Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Will! Will! Will!


Hampir menjelang makan malam, Xavier sekeluarga baru selesai melakukan fitting baju pengantin dan berfoto ria.


Karena sudah hampir memasuki makan malam, akhirnya mereka semua memutuskan untuk pergi kesalah satu restaurant terbaik yang berada didekat butik.


Rayden bahkan tanpa ragu juga mentraktir semua pengawalnya untuk makan malam disana.


Namun dibalik kebaikannya ini, Rayden ternyata sudah menyusun rencana untuk membuat semua pengawalnya itu sibuk keesokkan harinya terutama untuk Will.


...****************...


Benar saja, keesokan harinya Rayden menyuruh semua pengawal pribadinya berkumpul pagi-pagi buta sekali.


Bahkan terlihat jelas bahwa Will dan Levi belum sempat cuci muka sama sekali saat datang. Rayden mengumpulkan semua pengawalnya didalam ruang latihan yang berada dimanshion.


Hari ini merupakan hari terakhir mereka memastikan semua persiapan pesta resepsinya telah sempurna. Karena besok sudah menjadi hari H, hari paling bersejarah didalam kehidupan Rayden dan Zhia.


“Ada apa Tuan meminta kami berkumpul pagi-pagi buta begini?” tanya Will dengan separuh nyawanya sementara setengahnya lagi masih berada di alam mimpinya.


“Hay, Will! Kau sudah hidup, bukan?” ujar Rayden sembari menggoyangkan tubuh Will dengan kuat.


“Tuan, saya masih hidup! Hanya nyawanya saja yang baru kembali setengahnya dan setengahnya lagi masih stay di alam mimpi indahku!” sahut Will yang pasrah saja dengan apa yang dilakukan Tuannya itu.


“Aishhh,….Bau sekali mulutmu, Will! Kaubelum gosok gigi ‘yah?”seru Rayden yang menjauhkan tubuh Will darinya sembari menutup hidungnya rapat-rapat.


“Tuan, jangankan mengosok giginya! Nyawanya saja cuma sebagian, sebagian lagi masih berada dialam mimpi erotisnya. Hahaaa,…..” sahut Levi yang keadaannya tidak jauh beda dengan Will yang sekarang.


“Hahaa,….Tepat sekali perkataanmu, Lev!” ujar Will membenarkan apa yang baru saja Levi katakan.


“Isshhh,…Kalian berdua memang sama saja!” ujar Rayden yang tidak mampu berkata apapun lagi melihat kelakuan kedua orang yang menjadi kepercayaannya itu.


“Sudahlah! Untuk kalian semua perketat keamanan di tempat acara. Mulai dari sekarang periksa keamanan disana setiap satu jam sekali, tempatkan juga cctv disetiap sudut tempat acaranya. Jangan samapi ada yang kalian lewatkan sedikitpun.”


Perintah Rayden pada para pengawalnya yang lain kecuali Will, Levi, Alea dan Eva.


“Baik, Tuan! Segera kami laksanakan!” sahut para pengawal itu secara serentak.


“Kalian boleh pergi sekarang!”


Perintah Rayden lagi yang membubarkan para pengawalnya itu untuk melakukan tugasnya masing-masing. Para pengawal itu pun segera mematuhi perintah, mereka berjalan keluar dari sana secara teratur.


“Untuk kalian berdua tetap menjadi pengawal, tapi bukan untuk menjaga istri saya. Melainkan melindungi kedua anak kembar saya Luca dan Lucia hanya pada saat pesta berlangsung. Karena aku punya tugas khusus untuk Levi!” ujar Rayden yang melimpahkan tugas Levi pada Alea dan Eva untuk sementara waktu, dia memberikan perintah untuk melindungi kedua anak kembarnya selama pestanya berlangsung.


“Will, sepertinya aku punya firasat buruk sekarang!” bisik Levi pada Will yang berada disampingnya.


“Sama, aku juga merasakannya!” bisik Will balik, sepertinya mereka berdua mempunyai nasib yang sama.


“Dengan senang hati kami akan mengawal Tuan dan Nona kecil, Tuan muda!” sahut Alea dan Eva secara serentak.


Tentu saja, dia akan sangat menikmati menjaga bocah kembar yang sangat menggemaskan itu.


Bisa dikatakan Alea dan Eva sudah menjadi penggemar nomor satunya Double L si kembar genius dan menggemaskan itu.


“Aahhh,….Tenang saja! Kalian tetap akan menggunakan gaun pesta dalam acara itu, karena istriku sepertinya sudah membelikan gaun untuk kalian berdua! Tidak perlu memakai pakaian pengawal seperti ini!” ujar Rayden yang memberikan kabar baik untuk kedua pengawal istrinya itu.


“Terima kasih banyak, Tuan muda!” ucap Alea dan Eva yang merasa sangat gembira saat mendengar kabar baik itu.


“Tuan, bagaimana dengan kami berdua?” ujar Will dan Levi serentak dengan tampang memelasnya.


“Bukankah sudah di siapkan juga untuk kalian dan yang lainnya?” sahut Rayden dengan santainya.


“Maksud Tuan setelan jas khusus untuk pengawal dan keamanan itu?” tanya Levi memastikan.


“Iya, bukankah itu masih termasuk baju baru untuk kalian!” jawab Rayden masih menanggapinya dengan santai.


“Tega sekali dirimu pada kami, Tuan!” ujar Will dengan menunjukan airmata palsunya.


“Iya, Will! Tuan sangat pilih kasih hanya pada kita berdua saja!”


Levi pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, dia mengikuti Will berakting sedih.


“Kalian berdua boleh keluar dari sini sekarang!”


Perintah Rayden uang ditujukan pada Alea dan Eva, tapi Will dan Levi yang dengan cepat menanggapinya.


“Baik, Tuan! Kami pamit undur diri sekarang!” ujar Will dan Levi yang segera bersiap untuk keluar.


“Hay, bukan kalian berdua!” bentak Rayden, dia benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan kedua orang kepercayaannya itu.


“Kalian berdua boleh keluar sekarang!”


“Baik, Tuan!” sahut Eva dan Alea, sebelum meninggalkan ruangan itu mereka membungkuk memberi hormat pada Rayden.


Setelah itu merela langsung saja meninggalkan ruang latihan itu tanpa ragu lagi.


“Levi, aku punya tugas khusus untukmu begitu juga dengan kamu Will!” ujar Rayden pada dua orang menjadi kepercayaannya itu.


“Tuan, bisakah anda memberitahukannnya secara langsung. Jangan seperti ini, anda justru membuat kami takut. Iya ‘kan, Will?” ujar Levi, firasat buruknya terasa semakin membesar begitu meng\=dengat perkataan dari Tuannya itu.


“Acara besok sangat rentan dengan penyusup dari pihak musuh. Aku ingin kamu Levi menghandle semuanya dengan benar. Aku juga ingin kau terus memperhatikan gerak gerik Evan dan si Jayden itu selama pesta berlangsung. Pastikan kali ini kau mendapatkan sesuatu!” ujar Rayden dengan sangat serius, karena pertempuran antar klan mafia dirasa sudah semakin memanas.


“Baik, Tuan!’ sahut Levi yang tidak ingin bercanda disaat genting seperti sekarang.


“Dan untukmu Will, pastikan semua persiapan acaranya sudah sempurna. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun. Pastikan semuanya berada didalam kendalimu! Satu hal lagi, aku ingin kau mengatur bulan madu yang romantis! Aku ingin tempatnya dekat dengan pantai!”


Perintah Rayden untuk Will menyangkut kehidupan pribadinya, semuanya serba dadakan. Jadi, Rayden tidak sempat memikirkan tempat tujuan bulan madunya bersama Zhia.


“Sa-saya yang mengaturnya, Tuan?”


Lagi dan Lagi, Will merasa bahwa pembagian tugas ini selalu saja merugikan dirinya. Bagaimana bisa dia mengatur bulan madu yang romantic, pacaran saja belum pernah apalagi melakukan bulan madu yang romantis.


“Iyalah, siapa lagi yang belum mendapatkan tugas disini!” sahut Rayden yang tidak peduli dengan kebingungan Will yang notabennya seorang JoKer.


“Ta-tapi, Tuan,_…..”


“Pikirkan saja, caranya sendiri! Tenang saja, aku sudah setelan jas khusus untuk kalian berdua dan juga tambahan bonus!” ujar Rayden yang berharap bisa memberikan sedikit semangat untuk Will dan Levi dalam melakukan tugasnya.


Setelah itu, Rayden pun menyuruh Will dan Levi untuk pergi juga dari ruang latihan. Namun, saat berjalan keluar Will dan Levi bertemu dengan anggota keluarga Xavier yang lainnya.


“Hay, Will! Bisakah kau pergi mengecek keamanan di tempat pesta?” ujar Noland yang sedang sibuk bicara dengan orang yang sedang diteleponnya.


“Baik, Tuan besar!” sahut Will yang menerima perintah begitu saja.


“Eeehh, Will! Bisakah kau mengambilkan perhiasan yang akan dipakai Zhia besok? Tolong ‘yah!”


Baru saja bertemu dengan Tuan besar Xavier dan mendapat tugas darinya, sekarang dia juga mendapat tugas dari Nyonya besar Xavier bahkan belum sempat dia menjawabnya Julia sudah pergi begitu saja.


“Banyak kali tugasmu ‘yah, Will! Aku duluan 'yah!” ujar Levi sambal senyum mengejek pada Will.


“Sialan kau!” umapat Will pada Levi yang pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


“Will! Untung kau masih disini. Tolong ambilkan gaun di butik yang kemarin ‘yah! Saya lupa membawanya kemarin!” Zhia tiba-tiba datang dan memberi Will tugas juga.


“Paman Will! Bantuin Luci belikan kalung ‘dong! Yang sesuai dengan warna gaun milik Luci ‘yah!”


Lucia sambil berlari meminta Will untuk membelikan sesuatu untuknya.


“Paman Will, Luca nitip belikan dasi ‘yah! Soalnya dasi yang itu warnanya tidak sesuai dengan warna jasnya!”


Luca dengan wajah polosnya juga meminta bantuan pada paman Willnya itu.


“Author, tidak bisakah kau membuat seratus kloningan diriku ini. Tubuhku hanya ada satu, tapi semua orang memintaku melakukan ini dan itu dalam satu waktu. Kalau tidak jadikan aku seperti Naruto saja, Thor! Biar bisa mengeluarkan jurus seribu bayangan, jadi semua tugasku akan selesai tepat waktu. Aku jamin itu, Thor!”


Pinta Will dengan wajah memelasnya pada sang Author yang membuat hidupnya menderita seperti ini.


Bersambung..................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚