
Setelah mengantarkan Noland sampai masuk kedalam mobil, Will pun melangkahkan kakinya menjauh dari perusahaan.
Sebenarnya Will bisa saja menggunakan mobil perusahaan untuk pulang, tetapi dia ingin menikmati pemandangan sepanjang perjalanannya seraya melepas rasa stressnya karena seharian bekerja.
Namun, setelah berjalan cukup lama tanpa disangka saat melewati sebuah taman Will malah melihat pujaan hatinya yang tengah berdiri sendirian ditepi jalan.
Senyuman indah pun seketika terukir diwajah tampan Will, saat melihat Alea yang sepertinya tengah menunggu taksi.
“Alea!”
Will segera berlari menghampiri wanita pujaan hatinya itu disertai senyumannya yang terus merekah.
Rasa stressnya selama seharian seketika menghilang saat Alea memberikan senyuman manisnya juga.
“Tuan Will, apa kabar?” sapa Alea sera membunggkukkan badannya untuk memberi hormat pada mantan atasannya itu.
“Baik, bagaimana dengan kabarmu? Sudah lama tidak bertemu ‘yah?”
Will pun berbalik bertanya mengenai kabar Alea, jika di ingat memang sudah lama Will tidak bertemu dengan Alea.
Terakhir bertemu seppertinya saat Alea baru saja keluar dari rumah sakit, setelah itu Will disibukkan oleh perintah dari Tuannya.
“Saya baik juga, Tuan! Ouh,… Apa anda baru selesai bekerja?” tanya Alea, karena tidak tahu lagi harus berbicara apa.
“Iya, lalu kau sendiri?” tanya Will balik.
“Ouh,…. Sa-saya baru saja pulang dari rumah teman, Tuan!”
Entah kenapa tatapan mata Will membuatnya menjadi salah tingkah sendiri. Padahal Alea sama sekali tidak sengaja saling menatap dengan pria yang terus tersenyum hangat padanya itu.
“Kenapa pulang larut sekali? Jam segini biasanya didaerah ini tidak ada taksi sama sekali.”
Will terus tersenyum, apalagi melihat Alea yang sudah terlihat salah tingkas seperti itu.
Menurutnnya reaksi Alea saat ini terlihat sangat manis dimatanya.
“Be-benarkah?” sahut Alea dengan mata yang terbuka lebar, dia tidak percaya bahwa sudah tidak ada kendaraan lagi yang bisa mengantarkan dirinya pulang.
“Hmmm,… Kalau tidak percaya tunggu saja disini sampai pagi.”
Setelah mengatakan itu, Will pun bermaksud kembali melangkahkan kakinya, tetapi baru saja satu langkah tangan Alea langsung menghentikannya.
Dengan raut wajah memohon Alea memenggang erat lengan Will yang berniat meninggalkannya seorang diri.
“Apa?” tanya Will seolah tidak peduli.
“Anda tega meninggalkan aku seorang diri disini?” ujar Alea dengan tatapan memelasnya.
“Bukankah kau sedang menunggu taksi, maka tunggulah saja dengan tenang disini,” sahut Will yang sedang mengerjai Alea.
“Bukankah anda bilang tidak akan ada taksi jam segini.”
Alea sebenarnya ingin meminta bantuan pada Will untuk mengantarnya pulang, tapi dia malu untuk mengatakannya secara langsung.
Apalagi kalau mengingat dia sudah tidak bekerja lagi sebagai pengawal dikeluarga Xavier.
“Lalu?” tanya Will dengan ekspresi datarnya.
“Sudahlah, silahkan lanjutkan saja perjalanan anda. Maaf sudah menganggu waktunya.”
Alea sungguh tidak bisa mengatakannya, lebih baik dia menunggu sampai pagi daripada harus meminta bantuan pada Will yang sama sekali tidak peka.
Alea pun melepaskan tangannya dari lengan Will, raut wajahnya pun berubah menjadi sangat kesal.
“Hahahaa,….Ternyata kau bisa berekspresi menggemaskan seperti itu juga ‘yah! Sudahlah, Ayo ikut kerumahku dulu. Rumahku sudah dekat dari sini, nanti aku akan mengantarkanmu pulang dengan mobilku.”
Will pun tidak dapat menahan tawanya lagi melihat raut wajah Alea yang terlihat menggemaskan saat sedang kesal seperti itu.
Tanpa Alea memintanya, Will sebenarnya sudah mau membantunya dari tadi. Will hanya ingin sedikit menggodanya saja, selagi sedang ada kesempatan merea sedang berdua saja.
“Tidak usah!” ketus Alea.
“Kau yakin tidak mau aku antar?” tanya Will memastikan.
“Ya sudah, Ayo!” jawab Alea dengan ketus, dia pun berjalan mendahului Will.
“Hay, bukan ke arah sana jalannya,” ujar Will mengingatkan sembari menertawakan tingkah Alea.
Tanpa disangka mereka berdua menjadi semakin dekat satu sama lain dan sesuai dengan janjinya, Will pun mengantarkan Alea dengan selamat sampai dirumah orang tuanya.
...****************...
Sementara, Rayden dan Zhia tengah berjalan sambil bergandengan tangan menyusuri hamparan pasir putih dengan disertai pemandangan malam yang sangat indah.
Hal itu mengingatkan mereka pada bulan madu mereka yang sedikit berantakan beberapa minggu yang lalu.
Sedangkan Luca dan Lucia sudah terlelap di alam mimpi, setelah selesai makan malam. Mereka berdua langsung tertidur setelah kenyang, mungkin karena terlalu kelelahan bermain dipantai begitu sampai pulau itu.
“Zhi!”
Rayden memanggil Zhia dengan suara lembutnya.
“Kau sudah mengetahui semuanya tentangku. Apakah sekarang kau membenciku? Ouh,…Tidak! Apakah kau sekarang tidak mau mencintaiku lagi, setelah mengetahui bahwa aku ini seorang mafia?”
Pertanyaan keramat itu pun akhirnya terlontarkan juga oleh Rayden. Dia tidak bisa terus hidup dengan ketakutan bahwa Zhia sudah tidak mencintainya lagi, apalagi kalau sampai sangat membencinya.
Seketika itu juga, Zhia menghentikan langkah kakinya dan menatap Rayden dalam diam.
Kemudian Zhia melepaskan tautan tangan mereka, sehingga membuat jantung Rayden sekan berhenti dan memikirkan hal yang tidak-tidak.
Apalagi Zhia sedikit berjalan menjauh darinya dengan tatapan mata yang sulit diartikan oleh Rayden.
“Apa yang kau rasakan dan apa yang kau pikirkan ketika aku melepaskan tanganmu, kemudian menjauhimu seperti ini?” tanya Zhia masih dengan ekspresi yang sulit diartikan.
“Nafas dan detak jantungku serasa langsung berhenti, seluruh tubuhku terasa lemas dan duniaku serasa hancur berkeping. Airmataku tak terasa terus mengalir tanpa bisa aku kendalikan, Zhi! Apakah kau akan meninggalku seperti ini? Kumohon, jangan pernah Zhi!”
Semua yang Rayden katakan memang itu yang dia rasakan pada saat Zha melepas tangan mereka dan menjauh darinya.
Tanpa sadar Rayden menangis terisak hingga perasaannya tidak bisa dia kendalikan oleh dirinya sendiri.
“Kumohon, jangan pergi Zhi!” lanjutnya lagi dengan sangat memohon.
“Tidak, Ray! Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapan pun itu. Karena aku juga merasakan hal yang sama seperti yang kau rasakan sekarang, mana mungkin aku akan menyakitimu dan juga diriku sendiri seperti ini. Kemarilah dan peluk aku!”
Zhia pun merentangkan kedua tangannya, meminta Rayden untuk datang padanya dan memeluknya dengan erat.
Tanpa membuang waktu lagi, Rayden pun langsung berlari memelukm istri tercintanya itu, meraih tubuhnya kedalam pelukkannya dan kemudian mencium bibirnya dengn sangat lembut.
“Ray, asal kau tahu! Siapapun dirimu dan apapun pekerjaanmu, aku akan selalu mencintaimu dan tetap bersamamu apapun yang terjadi. Karena bagi kau hanyalah Rayden yang aku cintai, pria satu-satunya yang membuatku selalu merasa aman dan bahagia. Aku mencintaimu, Ray! Sangat, sangat, sangat mencintaimu. Hanya dirimu, Rayden!”
Sampai kapanpun Zhia akan mengatakan itu terus didalam hatinya, sekarang dunianya hanyalah milik Rayden dan anak-anaknya saja.
Kali ini Zhia berjanji pada dirinya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, dia akan melunakkan hati dan pikirannya untuk Rayden.
“Zhi, kau ‘lah wanita satu-satunya yang telah berhasil menaklukkan duniaku. Aku bisa saja kehilangan semua yang aku miliki sekarang, tapi tidak dengan dirimu dan juga anak-anak kita! Sampai kapanpun hanya dirimu wanita yang sangat aku cintai didunia ini, istriku tercinta!”
Rayden pun akan terus mengatakan sama didalam hatinya maupun dibibirnya, baginya dunianya kini berada pada Zhia dan anak mereka.
Semua akan Rayden lakukan asalkan membuat Zhia dan kedua anak kembarnya selalu tersenyum dan bahagia.
Rayden dan Zhia pun menlanjutkan perjalanan mereka menyusuri tepian pantai dengan pemandangan yang sangat menawan hati itu.
Setelah puas menikmati malam yang indah hanya berdua saja, mereka pun kembali ke Villa untuk beristirahat.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Terima kasih All!😙😘😚