Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Terbongkarnya Kartu As


“Cano, kau pergi saja melakukan bulan madu dengan istrimu! Untuk sementara papah yang akan mengurus masalah perusahaan dan juga klan. Tenang saja, papah akan dibantu oleh Levi dalam mengurus masalah klan!” ujar Noland yang menawarkan dirinya sendiri untuk membantu Rayden menyelesaikan masalah.


“Tuan, lalu bagaimana denganku?” ujar Will yang berharap tugas untuk dirinya tidak terlalu banyak dan sulit.


“Tentu saja kau harus mengikuti Tuanmu yang sekarang! Bukankah kau pengawal pribadinya, jadi kau harus mengikutinya berbulan madu! Memastikan mereka tetap aman dimana pun mereka berada. Begitu saja masih tanya, dasar kau ini!” seru Noland yang sedikit kesal saat menjawab pertanyaan dari Will itu.


“Aku ‘kan hanya bertanya! Apa salahnya bertanya coba?” gumam Will yang selalu merasa apapun yang dikatakan selalu saja salah didepan kedua Tuannya itu.


Beruntung Rayden dan Noland tidak mendengar gumaman lirihnya itu, kalau sampai didengar dia pasti sudah mendapat tatapan tajam dari keduanya.


“Kapan pesawatmu akan take off?” tanya Noland lagi pada Cano.


“Kapan Will?” Rayden pun melimpahkan pertanyaan itu untuk dijawab oleh Will.


“Sekitar dua jam lagi, Tuan! Jika anda mau saya bisa mengundurnya sekarang juga!” sahut Will dengan cepat.


“Tidak, jangan diundur! Semakin cepat kalian pergi, maka semakin baik untuk semuanya!” ujar Noland yangb melarang Will dan Rayden untuk menunda penerbangannya.


“Baik, Tuan!” sahut Will yang mengerti akan yang dimaksud oleh Tuan besarnya itu.


“Apa papah tidak masalah menanganinya hanya bersama dengan Levi? Kalau mau Will bisa tetap tinggal disini! Dan juga bagaimana dengan Luca dan Lucia? Siapa yang akan menjaga mereka, jika aku dan Zhia pergi berdua saja?”


Sederet pertanyaan yang sudah sangat dia pertimbangkan dengan baik sebelum dirinya benar-benar pergi untuk berbulan madu dengan Zhia berdua saja.


Rayden memang sudah lama menginginkan waktu berdua saja dengan Zhia tanpa ada gangguan dari siapapun.


Bagaimana Rayden bisa pergi dengan tenang, jika masalah serius sudah muncul tepat didepannya.


Terlebih lagi putra dan putri kembarnya baru saja mengalami kejadian yang sangat berbahaya, Rayden tidak ingin mengutamakan egonya dibandingkan dengan keselamatan orang-orang yang dicintainya.


“Hay, bocah! Apa kau sudah lupa siapa yang dulu memimpin perusahaan BLOUSHZE Grup dan klan BlackSky sampai bisa sebesar ini! Tentunya papahmu yang sangat hebat ini. Iya enggak, Will!”


Dengan bangganya Noland mengingatkan kembali pada putra semata wayangnya itu. Bahwa semua yang dimiliki Rayden sekarang berawal dari dirinya bahkan termasuk ketampanan yang dimiliki Rayden saat ini.


“Benar sekali, Tuan! Anda memang yang terbaik!” puji Will dengan percaya diri.


“Tuh, kau sudah mengingatnya sekarang bukan? Memimpin perusahaan sekaligus klan tidak akan membuatku berada dalam masalah sekecil apapun. Apalagi ada Levi yang membantu mengurus para cecunguk diluar sana. Semua akan aman didalam kendaliku, jadi kalian bertiga pergilah liburang dengan tenang. Okay?” ujar Noland yang saat ini penuh dengan percaya diri yang tinggi.


“Hmmm,….Iya ‘lah terserah papah saja!” sahut Rayden yang terdengar seperti sedang meragukan perkataan papahnya sendiri.


“Kau masih tidak percaya dengan kemampuanku, Hah?” seru Noland yang tidak terima Rayden meremehkan mantan sang ketua mafia yang sangat hebat seperti dirinya.


“Bagaimana Cano bisa percaya, kalau beberapa hari yang lalu saja papah telah dikalahkan oleh bocah berumur 6 Tahun yang tak lain cucu perempuannya sendiri!” ujar Rayden dengan santainya mengeluarkan kartu As nya.


Rayden tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi sang papah yang terlihat kembali shock mendengar kartu kelemahannya selalu dimainkan oleh Rayden di berbagai kesempatan.


“What?!?”


Bukan hanya Noland saja yang terlihat shock disini, tapi Will juga.


Dia tidak menyangka anak sekecil dan sepolos Nona kecilnya bisa mengalahkan seorang Noland yang sudah diakui oleh para musuhnya bahwa Noland adalah legenda mafia yang paling disegani dan ditakuti sampai sekarang.


“Will, No coment please!” bentak Noland yang langsung menutup mulut Will untuk tidak ikut-ikutan Rayden mencibir dirinya.


Will pun seketika diam membisu, dia tidak ingin terkena luapan amarah Tuannya lagi.


“Kenapa, pah? Papah masih malu?”ujar Rayden yang semakin menggoda papahnya itu.


“Untuk apa harus malu? Apa salahnya mengalah pada cucu sendiri?” sahut Noland yang berusaha berdalih dari kenyataan yang sebenarnya terjadi.


“Tapi dari yang Cano lihat sepertinya tidak begitu ‘deh? Apa perlu kita melihat rekaman cctvnya lagi?” Rayden masih saja menggoda papahnya itu.


“Iiisshhh,…Kau ini?”


Noland semakin dibuat geram oleh perkataan Rayden yang membuat harga dirinya semakin jatuh didepan Will sebagai bawahannya.


“Tunggu! Maksudnya Tuan besar telah di kalahkan oleh Nona kecil dan Tuan muda dikalahkan oleh Tuan kecil begitu ‘yah?”


Disela memanasnya saling menjatuhkan antara ayah dan anak, Will tanpa sengaja membuka kartun As yang Rayden simpan dengan rapat selama ini.


Tatapan membunuh pun segera Rayden lontarkan pada Will, berbeda Noland yang menatapnya penuh harap.


“Will!!!” teriak Rayden dengan penuh kemarahan.


“Benarkah, Will? Jangan hiraukan dia, ceritakan padaku apa yang terjadi antara Cano dan Luca yang tentang barusan yang kau katakan!”


Akhirnya tiba juga waktunya Noland untuk membalas pada putranya yang menyebalkan itu.


“Will, awas saja kalau kau memberitahunya!”


Ancam Rayden masih dengan tatapan membunuhnya pada Will.


“Jangan hiarukan perkataannya! Aku yang akan menjamin kau baik-baik saja, jadi ceritakan semuanya padaku. Dan juga aku akan memberikan bonus 10x lipat, jika kau menceritakan semuanya tanpa tersisa sedikitpun!”


Noland berusaha membujuk Will untuk bercerita dengan menggunakan uang yang banyak.


“Beneran, Tuan? Kalau begitu aku tidak akan ragu lagi untuk menceritakan semuanya!” sahut Will dengan mata berbinar begitu mendengar kata bonus.


Will pun langsung menceritakan bagaimana Rayden dibuat putus asa dengan perbuatan Luca yang merentas data perusahaan dan juga data pribadinya beberapa kali.


“Aakhhh,….Setelah ini aku pasti akan benar-benar membunuhmu secara perlahan, William Coopers!” gumam Rayden dengan kemarahan yang semakin memuncak pada Will.


Seperti yang sudah diduga Rayden, Noland pun menggunakan informasi dari Will untuk membalas setiap yang Rayden lakukan sebelumnya.


Sampai Rayden muak mendengarnya, karena saling mengejek dan meremehkan satu sama lain tidak terasa mereka berbicara sudah cukup lama.


“Sudah hentikan, pah! Sebentar lagi aku dan Zhi harus berangkat kebandara. Kau juga Will, bersiaplah kau disana!” ujar Rayden yang penuh penekanan pada Will.


“Maaf, Tuan!”


Will hanya bisa menelan salvinanya dengan kasar. Dia tahu Tuannya itu pasti sudah merencanakan suatu balas dendam untuk membuat hidupnya selama di pulau itu sebagai akibat karena dia telah berani membocorkan rahasianya.


“Pah, perintahkan pada Levi! Jika dia sudah berhasil menangani krisis di wilayah perbatasan. Suruh dia untuk terus menyerang klan Tiger Dark sampai aku perintahkan untuk berhenti! Aku ingin melihat seberapa jauh klan Tiger Dark akan bertindak! Dan juga siksa orang bernama Liam itu, tapi jangan sampai dia mati sebelum aku kembali.” ujar Rayden yang harus menyusun rencana sebelum dia pergi untuk berbulan madu agar setelah dirinya kembali tidak ada yang namanya pekerjaan menumpuk.


“Baiklah, papah akan sampaikan itu pada Levi!” sahut Noland yang menyetujui saja apa yang sedang direncanakan oleh Rayden.


“Ayo, kita kembali sekarang! Pasti istri-istri kita sedang menunggu! Papah dan mamah beserta si kembar akan mengantar kalian sampai dibanadara!” lanjut Noland yang memutuskan pembicaraan itu dengan menyebut kata istri yang dimaksudkan untuk Julia dan Zhia.


“Hmmm,….Ayo, Pah!” sahut Rayden yang sepertinya sehati, jika sudah menyangkut soal istrinya.


Sebab baik istri Noland maupun Rayden sama-sama menakutkan kalau sedang marah, biasa tipe-tipe pria kaya yang jadi bucin jika bertemu dengan wanita yang tepat.


Istri ngambek pun bagaikan sedang terjadi perang dunia ke tiga, ke empat, ke lima dan seterusnya.


Makanya sering-seringlah membahagiakan istri dan selalu hindari istri yang sedang mengambek, apalagi kalau marah besar. Bisa-bisa dunia runtuh seketika.


“Tunggu dulu! Kenapa aku yang JoKer ini harus dilibatkan dengan pria-pria beristri. ‘Kan aku yang jadi terkena imbasnya kalau perang dunia diantara suami istri sedang berlangsung!” ujar Will yang meminta sedikit belas kasih dari kedua Tuannya itu.


“Sabar, Will! Jodohmu dan calon istrimu mungkin sedang On The Way! Hahahaa,….” sahut Rayden dan Noland bersamaan.


Bersambung............


Note :


Sebelumnya saya minta maaf 'yah!🙏🙏


Mungkin kalian ada yang merasa kecewa karena sempat sehari ada yang tidak up atau hanya up 1 bab perhari.


Bukan karena aku 'tidak' menepati janji tapi karena aku 'belum' bisa menepati janji untuk up lebih banyak perharinya.


Aku sedang berusaha untuk menepati setiap janjiku! Seperti yang kalian tahu Author juga manusia biasa, ada beberapa hal yang diluar kendali saya sebagai manusia.


Author juga mempunyai kehidupan nyata seperti yang lainnya, dibalik dunia perhaluan ini. Dan akhir-akhir ini Author sungguh sedang sibuk di kehidupan nyata, aku sedang mencoba mngatur waktu untuk bisa memenuhi janjiku pada kalian semua.


Untuk kakak yang sudah bersedia mau mengerti saya walaupun sedikit, Terima kasih banyak!


Author selalu menghargai dan sangat bersyukur kepada readers semua karena selalu mendukung karya si kembar ini sampai sekarang.


Sekali lagi Maaf🙏🙏🙏dan terima kasih banyak😄😄😄


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚