Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Hampir Lepas Kendali Part. 2


Meskipun sang kakak sudah melarangnya Lucia tetap melemparkannya, tapi sasarannya bukan kepala atau jantung Liam melainkan kaki kirinya.


“Heheheee,…..Maaf, kak! Luci tidak sengaja kelepasan.” Ujar Lucia yang tersenyum pada sang kakak seperti dia tidak melakukan apapun yang menakutkan.


“Luci,…Kau ini!” seru Luca yang menatap tidak percaya pada adiknya, dia tidak menyangka bahwa Lucia hampir saja lepas kendali dan membunuh seseorang.


“Akhhhh,……..Dasar kau bocah iblis sialan!”


Liam merintih kesakitan, dia terus memegangi kaki kirinya yang telah tertancap pisau. Darah segar pun mulai mengalir dari luka pada kaki Liam.


Dengan menahan sakit yang luar biasa pada kakinya, Liam mencabut pisau yang tertancap pada kakinya itu.


Dengan langkah yang tertatih, Liam berniat menyerang Lucia lagi sambil berteriak keras “Matilah kau anak iblis!”


Brakkkkk,……………


Disaat pisau itu mau mengenai tubuh Lucia, tiba-tiba saja pintunya terbuka dan menampak sosok Levi dan Will yang langsung melindungi Lucia dan juga Luca.


Levi segera menangkap pisau itu dengan menggunakan tangannya sendiri, sehingga darah mulai mengalir keluar dari tangannya.


“Kakak Levi?” ujar Lucia yang terkejut dengan aksi nekad Levi demi menyelamatkannya.


“Nona kecil, anda baik-baik saja?”


Will pun segera memastikan keadaan Lucia yang masih mematung menatap sosok Levi tanpa berkedip sedikitpun.


Namun, Lucia tetap diam dan terus saja menatap Levi yang sedang berurusan dengan Liam.


“Sialan! Akhirnya aku bisa menangkapmu juga tikus kecil!” ujar Levi yang menarik pisau itu dengan kuat, Liam pun terkejut melihat sosok Levi yang sepertinya tidak merasakan sakit sedikit pun pada tangannya.


Levi membuang pisau itu kesembarangan tempat, tatapan matanya terlihat sangat mengerikan.


Levi berjalan menghampiri dan membisikkan sesuatu pada Liam, “Pisau itu terlalu ringan untuk menghukum orang sepertimu!”


Liam terpaku, dia sekarang baru menyadari bahwa hidupnya sekarang benar-benar telah berakhir ditangan keluarga Xavier.


Sementara Luca pun keluar dari tempat persembunyiannya, dia segera berlari menghampiri Will dan Lucia.


“Kalian bawa dia pergi ketempat yang seharusnya!”


Perintah Levi pada anak buahnya.


Tempat seharusnya yang tepat untuk Liam adalah ruang bawah tanah yang berada dimarkas besar klan mafianya.


Dimana Liam akan merasakan namanya nereka yang sesungguhnya terlebih lagi jika penguasa nerakanya seperti Levi.


“Baik, Tuan!” sahut anak buah itu.


Mereka pun segera membawa paksa Liam dari sana dan tentu saja membawanya ketempat yang seharunya.


Liam berusaha memberontak dan melarikan diri, tapi percuma saja kakinya yang sudah terluka dan juga banyaknya anak buah Levi disana sangat mustahil dia bisa melarikan diri dengan mudah.


“Tuan dan Nona Kecil tidak apa-apa?” tanya Levi yang sekarang menanyakan hal yang seperti Will lakukan.


“Iya, kami tidak apa-apa!” sahut Luca yang tidak ingin membuat Paman Will dan Kakak Levinya merasa khawatir lagi.


“Syukurlah, anda berdua baik-baik saja!” ucap Will yang merasa lega, karena setidaknya kedua anak kembar itu tidak mengalami luka sedikitpun.


“Tangan Kakak terluka!” ujar Lucia yang meraih tangan Levi sambil menangis melihat darah yang terus keluar dari lukanya.


“Aaahh,….Saya baik-baik saja, Nona kecil! Ini hanya luka ringan saja sebentar lagi juga sembuh.”


Perkataan Levi bukannya membuat Lucia merasa lebih baik, malah semakin membuat tangis gadis kecil itu semakin pecah.


“Huhuhuuu,….Pasti sangat sakit ‘yah!” ujar Lucia dengan deraian air matanya.


Tanpa disangka Lucia langsung merobek gaunnya, ‘yah walaupun dari awal sudah robek oleh Liam ‘sih.


Lucia kemudian membalut luka ditangan Levi dengan menggunakan kain yang berasal dari gaun indahnya.


Will dan Levi pun terlihat tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh gadis kecil itu, perasaan hangat seketika menyelimuti hati Levi.


“Non,..Na! Ini,_...................”


“Dengan begini tidak terlalu sakit ‘kan?” ujar Lucia yang segera memotong ucapan Levi.


“Tuan dan Nona kecil, sebaiknya kita segera kembali! Karena Tuan dan Nyonya sudah menunggu kalian dengan cemas.”


Will memberitahu si kembar untuk segera kembali, karena Noland dan Julia sudah menunggunya dengan khawatir.


Pastinya Rayden dan Zhia juga sepertinya sedang mencari keberadaansi kembar, karena sudah cukup lama mereka menghilang dari pesta.


“Tapi paman Will, gaun Luci bagaimana?” rengek Lucia yang menatap gaunnya indahnya dengan sedih.


“Sebentar!” ujar Will yang segera mencari ponselnya untuk menghubungi seseorang.


“Hallo, kirimkan sebuah gaun untuk Nona Lucia secepatnya!”


Perintah Will yang langsung saja mengatakan apa yang dia inginkan melalui sambungan telepon.


“Tuan ada masalah besar! Klan Tiger Dark sedang menyerang perbatasan secara membabi buta! Orang-orang kita yang berada disana sedang kewalahan menghadapi para musuh, Tuan!”


Seorang anak buah tiba-tiba masuk keruang Gudang itu dan melaporkan apa yang terjadi di wilayah perbatasan mereka.


Will dan Levi semakin merasa shock, belum selesai dia memikirkan masalah Liam. Kini muncul lagi masalah yang lebih serius dan lebih besar dari yang sebelumnya.


“Will, sepertinya kau harus mengurus ini sendiri dulu! Aku akan pergi untuk mengatasi masalah yang ada di wilayah perbatasan!” ujar Levi yang sepertinya harus menyalurkan hobi membunuhnya sekarang.


“Pergilah, aku akan memberitahu Tuan besar mengenai ini!” sahut Will yang memang sudah menjadi pekerjaan mereka yang tiada hentinya.


Levi pun segera pergi dengan membawa beberapa pasukannya menuju ke wilayah perbatasanuntuk mulai berperang.


Sementara Will membawa kembali si kembar menemui Nolan dan Julia yang masih berada diruang istirahat.


Sebelum itu, Will meminta Lucia untuk mengganti gaunnya yang rusak dengan gaun baru yang dia pesan tadi.


Tanpa disangka ternyata, Rayden menyudahi pestanya lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.


Bukan hanya kerena dia merasa khawatir dengan keberadaan anak kembarnya, tapi Rayden juga memikirkan kondisi Zhia yang sebelumnya juga terluka.


Mereka ternyata sudah berkumpul diruang istirahat bersama Nolanda dan juga Julia, tapi melihat reaksi Zhia yang masih bersenda gurau dengan Julia.


Sepertinya Noland dan Julia masih menyembunyikan soal penculikkan si kembar.


“Papah! Mamah!” seru Luca dan Lucia yang segera berlari memeluk papah dan mamahnya.


“Sayang, kalian habis dari mana saja?” tanya Zhia pada putra kecilnya itu.


“Luca dan Luci habis jalan-jalan dengan Paman Will tadi, Mah!” Jawab Luca yang tentu saja berbohong sesuai yang diminta Will.


“Benarkah? Apakah jalan-jalannya sangat menyenangkan?” ujar Zhia lagi yang selalu percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh kedua anak kembarnya itu.


“Iya, Mah! Jalan-jalannya sangat menyenangkan! Tempat ini sangat indah seperti ada dibuku dongeng!” sahut Lucia yang terlihat antusias.


“Luci, kenapa kau menggunakan gaun yang berbeda?”


Zhia mulai menyadari bahwa gaun yang putrinya kenakan sekarang berbeda dengan yang sebelumnya.


“Itu mah! Tadi gaun Luci tidak sengaja terkena kue saat makan. Jadi kami meminta pada paman Will untuk mencarikan gaun baru untuk Luci! Iya ‘kan,Paman Will?”


Luci pun segera mencari alasan yang masuk akal untuk menutupi soal gaun itu.


“Iya, benar Nyonya muda! Sepertinya Nona kecil tidak nyaman menggunakan gaun yang sudah kotor maka dari itu, saya memesankan gaun lagi untuk Nona kecil!”


Will pun membenarkan apa yang dikatakan oleh Luca.


“Hehehee,…Maaf ‘yah, mah! Luci sangat ceroboh. Padahal ‘kan Luci sudah besar tapi masih belepotan saat sedang makan kue!”sahut Lucia dengan menunjukan wajah polosnya penuh penyesalan.


“Ya sudah! Tidak apa-apa, sayang! Papah Luci ‘kan banyak uang. Iya ‘kan, sayang!” ujar Zhia sedikit menggoda Rayden dengan memanggilnya sayang.


“Jangan menggodaku, sayang!” sahut Rayden dengan senyuman manisnya.


Meskipun Will dan Si kembar telah menjelaskan semua yyang terjadi, tapi Noland dan Julia serta Rayden tentu saja tahu bahwa itu hanyalah cerita karangan saja.


Terlebih lagi Noland dan Julia yang dari awal telah mengetahui bahwa Luca dan Lucia tadi diculik seseorang.


“Tuan besar! Tuan muda, bisa kita bicara sebentar diluar! Ada masalah penting dengan klien harus saya diskusikan dengan anda berdua!” pinta Will yang ingin melaporkan semua masalah yang terjadi, karena ini sudah termasuk masalah yang cukup besar.


“Baiklah, Ayo kita bicara diluar saja!” sahut Noland yang segera beranjak dari tempat duduknya.


“Zhi, aku keluar sebentar ‘yah!” pamit Rayden pada Zhia.


Will, Rayden dan Noland pun segera keluar dari ruang istirahat itu mencari tempat yang aman untuk bicara.


Bersambung............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚