Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Cara Menyelesaikannya?


Puas menertawakan Levi, Will pun segera melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.


Will pun memeriksa kedalam rumah itu bersama dengan beberapa anak buahnya, dia dan yang lainnya cukup terkejut melihat Evan dan Jayden yang tewas dengan sangat mengenaskan.


Evan yang mati dengan peluru bersarang dikepalanya serta Jayden dengan leher yang robek, sesaat Will teringat kembali dengan Rayna dan keluarga Sam Joseph.


Baik Rayna dan keluarga Sam Joseph juga mati dengan cara yang mengenaskan, tetapi mereka sebenarnya orang-orang yang tidak bersalah.


“Tuan, kita mau apakan mayat mereka?”


Salah satu anak buah Will pun bertanya, hingga membuat Will tersadar dari lamunannya.


“Akhh,…Aku lupa menanyakannya pada Tuan! Kalian kumpulkan saja semua korban dalam pertarungan ini dalam satu lokasi. Sementara menunggu keputusan dari Tuan lagi.” sahut Will pada para anak buahnya.


“Baik, Tuan! Akan segara kami laksanakan. Lalu bagaimana dengan sisanya yang masih hidup?”


Anak buah Will pun harus kembali bertanya lagi, kerena tidak seperti biasanya Tuannya itu tidak memberikan mereka perintah sekaligus sampai tidak ada celah untuk bertanya.


“Akhhh,….Kau benar! Ada apa denganku ini? Kalian kumpulkan saja semuanya nanti aku beri perintah tambahan!” ujar Will lagi yang menyadari bahwa pikirannya saat ini sedang sangat kacau.


“Baik, Tuan!” sahut sang anak buah itu.


Will beserta anak buahnya pun mulai mengevakuasi semua korban yang telah tidak bernyawa dan juga yang masih hidup.


Didalam rumah itu hanya ada mayat Evan dan juga Jayden, tapi diluar banyak sekali mayat yang bergelimpangan.


Yang masih hidup pun juga cukup banyak, tapi ada beberapa yang mengalami luka yang cukup parah.


Will memerintahkan para anak buahnya untuk mendahulukan anggota klan mereka terlebih dahulu, agar pihaknya tidak terlalu memakan banyak korban terutama bagi yang masih hidup dan mengalami luka yang cukup berat segera meraka larikan ke rumah sakit terdekat.


...****************...


Sementara Rayden dan yang lainnya baru saja tiba dirumah sakit, dia pun segera menggendong Zhia dan segera membawa masuk kedalam rumah sakit.


Disusul oleh Noland yang membawa Luca dan Levi yang setia menggendong Nona kecilnya.


Begitu pihak rumah sakit mengetahui kedatangan keluarga Xavier dengan tubuh penuh luka, semua staff dan dokter yang berjaga pun segera menghampiri mereka.


Tentu saja kecuali dokter yang sedang menangi pasien lain yang tidak ikut menyambut kedatangan Rayden dan yang lainnya.


Semua orang yang berada di lobi rumah sakit pun langsung tertuju ke arah mereka.


Apalagi tubuh mereka saat itu dipenuhi dengan darah, terutama Levi yang hampir sekujur tubuhnya dipenuhi dengan darah orang-orang yang telah berhasil dibunuhnya.


Tetapi semua orang mengira bahwa darah itu memang berasal dari mereka, semua orang mengira bahwa Rayden dan yang lainnya terluka parah karena mengalami kecelakaan saat berkendara.


“Tuan muda, apa yang tejadi kepada kalian semua?” ujar Direktur utama rumah sakit itu yang langsung turun tangan sendiri untuk menangani para pasien VVIP nya.


“Kalian semua cepat periksa istri serta anak-anakku!” seru Rayden dengan raut wajah yang menperrlihatkan kecemasan dan juga ketakutan yang sangat besar.


“Kalian segera siapkan bangsal untuk pasien! Dan kau siapkan beberapa kamar VVIP dan meja operasi jikalau penangan itu nanti diperlukan.”


Lanjutnya lagi yang langsung siap siaga layaknya dokter professional.


“Baik, Dok!” sahut para perawat yang tadi ditunjuk oleh Direktur itu.


“Kau cepat hubungi Dr. Ian dan juga Dr. Jack, katakana bahwa rumah sakit kedatangan pasien darurat.”


Direktur utama rumah sakit itu langsung menunjuk kearah staff Administrasi yang berjaga dan memerintahkan untuk menghubungi dokter terbaik yang dimiliki rumah sakit itu.


Salah satunya adalah Dr. Ian yaitu dokter yang memang ditunjuk secara langsung sebagai dokter pribadi keluarga Xavier.


Mereka pun segera melakukan apa yang diperintahkan, tiga orang perawat langsung bergegas pergi dan dalam beberapa menit datang kembali dengan membawa bangsal pasien.


“Tuan, silahkan baringkan pasien! Kami akan segera memeriksa keadaannya.” ujar sang Direktur dengan sangat sopan.


Baik Rayden , Noland dan Levi pun segera membaringkan orang yang mereka bawa dengan sangat hati-hati.


Setelah Zhia dan si kembar dibaringkan diatas bangsal, Direktur utama itu pun segera melakukan tugasnya.


Dia memeriksa keadaan Zhia dan si kembar dengan sederhana, setidaknya dengan melakukan itu dia bisa mengetahui mana dari ketiga pasien itu yang harus dia utamakan.


Perawat yang bertugas mengatur ruangan pun dengan cepat kembali dan melaporkan bahwa tugasnya telah selesai dia kerjakan.


“Dok, Dr. Ian akan tiba dirumah sakit dalam waktu kurang lebih 5 menit lagi, karena beliau memang sedang menuju kemari untuk bertugas. Sedangkan untuk Dr. Jack memerlukan waktu yang cukup lama, sebab dia sedang berlibur diluar kota.”


Staff Administrasi yang diperintahkan untuk menghubungi Dr. Ian dan Juga Dr. Jack pun datang, lalau memberikan informasi yang dia dapat setelah menghubungi kedua dokter itu.


“Segera bawa pasien ini keruang perawatan mereka! Dan juga segera pasangkan alat bantu pernafasan serta infusnya.”


Perintah sang Direktur utama yang menyuruh beberapa perawatnya untuk membawa Zhia keruang perawatan yang sudah mereka siapkan.


“Baik, Dok!” sahut para perawat itu dan segera membawa Zhia keruang perawatannya.


“Tuan, untuk anak kembar anda bolehkah kami menempatkan pada satu ruangan saja. Mereka akan ditangani oleh Dr. Ian yang beberapa menit lagi kan tiba, sedangkan aku akan menangani Nyonya muda Arzhia. Sebab luka yang dialami Nyonya muda lebih parah dibandingkan dengan kedua anak kembar anda. Nyonya muda harus segera mendapatkan perawatan kalau tidak akibatnya kan cukup fatal!”


Sang Direktur menjelaskan kondisi Zhia walaupun yang dia lakukan hanya pemeriksaan sederhana, tapi itu memudahkannya untuk mengambil keputusan penting.


“Terserah dokter saja! Yang terpenting mereka mendapatkan perawatan yang terbaik. Karena aku tidak mau hal buruk terjadi pada istri serta kedua anak kembarku.” ujar Rayden yang hanya bisa mempercayakan keselamatan Zhia dan si kembar pada tangan dokter yang akan merawat mereka nantinya.


“Terima kasih atas kepercayaan anda Tuan!” sahut Direktur utama itu seraya membungkuk pada Rayden dan Noland.


“Kalian bawa juga pasien ini dan tempatkan pada satu ruangan yang sama! Untukmu, begitu Dr. Ian datang katakan padanya untuk segera menangi kedua pasien ini.”


Sang Direktur utama kembali memberikan perintahnya.


“Baik, Dok!” sahut para perawat itu.


Luca dan Lucia pun dibawa keruangan yang sama dan tepat bersebelahan dengan kamar rawat Zhia.


Direktur utama langsung saja menangani Zhia, mengobati luka luar yang ada ditubuhnya dan memeriksa kondisinya secara keseluruhan dengan menggunakan alat-alat medis.


Tidak lama kemudian, Dr. Ian pun datang dan segera menangi si kembar.


Sesaat Dr. Ian menatap tajam pada Noland dan Rayden, karena dari penampilan mereka sekarang terlihat jelas bahwa mereka terlibat lagi dengan dunia mafia.


Rayden, Noland dan Levi hanya bisa menunggu sampai para dokter itu selesai memeriksa dan mengobati Zhia setra si kembar.


Mereka terlihat sangat khawatir, takut sesuatu yang buruk terjadi pada Zhia dan Sikembar. Jika memegang tangan mereka sudah pasti akan terasa sangat dingin bagaikan Es, mereka sangat takut sampai tidak bisa berkata apapun lagi.


“Tuan, Will mengirim pesan padaku! Dia bertanya apa yang harus dia lakukan dengan mayat Evan dan yang lainnya, lalau bagaimana dengan sisa anggota Klan Tiger Dark yang masih hidup? Apakah kita perlu memusnahkan semuanya?” ujar Levi yang memecah keheningan diantara mereka bertiga.


Namun Rayden hanya diam menatap Levi dan Noland secara bergantian, dia pun bingung keputusan apa lagi yang harus diambilnya sekarang.


Sesungguhnya Rayden ingin sekali membuang mayat Evan dan Jayden hingga tidak bisa ditemukan selamanya, tapi entah kenapa hatinya ragu untuk mengatakan itu.


“Cano, kini semuanya sudah selesai! Biarkan pihak berwajib yang menanganinya. Papah tahu kau sangat membencinya, tapi keputusan yang diambil dari rasa benci akan melahirkan kebencian yang lainnya lagi. Jadi lupakan saja semuanya dan mulai dengan lembaran baru lagi!” ujar Noland yang tak ingin putra terjerumus pada masalah yang sama untuk kedua kalinya.


Lagi-lagi Rayden hanya diam, tapi dalam diamnya dia memikirkan perkataan papahnya barusan.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚