Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Rapat Keluarga Xavier


Rayden pun bergegas menyusul Zhia, dia meninggalkan Evan sendirian disana yang masih duduk dengan santainya.


Evan menatap kepergian Rayden dan Zhia disertai senyuman yang tidak bisa diartikan.


Rayden mengikuti Zhia hingga sampai didalam mobil. Zhia pun menatap Rayden dengan kesal karena dengan seenak jidatnya Rayden masuk kedalam mobil.


Dengan nada ketusnya Zhia bertanya “Kenapa kau terus mengikutiku? Keluar sana!”


“Bukankah kau mau pulang? Yah, sudah kita pulang bersama saja. Bukankah kita satu tujuan?”


Rayden menjawab dengan santainya, dia tidak memperdulikan tatapan Zhia yang sedang sangat kesal padanya.


“Kau datang dengan sekertarismu itu, bukan? Jadi, pulanglah juga dengannya. Keluar dari mobilku sekarang!” teriak Zhia yang semakin dibuat kesal dengan sikap acuh dari Rayden.


“Aish, kenapa kau berteriak Zhi? Pertama, terserah aku ingin pulang bersama dengan siapa. Kedua, mobil ini bukankah milik mamahku yang artinya mobil ini juga milikku. Dan ketiga, tujuan kita sama. Apa salahnya sepasang suami istri pulang bersama, bukankah itu bagus?”


Benar-benar, Zhia tidak dapat menghadapi sikap arogan dan bossy Rayden yang satu ini.


“Sudah aku katakan berulang kali, aku bukan istri! Kalau kau tidak mau keluar dari sini, maka aku saja yang pergi!” ujar Zhia yang berniat untuk membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana.


Zhia lebih baik naik taksi daripada harus berdua saja didalam mobil itu bersama dengan Rayden.


“Berhenti, Zhi! Kau tidak ingin ‘kan, kejadian semalam terulang lagi!”


Perkataan Rayden kali ini membuat Zhia mengurungkan niatnya, dia benar-benar tidak ingin mengalami kejadian mengerikan itu untuk kedua kalinya.


Zhia pun kembali menutup pintu mobilnya, setelah itu dia langsung menyala mesin dan melajukan mobilnya. Rayden pun tersenyum puas, karena Zhia sudah tidak memberontak lagi.


“Bagus, itu baru istriku!” ujar Rayden sembari memainkan ujung rambut Zhia yang panjang.


“Berhentilah mengatakan bahwa aku ini istrimu! Dan berhentilah bermain-main dengan rambutku, aku sedang focus menyetir sekarang.”


Zhia menyahuti Rayden dengan ketusnya, dia menarik rambutnya dari tangan Rayden. Sementara matanya focus melihat jalanan yang ada didepannya.


“Zhi, kita bahkan sudah memiliki sepasang anak kembar tapi kenapa kau tetap tidak mau menjadi istriku. Jika wanita lain yang berada diposisimu, mereka pasti akan memanfaatkan anaknya untuk meminta pertanggung jawaban dariku. Tapi kenapa kau terus berusaha kabur dariku?” ujar Rayden yang berharap hubungannya dengan Zhia segera membaik.


“Wanita lain ‘yah wanita lain, aku ‘yah aku! Jangan bandingkan aku dengan wanita yang ada diluaran sana.” sahut Zhia masih dengan nada ketusnya.


“Kau memang berbeda, maka dari itu aku semakin tertarik denganmu!”


Rayden tersenyum, dia mengakui bahwa hanya Zhia ‘lah wanita pertama yang dapat menarik perhatian sebesar ini.


“Jangan menyukaiku!” ujar Zhia seakan sedang memberi peringatan kepada Rayden.


“Tentu saja! Aku bukan hanya akan menyukaimu tapi aku juga akan mencintai dirimu, Zhi! Dan akan aku membuat kau juga mencintaiku. Jadi cobalah terima kehadiranku mulai dari sekarang.”


Rayden tidak peduli apapun yang dikatakan Zhia. Karena baginya, ini semua hanyalah awalnya saja.


Bagaimana pun juga Zhia pasti membutuhkan waktu untuk membuka hatinya.


“Kenapa kau begitu yakin bisa membuatku jatuh cinta padamu? Dan apa kau tidak marah mantan tunangannya aku permalukan seperti itu?”


Zhia secara alami mengalihkan pembicaraan mereka, dia tidak mau Rayden terus mengatakan kata-kata yang selalu menggetarkan hatinya.


“Tentu saja, karena aku adalah Rayden Cano Xavier. Lihatlah, kau bahkan sudah terpana oleh pesonaku!” ujar Rayden dengan pedenya.


Zhia tidak memperdulikan ocehan Rayden itu, sebisa mungkin dia harus menyembunyikan ekspresi wajahnya.


“Daripada marah, aku lebih mengkhawatirkan dirimu, Zhi!”


Rayden kembali melanjutkan perkataannya.


“Aku? Kenapa kau khawatir denganku?” tanya Zha dengan wajah bingungnya.


“Apa kau puas memukul dan memperlakukannya seperti itu?”


Bukannya menjawab Rayden malah langsung mengalihkan perhatian Zhia pada Grace lagi.


“Tentu saja, aku sangat puas! Bahkan jika kau tidak datang mungkin aku bisa memukulnya beberapa kali lagi.” Ujar Zhia disertai senyuman manis diwajahnya.


“Memangnya kenapa kalau aku datang?” tanya Rayden yang menjadi penasaran.


“Yah, tidak apa-apa! Aku hanya takut kau marah saja.” Sahut Zhia dengan sedikit keraguan saat mengatakannya.


“Bagaimana aku bisa marah! Aku bahkan berniat ingin menghabisinya langsung tanpa ampun. Sepertinya ini menarik, aku biarkan saja Grace hidup untuk sementara waktu. Siapa tahu Zhia ingin sedikit bermain-main dengannya.” Batin Rayden yang akhirnya berubah pikiran cara mengatasi Grace si pengganggu itu.


“Kau boleh melakukan sesuka hatimu, Zhi! Aku tidak akan marah sama sekali. Karena kau dan si kembar yang menjadi paling utama dihidupku mulai sekarang.” Ujar Rayden yang lagi-lagi membuat Zhia menjadi terpesona.


...----------------...


Akhirnya Rayden dan Zhia sampai juga di manshion. Begitu memasuki pintu utama seperti biasa mereka langsung disambut oleh para pelayan.


Tak lama kemudian, Will menyusul mereka berdua masuk kedalam.


Saat Rayden dan Zhia melewati ruang tamu, langkah mereka dihentikan oleh Noland dan juga Julia yang sedang duduk disana.


Seakan mereka tengah menunggu kedatangan Rayden dan Zhia.


“Cano! Zhi, kemari sebentar! Ada yang perlu mamah dan papah bicarakan dengan kalian!” ujar Julia yang sedang duduk manis disana dengan secangkir teh ditangannya.


“Ada apa ‘sih, Mah! Cano ingin melihat Luca dan Lucia dulu.” Sahut Rayden dengan malasnya.


“Kalian duduklah dulu! Ini sangat penting Cano.”


Noland pun memrintahkan mereka untuk duduk, raut wajahnya terlihat sangat serius.


Sepertinya memang telah terjadi hal yang sangat penting.


Rayden menyadari bahwa memang ada hal penting yang akan disampaikan oleh kedua orang tuanya itu, apalagi melihat raut wajah mereka yang terlihat sangat serius.


Rayden pun berjalan menuju salah satu sofa kosong dan duduk disana.


“Ada apa ini? Apakah sekarang sedang ada rapat keluarga dadakan? Aku ‘kan bukan bagian dari keluarga ini, jadi aku bisa pergi bukan?” batin Zhia yang merasa bingung dan aneh dengan situasi ini.


“Zhi, sedang apa kau terus berdiri disitu! Cepat duduk disebelah Cano.”


Perintah Noland yang membuyarkan pikiran Zhia.


Zhia pun menurutinya, dia duduk tepat disebelah Rayden yang telah menyilangkan kakinya dengan santainya.


“Kami sudah duduk! Jadi cepat katakan, apa yang ingin kalian bicarakan sekarang?” ujar Rayden dengan nada bicaranya yang dingin dan gaya arogannya.


Ingin sekali Noland menendang putranya itu sampai keluar angkasa.


Bagaimana bisa Rayden berbicara sedingin itu dan bersikap sangat arogan didepan orang tuanya disaat ada calon menantunya disana.


“Cano, jaga sikapmu! Atau mau mamah jewer telingamu itu sampai putus.”


Ancam Julia yang melontarkan tatapan tajamnya kearah Rayden.


Sama seperti suaminya, Julia juga tidak mau Zhia menganggap mereka tidak bisa mendidik anak dengan buruk.


Rayden bingung sendiri dengan sikap mamahnya yang berubah, biasanya mamahnya tidak akan mempermasalahkan sikapnya itu tapi sekarang malah bersikap tegas padanya.


Mata Rayden seketika tertuju pada Zhia yang duduk disampingnya, dia pun jadi mengerti dengan perubahan sikap kedua orang tuanya itu.


“Pantas saja sikapnya berubah, ternyata ingin berperan sebagi ibu dan ayah mertua yang baik!” gumam Rayden raut wajahnya berubah menjadi kesal.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Bonusnya satu bab ajh 'yah.🙏🙏😉


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚