
“Zhi, kamu ‘kok sering banget mengatakan aku aneh? Memang bagian diriku yang mana yang membuatmu merasa aneh?” ujar Zhia meminta Zhia untuk menjelaskannya secara spesifik.
“Tidak ada, Ray! Ouhya,…..Besok kau ada waktu senggang tidak?”
Seperti biasanya, Zhia langsung mengalihkan pembicaraan dengan sangat natural layaknya air yang mengalir.
“Kalau mencari waktu senggang pada seorang Ceo sepertiku, maka tidak akan pernah ada, Zhi! Tapi harus dibuat senggang olehku sendiri! Memangnya ada apa?” tanya Rayden pada istrinya itu.
“Begini, mamah menyuruh kita berdua untuk mengunjungi butik dan melakukan fitting baju pengantin kita. Bisakah kaumeluangkan waktu untuk itu?” tanya Zhia dengan raut wajah penuh harap.
“Baiklah, asalkan kau ikut aku kekantor sebentar! Ada satu rapat yang tidak bisa aku tunda lagi dan aku ingin kau menemaniku pergi kekantor. Bagaimana setuju?” ujar Rayden yang selalu saja bisa memanfaatkan setiap kesempatan dalam kesempitan.
“Aku kekantormu?” seru Zhia yang tampak ragu untuk melakukannya.
Karena dia teringat dengan awal pertemuannya dengan Rayden dan Will yang terkesan akan sangat sulit dilupakan oleh semua orang yang menyaksikannya saat itu.
“Kenapa? Kau teringat dengan kelakuanmu dulu ‘yah?”
Rayden mencoba menebak apa yang ada didalam pikiran Zhia saat ini. Dan benar saja, tebakan Rayden itu tepat pada sasarannya.
“A-apa yang kau bicarakan, Ray? Memangnya apa yang telah aku lakukan?” sahut Zhia yang terlihat salah tingkah dengan perkataan Rayden yang sangat tepat itu.
Zhia bersikap seolah tidak tahu apa yang dia lakukan saat pertama kali bertemu denagn Will dan Rayden diperusahaan BLOUSHZE Group.
“Ya sudah kalau kau tidak mengingatnya lagi! Besok kita lakukan reka ulang saja disana, sepertinya Will akan dengan senang hati ikut berpartispasi dalam adegan reka ulang yang kau lupakan itu.” Ujar Rayden yang tersenyum jahil pada istrinya yang menggemaskan itu.
“Rayyyyy,…!” seru Zhia yang mencubit perut Rayden dengan kuatnya, karena merasa tersu dipermainakan oleh pria yang kini berstatus suaminya itu.
“Husttt,…..Diamlah, Zhi! Nanti Luci bisa terbangun lagi. Sudahlah kita tidur saja sekarang , sebelum kau juga membangunkan yang lain lagi!” ujar Rayden yang Kembali memeluk tubuh Zhia dengan eratnya.
“Yang lain?Maksudnya,_.....” gumam Zhia yang kini merasakan sesuatu sudah mengganjal dibawah sana.
“Kalau sudah mengerti, cepat tidur sekarang, sebelum aku berubah pikiran dan menyerangmu lagi!” ujar Rayden yang nada bicaranya terdengar begitu berat saat mengatakannya.
Bahkan untuk berbicara, kini ingin bergerak sedikit saja Zhia sudah tidak berani lagi. Apalagi Rayden sudah memberinya kata-kata peringatan yang sangat jelas padanya.
Bisa gawat kalau dia sampai membangunkan sesuatu yang berada dibawah sana sekarang.
Akhirnya Zhia dan Rayden pun tertidur, Zhia tampak tidak leluasa untuk bergerak. Karena tubuhnya saat ini sudah dihimpit oleh Rayden dan Lucia yang sama-sama memeluknya dengan sangat erat.
Bahkan posisi kaki Lucia terlihat sama persis dengan posisi kaki Rayden yang menindih kedua kaki Zhia. Benar-benar kebiasan tidur anak dan papah yang sama persis.
...****************...
Keesokkan paginya, seperti biasanya mereka mulai bersiap sebelum sarapan dimulai. Saat ini semua anggota keluarga Xavier sudah berada dimeja makan dan bersiap untuk sarapan bersama seperti biasanya.
Disana sudah ada Will sebagai sekertaris sekaligus pengawal Rayden, Levi sebagai pengawal si kembar dan ada Eva serta Alea yang sebagai pengawal untuk Zhia.
Awalnya mereka semua menikmati sarapan mereka seperti biasanya, hingga seorang pelayan datang menghampiri Noland dan memberitahukan sesuatu.
“Permisi, Tuan! Undangan yang anda minta sudah tiba didepan!” ujar Pelayan itu sembari membungkukkan badan mmberi hormat.
“Ouhh,…Benarkah? Kau boleh pergi sekarang!” sahut Noland pada pelayan itu.
“Pah, hanya tinggal undangan itu yang belum dibagikan bukan?” tanya Julia untuk lebih memastikannya lagi.
“Iya, tapi seperti akan lebih beberapa!” sahut Noland sembari mengingat-ngingat siapa saja yang belum dia undang.
“Bagaimana dengan para pembaca, Pah! Mereka semua harus diundang ‘dong!” ujar Julia yang Kembali mengingatkan suaminya atas hal yang sangat penting itu agar samapai tidak terlewatkan.
“Undangan untuk para pembaca setia sudah papah titipkan pada Author! Biar Author saja yang membagikannya, Mah!” sahut Noland yang sangat mempercayai sang Author.
“Ya sudah, kalau papah sudah mempercayakannya pada Author kesayangan kita ini.” sahut Julia yang sedikit merasa lega saat mendengarnya.
{Hehehehee,…Maaf ‘yah! Author juga ingin masuk kedalam Novel ini. Meskipun hanya diminta untuk membagi undangan saja.}
“Will, kau urus semua undangan itu dan bagikan pada karyawan di perusahaan!”
Perintah Noland pada Will yang membuat para pengawal pribadi itu saling melempar pandangan satu sama lain terkecuali Eva dan Alea yang sudah mengetahuinya.
“Maaf, Tuan besar? Kalau boleh tahu undangan untuk apa ‘yah?” tanya Levi yang tak kuasa menahan rasa penasarannya mendengar kata undangan itu.
“Kau belum tahu itu undangan untuk apa?” tanya Noland pada Levi.
Levi yang memang tidak mengikuti rapat yang digelar oleh Noland kemarin dimarkas besar, tentu saja tidak mengetahui soal acara resepsi pernikahan Tuan dan Nyonya mudanya itu. Levi hanya bisa menggelengkan kepala dengan raut wajah bingungnya.
“Will, kau jelaskan pada temanmu ini untuk apa undangan itu!” ujar Noland yang Kembali melimpahkan pekerjaan pada Will.
“Maaf, Tuan besar! Tapi saya juga belum mengetahui undangan apa yang sedang dimaksud ini!” sahut Will dengan ragu, karena Rayden memang belum memberitahu Will soal itu.
“Jangan tanya padaku, Pah! Zhi saja baru memberitahuku semalam saat mau tidur!” sahut Rayden dengan santainya.
“Maafkan Zhi, Pah! Zhi lupa, seharusnya Zhi memberitahu Ray soal ini lebih awal!” ucap Zhia dengan raut wajahnya yang terlihat merasa bersalah.
“Tidak apa, Zhi! Sekarang ‘kan mereka berdua sudah tahu. Jadi tidak perlu lagi mempersalahkannya.” ujar Julia yang menenangkan Zhia yang terlihat sangat merasa bersalah itu.
“Iya, Zhi! Papah tidak masalah ‘kok!” sahut Noland yang juga tidak mempermasalahankan hal sekecil itu pada menantu kesayangannya.
“Will! Levi, sekarang kalian berdua sudah mengetahuinya bukan? Maka lakukan saja tugas kalian dengan baik.” ujar Noland yang seketika beralih pada Will dan juga Levi.
“Baik, Tuan besar!” sahut Will dengan cepat.
“Waahh,….Selamat ‘yah, Boss! Sekarang anda sudah bukan perjaka lagi!” sahut Levi yang tampak sangat antusias, tapi kata-kata yang diucapkannya itu sangatlah tidak sesuai untuk dia sampaikan.
Apalagi disana ada si kembar yang selalu saja merasa kepo dengan setiap pembicaraan yang mereka dengar.
Noland, Rayden,Julia dan bahkan Zhia pun langsung melontarkan tatapan tajam kearah Levi. Mereka tidak mau kejadian pada saat makan malam semalam terulang lagi pagi ini. Levi dan Will pun merasa bingung dengan arti tatapan itu.
“Papah,_......”
“Hust,…..Tidak, sayang! jangan tanyakan soal ini lagi!”
Baru saja dipikirkan, Lucia kini sudah mulai melancarkan pertanyaannya. Beruntung dengan cepat Rayden menghentikannya.
Sementara, para pengawal termasuk Will dan Levi tampak terlihat semakin bingung dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Rayden.
Sedangkan Luca dan Lucia lebih terlihat terkejut melihat reaksi papah dan mamahnya serta Grandma dan Grandpanya. Apalagi perkataan Lucia langsung dipotong oleh papahnya.
“Waah,…Levi, haruskah mulutmu itu aku jahit agar tidak bicara sembarangan lagi, Hah?” ujar Noland dengan kesal.
“Iya, kau kalau bicara disaring dulu! Jangan asal ceplos seperti tadi.”
Julia pun ikut mengingatkan dengan raut wajah yang tidak jauh dari Noland, ekspresi kesal dan menahan marah.
“Disini ada anak-anak saya yang masih kecil. Jadi, untuk kedepannya tolong bicara yang baik-baik saja ‘yah saat didepan mereka!” ujar Zhia yang mengingatkan dengan cara sehalus mungkin.
“Ooohhh,….” Akhirnya kini Levi dan yang lainnya mengerti akan kesalahan mereka.
“Maafkan saya, Nyonya muda! Saya tidak akan pernah mengulanginya lagi!” ucap Levi yang merasa bersalah.
“Papah dan yang lainnya kenapa ‘sih? Luci ‘kan hanya ingin bertanya apakah mamah akan memakai baju cantik seperti yang dikenakan boneka barbie milik temen Luci?” ujar Lucia yang menampilkan raut wajah polosnya yang tengah kebingungan.
Bersambung..............
Berhubung Author diberikan tugas penting oleh keluarga Xavier, maka saya Author akan sampaikan disini saja.
Silahkan untuk kakak canyik dan ganteng mempersiapkan kado apa untuk kedua pengantin kita ini.
Jangan lupa pakai pakaian terbaik, dandan yang cantik. Siapa tau ada yang betjodoh dengan Will dan Levi saat pesta nanti. Hehehee,.......😄😄😄
Maaf yaah!🙏🙏🙏
Aouthor kemarin ketiduran seharian penuh, capek banget habis dinas diJogja soalnya.
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚