
Zhia tahu bahwa perkataan Evan tidak pernah main-main, dia pun segera mengenakan pakaian yang diberikan Evan sebelum waktu yang ditentukan habis.
Setelah memastikan Zhia sudah berpakaian lagi, Evan pun langsung menyuruh Jayden untuk membawa Zhia naik ke helicopter terlebih dahulu.
“Jay, bawa Zhia naik terlebih dahulu!” Perintah Evan pada Jayden.
“Baiklah!”
Jayden pun langsung menarik Zhia untuk mengikutinya dengan paksa.
Selepas kepergian Jayden dan Zhia, Evan pun meletakkan cincin itu didalam ruangan yang selama ini digunakan untuk menyekap Zhia. Evan juga menuliskan sebuah pesan yang sengaja ingin dia tinggalkan untuk Rayden.
...‘Kau pasti sangat frustasi sekarang?...
...Tenang saja, kali ini aku tidak akan meninggalkan mayat saja....
...Akan tetapi, aku akan membunuhnya langsung dihadapanmu. Sebelum aku membunuhmu tentunya! Hahahaaa,…....
...Aku akan menunggu ditempat kau menghancurkan seluruh kehidupanku dulu....
...Datanglah! Karena kali ini aku yang mengundangmu, maka aku tidak akan lari lagi!.....’...
“Cano, jika kau mengerti isi pesan ini! Maka kau tidak perlu waktu lama untuk merasa khawatir, tapi aku pastikan kau akan segera mati ditanganku!” gumam Evan yang tersenyum bagaikan iblis.
Selesai dengan urusannya mempermainkan Rayden, Evan pun segera pergi untuk menyusul Jayden dan Zhia yang sudah berada didalam helikopter. Akan tetapi, Evan tidak langsung memerintahkan untuk lepas landas.
“Tuan, kita berangkat sekarang?” tanya sang pilot yang harus meminta persetujuan dari Eavn untuk lepas landas.
“Tidak, kita tunggu sebentar lagi. Kita pergi setelah Cano masuk ke rumah itu!” ujar Evan yang ingin melihat reaksi Rayden saat menyadari bahwa Zhia sudah tidak berada disana lagi.
“Baik, Tuan!” sahut sangt pilot yang hanya akan mengikuti perintah dari Evan saja.
“Jay, kau membuatnya pingsan lagi?” ujar Evan saat melihat Zhia sudah tidak sadarkan diri disamping Jayden.
“Ini lebih baik dari pada nanti menyusahkan!” sahut Jayden dengan santainya.
Evan hanya menganggukkan kepala saja sebagain tanda dia setuju dengan perkataan Jayden barusan.
Kemudian, Evan memperhatikan bahwa memang benar kecurigaannya kapal nelayan itu adalah milik Rayden beserta anak buahnya.
Meskipun dari kejauhan, Evan dapat melihat bahwa Rayden sedang mulai memasuki rumah itu. Dan setelah itu Evan memberikan perintahnya
“Kita pergi sekarang!”
“Baik, Tuan!” sahut sang pilot yang langsung menyalakan mesin dan mulai bersiap untuk lepas landas.
Itulah yang Evan inginkan, begitu Rayden menemukan cincin yang ada alat pelacak ruang bawah tanah tempat dia menyekap Zhia. Evan sudah membawa pergi Zhia jauh dari pulau itu.
Rayden yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya Evan telah menemukan alat pelacak pada Cincin Zhia dan meninggalkannya begitu saja diruang bawah tanah terus saja mengikuti alat pelacak itu berada.
Sampai diruang bawah tanah bekas Zhia disekap, Rayden tidak menemukan siapapun.
Rayden hanya menemukan secarik kertas yang sengaja ditinggal oleh Evan untukknya dan cincin pernikahan yang selama ini dikenakan oleh Zhia. Sekaligus sebagai satu-satunya petunjuk baginya untuk menemukan keberadaan Zhia samapi sekarang.
“Sialan, aku dipermainkan lagi oleh bajingan itu!” umpat Rayden yang memukul tembok dengan kerasnya untuk melampiaskan kemarahannya yang semakin menumpuk saja.
“Tuan, beberapa anak buah kita yang masih berada ditepi pantai melaporkan bahwa ada sebuah helicopter yang keluar terbang menjauh dan diketahui bahwa helicopter itu berasala dari pulau ini.” ujar Levi yang datang secara tiba-tiba.
“Aku sudah tahu, pecundang itu melarikan diri lagi dengan membawa Zhia!” jelas Rayden yang tempat jelas sedang menahan amarahnya agar tidak meluap lagi.
“Tuan,_...”
Levi tidak dapat melanjutkan perkataannya lagi begitu melihat ekspresi sedih dari Tuannya yang harus kembali menelan kegagalan dalam misi penyelamatan istrinya.
“Lev, apa kau mengerti dari tulisan ini?”
Rayden pun langsung menunjukkan isi pesan yang ditinggalkan oleh Evan untuknya, karena sudah cukup lama berpikir dia tidak ingat tempat yang mana yang dimaksud oleh Evan dalam surat itu.
“Apa ini, Tuan?” tanya Levi yang tidak mengerti sama sekali dengan isi tulisan itu, kerena pada saat itu di masih sangat kecil hampir seumuran dengan Luca dan Lucia sekarang.
“Kau juga tidak mengerti tempat yang dimaksud dalam tulisan ini?” ujar Rayden yang sedikit kecewa mendengar jawaban dari Levi.
Levi membaca ulang isi surat itu dan dia pun teringat dengan pembantaian keluarga Sam Joseph yang dilakukan oleh Rayden, Will beserta anak buahnya dulu.
Karena dia melihat semua kejadian itu secara langsung dan karena itu juga sekarang dia bersama dengan Tuannya itu.
“Kau benar, Lev! Pasti saat seluruh keluarganya mati demi melindunginya, dia melihatnya dari kejauhan seperti pecundang. Dasar sampah, maka selamanya akan menjadi sampah!”
Rayden pun langsung teringat dengan kejadian itu, dia tidak pernah menyangka bahwa ternyata Evan berada disana juga saat dia sedang membunuh semua keluarganya.
Sebenarnya Rayden tidak berniat membunuh seluruh keluarga Evan, seperti yang dikatakan oleh Zhia sebelumnya.
Rayden sejak awal memberikan kesempatan kepada para pelaku yang telah menyiksa adik kembarnya sampai mati untuk menyerahkan diri secara suka rela padanya.
Rayden juga menawwarkan hal yang sama pada anggota keluarga para pelaku, tapi mereka lebih memilih mengorbankan nyawa mereka demi para sampah pecundang itu.
“Kita pergi sekarang, Tuan! Karena kalau tidak kita akan semakin memakan waktu hampir satu minggu lagi untuk bisa sampai ke negara A!” ujar Levi yang tidak sabar melanjutkan perburuan mereka, karena pada akhirnya kesempatannya untuk membalas keluarga Sam Joseph akhirnya muncul juga.
“Tidak! Kita persempit waktunya saja!” sahut Rayden yang sepertinya memiliki rencana lain agar bisa sampai lebih cepat dibandingkan waktu mereka berangkat.
“Dengan cara apa, Tuan? Satu-satunya transportasi yang kita bisa gunakan untuk keluar dari pulau ini hanya dengan menggunakan kapal atau helicopter saja dan seperti yang anda ketahui bahwa tidak ada helicopter lagi dipulau ini!”
Levi pun menjelaskan secara terperinci situasi yang dia ketahui dipulau itu, selain dua kendaraan yang barusan dia sebutkan.
Tidak ada lagi yang bisa mereka gunakan untuk bisa keluar dari pulau itu dan secepatnya kembali ke negara A.
“Tidak, masih ada cara lain! Aku tadi tidak sengaja melihat ada sebuah speed boat di sisi kiri pulau ini dan tidak jauh dari pulau ini ada kapal tentara. Disana seperti ada pesawat jet yang biasa digunakan untuk berpatroli, kita gunakan kekuasan kita untuk meminta bantuan mereka.”
Jelas Rayden yang ternyata sangat memperhatikan tempat-tempat penting yang dia lewati saat berangkat, sehingga memudahkan mereka saat pulang.
“Wahhh,…..Tuan anda sangat menakjubkan! Aku saja tidak pernah menyadari ada tentara penjaga perairan disekitar pulau ini saat kita datang!” ujar Levi yang terkagum-kagung dengan kemam[puan dari Tuannya itu.
“Tentu saja kau tidak akan pernah menyadarinya. Kau terlalu sibuk mengurus mabuk lautmu itu!” sahut Rayden yang tepat sasaran untuk menyindiri Levi.
“Yahh,…..Tuan, maklum saja! Ini baru pertama kalinya saya naik kapal!”
Levi berusaha berkilah, tapi Tuannya itu tidak memperdulikkannya sama sekali.
“Lev, hubungi Will tentang ini sebelum kita pergi! Perintahkan Will dan anak buah yang tersisa disana untuk mengamati kediaman Sam Joseph. Jika bisa tangkap bajingan tengik itu langsung dibandara!”
Perintah Rayden sambil berjalan keluar dari ruang bawah itu dengan membawa cincin Zhia dan menuju ke tepi pantai dimana speed boardnya berada.
“Baik, Tuan!” sahut Levi yang segera melaksanakan perintah dari Tuannya itu.
“Zhi, bersabarlah sedikit lagi! Aku mohon padamu!” ucap Rayden sembari menatap sedih cincin pernikahannya yang selama ini tersemat di jari manis Zhia.
Rayden menggenggam erat cincin itu, kemudian menciumnya dengan penuh cinta dan setelah itu menyimpannya lagi disaku celananya.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚