
Disaat keluarga Rayden sedang merayakan kebahagiaan bersatunya keluarga mereka.
Disisi lain, Grace tengah meratapi kekalahannya dalam menjatuhkan Zhia dan kedua anak kembar itu yang berakhir gagal total itu.
Grace melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan barang-barang yang berada didalam kamarnya.
Dia terus berteriak frustasi, karena rencananya membuat Zhia dan anak kembar itu dibenci semua orang malah berbalik langsung padanya.
“Aaaakkkhhhhhh,……Sialan kau, Zhia! Beraninya kau membuat diriku sebagai bahan gossip semua orang! Awas saja kalian, aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup dengan tenang. Setelah menghancurkan hidupku seperti ini!”
Grace terus saja berteriak mengutuki Rayden, Zhia beserta dengan anak kembar yang tidak tahu apapun itu. Kamar Grace yang tadinya tertata dengan rapi sekarang sudah seperti kapal pecah.
Ting,………
Sebuah notifikasi pesan masuk, tiba-tiba saja terdengar dari ponselnya yang tadi Grace lemparkan kesembarang tempat.
Grace pun mengambil kembali ponsel dan memeriksa pesan itu.
Ternyata sebuah nomor yang tidak dikenal mengirimnya sebuah pesan teks yang berisikan “Apa kau ingin balas dendam pada mantan tunanganmu dan keluarganya? Maka temui aku di bar Heaven! Aku akan membantumu dengan senang hati.”
“Siapa lagi orang gila ini? Kepalaku sudah sangat pusing sekarang ditambah lagi pesan spam ini!”
Grace menggerutu dengan kesalnya, dia kembali melemparkan ponselnya diatas Kasur yang sudah sangat berantakkan itu.
Ting,………
Notifikasi pesan masuk kembali terdengar dari ponsel yang dia lemparkan itu, karena merasa penasaran Grace pun kembali mengambil ponselnya dan membaca isi pesan itu.
“Kenapa? Kau merasa ragu atau kau menganggap ini hanya pesan spam? Datanglah, pastikan sendiri karena aku juga mempunyai tujuan yang sama denganmu yaitu menghancurkan keluarga Xavier.”
Begitulah isi pesan dari nomor yang tidak kenal tadi. Grace pun semakin merasa dibuat penasaran, dia segera mengambil tasnya dan langsung pergi untuk memastikannya sendiri.
Sesampainya di bar yang dimaksud, seorang pelayan langsung menghampiri Grace dan meminta untuk mengikutinya.
Grace mulai merasa ada yang aneh, dia mulai berpikir bahwa orang yang akan dia temui bukanlah orang sembarangan.
“Nona Grace, silahkan ikuti saya! Tuan menyuruh saya untuk mengantar anda keruangannya.” Sapa pelayan bar tersebut pada Grace yang baru saja tiba disana.
“Tuan? Siapa orang itu?” ujar Grace yang semakin merasa penasaran dengan orang yang mengiriminya pesan itu.
“Lebih baik Nona menanyakannya sendiri! Silahkan ikuti saya Nona!”
Pelayan itu pun langsung berjalan menuju ke sebuah ruangan VVIP yang ada di bar itu.
Grace pun mengikuti pelayan itu dengan keraguan di dalam hatinya, dia sebenarnya takut menemui orang asing seperti ini.
Akan tetapi, rasa penasaran dan juga dendamnya lebih besar dibandingkan dengan rasa takutnya.
“Silahkan masuk kedalam, Nona! Tuan sudah menunggu anda didalam!” ujar pelayan itu yang membukakan pintu dan mempersilahkan Grace untuk masuk.
Sejenak Grace merasa takut, tapi dia segera membulatkan tekad demi membalas dendam pada Zhia dan juga Rayden.
Dengan mantapkan hati dan langkah kakinya, Grace akhirnya masuk kedalam ruangan itu.
Begitu memasuki ruangan itu, Grace terlihat sangat terkejut saat melihat seorang pria yang sedang duduk dibalik tirai yang agak tembus pandang itu.
Grace pun melangkah mendekati dan berniat ingin membuka tirai itu untuk melihat siapa pria itu sebenarnya.
“Berhentilah disitu, jika kau ingin selamat!”
Namun, perkataan dari pria dibalik tirai segera menghentikan niatnya.
“Siapa kau? Kenapa kau mengirimiku pesan seperti itu?” ujar Grace yang pada akhirnya tidak bisa melihat wajah dari pria itu.
Tentu saja pria dibalik tirai itu tidak akan pernah memberi tahu identitasnya, dia pun mengalihkan topik pembicaraan langsung pada intinya.
“Aku tidak peduli siapa kau dan kenapa kau mau membantuku membalas dendam! Aku hanya ingin Cano dan keluarganya hidup menderita selamanya terutama wanita tidak tahu diri itu. Aku ingin melihatnya mati secara perlahan.”
Grace tidak peduli dengan identitas pria dibalik tirai itu, dia hanya ingin bals dendamnya bisa segera terwujud.
“Parasmu benar-benar tidak sesuai dengan hatimu ‘yah, Nona Grace? Kau selama ini terlihat bagaikan seorang malaikat, tetapi ternyata hatimu bagaikan iblis wanita! Aku sangat menyukainya! Hahahaa,…” ujar pria yang berada dibalik tirai itu sambil tertawa puas.
“Akan aku anggap itu sebagai pujian untukku!” sahut Grace yang tersenyum sinis.
“Mari kita bekerja sama! Aku akan membantumu membalaskan dendam dan aku membutuhkan dirimu sebagai pionku disaat kau akan dibutuhkan! Bagaimana bukankah ini kerjasama yang sangat menarik untukmu?” ujar Pria dibalik tirai itu yang menawarkan sebuah kerjasama.
“Baiklah, aku setuju! Asalkan aku bisa membuat wanita bernama Zhia itu hidup menderita.”
Tatapan mata Grace dipenuhi dengan kebencian terhadap Zhia, ditambah lagi saat dia teringat dengan kejadian saat di Caffe.
Dimana Zhia menampar dan mempermalukan dirinya didepan semua orang secara langsung bahkan masih berani-beraninya mengancam balik dirinya.
“Baiklah, sesama orang jahat memang harus saling membantu. Apalagi kalau tujuan kita sudah satu server, maka ini akan lebih menguntungkan bagi kita berdua.” sahut Pria dibalik tirai itu yang tersenyum puas melihat keteguhan hati Grace dalam pembalasan dendamnya.
“Apa rencanamu?” tanya Grace lagi yang meminta ide pada pria dibalik tirai itu, karena otaknya juga sudah buntu memikirkan cara bals dendamnya.
“Lakukan saja semaumu! Sisanya anak buahku yang akan mengurusnya. Kau jangan khawatir mengenai akibatnya, karena saat kau berada dipihakku maka kau akan selalu aman.”
Perkataan pria dibalik tirai itu benar-benar membuat Grace langsung bergidik ngeri.
Dugaan awalnya tidak salah, pria itu adalah orang yang cukup berkuasa untuk menandingi kekuasaan Rayden.
Jadi, mulai sekarang, Grace akan melakukan apapun pada Zhia dan kedua anak kembarnya itu tanpa ragu ataupun takut pada Rayden lagi.
“Terima kasih atas tawaran kerjasamanya, Tuan! Senang bekerjasama seperti ini dengan anda, kalau begitu saya pamit pergi sekarang!” ujar Grace pamit untuk pergi, karena urusannya dengan pria dibalik itu telah usai.
“Silahkan!” sahut pria yang berada dibalik tirai itu.
Grace pun pergi dari ruangan itu sambil tersenyum puas, tidak sia-sia dia menemui pria itu. Jadi mulai sekarang dia bisa melakukan sesuka hatinya pada Zhia dan si kembar.
Setelah memastikan Grace telah benar-benar pergi dari bar itu, seorang pria segera masuk kedalam ruangan VVIP itu. Pria itu langsung saja menyingkirkan tirai yang menghalangi jalannya itu.
“Kau seharusnya mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk, Jay!” ujar Pria dibalik tirai itu yang ternyata adalah orang misterius yang selama ini memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Zhia dan si kembar.
Bersambung..........
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚