
Sementara hilangnya Luca dan Lucia dari mansion membuat seluruh penghuninya menjadi sangat panik.
Bahkan Julia yang kondisi sedang sangat lemah juga harus turun tangan sendiri untuk mencari si kembar.
“Nyonya besar! Ada masalah besar, Tuan dan Nona kecil pergi dari mansion!”
Seorang pelayan datang dengan tergesa-gesa untuk melaporkannya, setelah cukup lama dia dan beberapa pelayan lainnya berusaha untuk mencarinya tapi tidak menemukannya juga.
“APA? Bagiamana kalian bisa membiarkan merekka berdua pergi begitu saja, Hah?” seru Julia yang segera bangkit dari tidurnya.
“Maafkan kami, Nyonya besar!”
Sang pelayan hanya bisa meminta maaf mewakili para petugas penjaga gerbang yang telah berhasil dikelabui oleh si kembar.
Menjelaskannya pun percuma tetap saja mereka yang disalahkan atas kenakalan Tuan dan Nona kecil.
“Apa kalian sudah berusaha mencarinya disetiap tempat?” ujar Julia sembari memegangi kepalanya yang mulai terasa semakin pening saja memikirkan keberadaan si kembar ditambah dengan dirinya yang sedang tidak enak badan.
“Sudah, Nyonya besar! Kami pun sudah memeriksa setiap rekaman cctv yang ada di mansion sepertinya Tuan dan Nona kecil memang menuju kesuatu tempat.”
Namun tidak ada satu pun yang mengetahui kemana tujuan si kembar pergi dan satu-satunya petunjuknya hanya ada didalam computer Luca.
“Haaah,….Apa kalian sudah mencoba menghubungi Tuan besar atau Will? Mungkin mereka sedang pergi bersama dengan Tuan besar!” ujar Julia yang masih terus berpikiran positif mengenai menghilangnya si kembar.
Hingga orang suruhannya datang dan memberi kabar bahwa Rayden dan Levi sudah kembali ke negara A lagi beberapa jam yang lalu.
“Nyonya, sepertinya menghilangnya Tuan dan Nona kecil ada kaitannya dengan kembali Tuan muda dan Levi! Saya baru mengetahuinya bahwa Tuan muda dan Levi telah kembali tanpa membawa satu pun anak buahnya.” Bisik orang suruhan Julia yang membuatnya seketika terkejut saat mendengarnya.
“APA?!? Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?” seru Julia dengan tatapan tajamnya pada orang itu.
“Maaf, Nyonya besar! Kami baru bisa meretas rekaman cctv yang dibandara beberapa menit yang lalu.”
Orang tersebut hanya bisa meminta maaf karena kemampuannya memang bisa sampai disitu saja.
“Ikuti aku!”
Perintah Julia, lalu dia pun berjalan menuju kekamar Luca dan orang itu pun mengikutinya dengan patuh.
Beberapa pelayan juga ikut bersamanya untuk menjaga Julia yang memang kesehatannya sedang tidak baik selama beberapa minggu ini.
Bahkan beberapa dari pelayan itu merupakan mantan seorang perawat rumah sakit yang khusus di rekrut oleh Noland untuk menjaga istrinya.
“Periksa komputernya, cari tahu sesuatu yang bisa menjadi petunjuk untuk menukan cucu kembarku!”
Sesampainya dikamar Luca, Julia langsung memerintahkan orang tersebut untuk meretas dan mencari tahu apa saja yang Luca lakukan selama ini.
“Ba-baik, Nyonya!” sahut orang itu yang sudah berkeringat dingin bahkan sebelum melakukan tugasnya.
Dengan tangan yang sudah berkeringat dingin, orang itu pun mulai mengotak atik computer kesayangan Luca.
Bukan Luca Cano Xavier namanya kalau tidak seperti papahnya, dia membuat sandi yang sangat sulit hanya untuk masuk ke tampilan menu layar utamanya.
“Nyonya, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda sekarang!”
Disaat Julia sedang focus mengamati pekerjaan orang itu, seorang pelayan datang dan memberitahukan bahwa ada seseorang yang meminta bertemu dengannya secara langsung.
“Siapa?” ujar Julia dengan singkat.
“Kami juga tidak mengenalnya, Nyonya! Tapi dia tetap memaksa ingin bertemu dengan anda saat inin juga, dia sekarang sedang menunggu anda diruang tamu.”
Jelas pelayan itu yang juga tidak mengenal siapa orang yang memaksa ingin bertemu dengan Julia itu.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Julia meninggalkan kamar Luca dan pergi menuju keruang tamu dimana orang yang tengah mencarinya.
Julia sedikit terkejut ketika tiba diruang tamu dan melihat seorang pria yang seumuran dengan Rayden.
Dari wajahnya terlihat sangat pucat sepertinya dia tengah sakit parah saat datang ke mansion milik Rayden untuk menemuinya.
“Siapa kau? Kenapa memaksa ingin bertemu denganku?” ujar Julia begitu sudah duduk tepat dihadapan orang itu.
Disekelilingnya sudah ada beberapa pengawal yang setiap saat akan melindunginya, jikalau pria itu berniat jahat kepana Nyonya besarnya.
Namun sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi melihat kondisinya yang terlihat tidak baik dibandingkan dengan Julia sendiri.
“Kedatanganku hanya ingin menyampaikan pesan terakhir dari Rayna. Maaf, karena aku baru sanggup menyampaikannya sekarang pada anda!” ucap pria itu dengan kepala yang tertunduk tanpa berani menatap Julia sedikitpun.
“Rayna? Siapa kau sebenarnya? Apakah salah satu orang yang ikut menyakiti putriku?”
Seketika tubuh Julia gemetar dengan hebatnya begitu mendengar nama putrinya disebut, airmatanya mulai berjatuhan dan rasa sakit didalam hatinya kembali muncul tanpa bisa dia hentikan.
Jaydon hanya terdiam, hanya isak tangisnya yang terdengar darinya.
Meskipun dia tidak ikut dalam menyakiti Rayna, tetapi dia juga tidak mampu untuk menolongnya dan mempertanggung jawabkan semua perbuatan adik beserta teman-temannya.
“JAWAB AKU!!! Kenapa kau hanya diam setelah bertemu denganku, Hah? Hiksss,….Hiksss,………”
Julia tak kuat menahan luka hatinya, dia berteriak sekencang-kencang kepada Jaydon yang masi membisu ditempatnya sambil menangis.
“Maaf,….! Maafkan aku,…….. Maaf. Hiksss,….hiksss,……”
Hanya permintaan maaf yang terus terucap dari bibir Jaydon sambil menangisi atas rasa bersalahnya.
“Hentikan! Sampai mati pun kau tidak akan pernah aku maafkan! Hikss,…hiksss,…. Kau telah merampas putriku,…Hikss,…. Kau menyiksanya hingga dia mati dan setelah 10 tahun berlalu kau baru datang untuk meminta maaf pada kami. Hikss,… Kau bukan manusia! Kalian semua lebih pantas di sebut sebagai binatang dibandingkan dengan manusia. Hiksss,…..hiksss,…..”
Julia menangis histeris ketika mengingat jenazah Rayna yang sangat memprihatinkan saat ditemukan.
Dadanya seketika itu terasa sangat sesak, tidak bisa dia bayangkan bagaimana Rayna-nya terus memohon untuk tetap hidup dan dilepaskan.
Julia terduduk lemas dilantai sambil menangis dan terus menangis tak berdaya dihadapan Jaydon yang juga hanya bisa menangis dan menyesali semua yang terjadi.
“A-apa salah putriku pada kalian semua, sehingga kalian tega menyakitinya seperti itu. Hikss,…. Putriku tidak pernah berbuat jahat kepada siapa pun, dia gadis yang sangat baik sampai tidak tega membunuh seekor semut pun. Tapi kenapa kalian sangat tega menyakitinya sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya. Hikss,…Hikss,…”
Ketidak berdayaan terlihat jelas diraut wajah Julia, sementara Jaydon masih membisu tak mampu menjawabnya sedikitpun.
Seketika lidahnya terasa sangat kelu untuk mengatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak bersalah, tapi hatinya mengatakan dia harus tetap diam dan menerima semua itu sebagai balasan atass sikap pengecutnya dulu.
Beberapa pelayan datang untuk menenangkan Julia yang sudah terkulai lemas karena terus berteriak pada Jaydon dan menangis histeris.
Namun Julia tidak memperdulikan para pelayannya, dia tetap ingin seperti itu sampai dirinya merasa sedikit tenang.
“Rayna ingin aku memberitahukan kepadamu bahwa dia sangat mencintai papah dan mamahnya, dia juga ingin kakaknya mendengarkan ini. Mendengar bahwa selama ini dia sangat menyayangi kakaknya. Dia ingin aku menyampaikan itu pada kalian! Maaf, karena aku sangat terlambat mengatakannya.”
Perasaan lega sungguh terasa didalm hati Jaydon setelah menyampaikan pesan itu, seakan sekarang dia bisa mati kapan dia mau.
Sebab dia sudah menyampaikan apa yang harus dia sampaikan kepada keluarga Xavier.
“Rayna,….Hiksss! Putriku yang malang. Hiksss,…”
Tubuh Julia semakin lemas bahkan di akhir hembusan nafasnya, Rayna masih saja mengatakan bahwa dia sangat menyayangi papah, mamah dan keluarganya.
Tanpa perlu bertanya Julia sudah tahu, pasti putrinya itu mengatakannya sambil tersenyum. Tidak peduli betapa sakitnya luka yang dia rasakan saat itu.
“Satu hal lagi, mungkin Evan dan yang lainnya sedang berniat membunuh Cano! Lokasinya ada di kediaman Sam Joseph yang dulu, mintalah bantuan pada pihak berwajib mungkin mereka bisa terselamatkan sekarang.” Ujar Jaydon yang mulai beranjak pergi karena tujuannya datang telah selesai.
“Anda tenang saja! Saya akan menyerahkan diri kepada polisi dan mempertanggung jawabkan semua yang saya lakukan selama ini.” Lanjutnya lagi.
Akhirnya Jaydon bisa tersenyum dan bernafas dengan lega, setelah menyampaikan pesan terakhir dari Rayna.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚