Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Dirawat Dirumah Saja!


“Zhi,..”


Evan langsung saja menghampiri dan memeluk Zhia dengan penuh kehangatan, dia tidak peduli pada Noland, Julia dan Rayden yang juga berada disana.


“Zhi, kau baik-baik saja ‘kan?” tanya Evan yang masih memeluk Zhia.


Tubuh Zhia seketika mematung begitu Evan memeluknya dengan eratnya. Sementara Noland, Julia dan Si kembar tampak sangat terkejut melihat keberanian Evan itu.


Padahal disana ada Rayden yang terus melontarkan tatapan membunuhnya pada Evan yang telah berani menyentuh istrinya itu.


Rayden pun segera menghampiri Evan, mencengkeraman bahunya dan menjauhkannya dari Zhia.


“Menjauhlah dari istriku!” ujar Rayden yang masih mencengkeram bahu Evan semakin kuat.


Tampak jelas diwajah Evan bahwa dia sedang meringis kesakitan.


“Istri? Sejak kapan kau menikahinya, Hah?” seru Evan yang tidak percaya dengan pengakuan Rayden itu. Nada bicaranya seakan sedang menantang Rayden untuk bertengkar.


Evan sengaja berpura-pura lupa tentang ucapannya selamatnya waktu didepan pintu tadi. Dia ingin melihat seberapa Rayden akan bereaksi saat melihat Zhia didekati olehnya, sekalian memastikan sesuatu.


“Kau,_....”


“Evan, Hentikan! Benar apa yang dikatakan Ray bahwa kami memang sudah menikah.” ujar Zhia, sebelum Rayden mengatakan hal akan membuat kedua pria itu perang dingin.


“Apa? Zhi, kenapa kau bodoh sekali! Jelas-jelas dia pria yang telah menelantarkan kamu dan anak-anakmu, sekarang kau mau menerimanya dengan semudah itu!” seru Evan yang tidak percaya dengan keputusan Zhia.


“Benar-benar orang ini minta ditonjok! Tadi sok-sok ‘kan memberi selamat, sekarang berusaha menjatuhkanku didepan Zhi rupanya!” batin Rayden, matanya menatap Evan dengan tajam.


Namun, Rayden memilih untuk dia dulu. Rayden ingin melihat respon apa yang akan diberikan oleh Zhia terhadap perkataan Evan itu.


“Evan, selama ini yang tejadi bukan seperti yang kau pikirkan. Dari awal semua adalah kesalahanku, kepergianku pun karena keinginanku sendiri. Ray tidak tahu apapun mengenai keberadaanku dan si kembar!”


Zhia mencoba memberikan penjelasan agar Evan mengerti.


Selama ini Zhia memang tidak pernah menceritakan tentang siapa ayah kandung si kembar, karena dari awal Zhia memang tidak mengetahui tentang identitas orang yang menghabiskan malam dengannya saat itu.


“Tapi Zhi,_...”


“Evan, kumohon berhentilah ikut campur dengan urusan pribadiku dan si kembar. Aku tahu selama ini kau yang selalu membantuku dan kedua anak kembarku. Dan karena itulah aku sangat berterima kasih atas semua kebaikanmu, tapi menerima Rayden sudah menjadi keputusanku sekarang. Aku hanya ingin kedua anakku memiliki sebuah keluarga yang utuh dan bahagia, jadi aku mohon padamu hargai keputusanku ini!”


Perkataan Zhia membuat semua orang langsung terdiam termasuk Evan.


Rayden pun menatap istrinya itu dengan tatapan penuh haru, dia tidak menyangka Zhia yang selama ini cuek terhadapnya sekarang malah sedang membelanya.


“Zhi, aku mengerti kau melakukan semua ini untuk kebahagian kedua anakmu ini. Tapi apa kau sendiri juga merasa bahagia bahkan hidup kalian berdua selalu terancam setelah dia muncul dihidupmu. Lihatlah, dirimu sekarang! Jika aku tidak datang disaat waktu yang tepat, kau pasti sudah terbunuh oleh orang itu.”


Evan tetap tidak mau tinggal diam lagi, dia tidak ingin lagi melihat Zhia ataupun si kembar terluka seperti ini.


Zhia pun terdiam, semua yang dikatakan Evan memng benar.


Tapi dia juga sadar Rayden hanyalah manusia biasa, dia tidak bisa setiap saat berada disampingnya untuk melindunginya.


“Tuan Evan, sepertinya anda sudah berbicara sangat keterlaluan! Zhi terluka saat berada dibawah pengawasan saya, apa anda sedang menyalahkan saya sekarang?”


Noland sudah tidak tahan lagi mendengar perkataan Evan yang terus saja menyalahkan putranya. Noland dapat menangkap perhatian lain yang ditunjukan Evan pada Zhia.


“Benar, Tuan Evan! Zhi, terluka saat bersama dengan kami. Jadi, jika ada yang harus disalahkan itulah adalah kami. Akan tetapi, siapa yang akan mengira mereka akan berbuat sekejam itu.”


Julia yang sedari tadi diam, kini juga sependapat dengan suaminya. Kejadian hari ini benar-benar menyadarkan mereka semua untuk memperketat keamanan terhadap Zhia dan si kembar.


Evan tampak tak memperdulikan perkataan Noland dan Julia, bahkan sepertinya dia tidak mau mendengarnya sama sekali.


Sementara Zhia terdiam, dia kembali teringat dengan orang yang berusaha ingin membunuhnya itu.


Zhia ingin memberitahu Rayden tentang Liam, tapi dia merasa saat ini bukanlah saat yang tepat. Karena pembicaraan mengenai Liam sama saja membuka masa lalunya yang buruk itu.


“Zhi, keputusanmu waktu itu untuk pergi adalah keputusan yang sangat tepat! Jika kau berencana untuk pergi lagi, aku akan selalu siap untuk membantumu kapan pun itu.” ujar Evan tanpa diduga oleh Zhia maupun yang lainnya.


“Cukup, Tuan Evan! Aku diam, bukan berarti kau bisa bicara seenaknya seperti ini bahkan memprovokasi istriku!" seru Rayden dengan kesalnya.


"Aku sangat berterima kasih karena kau selama ini telah menjaga dan melindungi istri serta anakku disaat aku tidak ada. Terima kasih juga karena telah menyelamatkannya hari ini, tapi ingatlah dengan baik Zhia sekarang adalah istri sahku dan mereka adalah anak kandungku! Kau tidak berhak untuk mencampuri urusan mereka lagi!”


Rayden akhirnya meluapkan segala emosinya terhadap Evan. Apalagi Evan dengan beraninya mengajak Zhia untuk pergi darinya lagi, tidak pernah mungkin Rayden akan diam saja mendengar itu.


“Istrimu? Atas dasar apa kau berhak menjadi suaminya Zhi, menjadi ayah dari si kembar dan menjadi pelindung mereka? Yang ada kau terus menyeret mereka kedalam bahaya. Apa kau pantas berada disamping mereka, Hah?”


Evan kembali mempertanyakan pertanggung jawaban Rayden sebagi suami dan ayah untuk Zhia serta si kembar tanpa rasa takut sedikitpun.


Rayden tampak sangat marah dengan perkataan Evan, selama ini tidak ada satu pun orang luar yang berani meremehkannya seperti Evan ini.


Rayden pun melayangkan tinjunya kearah wajah Evan, tetapi Zhia langsung menghentikan dengan teriakannya.


“Evan! Ray, kumohon hentikan!”


“Evan, pergilah sekarang! Kumohon!” pinta Zhia yang meminta Evan untuk segera pergi karena dia tidak ingin suasana semakin memanas diantara kedua pria itu.


“Tapi, Zhi,_.....”


“Aku baik-baik saja, Lukaku tidak terlalu parah dan semua ini berkatmu. Terima kasih! Dan kuharap lukamu juga tidak parah, Evan! Jadi, kumohon pergilah dulu untuk sekarang!”


Sebelum Evan menolak untuk pergi, Zhia segera memotongnya dan sekali lagi menyuruh Evan untuk pergi sekarang.


Apalagi melihat ekspresi Rayden yang terlihat semakin marah saat melihat Evan yang masih bersikeras disana.


“Baiklah, aku akan pergi untuk sekarang! Besok aku akan datang kembali untuk menjengukmu lagi.”


Evan akhirnya mengalah, dia pun memutuskan untuk pergi karena melihat Zhia yang tampak tertekan dengan pertengkarannya dengan Rayden.


“Hmmm, hati-hati dijalan!” sahut Zhia yang menampilkan sebuah senyuman yang dia paksakan untuk Evan.


“Aku pergi, Zhi!”


Setelah itu, Evan pun keluar dari ruang rawat Zhia dengan perasaan yang teramat kesal. Evan tidak menyangka bahwa Rayden akan mengikat Zhia dengan menggunakan status pernikahan seperti ini, sekali lagi perkiraannya salah.


“Kau berhutang lagi padaku!” bisik Evan saat melewati Rayden.


“Semoga saja dia disruduk banteng saat dijalan!” gumam Rayden seraya menatap kepergian Evan dengan penuh kebencian.


Akan tetapi, perkataanya itu dapat didengar dengan jelas oleh semua orang yang berada disana. Mereka semua pun hampir saja tertawa saat mendengarnya, terkecuali Zhia.


“Pah, memangnya ada banteng ‘yah dijalan raya?” bisik Julia pada suaminya yang sedari tadi berada disampingnya itu.


“Enggak ada ‘lah, Mah! Kan bantengnya sedang ada disini. Tuhh,….”


Noland kembali membisikkan jawabannya pada istrinya itu sembari mengarahkan matanya pada Rayden. Mereka berdua pun akhirnya tertawa pelan bersama.


“Ini tidak bisa dibiarkan!” gumam Rayden pada dirinya sendiri.


“Zhi, kau dirawat dirumah saja mulai sekarang!” ujar Rayden yang membulatkan keputusannya.


“Ta-tapi kenapa Ray?” Zhia pun terkejut dengan keputusan mendadak Rayden itu.


“Mamah sangat setuju, Cano! Kita rawat Zhi dirumah saja. Mamah tidak suka kalau laki-laki menyebalkan itu terus menemui Zhi!” sahut Julia yang menyetujui keputusan putranya.


"Ta-tapi,_... "


“Papah akan mengurusnya sekarang! Kalau perlu kita pindahkan seluruh staf medis dan peralatan rumah sakit ini kerumah.”


Noland pun segera pergi menemui dokter untuk mendiskusikan perawatan Zhia yang ingin dipindahkan kerumah saja.


Zhia tampak bingung, diantara orang-orang yang berada disana tidak ada satu pun orang yang mendengar perkataannya.


Zhia pun menatap Rayden, Julia dan juga Noland berharap mereka melihat kebingungannya. Zhia ingin menyampaikan pendapatnya sendiri, tapi semua orang tetap mengabaikannya.


Sementara si kembar Luca dan Lucia masih terdiam di tempatnya, mereka merasa sangat aneh dengan perilaku Evan yang tidak bersikap seperti biasanya.


“Luci, kau merasa ada yang aneh tidak dengan sikap paman Evan kepada mamah?” tanya Luca kepada adik kembarnya itu.


“Iya, kak! Apa jangan-jangan,….” Lucia menggantung ucapannya, hingga membuat Luca menjadi sangat penasaran.


“Jangan-jangan apa? Katakan ‘lah yang jelas!” ujar Luca yang sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui apa yang dipikirkan adik kembarnya itu.


Bersambung..............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚