Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Double L, Sang Detektiv!


“Uang papah sudah sangat banyak, sayang!” ujar Rayden yang tersenyum melihat tingkah putri kecilnya itu.


“Papah, tenang saja! Biar kami yang menjaga dan merawat mamah disini!” ujar Luca dengan penuh percaya diri.


“Iya, sayang! Papah percaya ‘kok, kalian berdua pasti bisa menjaga mamah dengan baik! Kalau begitu papah pergi sekarang ’yah” pamit Rayden sembari mencium pipi chubby Luka dan Lucia secara bergantian.


“Aku berangkat kerja dulu, Zhi!” Kemudian, Rayden beralih berpamitan pada istrinya yang tadi sempat terabaikan.


“Hmmm,…Hati-hati dijalan, Ray!” sahut Zhia mengingatkan.


“Aku tahu!”


Rayden kemudian mencium kening Zhia dengan penuh cinta dan memeluknya sebentar.


Setelah itu, Rayden pun berjalan keluar dengan sesekali melihat kebelakang sambil tersenyum melihat kedua anak kembarnya melambaikan tangan kearahnya.


Begitu keluar dari kamarnya, Rayden langsung mengajak Will untuk bergegas kemarkas besar klan mereka. Ada beberapa hal yang harus Rayden pastikan sendiri disana.


Tidak lama setelah kepergian Rayden, dua perawat yang bertugas untuk merawar Zhia pun kembali datang untuk mengganti perban pada luka Zhia.


Luca dan Lucia pun menggunakan kesempatan itu untuk menyusup keruang kerja papahnya.


“Selamat pagi, Nyonya muda! Maaf mengganggu waktu anda lagi, kami ingin mengganti perban baru pada luka anda dan sekalian kami ingin berpamit. Karena Dr. Ian memberi perintah bahwa kami untuk kembali bekerja dirumah sakit, Nyonya!”


Salah satu perawat menjelaskan tentang perintah dari Dr. Ian yang selaku atasnya di rumah sakit, maka dari itu mereka harus mematuhi perintahnya.


“Benarkah? Tentu, tidak masalah. Aku juga sudah merasa lebih baik sekarang. Terima kasih karena sudah merawat saya dengan baik!”


Zhia tampak senang mendengar kabar itu, akhirnya dia bebas juga sekarang dari kecanggungan ini. Luka yang tidak terlalu parah, tapi dirawat seperti orang yang hampir mati kapan saja.


“Iya, Nyonya! Kami juga senang bisa merawat Nyonya seperti ini.” sahut kedua perawat itu sembari membungkukkan badan sebagai rasa hormat mereka pada Zhia.


“Akhh,….Kalian tidak perlu seperti itu! Kalian mulai saja ‘yah yang mengganti perbannya!”


Karena merasa canggung mendapat perlakuan seperti itu, Zhia pun segera mengalihkan kedua perawat itu pada lukanya.


Sementara Luca dan Lucia terus diam memperhatikan percakapan antara mamahnya dan kedua perawat itu.


Si kembar diam bukan karena merasa takjub melihat mamahnya yang dihormati oleh kedua perawat itu, melainkan mereka sedang memikirkan cara untuk bisa menyelinap keruang kerja papahnya.


“Baik, Nyonya! Bisakah Nyonya membuka pakaian anda sedikit agar kami mudah untuk mengobati dan mengganti perbannya?” pinta Perawat itu dengan ragu, dia sedikit merasa takut menyinggung Nyonya muda Xavier itu.


Sedangkan Zhia merasa ragu untuk membuka pakaiannya, karena ada kedua anak kembarnya disana.


Zhia bukannya malu tubuhnya dilihat oleh kedua anak kembarnya itu, tapi dia hanya tidak ingin melihat anak kembarnya sedih saat melihat luka didadanya itu.


Namun, bagi si kembar ini adalah alasan yang bagus untuk mereka pergi dari kamar itu dan menyelinap diam-diam keruang kerja papahnya.


“Mamah! Kami berdua pergi jalan-jalan ditaman dulu ‘yah! Kalau mamah sudah selesai diobati, kami akan segera kembali.” ujar Luca sambil tersenyum pada mamahnya.


“Baiklah, sayang! Jaga adikmu dengan baik dan cepat kembali ‘yah!”


Zhia pun membalas senyuman anak kembarnya itu. Tentu saja, Zhia langsung mengijinkan mereka pergi. Lagian, taman itu masih berada di kawasan kediaman keluarga Xavier yang artinya masih aman untuk anak kembarnya jalan-jalan sendiri.


“Okay, Mom!” sahut Luca dan Lucia segera berlari keluar dari kamar.


“Nyonya, anak kembar anda sungguh sangat menggemaskan!”


Tanpa ragu salah satu perawat itu memuji Luca dan Lucia.


“Terima kasih, atas pujianya!” sahut Zhia dengan senyum manisnya.


Kedua perawat itu lalu mulai melakukan tugasnya, perawat yang satu perlahan membuka perban yang lama.


Sementara perawat yang kedua menyiapkan perban untuk mengganti perban yang lama. Sebelum itu perawat membersihkan luka Zhia lagi dan mengoleskan obat. Baru setelah itu membalutnya dengan perban lagi.


Disisi lain, setelah keluar dari kamar si kembar dikejutkan oleh para pengawal yang ditempatkan oleh papahnya didepan pintu kamar.


“Wow, ada apa ini ‘kak?” seru Lucia yang kagum dengan barisan pengawal yang dilihatnya itu.


“Sudah biarkan saja! Ruang kerja papah juga cukup jauh dari sini, mereka tidak akan sadar kalau kita menyelinap masuk kesana.” bisik Luca pada adiknya agar para pengawal itu tidak bisa mendengar apa yang dia katakan.


“Okay, Luci ikut kak Luca saja!” sahut Lucia pada kakaknya.


Tadi malam, saat papahnya pergi keruang rahasia. Luca diam-diam mencuri kunci cadangan yang ada didalam laci meja kerja papahnya, saat papahnya mengambil flashdisk dia tidak sengaja melihat kunci itu.


Klekk,………….


Pintu pun terbuka, Luca langsung mengajak Lucia untuk masuk kedalam ruangan itu. Lucia yang baru pertama kali masuk kedalam ruang kerja pribadi milik papahnya merasa sangat takjub dengan ruangan itu.


“Luci!”


Panggilan Luca menyadarkan Lucia dari rasa kagumnya itu.


“Ada apa, kak?” tanya Lucia yang segera menghampiri kakaknya.


“Dibalik rak ini adalah ruangan rahasia milik papah. Semalam aku melihatnya sendiri papah masuk kedalam!” ujar Luca yang memberitahu Lucia mengenai ruang rahasia papahnya.


“Benarkah? Bagaimana caranya kita masuk kedalam, kak?” tanya Lucia yang semakin penasaran dengan ruang rahasia itu.


“Itulah masalahnya! Kakak terbangun saat papah mau masuk kedalam ruang itu. Jadi kakak tidak melihat bagaimana cara papah membuka ruangan ini!” Luca terlihat sedikit kecewa dengan dirinya sendiri.


“Kalau di film kesukaan Luci, biasanya kalau ada ruangan rahasia pasti ada tombol tersembunyi di tembok atau diantara rak buku, Kak! Mungkin ruangan rahasia papah juga seperti itu. Coba kita cari saja dulu, kak!” ujar Lucia yang teringat dengan beberapa adegan yang ada di film action yang pernah dilihatnya.


“Baiklah, ayo kita cari!” sahut Luca.


Mereka mulai mencari tombol rahasia ataupun kunci access untuk memasuki ruang rahasia itu.


Tanpa sengaja Luca menyenggol sebuah lukisan yang terpasang di dinding, hingga membuat pintu rahasia itu perlahan mulai terbuka.


“Luci, kakak berhasil membukanya!” seru Luca pada adiknya yang masih sibuk mencari.


“Benarkah?” sahut Lucia yang berlari menghampiri kakaknya.


“Perkataanmu benar, Luci! Ternyata lukisan ini yang menjadi access masuknya. Ayo, kita masuk sekarang!” ujar Luca yang langsung menarik adiknya masuk kedalam ruang rahasia itu.


Wow, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan isi ruangan itu.


Ternyata begitu pintu ruangan itu terbuka dan seseorang masuk kedalamnya, tiba-tiba saja lantai yang mereka injak perlahan mulai turun kebawah seperti lift.


Tidak lama kemudian, lift itu turun dan mereka sampai diruang rahasia milik papahnya.


Ruangan itu sangat besar, bahkan desain ruangan itu sama persis dengan kamar pribadi milik papahnya.


Hanya saja ruang tidur diganti dengan berbagai perangkat computer yang sangat canggih, sedangkan ruang ganti digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai jenis senjata api serta untuk kamar mandinya tetap digunakan sebagai kamar mandi.


Diruang computer juga terdapat sofa yang sangat besar, sepertinya sofa itu digunakan oleh papah mereka beristirahat saat sedang berada disana.


Sejenak Luca dan Lucia melupakn tujuan mereka masuk keruang rahasia itu, karena terlalu takjub melihat ruangan itu.


Dimata mereka ruang rahasia milik papahnya itu bagaikan taman bermain untuk mereka. Berbagai jenis perangkat computer yang sangat canggih favorit Luca dan berbagai jenis senjata api yang selalu Lucia dambakan tersedia semua disana.


“Luci, kakak sudah menemukannya!” seru Luca saat melihat flashdisk yang datanya dia retas semalam dan ada juga setumpuk dokumen yang terdapat dibawahnya.Kemudian, ada satu flashdisk lagi disampingnya.


Bersambung...........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚