Belum sayang! Jika kau bersedia memuaskanku sekarang mungkin aku bisa gila untuk sesaat!” sahut Rayden dengan senyuman nakalnya yang telah menatap Zhia penuh gairah.


“Kau,_........Emmmphhh,…Mmmphh,….”


Belum sempat Zhia mengatakan sesuatu, bibir mungilnya kini sudah disambar oleh bibir Rayden dengan penuh gairah. Rayden terus mencium bibir Zhia, memaksanya untuk membalas ciumannya.


Tangan Rayden menyusup kedalam pakaian Zhia, dia berniat melepas pengait bra yang sedang Zhia gunakan saat itu.


Namun, Zhia langsung mendorong tubuh Rayden dengan kuat. Sehingga ciuman mereka terhenti dengan nafas yang sudah terengah-engah.


“Kenapa, Zhi? Kenapa kau terus menolakku?” ujar Rayden yang menatap wajah Zhia penuh tanya.


“Bukan begitu, Ray!” sahut Zhia yang merasa bersalah, karena menghentikan aksi Rayden yang sudah berada dipuncak gairahnya.


“Lalu apa? Kenapa kau menghentikanku? Kau tidak sudi disentuh olehku, suamimu sendiri?” seru Rayden wajahnya sudah mulai berubah kesal.


Padahal posisi mereka saling berhadapan dengan Zhia yang duduk diatas pangkuan Rayden.


“Tidak, Ray! Bukan itu, ada sesuatu yang harus aku beritahukan padamu.” ujar Zhia yang segera menyanggah apa yang dituduhkan Rayden padanya.


“Iya,…Apa Zhi? Kau mau memberitahuku kalau kau sekarang sudah tidak perawan lagi? Aku sudah tahu itu, Zhi! Karena aku yang orang pertama yang merebut kesucianmu 7 tahun yang lalu, bahkan kau juga sudah melahirkan anak-anakku! Aku bisa mengerti, Zhi!” cecar Rayden seakan tidak memperbolehkan Zhia untuk berbicara.


“Issshhh,…Kau ini! Kenapa selalu saja membicarakan hal mesum saat bersamaku.”


Zhia pun berang dengan sikap mesum suaminya itu.


“Maklum, kau ‘kan istriku! Sudah sewajarnya aku terus berpikiran mesum saat bersama istriku sendiri, dari pada saat bersama wanita lain yang tidak ada hubungannya sama sekali!”


Rayden masih dengan santainya menyahuti perkataan Zhia.


“Ini mengenai orang yang berniat membunuhku, Ray?” ujar Zhia dengan ragu, dia takut Rayden akan marah dengannya setelah mengetahui alasan Zhia merayu Rayden untuk tidur bersama dulu. Karena sakit hatinya pada Liam dan melampiaskannya pada Rayden.


“Siapa? Apa kau mengenalnya, Zhi?”


Ekspresi wajah Rayden seketika berubah menjadi sangat serius. Apalagi ini menyangkut keselamatan Zhia dan kedua anak kembarnya, maka dia harus menanggapinya dengan sangat serius.


Akhirnya tiba juga Rayden dan Zhia membicarakan soal ini, informasi yang sangat ditunggu Rayden selama ini.


“Liam Hudson!”


“Apa kau mengenalnya, Zhi!” tanya Rayden lagi, Zhia hanya mengannggukkan kepalanya pelan tanpa berani menatap mata Rayden.


Rayden pun menyadari kalau Zhia sebenarnya sangat mengenal pria yang bernama Liam Hudson itu. Akan tetapi, ada keraguan dimata Zhia untuk mengatakan siapa pria itu di dalam kehidupannya.


“Katakan Zhi, siapa pria itu? Dan kenapa dia ingin membunuhmu? Apakah kau sangat dekat dengan pria itu?”


Rayden kembali mencecar Zhia dengan berbagai pertanyaan.


“Aku akan mengatakan semuanya! Asal kau berjanji tidak akan pernah marah begitu mengetahuinya.”


Sebelum memberitahu mengenai masalalu, Zhia harus memastikan pria yang ada didepannya itu tidak akan marah dengannya.


“Tergantung? Itu bisa dimaafkan atau tidak? sahut Rayden yang menatap Zhia penuh menyelidik.


“Kalau begitu aku tidak mau menceritakannya padamu! Aku akan menceritakannya pada Will saja, biar dia yang melindungiku!” ujar Zhia yang tanpa sadar membawa-bawa nama Will didalam pembicaraan mereka.


“Apa katamu? Jadi kau lebih mempercayakan keselamatanmu dan anak kita pada Will, dari pada suamimu sendiri!” seru Rayden yang manatap Zhia tidak percaya.


“Iya, kenapa? Setidaknya Will tidak akan pernah berani memarahiku!” sahut Zhia dengan kesal.


“Oke! Aku janji tidak akan marah, apapun yang kau beritahukan aku tidak akan marah sedikitpun padamu.” Akhirnya Rayden menyerah dan mengalah pada Zhia.


Jika berhadapan dengan musuhnya, Rayden tidak pantang menyerah sedikitpun. Tapi entah kenapa dihadapkan dengan wanita seperti Zhia, Rayden rela mengalah akan apapun. Asalkan Zhia tetap berada disisinya.


“Kau janji? “ Zhia harus benar-benar memastikannya.


“Iya, aku janji!” sahut Rayden dengan penuh kenyakinan.


“Kau sudah janji ‘loh dan tentu saja harus ditepati!” ujar Zhia Kembali menekankan, Rayden pun tersenyum melihat wajah istrinya yang menggemaskan itu sembari menganggukkan kepalanya.


“Sebenarnya Liam bisa dikatakan sebagai cinta pertamaku, lebih tepatnya cinta bertepuk sebelah tanganku.”


Zhia pun mulai mmenceritakan masa lalunya yang memalukan itu sampai dia terus menundukkan kepalanya didepan Rayden saking malunya.


“Cinta pertama? Ck,…Ckk,…. Sungguh penilaianmu sangat buruk dalam memilih pria. Bisa-bisanya kau menyukai pria brengsek seperti itu dan malah mengabaikan pria hebat nan tampan sepertiku.” ujar Rayden dengan wajah kesalnya. Tanpa sadar dia memotong Zhia yang sedang bercerita.


“Kata siapa aku mengabaikanmu? Bahkan setelah ditolak oleh Liam, aku malah datang padamu bahkan menghabiskan malam pertamaku denganmu!” gumam Zhia tapi dapat didengar dengan jelas oleh Rayden.


“Apa? Jadi malam itu kau menggunakanku sebagai pelampiasan sakit hatimu saja?”


Sontak saja pengakuan Zhia itu membuat harga diri seorang Rayden Cano Xavier sangat terluka.


Pasalnya banyak sekali wanita cantik, seksi dan berkedudukan yang memimpikan bisa menghabiskan satu malam saja dengannya secara suka rela.


Namun, Zhia yang dulu berpenampilan jelek dan sangat kuno yang malah mendapatkan malam pertama dari seorang Rayden Cano Xavier.


Lebih parahnya lagi, Rayden hanya dijadikan pria pelampiasan rasa sakit hatinya saja setelah pengakuan cintanya ditolak secara kasar.


Pada saat itu, mungkin didalam penilaian Zhia hanya menganggap Rayden sebagai gigolo yang bekerja di bar tersebut.


Tentu saja harga diri Rayden sangat terluka, sudah dianggap sebagai gigolo hanya dibayar $100 saja lagi semalam.


Hargai diri seorang Rayden Cano Xavier yang sangat tinggi dimata semua orang didunia, pada kenyataannya harganya sangat murah untuk Zhia Maverick.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚