Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Adu Domba!


“Kita periksa semuanya satu persatu terlebih dahulu, Luci! Agar kita bisa menyimpulkan semuanya denagan hati-hati, jangan hanya melihat satu data ini!” ujar Luca yang mulai merasa curiga dengan Evan.


“Baiklah, kak! Semoga saja, paman Evan tidak seperti kecurigaan kita ‘yah, kak!” sahut Lucia yang juga merasakan hal yang sama seperti kakaknya.


“Kakak harap juga begitu! Jangan berpikiran yang buruk terlebih dahulu. Luci, bantu kakak saja memisahkan semua data yang sudah tercetak itu. Kakak akan mencoba meretas Email dan nomor ponsel paman Evan melalui komputernya.”


Bukan anaknya Papah Ray namanya, kalau tidak mencari tahu sampai ke akar-akarnya hingga tuntas.


Luca yang baru saja menemukan ke anehan dalam identitas Evan, dia tidak akan ragu lagi untuk meretas lebih dalam lagi meskipun akan sedikit berbahaya nantinya.


“Memangnya bisa kak?” tanya Lucia yang sedikit meragukannya.


“Entahlah, maka dari itu kakak ingin mencobanya sekalian! Siapa tahu data yang dimasukkan di email computer terhubung dengan ponselnya sekaligus!” jelas Luca yang kembali focus dengan layar komputernya.


“Apa perlu kita memberitahukan ini kepada mamah, kak?” ujar Lucia yang mulai mengakhawatirkan tentang mamahnya yang sangat dekat dengan Evan semenjak dinegara B.


“Daripada memberitahukannya pada mamah, lebih baik kita memberitahukan pada papah saja!” sahut Luca yang tidak sependapat dengan adik kembarnya.


“Tapi bukankah penting bagi mamah untuk mengetahuinya agar bisa berjaga-jaga terhadap Paman Evan?”


Lucia sangat mengkhawatirkan mamahnya, entah kenapa perasaanya menjadi tidak tenang setelah mengetahui ada sesuatu yang di sembunyikan oleh paman Evan mereka.


“Iya, kak Luca juga tahu itu! Tapi kita tahu sendiri bagaimana sikap mamah pada orang yang telah dianggap sebagai penolongnya, bukan?”


Luca sebenarnya juga merasakan hal yang sama dengan sang adik kembarnya, tapi dia juga menyadari bahwa mamahnya itu sangat keras kepala dalam penilaiannya sendiri.


Jika mamahnya sudah menganggap bahwa orang itu baik, maka selamanya dia akan menganggapnya seperti itu sampai kenyataan yang akan membuktikannya sendiri.


“Sudahlah, kita kumpulkan buktinya terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita tunjukan pada mamah dan papah. Kakak akan menyelesaikan ini dulu, siapa tahu mendapatkan sesuatu yang lain.”


Sambung Luca yang mengakhiri pembicaraanya dengan sang adik kembarnya.


Luca pun kembali fokus untuk melanjutkan proses merentas ponsel Evan, meskipun dia tahu akan membutuhkan banyak waktu setidaknya dia akan tetap mencobanya.


Sementara Lucia mulai memisahkan data seperti yang diminta oleh kakaknya yang sedang focus dengan layar komputernya.


...****************...


Disisi lain, sesuai janji Zhia ternyata menemui Evan ditempat yang sudah ditentukan sebelumnya.


Zhia pergi menemui hanya berpamitan pada Julia saja dan tentu saja harus membawa kedua pengawal setianya yaitu Eva dan Alea, ditambah lagi dengan beberapa pengawal lain yang melindunginya dari kejauhan dari Rayden dan juga Noland.


Total ada 20 orang yang mengikuti dan menjaga Zhia kemanapun dia pergi tidak termasuk Eva dan Alea.


Sesampainya di café itu, tennyata Evan sudah cukup lama menunggu kedatangan Zhia dan tentunya dengan segala persiapan yang sangat matang.


Terlihat Evan memang datang seorang diri, tapi dibalik itu semua dia sudah menyiapkan kejutan yang tidak terduga untuk Zhia dan keluarga Xavier.


“Hay, Van!” sapa Zhia begitu melihat Evan disana.


“Hay, Zhi! Kau sudah datang rupanya. Duduklah!”


Evan pun menyapa balik Zhia dan menyuruhnya untuk duduk diseberang meja tepat didepannya.


“Ouh,….Kau membawa mereka terus bersamamu ‘yah, Zhi!” ujar Evan menatap kehadiran Eva dan Alea juga disana.


“Semenjak penusukan di toko bunga, Ray dan semua orang menjadi sangat over protektif kemanapun aku pergi. Jadi, kemanapun aku pergi harus selalu bersama mereka. Maaf, kau tidak masalah ‘kan?” jelas Zhia yang merasa bersalah dengan Evan, karena dia piker mungkin dia kan tidak nyaman saat berbicara.


“Maaf, Tuan! Abaikan saja keberadaan kami disini dan silahkan berbincang dengan nyaman bersama Nyonya muda, Tuan!” ujar Eva dan Alea secara serentak sembari membungkukkan tubuh mereka memberi hormat atas permintaan maaf mereka.


“Baiklah, aku juga merasa tidak masalah! Itu sudah menjadi pekerjaan kalian sebagai pengawal, bukan!” ujar Evan dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Eva dan Alea.


“Ouhya,….Hal apa yang ingin kau bicarakan kepadaku! Kau bilang ini mengenai suamiku, ada apa memangnya?”


Zhia pun langsung mengalihkan pembicaraan pada topik utama kenapa dia menemui Evan sekarang.


“Aaah,….Benar, aku bahkan sampai melupakan tujuanku untuk menemuimu!” ujar Evan sembari mengeluarkan sebuah map berwarna coklat dari balik jas yang dia kenakan, kemudian memberikannya pada Zhia.


“Apa ini?’ tanya Zhia dengan ragu saat menerimanya, dia menatap Evan untuk meminta penjelasan.


Evan pun menjelaskan panjang kali lebar, tapi tidak langsung memberitahukan maksud hatinya yang sesungguhnya.


Hingga membuat Zhia menjadi sedikit ragu untuk membuka. Dari melihat raut wajah Evan, dia sudah bisa merasakan firasat yang tidak baik untuk dirinya sendiri.


“Cepat buka ‘lah, Zhi! Setelah itu, jadilah pionku yang paling berguna untuk menghancurkan suamimu sendiri beserta seluruh keluarga Xavier!” batin Evan yang tidak sabar ingin semakin mendorong kebencian Zhia pada para musuhnya itu.


Zhia pun membuka map itu dengan perasaan tak menentu, sebenarnya dia takut jikalau isi yang ada didalam map itu akan menghancurkan segala kebahagiaan yang baru saja dia rasakan didalam hidupnya.


Zhia menarik beberapa lembar kertas keluar dari map itu, tubuhnya seketika gemetar dan matanya mulai berkaca-kaca saat membaca setiap berkas tersebut.


Terlihat jelas Evan menyeringai puas saat melihat reaksi Zhia yang sesuai dengan perkiraannya.


“Evan, ini,_..........”


l


“Maaf, Zhi! Aku harus memberitahumu soal ini, karena aku tidak ingin kalian berada didalam bahaya!” ujar Evan yang bersikap seolah bersimpati dengan Zhia.


Akan tetapi, didalam lubuk hatinya Evan sangat menikmati setiap reaksi yang ditunjukan Zhia.


Evan sudah membayangkan bagaimana hancurnya Rayden, jika Zhia berubah sangat membencinya.


“Awalnya aku juga tidak pernah menyangka bahwa pria yang sangat sukses dan hebat seperti Cano bisa menjadi seorang mafia yang sangat kejam dan keji sperti itu. Dan sekarang orang seperti itu malah menjadi suami, Zhi?” lanjut Evan yang mencoba memprovokasi Zhia untuk semakin membenci Rayden.


“Kau benar Evan!” sahut Zhia dengan deraian airmata yang mulai membasahi wajah cantiknya.


“Sudah aku duga, keputusanmu waktu untuk per,_.......”


“Kau benar Evan! Bagaimana pun juga Ray sekarang adalah suamiku dan aku juga sudah berjanji akan mendengar semua penjelasan darinya sebelum akau memutuskan apapun. Maaf, Evan! Aku harus menemui suamiku sekarang juga!”


Ternyata apa yang dipikirkan Zhia sangat jauh dari apa yang dipikirkan Evan. Sejenak Evan terdiam karena merasa sangat terkejut ternyata perkiraannya tentang Zhia salah besar.


Namun tak butuh waktu lama untuk Evan kemabali tersadar dari rasa keterkejutannya.


“Zhia berhenti!” teriak Evan tanpa menoleh sedikitpun menatap Zhia, tapi berhasil muat Zhia terpaku ditempatnya.


“Evan!” ujar Zhia yang tercengang melihat Evan yang dalam sekedipan mata berubah total, sorot matanya pun berubah menjadi tidak bersahabat lagi ketika mata mereka saling bertemu.


“Kenapa kau harus bersikap seperti ini, Zhi! Kenapa kau harus memaksaku menjadi diriku yang sekarang, Hah!” seru Evan setengah berteriak dan mulai berjalan mendekati Zhia.


Sementara Eva dan Alea langsung memasang tameng dengan menggunakan tubuh mereka, begitu menyadari perubahan sikap yang ditunjukan oleh Evan.


Semua pengawal bayangan yang melindungi Zhia pun bersiap diposisi, jika sesuatu diluar kendali kemungkinan bisa terjadi.


Sedangkan Zhia masih terpaku ditempatnya menatap Eavn dengan rasa tidak percaya dengan sikap Evan yang tiba-tiba berubah itu.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚