Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Jaydon, Sang Ketua Klan Musuh!


Rayden tersenyum manis mendengar perkataan dari putranya itu, entah kenapa perasaannya sedikit merasa lega. Setelah tahu bahwa putranya itu, ternyata sangat mempercayainya. Meskipun identitasnya sebagai ketua mafia telah diketahui oleh kedua anak kembarnya itu.


Luca pun membalas senyuman sang papah dengan wajah polosnya yang menggemaskan.


“Sudah dulu ‘yah, Pah! Luca harus focus untuk memecahkan kata sandi ini.”


Luca pun memutus pembicaraan mereka dan berniat kembali focus menatap.


Namun, perkataan dari papahnya seketika membuat kedua bola matanya berbinar dengan cerahnya begitu papahnya berkata “Papah ijinkan kalian untuk masuk kedalam klan, tapi bukan berarti resmi menjadi anggota disana.”


“Benarkah, Pah? Papah mengijinkan Luca dan Luci masuk dalam geng nya papah?” seru Luca dengan penuh antusias, dia pun segera berlari menghampiri papahnya yang sedang duduk disofa.


“Hmmm, kalian berdua hanya boleh kemarkas saat bersama dengan Grandpa atau papah saja! Ingat, setiap kalian datang kemarkas harus belajar seni beladiri terutama kamu Luca!”


Rayden berpesan pada Luca agar putranya itu selalu ingat dengan perkataannya. Sebenarnya Rayden benar-benar tidak ingin kedua anak kembarnya menginjakkan kaki mereka pada dunia mafianya.


“Makasih, Pah! Luca janji akan belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa melindungi mamah dan semuanya.” ucap Luca sembari memeluk papahnya dengan eratnya.


“Iya, sudah sana kerjakan tugasmu lagi! Tadi siapa yang bilang ingin membantu?”


Rayden pun membals pelukkan putranya dengan senang hati, tapi tiba-tiba dia teringat dengan tujuannya datang keruang kerja yaitu memeriksa rekaman cctv.


“Oke, Pah! Mmuachh,…..” ujar Luca yang sebelum kembali kedepan layar komputernya, dia mencium pipi papahnya sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.


“Dasar anakku ini! Kenapa sikapnya yang ini mengingatkanku pada Zhi. Ya ampun Zhi,…Aku jadi merindukanmu!” gumam Rayden sesaat pikirannya teralihkan pada sosok istrinya itu.


Luca kembali berhadapan dengan layar komputernya, wajahnya terlihat sangat serius. Jari tangan mungilnya mulai menimbulkan suara dari papan keyboardnya, gerakkan jari jemari mungilnya semakin cepat seiring berjalannya waktu.


Sudah tidak diragukan lagi oleh Rayden, mungkin Luca ‘lah yang akan menggantikan dirinya memimpin perusahaan BLOUSHZE Group.


Sementara Rayden juga harus focus memeriksa rekaman setiap cctv yang diberikan oleh Will.


Meskipun Rayden sangat mempercayai kemampuan Will, tapi dia selalu memastikan sendiri. Mungkin saja ada satu petunjuk yang tidak sengaja dilewatkan oleh Will.


Waktu terus berjalan sekarang sudah hampir menuju pukul 2 dini hari. Rayden hampir selesai memeriksa semua rekaman cctv itu, sementara Luca masih focus dengan komputernya.


Isi dari rekaman cctv itu memang sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Will, tapi ada satu yang mengganjak pikiran Rayden yaitu kemunculan Evan.


Dalam semua rekaman cctv yang diberikan Will, tidak terlihat kemunculan Evan dari arah mana. Sehingga membuat Rayden menjadi sangat curiga kepada pria yang berstatus teman dan atasan dari istrinya.


Rayden menutup rekaman video itu dan hendak beralih untuk meretas data pribadi Evan agar kecurigaannya tidak tanpa alasan. Rayden harus memastikannya sendiri, apakah Evan orang baik atau jahat.


Apalagi mengingat Zhia yang sangat dekat dengan Evan, Rayden tidak mau mengambil resiko atas keselamatan Zhia.


Akan tetapi, Rayden harus mengurungkan niatnya dulu begitu mendengar putranya memanggilnya “Pah, kemarilah! Luca sudah berhasil membukanya!”


Tanpa berkata apapun, Rayden segera beranjak dan menghampiri putra geniusnya itu. Rayden kembali dibuat kagum dengan kemampuan hebat dari Luca, hanya dalam beberapa jam saja sudah berhasil meretas kata sandi yang sulit itu.


Rayden segera membuka setiap folder yang terdapat didalam flashdisk itu. Benar saja, semua data yang selama ini Rayden cari ada didalam flashdisk itu terutama mengenai identitas ketua klan yang baru.


Jaydon Carson, ternyata itulah nama ketua klan Tiger Dark yang selama ini sulit sekali mereka temukan.


“Jaydon Carson!” ujar Rayden, raut wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Sehingga membuat Luca tidak tahan lagi untuk bertanya “Apa papah mengenalnya?”


“Tidak sama sekali!” sahut Rayden yang memang tidak mengenal siapa Jaydon Carson itu.


“Apakah dia yang berniat membunuh mamah? Namanya hampir mirip dengan paman Jay, tapi wajahnya sangat berbeda! Paman Jay cukup tampan, sedangkan paman ini wajahnya sangat menyeramkan.” ujar Luca seraya membandingkan paman Jay yang dia kenal dengan orang yang namanya hampir sama dengan orang yang bernama Jaydon itu.


“Paman Jay? Bukankah kata kalian, dia pria yang dekat dengan mamah kalian setelah Evan dinegara B?”


Rayden tampak terkejut, dia pun memastikan kembali pada putranya itu.


“Hhmmm, hanya paman Jay dan Paman Evan yang dekat dengan mamah disana!” ujar Luca dengan penuh kenyakinan.


Karena memang hanya dua orang itu yang selalu bersama mamahnya, tukang rusuh kalau bersama dengan Jay dan bersikap manis saat bersama dengan Evan. Itulah perbedaan sikap Zhia dalam menghadapi Jay dan Evan.


Meskipun kini Rayden telah mendapatkan data yang di acari selama ini. Akan tetapi, ada banyak sekali kejanggalan yang dia rasakan.


Rayden harus memastikan semua yang terasa mengganjal dari semua informasi yang dia dapatkan itu.


“Oke, makasih ‘yah, sayang! Karena sudah mau membantu papah. Sekarang Luca kembali ‘lah kekamar dan pergi tidur.” ujar Rayden yang tidak mau membuat putra kecilnya itu begadang menemaninya.


“Tidak mau! Luca masih ingin disini menemani papah.”


Luca segera menolaknya, dia ingin menemani bahkan kalau bisa membantu papahnya menemukan orang yang telah melukai mamahnya.


Kemudian, Rayden mengambil flashdisk yang berisikan data klan musuhnya itu. Rayden lalu berjalan kembali menuju sofa sembari membawa flashdisk itu, sedangkan Luca dengan setia terus mengikutinya.


Luca duduk dengan tenang disamping papahnya, sementara Rayden memeriksa dengan hati-hati setiap data tentang klan musuhnya itu.


Rayden terlihat sangat serius saat sedang dalam mode kerjanya, hingga membuat Luca merasa bosan dan akhirnya tertidur dengan menggunakan paha papahnya sebagai bantalnya.


Melihat putranya yang sudah tertidur, Rayden pun menghentikan pekerjaannya sejenak. Rayden beranjak untuk mengambil sebuah selimut tebal untuk menyelimuti tubuh Luca.


Tidak lupa, Rayden mencium kening Luca sebelum dirinya kembali berfokus dengan laptopnya.


Rayden kini kembali ketempat duduknya dan melanjutkan pekerjaannya yang belum menemukan hasil.


Tiba-tiba Luca terbangun dan kembali menjadikan paha papahnya sebagai bantalan tidurnya.


Rayden memang terkejut tapi rasa terkejutnya berubah dengan senyuman manisnya. Rayden membelai kepala Luca dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Setelah itu, Rayden kembali ke laptopnya. Saat ini, Rayden sedang berusaha mencari tahu informasi mengenai Evan dan Jay yang dimaksud si kembar atau lebih tepatnya sedang meretas datanya.


Rayden terus saja merasa ada yang mengganjal dengan keberadaan kedua pria itu terutama Evan.


Namun, hasil informasi keduanya sangat bersih. Didalam data yang berhasil drentas oleh Rayden, Evan hanya seorang Ceo dari sebuah perusahaan IT terbesar di negara B seperti dirinya.


Sedangkan Jay menjadi direktur di perusahaan yang sama dengan Evan. Bisa dikatakan kedua pria itu dekat dengan Zhia karena berada dalam naungan satu perusahaan yang sama.


...----------------...


Disisi lain, markas baru klan Tiger Dark.


Seorang wanita cantik sedang dipaksa bersujud ditengah gelapnya ruangan itu.


Banyak sekali pria berpakaian jas hitam yang berada disana dan hanya ada wanita itu saja seorang diri disana.


Tubuhnya sudah gemetar, tapi raut wajahnya tidak menunjukan rasa takut sedikitpun.


“Apa yang kau lakukan, Hah?” teriak seorang pria yang menjadi pemimpinnya disana.


“Maafkan saya, Tuan!” Hanya kata maaf yang bisa wanita itu lontarkan.


“Dasar kau memang wanita bodoh! Pantas saja wajah cantikmu tidak berguna, karena otakmu tidak pernah digunakan! Aku memang mengatakan bahwa kau bisa berbuat sesuka hatimu, tapi kau malah melakukannya dengan sangat ceroboh!”


Ternyata pria yang sedang marah besar itu adalah pria misterius yang sebelumnya, sedangkan wanita cantik itu adalah Grace.


Perbuatan Grace hari ini membuat klan Tiger Dark menjadi sangat kesulitan. Pria misterius itu harus mengorbankan beberapa anggotanya untuk mengecoh Rayden dan anak buahnya.


“Aku tidak menyangka ada manusia sebodoh dirimu! Kau melakukan pembunuhan ditengah kota pada siang bolong bahkan ada mantan ketua klan mafia musuh disana! Kau ingin bunuh diri atau menghancurkan kami, Hah?” bentak pria misterius itu dengan lantangnya, hingga suaranya menyebar memenuhi ruangan gelap itu.


“APA? KETUA MAFIA?” seru Grace yang baru mengetahui bahwa Noland adalah seorang mafia.


Grace tampak tidak percaya dengan kenyataan yang baru dia ketahui itu. Karena selama ini Grace hanya tahu bahwa Noland adalah Ceo sebelumnya dari perusahaan terbesar dinegara A.


Bersambung.....................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jadwal Update jam 10.00 pagi


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚