Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Pagi Yang Manis


Mentari pagi mulai menunjukkan sinarnya yang hangat. Rayden masih setia memandangi wajah cantik istrinya yang tengah terlelap dalam tidurnya itu.


Melihat wajah Zhia yang kelelahan membuat hati Rayden sedikit merasa bersalah karena perbuatannya semalam.


“Kau pasti sangat lelah! Tidurmu sudah seperti putri tidur saja, istriku sayang!’ ucap Rayden yang membelai wajah Zhia dan sesekali mengecup kening istrinya yang masih terlelap.


“Ehmmm,……..Ray! Kau sudah bangun atau kau tidak tidur dari semalam?” ujar Zhia yang akhirnya terbangun karena ulah Rayden yang terus mengecupnya, dia pun mencoba meregangkan seluruh otot tubuhnya yang terasa tegang.


“Auwhh,….”


Baru saja mau meregangkan tubuhnya, Zhia sudah merintih merasakan sakit pada bagian pinggangnya kebawah.


“Kau tidak apa-apa, Zhi? Bagian mana yang terasa sakit?” ujar Rayden yang menatap istrinya dengan penuh rasa khawatir.


“Apanya yang tidak apa-apa! Seluruh tubuhku sakit semua dan ini karenamu, Ray! Sudah aku bilang ‘kan untuk berhenti, tapi kau malah terus saja meminta lagi dan lagi seperti hewan buas yang kelaparan saja.” ketus Zhia pada Rayden, dia pun berusaha untuk duduk.


Melihat istrinya yang sedang kesulitan, Rayden pun segera membantunya.


“Maaf, sayang! Kau tahu sendiri ‘kan kalau aku sudah lama menahannya, makanya aku jadi kelepasan semalam. Apa kau ingin berendam air hangat lagi, aku akan siapkan dulu airnya sekarang!” ujar Rayden yang segera mengalihkan topik pembicaraan.


“Sebenarnya hari ini aku ingin pergi jalan-jalan lagi, tapi tubuhku sepertinya tidak memungkinkan untuk melakukan itu?”ujar Zhia yang terlihat sedkit sedih karena tidak bisa melakukan hal dia inginkan.


“Hari kau istirahat dikamar saja! Masih tersisa beberapa hari lagi kita berada di pulau ini, kalau masih kurang aku akan meminta memperpanjang cutinya.”


Rayden yang tidak tega melihat Zhia bersedih, dia pun mengatakan sesuatu yang bisa membuat Zhia kembali semangat lagi.


“Beneran, Ray? Kau sudah janji ‘loh!”


Benar saja, seketika Zhia langsung bersemangat dan memeluk Rayden dengan eratnya.


“Iya,…Iya,….Sekarang kau mau tidur lagi atau mau sarapan dulu?” ujar Rayden yang membalas pelukan Zhia dengan lembut.


“Aku mau tidur sebentar lagi, setelah itu baru sarapan!” sahut Zhia dengan suara manjanya.


“Baiklah, ratuku!”


Melihat betapa manjanya Zhia pada dirinya, Rayden pun dengan gemasnya mencubit hidung Zhia.


“Tolong pijatin pinggangku ‘yah, suamiku sayang!” pinta Zhia dengan mengandalkan senyuman manisnya pada Rayden.


“Siap laksanakan, Yang mulia ratu!” sahut Rayden dengan senang hati.


Rayden pu kemudian memijat pinggang Zhia yang sakit dengan pelan-pelan, karena jujur saja Rayden tidak pernah memijat siapapun.


Dan Zhia merupakan orang pertama dan sepertinya kan menjadi pelanggan setianya seumur hidup.


Pagi yang sangat manis untuk mengawali hari sebgai pasangan pengantin baru yang saling memadu kasih satu sama lain.


...****************...


Sangat berbeda dengan suasana pagi di dalam manshion Rayden, dimana Luca dan Lucia terus membicarakan adik barunya. Sehingga mengundang tawa bagi semua orang yang berada disana.


Saat ini Noland , Julia Bersama dengan si kembar Luca dan Lucia sedang berada diruang makan untuk sarapan pagi sebelum pergi melakukan aktivitasnya masing-masing.


“Grandma! Apakah adik bayi kami sekarang sudah ada didalam perutnya mamah?” tanya Lucia dengan wajah polosnya.


Mendengar pertanyaan dari Lucia, Noland dan Julia bahkan hampir tersedak secara bersamaan.


Eva dan Alea bahkan ikut melotot mendengar penuturan Nona kecilnya yang tidak masuk akal itu.


Tuan dan Nyonya mudanya baru saja pergi honeymoon kemarin masa pagi harinya langsung menjadi bayi.


“Iya, kata papah aka nada 6 baby boy diperut mamah! Apakah kalau mamah dan papah sudah pulang, 6 baby boy nya juga sudah keluar dari perut mamah?”


Belum selesai keterkejutan mereka mendengar pertanyaan Lucia.


Kini luca malah ikut menimpalinya bahkan lebih mengejutkkan lagi dengan apa yang ditanyakan oleh adiknya.


“Hah? Kata siapa ada 6 baby boy diperut mamah kalian?” seru Julia mencoba memastikan apakah dirinya sedang salah mendengar atau sedang salah mengartikan 6 bayi dengan 6 bulan usia kehamilan.


“Sayang, Luca tadi sudah mangatakannya! Cano yang bilang pada mereka tentang 6 baby boy itu.”sahut Noland yang menjelasakan pada istrinya secara singkat dan akurat.


“Astaga anak itu! Bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti ini kepada anak-anaknya?” gumam Julia yang tidak habis piker dengan kelakuan putra semata wayangnya itu.


“Jadi gimana dengan 6 baby boy kami, Grandma?” ujar Lucia lagi yang masih menuntut jawaban.


“Nanti tanyakan saja langsung pada papah kalian saja saat kembali ‘yah!” sahut Noland yang tidak ingin dia maupun istrinya terlibat dengan hal konyol yang dilakukan dan dikatakan oleh Rayden itu.


Noland yang sudah hampir terlambat pergi ke perusahaan untuk menggantikan Rayden pun segera berpamitan kepada istrinya.


Noland mengecup kening istrinya sebelum dia pergi ke perusaahan, hal itu sudah menjadi kebiasan Noland sebelum dia memutuskan pensiun.


“Grandpa, Luci juga mau cium!” pinta Lucia dnegan manisnya.


“Tentu saja, sayang! Grandpa berangkat dulu ‘yah, baik-baik belajarnya disekolah!” ujar Noland setelah mencium pipi chubby Lucia.


“Okay, Grandpa!” sahut Lucia yang tersenyum ceria.


“Kau juga Luca! Jaga adikmu dengan baik ‘yah!” Noland pun beralih mencium Luca dengan gemasnya.


“Iya, Grandpa!” ujar Luca yang terlihat sedikit pendiam dari pada biasanya.


“Dahhh,….Sayang! Grandpa, berangkat dulu!” ujar Noland yang mulai berjalan menjauh meninggalkan ruang makan sembari melambaikan tangannya pda istri dan kedua cucu kembarnya.


“Sayang, cepat habiskan sarapan kalian! Grandma yang akan mengantar dan menjemput kalian ke sekolah sendiri mulai sekarang!” ujar Julia kepada kedua cucu kembarnya.


“Baik, Grandma!” sahut Luca dan Lucia secara bersamaan.


Selesai dengan sarapan mereka, Julia pun langsung mengantar Luca dan Lucia pergi kesekolahnya.


Julia hanya mengantar Luca dan Lucia sampai memasuki pintu gerbang sekolah, setelah itu tugas Eva dan Alea beserta beberapa pengawal lain untuk menjaga dan melindungi si kembar saat disekolahan.


Setelah kepergian Julia, Luca menarik lengan baju Alea dengan pelan. Hingga membuat Eva dan Alea serta adik kembarnya Lucia menatapnya penuh tanya.


“Ada apa, Tuan kecil! Ada yang perlu saya bantu untuk Tuan kecil?” ujar Alea mencoba menanyakannya langsung.


“Kakak cantik, tolong ajari Luca agar bisa seperti Luc! Boleh ‘kan?” pinta Luca dengan penuh kesungguhan hatinya.


“Apa maksud Tuan kecil ingin bisa bela diri seperti Nona kecil?”


Eva pun langsung memastikan agar dia tidak salah mengartikan permintaan dari Taun kecilnya itu yang terlihat malu-malu saat mengatakannya.


“Iya, kakak cantik bisa bantu Luca bukan?”


Luca dengan yakin membenarkan perkataan Eva.


“Woahh,….Kakak hebat, setelah ini kak Luca juga ajari Luci ‘yah? Supaya Luci juga bisa seperti kak Luca!” seru Lucia yang sangat bersemangat mendengar sang kakak akan mulai belajar bela diri seperti dirinya.


“Lebih baik, Luci minta diajarin papah saja!” ujar Luca bukannya tidak ingin membantu adik kembarnya belajar mengenai dunia IT, tapi dia merasa masih kurang mampu dibandingkan dengan papahnya.


“Iya, nanti Luci juga akan meminta papah untuk mengajari Luci. Tapi kalau ada yang Luci masih bingung, boleh ‘kan kalau Luci bertanya pada kakak?”


Lucia tidak akan membiarkan kakak kembarnya begitu saja, karena dari awal dia sudah memutuskan bahwa dia harus belajat dari kakaknya sendiri.


“Tentu saja, terus bagaimana dengan kakak?” ujar Luca yang masih menunggu jawaban dari Alea dan juga Eva sebagai calon guru bela dirinya.


“Tenang saja, kak Luca! Kakak-kakak yang cantik ini pasti setuju, kita mulai latihannya setelah pulang sekolah saja. Jika ada yang kak Luca tidak mengerti, tanyakan saja Luci! Luci ahlinya dalam bela diri, kak Luca tahu itu ‘kan!”


Belum juga Alea dan Eva mengiyakan, Lucia dengan santainya mengatakan bahwa mereka bersedia seakan dia tidak mau adanya penolakan dari mereka.


Sembari menjelaskan tentang duania bela diri, Lucia secara natural mengajak Luca masuk kekelas dan mengabaikan Alea dan Eva yang masih berdiri saling kebingungan.


Bersambung........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚