Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Zhia Terluka!


1 jam sebelumnya,…..


Noland, Julia dan juga Zhia dalam waktu beberapa jam sudah hampir menghandle semua keperluan untuk pesta pernikahan.


Hanya tersisa fitting baju pengantin dan memesan bunga untuk tambahan dekorasinya saja.


Saat ini mereka sedang berada di hotel termewah dinegara A, mereka baru saja selesai menyurvei hotel itu.


Awalnya Julia menginginkan resepsi pernikahan putra semata wayangnya di manshion Rayden saja.


Akan tetapi, Noland menolaknya kArena itu adalah tempat pribadi milik Rayden.


Mengingat Rayden bukan hanya seorang Ceo dari perusahaan terbesar saja, tetapi dia juga merupakan ketua klan mafia yang tentunya mempunyai banyak sekali musuh dimana-mana.


Noland tidak ingin keselamatan Zhia dan cucu kembarnya juga ikut dipertaruhkan disini.


Apalagi mereka tidak akan pernah tahu siapa musuh dan siapa kawan dibalik wajah mereka yang sesungguhnya.


Karena itulah, Noland terus bersikeras untuk melakukan resepsinya di hotel mewah saja.


Kini mereka sedang berada disebuah toko bunga yang terbesar di negara A. Julia sibuk mengajak Zhia memilih bunga untuk tambahan dekorasinya nanti.


Sementara Noland duduk santai diruang tunggu untuk memulihkan tenaganya, karena terkuras habis terus berdebat dengan istrinya.


Padahal yang akan melangsungkan resepsi Rayden dan Zhia, tetapi yang heboh malah Noland dan Julia.


“Zhi, bagaimana dengan bunga mawar pink ini? Mereka terlihat sangat cocok denganmu!” ujar Julia dengan penuh antusias.


Dia bahkan mengambil beberapa tangkai bunga mawar pink dan menunjukkannya pada Zhia.


Zhia pun segera menghindar dengan cepat, hingga membuat Julia merasa keheranan sendiri.


“Ada apa, Zhi? Apa kau tidak menyukainya?” tanya Julia dengan raut wajah yang tampak sedikit merasa kecewa, karena dia sangat menyukai mawar pink.


“Bukannya aku tidak menyukainya, Mah! Tapi sepertinya aku alergi bunga mawar!” sahut Zhia dengan sedikit keraguan.


“Maafkan mamah, Zhi! Mamah tidak tahu kamu mempunyai alergi terhadap bunga mawar. Tapi sejak kapan alergimu ini muncul, Zhi? Apa kau sudah pernah memeriksanya kedokter?”


Julia pun segera memeriksa seluruh tubuh Zhia dengan seksama, dia sangat takut alergi menantu kesayangannya itu kambuh karena kecerobohannya.


Julia bahkan langsung melempar bunga yang tadi digenggamnya jauh-jauh.


“Tidak apa-apa, Mah! Alergiku tidak separah itu!” sahut Zhia yang tidak mungkin dia menjawab semenjak putra mereka memberikan buket mawar padanya hingga membuatnya merasa alergi sampai sekarang terhadap bunga mawar.


“Kau yakin tidak apa-apa, Zhi?”


Julia terus saja memastikan keadaan menantunya itu dengan sangat teliti.


“Zhi, baik-baik saja ‘kok!” Zhia pun menyakinkan mamah mertuanya itu.


“Kalau begitu bunga apa yang kamu sukai, Zhi? Kita pakai saja bunga yang kamu sukai.” Ujar Julia yang mengubah topik pembicaraan dengan sangat natural.


“Zhi, menyukai bunga soba, Mah!” sahut Zhia dengan sedikit malu-malu, hingga membuat Julia gemas sendiri saat melihatnya.


“Kenapa mesti malu-malu begitu, Zhi! Mamah jadi gemas saat melihatnya. Ayo, kesana! Bunga soba juga sangat indah, disana banyak sekali berbagai warna dari bunga soba.”


Julia pun menganjak Zhia untuk melihat-lihat bunga yang menjadi favorit bagi Zhia itu.


Disisi lain ternyata ada banyak segerombolan orang yang selalu mengikuti Zhia kemanapun dia pergi. Disana juga ada satu wanita cantik yang ternyata adalah Grace.


Grace ‘lah yang membayar mereka semua dengan mahal untuk menyakiti Zhia, ditambah lagi dengan bantuan anak buah pria misterius itu yang menjadikan perkumpulan itu semakin banyak.


Akan tetapi, mereka menyebar agar tidak terlalu terlihat menonjol. Ada yang berpura-pura sebagai pejalan kaki, tukang sampah dan juga pelanggan serta masih banyak yang lainnya.


Tugas mereka adalah membunuh Zhia disaat ada kesempatan. Jadi dia terus mengikuti Zhia kemana pun dia pergi.


Dan kesempatan itu pun tiba. Selesai Zhia, Noland dan Julia memilih bunga, mereka pun berniat untuk meneruskan ke tempat salah satu desainer terkenal untuk melakukan fitting baju pengantin.


Akan tetapi, Julia menghilangkan gelangnya didalam toko hingga membuat Noland terpaksa menemaninya mencari gelang tersebut dan meninggalkan Zhia yang disuruh untuk menunggu sendirian didepan toko bunga itu.


“Sayang, dimana gelangku?” ujar Julia yang langsung panik begitu menyadari gelang yang tadi melingkar indah ditangannya sudah tidak ada lagi.


“Kamu tadi menaruhnya dimana?” ujar Noland yang malah bertanya balik pada istrinya.


“Tentu saja ditanganku, masa diketiak!” seru Julia yang semakin dibuat kesal dengan perkataan dari suaminya itu.


“Mungkin jatuh didalam saat kita sedang memilih bunga, Mah! Mau Zhia bantu carikan didalam, Mah!”


Zhia mencoba menebaknya dan menawarkan bantuan untuk mencarinya.


“Tidak usah, Zhi! Kamu disini saja, sebentar lagi mobil kita datang. Biar papah dan mamah saja yang mencarinya didalam. Ayo, sayang! Bantu mamah mencarinya.”


Julia pun tidak mau merepotkan menantu kesayangannya itu, dia lebih memilih untuk merepotkan suaminya saja.


Noland dan Julia pun kembali masuk kedalam toko bung aitu untuk mencari bunga yang hilang. Sementara, Zhia menunggu didepan toko sesuai yang diminta mamahnya.


Ditambah lagi disekitar toko bunga itu sedang sangat sepi tidak seperti biasanya. Mungkin sudah ada seseorang yang mengatur, tapi itu malah menjadi keuntungan untuk grace.


“Lihatlah, dia sudah sendirian cepat lakukan tugas kalian dengan benar.” ujar wanita cantik itu yang ternyata Grace yang masih setia berada disana.


Dia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri, Zhia mati mengenaskan ditangan anak buahnya itu.


“Baik!” sahut pemimpin para pembunuh bayaran itu.


“Ayo, cepat eksekusi!”


Pemimpin itu memberitahu pada anak buahnya yang sudah berpencar dengan menggunakan jarak jauh yang ada ditelinga mereka.


Satu persatu para pembunuh itu pun mulai bergerak mendekati Zhia. Dalam sekejap mereka sudah hampir mengepung Zhia, ditangannya mereka masing-masing memegang pisau.


Zhia pun langsung merasa panik, siapa orangnya yang tidak akan panik disaat dirinya dikepung banyak orang yang memegang pisau.


“Jangan mendekat! Siapa kalian, hah? Mau apa kalian?” seru Zhia yang terpojokan karena setiap sisinya sudah ada orang bersenjata yang siap untuk membunuhnya.


“Kami malaikat mautmu dan tentu saja kedatangan kami bermaksud untuk mencabut nyawamu! Hahahaa,…..” ujar salah satu dari pembunuh itu, tangannya seketika melayangkan pisau yang dia pegang kearah Zhia disertai tatapan membunuhnya yang sangat membara.


“AAKKKHHHH,……”


Zhia berteriak sekencang-kencangnya berharap ada orang yang mendengar dan menolongnya.


“Zhi,….!!!”


Noland dan Julia langsung tersentak dan berseru secara serentak, begitu mendengar suara teriakan menantu kesayangannya itu. Noland pun segera berlari keluar untuk memeriksa keadaan Zhia.


Buukkkk,…… Buukkkk,…… Buukkkk,……


Beberapa orang berjas hitam tiba-tiba saja muncul dari segala penjuru dan langsung melindungi Zhia.


Ternyata mereka adalah pengawal bayangan milik Noland yang selama ini melindungi Noland dan istrinya secara diam-diam.


Pengawal bayangan Noland kalah jumlah, mereka hampir saja kewalahan jika saja Noland tidak ikut turun tangan membantu mereka.


Perkelahian pun tidak terelakkan, mereka terus beradu tinju satu sama lain tapi pihak Noland harus berhati-hati. Karena pihak musuh memegang pisau sebagai senjatanya.


Sedangkan Julia tidak bisa keluar dari toko bunga itu, karena sang pemilik toko langsung mengunci pintu keluar agar salah satu dari penjahat itu tidak bisa masuk.


Padahal Julia hanya ingin menarik Zhia kedalam toko itu untuk berlindung, tapi sang pemilik toko tidak mengijinkannya.


Disaat Noland dan anak buahnya sedang berusaha mengalahkan para pembunuh itu.


Tiba-tiba datang satu pria yang mengenakan jaket berhoodie sampai menutupi wajahnya, menghampiri Zhia sambil membawa sebuah pisau.


Pria itu mendorong tubuh Zhia dengan sangat kuat ke tembok dan berkata “Gara-gara kau seluruh hidupku hancur, maka jangan salahkan aku karena kau akan mati ditanganku, Arzhia Maverik!”


Jlebbbb,……………………..


“Akhhh,……” Zhia memekik menahan sakit, saat pisau pria itu menembus kulit didadanya. Zhia sekuat tenaganya menahan tangan pria itu agar pisau yang berada didadanya tidak menembus jantungnya.


“Matilah kau, Zhi!” ujar Pria berjaket hoodie yang semakin memperdalam tusukannya di dada Zhia.


Di ambang kematiannya, mata Zhia terbelalak dengan lebarnya.


Saat ini dia dapat melihat dengan jelas siapa orang yang akan membunuhnya dengan kejam itu dan Zhia pun berseru “Ka-kau,__...”


Bersambung..................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚