
“Jangan berbeli-belit! Cepat katakan saja bagaimana keadaan anak-anakku.” Seru Rayden memperingatkan Dr. Ian agar tidak bermain-main dengannya lagi.
"Kau memang sangat sulit diajak bercanda 'yah, Cano!" ujar Dr. Ian pada Rayden.
“Mereka baik-baik saja! Mereka demam karena shock terhadap sesuatu seperti rasa ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu. Mereka masih kecil, Cano! Kau tidak boleh menakuti anak kecil sampai seperti ini.”
Dr. Ian tahu persis batas dirinya bisa menggoda seorang Rayden.
“Syukurlah! Terima kasih, Tuhan!”
Zhia terlihat sangat lega begitu mengetahui anak kembarnya saat ini sudah baik-baik saja. Rayden pun tampak menghela nafas dengan leganya.
“Berikan obat ini pada mereka, obat itu untuk menurunkan demamnya! Dan berikan suasana yang nyaman dan aman untuk sementara waktu pada mereka, itu obat yang paling manjur untuk kesehatan jiwa mereka."
Dr. Ian melanjutkan perkataannya sembari menyerahkan sebotol obat pada Rayden, dia juga memberikan sebuah saran yang sangat membantu kedua anak kembar itu agar kondisinya lebih baik.
Zhia dan Rayden saling menatap, mereka saling menyadari kesalahan masing-masing. Zhia sadar bahwa dirinya terlalu egois dengan memaksa kedua anak kembarnya itu pergi jauh dari sisi papahnya.
Sedangkan Rayden menyadari bahwa dirinya telah melibatkan Zhia beserta anak kembarnya kedalam bahaya.
“Jika sudah tidak ada pertanyaan lagi. Aku pamit undur diri sekarang!”
Dr. Ian pun membereskan semua peralatan yang dia bawa dan beranjak dari ranjang si kembar.
“Terima kasih banyak, Dok! Atas bantuan anda!”
Zhia segera membungkukkan tubuhnya memberi hormat dan mengucapkan terima kasih dengan setulus hatinya.
“Sama-sama, Nyonya! Saya akan setia menunggu undangan dari kalian.” Ujar Dr. Ian yang kemudian keluar dari kamar itu sambil tersenyum.
“Kalian pergilah!”
Rayden pun mengusir semua pelayan yang berada didalam kamar itu, hingga kini hanya tersisa Zhia, dirinya dan juga si kembar yang terbaring diatas ranjang.
Zhia berjalan perlahan menghampiri kedua anak kembarnya dengan deraian airmata yang membasahi wajahnya.
Rayden pun mengikuti Zhia, hatinya terasa sangat sakit melihat kedua anak kembarnya yang biasa terlihat sangat ceria tiba-tiba saja menjadi tidak berdaya seperti dan lagi-lagi dia membuat wanita itu menangis lagi didepannya.
“Zhi, maafkan aku! Seharusnya aku tidak meninggalkan dirimu dan si kembar.” Ujar Rayden dengan penuh rasa penyesalan.
“Ini bukan salahmu! Meskipun kau tidak pergi, pasti aku yang akan mengusirmu untuk pergi.”
Zhia tidak ingin menyalahkan siapa pun saat ini.
“Jika ada yang perlu disalahkan, maka akulah orangnya!” lanjut Zhia, hatinya terasa sangat sesak saat melihat wajah pucat kedua anak kembarnya itu.
“Kau benar, Zhi! Kau adalah ibu yang buruk, begitu juga dengan diriku. Aku ayah yang sangat buruk bagi si kembar. Kita berdua orang tua yang terburuk didunia ini.”
Zhia pun langsung menatap Rayden dengan lekatnya, dia sadar perkataan Rayden ada benarnya mereka berdua adalah orangtua yang buruk bagi Luca dan Lucia.
“Karena itulah, Zhi! Ayo, kita perbaiki semuanya. Cobalah untuk menerima kehadiranku didalam hidupmu, meskipun membutuhkan banyak waktu. Aku akan setia menunggunya, Zhi!” ujar Rayden lagi berusaha untuk membujuk Zhia lagi, berharap wanita itu sedikit membuka hati untuknya.
“Baiklah, Ayo kita perbaiki semua ini bersama-sama.” Ujar Zhia yang ternyata mau belajar membuka hatinya untuk Rayden, walaupun hanya demi anak kembarnya saja.
Betapa bahagianya Rayden saat itu, dia segera berlutut dikaki Zhia seraya menggenggam erat tangan wanitanya itu.
“Benarkah, Zhi! Kau mau memberiku kesempatan untuk memperbaikinya?” ujar Rayden mencoba memastikan bahwa dirinya tidak sedang menghalu. Zhia hanya mengangguk pelan dengan senyuman tipis diwajahnya.
Brrraaakkk,…………………
Suara pintu yang dibuka secara tiba-tiba dan sangat kasar terdengar sangat keras didalam kamar itu. Bahkan Rayden dan Zhia sangat kaget dibuatnya, beruntung si kembar tidak terganggu tidurnya.
“Dimana cucu kesayangan, Grandpa? Bagaimana kondisinya sekarang? Sebenarnya apa yang Cano lakukan sampi cucuku jatuh sakit? Dimana kamu, Cano!”
Seru Noland begitu memasuki kamar itu, dia terus saja melontarkan berbagai pertanyaan mengenai cucu kesayangannya.
“Cano disini, Pah! Ada apa?”
Rayden pun berjalan mendekati papahnya dengan gaya coolnya.
“Ya ampun! Cucu tersayang Grandma.”
Julia langsung berlari kecil menghampiri Luca dan Lucia yang masih terbaring diatas kasurnya, airmatanya mulai berjatuhan.
“Cano, kau ikut papah sekarang!” ujar Noland pada putranya, dia pun keluar lagi dari kamar itu menuju keruang kerja Rayden.
Rayden pun tanpa berkata apapun langsung mengikutinya. Namun, saat melewati pintu Rayden melihat Will yang sedang menunggunya disana.
“Will, ikutlah!” perintah Rayden dengan nada dingin khas miliknya.
“Baik, Tuan!”
Will pun segera mengikuti Rayden sesuai dengan perintah.
“Zhi, apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah tadi siang mereka baik-baik saja, tapi kenapa sekarang malah jatuh sakit?”
Julia dengan berlinang airmata meminta penjelasan pada Zhia sebagai mamahnya.
“Mereka demam karena shock yang diakibatkan dari rasa ketakutan yang berlebihan. Tadi saat diperjalanan, kami diserang segerombolan orang jahat!”
Zhia pun menjelaskan apa yang terjadi, tetapi dia tidak menceritakan tentang rencana kaburnya yang berhsail digagalkan oleh Rayden.
“Apa?! Tapi kalian baik-baik saja ‘kan? Tidak ada yang terluka, bukan? Cano melindungi kalian ‘kan?”
Julia menjadi sangat panik, dia berusaha memastikan tubuh Zhia dan si kembar bahwa menantu dan cucu kesayangannya itu tidak mendapat luka sedikitpun.
“Kami baik-baik saja, Nyonya! Tuan Xavier terus melindungi kami dengan baik.” Ujar Zhia yang tanpa sadar memanggil Julia dengan sebutan ‘Nyonya’ lagi dan sebutan ‘Tuan’ untuk Rayden.
“Sampai kapan kau akan menganggap kami sebagai orang asing, Zhi!”
“Maaf, aku belum terbiasa untuk itu!” ucap Zhia yang merasa bersalah pada Julia.
“Tidak apa-apa! Cobalah terbiasa mulai sekarang. Okay, sayang?”
Secercah senyuman pun terukir diwajah cantik Julia.
“I-iya, Mah!”
Perasaan canggung, malu dan hangat seketika memenuhi hati Zhia.
Ini pertama kalinya bagi Zhia, memanggil seseorang sebagai mamahnya mengingat dirinya yang hanya seorang anak yatim piatu tanpa mengetahui siapa kedua orang tuanya.
Sementara disisi lain, Pria misterius itu tengah mengamuk karena rencananya yang gagal total.
Beberapa anak buah terbaiknya tewas ditempat kejadian dan sebagian lagi berhasil ditangkap oleh Levi serta pasukannya.
Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Rayden dapat menangani dengan mudahnya serangan dadakan yang telah dia rencanakan dengan sempurna.
Brakkk,…..Prangggg,…………………….
Ruangan yang tadinya tertata rapi, kini sudah bagaikan kapal pecah.
Pecahan kaca ada dimana-mana dan barang-barang berserakan.
Suara teriakan , amukan dan umpatan Pria misterius itu terdengar memenuhi ruangan.
“Aaakkkhhhh,…Dasar sialan! Bodoh, sangat tidak becus! Kalian semua dasar manusia tolol.” Teriak pria misterius itu dengan frustasi.
“Ma-ma-maafkan kami, Tuan! Kami sungguh tidak tahu bahwa Tuan Cano sudah membuat jebakan ditempat itu.”
Salah satu anak buah pria misterius itu menjawabnya dengan penuh rasa takut.
“Itu karena kalian saja yang terlalu bodoh! Kenapa kalian tidak langsung menyerang atau memasang jebakan dipintu keluar bandara. Gunakan otak kalian itu atau kalian ingin otak kalian dijadikan makanan penutup bagi si Comel, Hah!”
Pria misterius itu terus saja berteriak dan memaki anak buahnya tanpa ampun. Dan mengenai Si Comel adalah sejenis Leopard hitam, hewan peliharaan pria misterius itu.
“Sudahlah! Itu bukan salah mereka sepenuhnya. Kau tahu sendiri, bukan? Betapa liciknya Cano itu ditambah lagi dengan adanya dua cecunguk yang selalu berada disisinya itu.”
Seorang pria pun mencoba menghentikan aksi pria misterius itu yang terus menggila.
“Diamlah kau, Jay! Kalau tidak bisa membantu.” Seru Pria misterius itu dengan tatapan membunuhnya.
“Percuma kau melakukan ini. Rencanamu sudah gagal ‘yah gagal saja untuk apa harus diributkan seperti ini? Bukankah kau masih punya banyak kesempatan untuk melakukannya lagi?” ujar pria bernama Jay itu memberitahu sesuatu yang paling penting untuk dimanfaatkan.
Jaydon merupakan tangan kanan pria misterius itu. Dia yang menjadi ketua klan boneka demi untuk menyembunyikan identitas ketua klan Tiger Drak yang asli. Pria misterius itulah ketua klan Tiger Dark yang asli.
“Kau benar juga, Jay! Apa kau punya rencana bagus?”
Amarah Pria misterius itu pun mulai sedikit mereda.
“Kalin semua pergilah!” perintah Jay pada anak buah yang menjadi pelampiasan kemarahan Pria misterius itu tadi.
“Ba-baik, Tuan!”
Mereka semua pun segera pergi dari neraka itu secepat mungkin.
“Bagaimana kalau kau ajak kedua anak kembar itu bermain-main denganku? Mungkin akan sangat mengasyikkan, bukankah mereka juga sangat lucu?”
Jay dengan senyuman jahatnya menyarankan sebuah ide yang membuat pria misterius itu merasa sangat puas.
“Bagus juga idemu? Aku akan mengundang mereka untuk berkunjung secepatnya! Hahahaa,…” ujar Pria misterius itu yang tertawa senang hanya untuk membayangkannya saja.
“Kalau begitu cepat pulang sana! Karena aku harus membereskan rumahku yang kau hancurkan ini!” usir Jay pada pria misterius itu tanpa ada rasa takut sedikitpun.
“Beli saja rumah yang baru, itu lebih efisien dari pada membereskan tempat ini!” sahut pria misterius itu tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
“Percuma aku membeli rumah baru, kau pasti akan datang untuk merusaknya lagi!” sahut Jay dengan wajah kesalnya.
“Baiklah aku pergi sekarang! ” ujar Pria misterius itu yang langsung berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
"Ouh, yah! Lain kali perbanyak dekorasi yang terbuat dari kaca agar terasa semakin meriah saat aku menghancurkannya!"
Saran dari pria misterius itu sebelum benar-benar keluar dari rumah itu.
"Sialan kau! Pergi ke neraka saja sana!" teriak Jay sembari melemparkan sebuah bantal sofa pada pria misterius itu.
Sementara Jay memanggil beberapa orang untuk membersihkan dan memperbaiki rumahnya yang seperti kapal pecah itu, dia sendiri pergi mencari hotel untuk menginap disana sampai rumahnya beres kembali.
Bersambung.............
Hay, kak!😄😄😄
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚