
“Bagus apanya? Setelah ini papah dan mamah pasti akan menghukumku, entah dengan Grandpa dan Grandma! Dengan tidak adanya berita tentang Tante Rayna sudah membuktikan bahwa seharunya kakak tidak melakukan hal ini. Karena dengan kakak melakukan hal ini, maka Tante Rayna akan menjadi bahan pembicaraan orang diseluruh dunia.” jelas Luca yang sebenarnya sangat ragu melakukan hal barusan terutama mengenai Rayna.
“Jika kakak tahu akan mendapat hukuman, kenapa kakak masih saja melakukannya? Bukankah kakak bisa tidak mengirimkan tentang kematian Tante Rayna, tapi tetap membuat paman Evan dicap sebagai penjahatnya?” ujar Lucia yang tidak mengerti dengan pemikiran sang kakak.
Sudah tahu akan mendapat hukuman jika melibatkan Rayna, tapi kenapa Luca masih saja melakukannya.
“Entahlah, kakak pun tidak tahu kenapa? Hanya saja, kakak tidak ingin Tante Rayna dilupakan oleh semua orang. Entah kenapa kakak ingin Tante Rayna dikenang oleh semua orang sebagai putri keluarga Xavier dan sebagai adik dari papah serta sebagai Tante dari Luca serta Lucia. Hanya itu saja alasannya!”
Luca kembali menjelaskan tentang alasannya tetap mengirim tentang bukti pembunuhan Rayna, padahal jelas-jelas dia sudah mengetahu resikonya.
“Kakak memang yang terbaik! Diantara kakak terbaik yang ada didunia ini!” Puji Lucia yang langsung memeluk kakaknya dnegan gemasnya.
“Siapa dulu! ‘Kan kakaknya Luci!” sahut Luca yang membalas pelukan sang adik.
Sesaat Luca memikirkan tentang alasan semua orang mengubur dalam-dalam mengenai adik kembar sang papah, tetapi entah kenapa Luca tidak bisa membiarkan Tantenya dilupakan oleh semua orang.
Kematian tragis Rayna memang kenangan yang sangat menyakitakan untuk keluarga besar Xavier, beberapa waktu pasti akan muncul berita mengenai kematiannya.
Akan tetapi, Luca tidak akan membiarkan berita tentang kesedihan it uterus mencul. Luca akan mencari waktu yang tepat untuk menciptakan kenangan terindah dan terbaik tentang Tante yang tidak pernah ditemuinya itu.
“Mulai hari ini Luci akan terus mengawasi paman Will!” ujar Lucia secara tiba-tiba hingga membuat Luca terkejut dibuatnya.
“Kenapa kau harus mengawasi paman Will?” tanya Luca yang menjadi penasaran dengan rencana adik kembarnya itu.
“Tentu saja untuk mengetahui keberadaan mamah, kak!” Lucia langsung menjawab dengan wajah polosnya.
“Tidak perlu sampai seperti itu. Besok pasti Grandpa dan Paman Will pasti akan menemui kita berdua, karena ulah kakak barusan. Untuk menemukan mamah itu masalah mudah, kakak akan melakukannya untukmu! Kak Luca akan mencari tempat yang dimaksud oleh paman Will dan Grandpa tadi!” ujar Luca yang sebenarnya tidak menginginkan mereka terjun langsung untuk melawan para musuh papahnya.
Seperti yang sudah papahnya katakan, bahwa mereka boleh membantu tapi tidak secara langsung. Kerena masih terlalu berbahaya bagi anak kecil seperti mereka.
Meskipun memang benar kemampuan Lucia tidak bisa diremahkan, tapi tetap saja itu berbahaya bagi mereka.
“Kakak memang yang terbaik! Kali ini papah harus bisa menyelamatkan mamah, kalau tidak setelah Luci menghajar paman Evan habis-habisan! Luci pasti akan menghajar papah, salah siapa mau saja dipermainkan oleh orang seperti paman Evan!”
Lucia menggerutu tidak jelas, tapi perilaku Lucia malah membuat Luca tersenyum saat melihatnya.
Begitu menggemaskan dan sangat lucu, meskipun Luca tidak mengerti apa yang sedang adik kembarnya itu bicarakan pada dirinya sendiri.
Luca hanya mendengar bahwa dia adalah kakak yang terbaik, setelah itu dia tidak mendengarkan perkataan Lucia yang selanjutnya.
“Sudah, ayo pergi tidur! Besok kakak harus bersiap menghadapi masalah yang kakak buat sendiri!” ujar Luca yang mengajak adiknya untuk pergi tidur.
Ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama untuk Luca melakukan peretasan seperti itu, tapi itu sebanding dnegan hasilnya nanti.
...****************...
Pagi harinya, Noland dan Will tergesa-gesa datang kekamar si kembar dengan raut wajah terkejut mereka.
Bahkan Noland berteriak sangat keras hingga membangunkan Luca dan Lucia masih terlelap di alam mimpi mereka.
Tepat sekali, berita tentang bangkrutnya perusahaan Evan menjadi topik utama diseluruh media social dan juga saluran televisi yang ada didunia.
Terutama mengenai kebocoran data yang mengakibatkan kerugian ratusan triliun dollar dan tentu saja Will dan Noland bisa langgsung tahu siapan pelakunya.
“LUCA!!! LUCIA!!!!” teriak Noland dan Will secara bersamaan.
“Luca beritahu Grandpa sekarang juga! Apakah benar kau yang melakukan pembocoran data pada Qhelfin Group semalam?” seru Noland bahkan sebelum Luca membuka matanya dengan sempurna.
Bahkan Noland dan Will langsung mendudukan tubuh Luca yang masih belum sepenuhnya sadar dari alam mimpinya.
“Hmmm?”
Luca hanya menanggapinya dengan dehaman saja, sebab dia masih sangat mengantuk itu.
Nolanda masih berusaha menyadarkan Luca dari alam mimpinya.
“Benar, Tuan kecil! Saya juga ingin mengetahui bagaimana bisa Tuan kecil bmengahncurkan perusahan sseperti Qhelfin dalam waktu semalam saja!”
Will pun ikut menjadi tidak sabaran ingin segera mengetahui sebenarnya apa yang telah terjadi.
“Grandpa, bisakah biarkan kami tidur sedikit lama lagi! Luci masih sangat mengantuk, kak Luca juga pasti merasakan hal sama. Jadi bisakah kalian berdua berhenti sekarang dan pergi dari sini! Atau Luci yang akan melakukannya sendiri, dengan cara Luci sendiri tentunya!” teriak Lucia yang merasa terganggu dengan kehadiran Will dan Grandpanya disana.
Baik Noland maupun Will pun langsung terdiam mendengar ancaman dari Lucia, meskipun Lucia masih kecil tetapi hanya dengan mendengar dari anada bicaranya saja dan melihat caranya dia menatap mereka.
Will dan Noland sudah sangat tahu bahwa saat ini Lucia sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun.
“Grandpa, pergilah dulu! Luca juga masih ingin tidur sebentar lagi, bertanyanya nanti saja ‘yah!!”
Luca pun membuka suaranya, kemudian dia membaringkan tubuhnya lagi yang memang masih sangat mengantuk.
“Tuan, lebih baik kita dengarkan saja Tuan dan Nona kecil! Apalagi melihat Nona kecil yang sudah terlihat sangat marah itu. Dibandingkan kemarahan anada dan Tuan muda,menurutku kemarahan Nona kecil lebih menyeramkan!” ujar Will yang tidak mau lagi mengganggu tidur Nona kecilnya itu.
“Iya, Will! Sepertinya kau memang benar, lebih baik kita biarkan mereka tidur sebentar lagi saja. Ayo, kita keluar sekarang!”
Noland pun langsung sependapat dengan Will, apalagi saat matanya tidak sengaja saling bertatapan dengan cucu perempuannya.
Tatapannya sungguh menankutkan bahkan melebihi tatapan Julia saat sedang marah padanya.
“Iya, Ayo kita segera keluar!” sahut Will yang berjalan keluar lebih dahulu disusul oleh Noland dielakangnya.
Begitu keluar dari kamar Luca, Noland langsung saja dihampiri oleh kepala pelayan yang bertanggung jawab atas mansion milik Rayden itu. Kepala pelayan itu memberitahukan hal yang sangat mengejutkan kepadanya.
“Selamat Pagi, Tuan besar dan Tuan Will!” sapa kepala pelayan itu sembari membungkuk memberi hormat memang sudah menjadi kewajiban bagi para pelayan yang bekerja di kediaman keluarga Xavier.
“Selamat pagi juga, Tuan Edmon!” sapa Will balik yang juga memberi hormat pada kepala keluarga kepercayaan dari Tuan mudanya itu.
“Hmmm,… Apa ada yang kau sampaikan padaku?” ujar Noland yang seperti biasanya langsung mengerti setiap kali kepala pelayan kepercayaan putra itu pasti ada sesuatu hal penting yang akan disampaikan padanya.
“Tuan, beberapa menit yang lalu ada pihak dari FBI yang menghubungi mansion ini. Dan mereka meminta anda untuk menjawab beberapa pertanyaan dari mereka terkait dengan kasus pembunuhan Nona muda! Bukan pihak FBI saja, tapi pihak dari ICC dan Interpol juga ingin menanyakan hal sama, Tuan!”
Sang kepala pelayan menyampaikan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pihak FBI padanya.
Terlihat jelas diraut wajah Noland bahwa dia terkejut saat tahu bahwa FBI mengetahui tentang kematian Rayna, padahal selama ini dia dan Rayden sudah menutupi kasus itu sampai pihak polisi dinegara A tidak bisa ikut campur.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚