Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Kembali


“Jangan, Zhi!” seru Rayden yang mengehentikan Zhia dengan cepat saat akan meraih kotak bingkisan itu.


“Kenapa? Apa kau sudah membukanya? Apa isinya?” tanya Zhia tanpa merasa curiga sedikitpun mengenai isinya, dia juga tidak menyadari kepanikan diwajah Rayden dan juga Will terhadap kotak bingkisan itu.


“Iya, aku sudah membukanya tadi dan isinya hanyalah barang biasa tidak ada yang special. Aku bahkan bisa membeli yang llebih bagus dari ini. Iya ‘kan, Will?”


Rayden pun memanfaatkan kepolosan istrinya itu untuk berbohong.


“Benarkah?”


Zhia mencoba memastikan langsung pada Will.


“Iya, Nyonya! Saya akan segera membawanya bersama saya!” sahut Will, dengan cepat dia mengambil kotak bingkisan itu ditangannya.


“Kalau sudah selesai, cepat pergi sana!” ujar Rayden memberi isyarat untuk Will segera meninggalkan mereka.


“Baik, Tuan muda! Kalau begitu saya pamit undur diri sekarang.”


Will langsung mengerti isyarat yang diberikan oleh Tuannya. Will pun segera mengambil langkah seribu untuk meninggalkan tempat itu sperti sedang melihat hantu saja sembari membawa bingkisan itu.


“Will, kenapa? Kenapa dia berlari seperti itu? Apa aku sangat menakutkan?”


Zhia menjadi kebingungan sendirin melihat tingkah Will itu, dia menatap Rayden meminta penjelasan mengapa Will bersikap seperti itu saat melihatnya.


“Sudahlah, Jangan pikirkan dia lagi! Dari lahir memang kelakuannya sudah aneh!” ujar Rayden yang segera mengalihkan Zhia.


“Ayo, kita masuk kedalam lagi! Sebentar lagi pelayan pasti akan mengantar sarapannya!”


Rayden pun langsung mengajak Zhia untuk kembali masuk kedalam kamar. Zhia pun kembali masuk kedalam kamar bersama dengan Rayden, tidak lama kemudian sarapan mereka diantarkan.


Sesuai rencana yang dikatakan sebelumnya, seharian ini Rayden dan Zhia hanya menghabiskan waktu berdua didalam kamar saja.


...****************...


Berbeda dengan Evan, Jayden beserta anak buahnya sedang menyusun rencana baru sembari melancarkan serangan yang sudah lama mereka siapkan.


Sementara, Jaydon yang mendapatkan luka yang sangat serius akibat pertarungannya dengan Levi semalam.


Sekarang Jaydon sedang mendapatkan perawatan intensive dari dokter kepercayaan Evan diruamah pribadinya.


“Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Evan ketika melihat Jayden dan beberapa dokter baru saja keluar dari kamar Jaydon.


“Luka Tuan Jaydon sangat parah! Ada beberapa luka tusukan yang cukup dalam dibeberapa bagian tubuh vitalnya. Bisa dikatakan Tuan Jaydon saat ini sedang dalam kondisi koma, karena tidak mendapat penanganan medis dengan cepat!”


Sang Dokter utama yang merawat Jaydon pun menjelaskan sesuai hasil pemeriksaan yang dia lakukan.


Sementara, beberapa dokter pendamping hanya diam saja sembari menundukkan kepala mereka karena takut menatap mata Evan.


“Apakah lukanya separah itu?” ujar Evan lagi memastikan.


“Iya, Tuan! Tuan Jaydon masih bisa bertahan hidup sampai sekarang saja sudah merupakan sebuah keajaiban didunia medis, mengingat beberapa bagian vitalnya juga mengalami luka parah!” jelas sang dokter lagi.


Jayden hanya bisa diam sembari menahan amarahnya , begitu mendengar penjelasan dari sang dokter mengenai kondisi kakaknya.


Didalam hatinya, sekarang sudah dipenuhi dengan dendam kepada klan BlackSky terutama Levi yang telah membuat kakaknya sampai terluka parah seperti ini.


Evan menyadari kemarahan Jayden, dia pun menyuruh para dokter untuk pergi dari hadapannya dengan berkata “Kalian boleh pergi sekarang!”


“Baik, Tuan! Kami permisi undur diri.”


Para dokter itu pun segera membungkuk memberi hormat dan setelah itu meninggalkan Evan dengan Jayden sendirian disana.


Setelah kepergian para dokter, Evan pun berjalan menghampiri Jayden untuk menghiburnya.


“Jay, berhentilah terpuruk seperti ini! Kita baru saja memulainya, kita tidak tahu bahwa kemampuan bocah bernama Levi itu sangatlah hebat. Jadi ini bukan salahmu ataupun salah Jaydon, semua ini salah keluarga Xavier dan Si Levi itu!” ujar Evan yang mencoa menghibur dan memberi semangat pada jayden, tapi lebih tepat untuk dikatakan sebagai provokasi dibandingkan dengan menghiburnya.


“Evan kau tahu ‘kan kalau Jaydon adalah satu-satunya keluarga yang tersisa yang aku miliki didunia ini, setelah hari itu! Dan sekarang Jaydon terbaring koma karena ulah keluarga itu juga, bagaimana caranya agar aku bisa membalas perbuatannya!” seru Jayden yang tidak terima meilhat kondisi kakaknya yang terbaring koma.


“Gunakan Zhia dan si kembar! Cano tidak akan bisa berkutik, jika kita berhasil mendapatkan mereka bertiga sebagai tawanan kita!”


Evan pun memberikan pendapatnya yang merupakan rencana utamanya memanfaat kepercayaan Zhia dan si kembar padanya untuk membuat Rayden bertekuk lutut dihadapannya.


“Apa kau yakin bisa menggunakan Zhia dan si bocah kembar itu untuk membuat Cano bertekuk lutut pada kita. Mereka ‘kan baru saja bertemu beberapa minggu dan menikah kemarin. Apa kau yakin Cano bersedia mengorbankan nyawa demi orang yang baru memulai hubungan dengan Zhia dan si kembar?”


“Kau pikir selama aku datang kesini, aku hanya untuk berjalan-jalan saja! Aku mendekati musuh dan memeprhatikan setiap situasi yang akan menguntungkan diriku kedepannya. Aku memperhatikan setiap perlakuan Cano terhadap Zhia dan Si kembar dengan orang lain. Aku sangat yakin didalam hidup Cano yang paling penting dalam mereka bertiga!”


Evan menjelaskan pada Jayden semua penilaiannya terhadap hubungan Cano dengan Zhia dan si kembar selama ini.


Bukan hanya itu saja, Evan juga mengamati bahwa kelemahan semua orang dikeluarga Xavier adalah Zhia dan Si kembar.


“Kali ini keberuntungan berada di pihak kita! Karena keluarga Xavier tidak mengetahui bahwa kita ‘lah yang dulu dia buru mati-matian dan Zhia serta si kembar sangat percaya bahwa kita adalah orang yang baik yang tidak akan pernah melukai mereka.”


Lanjut Evan yang menceritakan situasi pihak mereka sedang sangat diuntungkan saat ini.


“Maksudmu kita bisa terus menyerang mereka kapan pun tanpa diketahui, tapi mereka tidak bisa menyerang kita karena mengira kita selalu dipihak mereka begitu?”


Perlahan Jayden mulai mengerti apa yang dimaksud setiap yang Evan katakan.


“Tepat sekali! Saat ini aku ingin memanfaatkan hubungan Cano dan Zhia dengan menggunakan mantan tunangan Cano!” ujar Evan disertai senyum iblisnya.


“Tapi bukankah mereka sekarang sedang melakukan bulan madu disebuah pulau? Bagaimana kau akan melakukan rencana itu?”


Jayden sudah mengerti memanfaatkan seperti apa yang akan dilakukan Evan, tapi yang tidak dia mengerti adalah kapan Evan akan melancarkan aksinya itu.


“Aku tahu, kita akan menunggu mereka kembali!” sahut Evan dengan ekspresi tak terbaca.


“Jadi, kau akan membiarkan Cano berbahagia untuk sementara sebelum kau mendatangkan badai begitu? Waahh,… Rencanamu sungguh sangat matang, Evan!” ujar Jayden yang memuji kepintaran Evan dalam meyusun rencana yang sangat licik seperti barusan.


“Tidak! Aku tidak akan membiarkannya merasa bahagia dimana pun mereka berada!” sahut Evan yang menyanggah perkataan Jayden dengan cepat.


“Maksudmu?” Jayden semakin dibuat penasarang dengan setiap rencana Evan.


“Aku mengirim seseorang untuk meneror Cano dengan menggunakan kejadian masalalu dan juga foto-foto gadis itu sebagai permulaan! Karena aku sudah kembali, maka tidak akan ada satu hari pun yang tenang untuk dirinya.”


Evan terlihat sangat puas hanya dengan membayangkan bagaimana reaksi Rayden setiap melihat bingkisan yang dia kirimkan.


Mungkin marah, takut, dendam, khawatir dan menangis sudah pasti Rayden akan mendapatkan semua rasa itu begitu melihat semua hadiahnya.


“Kau menggunakan foto-foto adik kembar Cano?” Jayden mencoba memastikannya.


“Iya, aku menggunakannya! Semua ini berawal darinya dan aku ingin mengakhiri dengan menggunakan dia juga!” sahut Evan terlihat sedikit menyunggingkan senyumannya.


“Tuan gawat! Ada masalah besar, markas 5 sedang diserang oleh klan BlackSky yang langsung di pimpin oleh Tuan Levi!”


Disela pembicaraan Evan dan Jayden, tiba-tiba salah satu anak buah Evan datang dengan membawa kabar yang sangat buruk, tapi baik untuk Jayden karena kesempatan untuk balas dendamnya pada Levi dating jauh lebih cepat dari perkiraannya.


“Evan, untuk yang satu ini biar aku saja yang mengurusnya!” ujar Jayden dengan kenyakinan penuh.


“Baiklah, tutupi identitasmu saat berhadapan dengannya! Karena sangat berpengaruh untuk rencana kita selanjutnya.”


Evan pun mengijinkan, tapi dengan satu syarat yang harus benar-benar Jayden penuhi yaitu menyembunyikan identitasnya.


Bersambung........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚