
Di bandara Internasional negara A, mereka sudah disambut oleh Will dan juga Levi serta beberapa pengawal lainnya.
Ternyata Will dan Levi telah menggunakan kostum ksatrianya dan membawa semua kostum untuk digunakan Rayden, Zhia dan si kembar serta Dr. Ian.
Bahkan mobil yang akan mereka gunakan juga sudah dihias seperti layaknya kendaraan di negeri dongeng.
“Selamat datang kembali Yang mulia raja dan Yang Mulia Ratu! Selamat datang juga untuk Pangeran dan Tuan putri!” sapa Will layaknya sang bawahan yang menjunjung tinggi Tuannya seperti dinegeri dongeng.
“Selamat datang kembali Yang mulia raja dan Yang Mulia Ratu! Selamat datang untuk Pangeran dan Tuan putri!”
Levi dan yang lainnya pun ikut mengikuti apa yang dilakukan oleh Will barusan.
“Hay, ada apa dengan kalian? Kalian sungguh membuatku takut saja,” ujar Rayden yang tidak tahu sama sekali tentang ini.
“Wahhh,….Paman Will dan Kak Levi tampan sekali! Apakah ada gaun Tuan putri untuk Luci?” tanya Lucia dengan penuh antusias, gadis mungil nan polos itu bahkan tidak lupa memuji ketampanan Will dan Levi yang semakin paripurna dengan memakai kostum ksatria itu.
“Terima kasih banyak atas pujiannya, Tuan putri! Tentu saja, kami membawa baju khusus untuk Tuan putri. Silahkan anda semuanya berganti pakaian terlebih dahulu sebelum kita kembali keistana.”
Will peun menyarankan Rayden dan semua nya untuk berganti pakaian sebelum mereka kembali kemansion.
Luca dan Lucia langsung antusias berlari masuk kedalam toilet untuk berganti pakaian yang tadi disiapkan oleh Will.
Begitu juga dengan Rayden, Zhia dan Dr. Ian, meskipun mereka merasa aneh memakai pakaian seperti itu tapi mereka harsu menahannya demi kejutan untuk si kembar.
Zhia terlihat begitu cantik memakai gaun yang bagaikan gaun pengantin itu, ditambah lagi dengan mahkota sebagai symbol ratu yang dia kenakan. Menambah kesan kecantikkannya yang tiada duanya dimata Rayden tentunya.
Rayden pun terlihat semakin tampan dan juga sangat gagah dengan mengenakan pakaian baginda raja ditambah lagi dengan mahkota raja yang terlihat sangat bersinar.
Dialah sang raja yang sesungguhnya, rajanya dunia bisnis dan mafia yaitu Rayden Cano Xavier.
Si kembar pun tidak mau kalah, Luca terlihat seperti pangeran yang sangat tampan berwibawa. Sementara Lucia tentu saja menjadi Tuan putrinya yang paling cantik diseluruh negeri.
Setelah puas menikmati penampilan diri sendiri, mereka pun langsung pergi ke mansion.
Begitu sampai di pintu gerbang mansion, mereka sudah disambut oleh para penjaga yang juga mengenakan seragam kerajaan yang sama.
Jalanan menuju mansion pun dihias dengan sedemikian rupanya sudah bak istana asli saja.
Dan begitu pintu terbuka, semua orang langsung menyanyikan lagu ulang tahun secara bersamaan.
Hingga Luca dan Lucia tidak dapat menahan perasaannya lagi, jelas sekali dilihat dari wajahnya bahwa mereka merasa sangat bahagia saat itu.
...Happy birthday to you...
...Happy birthday to you ...
...Happy birthday dear Luca and Lucia ...
...Happy birthday to you... ...
“Grandma!” seru Luca yang langsung berlari memeluk Julia dengan eratnya.
Sementara Lucia memeluk Grandpanya dan kemudian mereka saling tempat untuk bergantian.
“Apa Grandpa dan Grandma yang menyiapkan semua ini untuk kami?” tanya Luca yang terus tersenyum sembari memperhatikan setiap sudut rumahnya yang sekarang berubah menjadi istana.
“Iya, bagaimana? Apa kalian menyukainya?” ujar Julia yang menanyakan pendapat dari si kembar.
“Ehm,…Luci sangat, sangat menyukainya!” seru Lucia dengan penuh semangat.
Sementara Luca hanya menganggukan kepala, masih dengan tatapan memeriksa kesekelilingnya.
“Ayo, sekarang kita tiup lilin dan potong kuenya ‘yah!” ujar Julia yang membawa si kembar ketempat kue ulang tahunnya berada.
“Woahh,…. Ini kue ulang tahun kami, Grandma?” tanya Lucia yang masih tidak percaya bahwa ulang tahun mereka kali ini mendapatkan kue yang begitu besar.
“Iya, sayang itu kue ulang tahun kalian berdua! Kita tiup lilin sekarang ‘yah. Ayo semuanya kita nyanyi bersama.”
Julia pun mulai bernyanyi diikuti dengan oleh semua orang disertai tepukkan tangan semua orang disana.
...Selamat ulang tahun kami ucapkan...
...Selamat panjang umur kita kan doakan...
...Selamat sejahtera sehat sentosa...
...Selamat panjang umur dan bahagia...
...Panjang umurnya ... panjang umurnya...
...Panjang umurnya … serta mulia...
...Serta mulia … serta mulia...
...Tiup lilin nya...
...Tiup lilin nya...
...Tiup lilin nya sekarang juga, sekarang juga...
...Sekarang juga......
“Yeayy,…. Bagus sekali, Luca dan Lucia!”
Sorak sorai dan tepuk tangan semua orang pun terdengar saling bersautan satu sama lain begitu Luca dan Lucia berhasil meniup lilinnya.
“Selamat ulang tahun, sayangnya Grandma!” ucap Julia seraya memeluk dan mencium Luca dan Lucia secara bergantian.
“Terima kasih, Grandma!” ucap Luca dan Lucia yang juga membalas ciuman dari Grandmanya.
“Sayang, ini hadiah dari Grandpa dan juga Grandma semoga kalian menyukainya ‘yah?”
Noland pun memperlihatkan dua buah sepeda keluaran terbaru untuk anak-anak sebagai hadiah ulang tahun dari mereka.
Mansion itu memiliki halaman yang sangat luas, jadi mereka berpikir bahwa sepeda adalah hadiah yang paling tepat untuk dua cucu kembar kesayangannya itu.
“Wahh,…Bagus sekali, Grandpa!” puji Luca dan Lucia yang sangat menyukai hadiahnya itu.
“Terima kasih banyak, Grandpa dan Grandma! Luca suka sekali dengan hadiahnya dan juga pesta ini,” ucap Luca yang terlihat sangat bahagia dengan perayaan ulang tahunnya kali ini.
“Iya, Luci juga sangat sangat menyukai pestanya! Papah dan mamah sebagai raja dan ratu, lalu Luci dan kak Luca seperti pangeran dan Tuan putri. Semuanya terlihat sangat cantik sampai Luci tidak ingin semuanya berakhir.”
“Benarkah? Syukurlah, kalau Luca dan Lucia juga menyukainya." ujar Julia.
Tanpa disangka Lucia sangat menyukai tema yang dianjurkkan oleh Levi itu. Levi sepertinya sangat mengerti dengan semua yang diinginkan oleh Nona kecilnya itu.
Tatapan penuh tanya pun langsung didapatkan oleh Levi dari Will, sebab hanya Will seorang yang mengetahui perasaan Levi terhadap Nona kecil mereka itu.
“Apa?” seru Levi pada Will karena merasa tidak nyaman dengan tatapan itu.
“Tidak apa,” sahut Will tapi masih saja menatap Levi dengan sangat intens.
Mendengar jawaban dari Will, Levi pun tidak memperdulikannya lagi dia lebih baik sedikit menjaga jarak untuk menghindari tatapan itu.
Apalagi Will membawa Alea juga kedalam pesta itu, sehingga mereka berdua terlihat seperti pasangan saja dan sudah sewajarnya jomblo harus menyingkir kalau tidak ingin disebut sebagai obat nyamuk.
“Papah, bagiamana dengan hadiah dari papah untuk kami?” tanya Lucia yang menagih hadiah dari papahnya.
“Iya, papah seharusnya tahu kalau hari ini ulang tahun kami, bukan?” sahut Luca yang membatu adik kembarnya untuk mendapatkan hadiah ulang tahun mereka.
“Ini semua hadiah dari papah. Apakah semua ini belum cukup sebgai hadiah ulang tahun untuk kalian berdua?” ujar Rayden dengan santainya, karena sebenarnya dia tidak sempat menyiapkan hadiah untuk kedua anak kembarnya itu.
“Tuan, bukankah yang menyiapkan semua ini saya dan Will? Iya ‘kan, Will?” ujar Levi yang tidak suka Rayden dengan seenaknnya mengakui kerja keras yang mereka lakukan selama beberapa hari ini.
“Iya, kami yang bersusah payah menyiapkannya. Kenapa Tuan yang mengakuinya?” sahut Will yang sependapat dengan Levi.
“Mamah yang menyuruh, kenapa kau tidak suka? Cano, kau ini sudah dewasa masa masih merasa iri dengan anak-anakmu sendiri?”
Julia pun ikut turun tangan untuk menengahi Rayden dan juga Levi.
“Bukan begitu, Mah!”
Rayden tak mampu melawan kata-kata mamahnya, kalau dia berani melawan maka sudah mati kutu dia dibuatnya.
“Jadi, papah tidak punya hadiah untuk kami?” tanya Luca dengan raut wajah sedihnya.
“Tidak apa, sayang! ‘Kan masih ada mamah yang sudah menyiapkan hadiah untuk kalian berdua dan juga papah.”
Zhia yang sedari tadi hanya diam memperhatikan sembari tersenyum saja, akhirnya angkat bicara.
Zhia tidak ingin kedua anak kembarnya merasa kecewa dihari yang sangat berharga untuk mereka itu.
“Zhi, kau sudah menyiapkan hadiahnya? Tapi sejak kapan? Dan hadiah untukku juga?”
Rayden pun menatap Zhia dengan tidak percaya, karena selama ini Zhia selalu berada disisinya dan dia tidak pernah melihat Zhia menyiapkan sesuatu dibelakangnya.
Lalu sejak kapan Zhia menyiapkannya bahkan Rayden sendiri tidak sempat menyiapkannya.
“Mana, Mah? Bolehkan Luca membukanya sekarang?”
Mata Luca pun kembali berbinar penuh harap, dia sudah tidak sabar ingin melihat dai mamah tersayangnya.
“Luci juga, Mah!” sahut Lucia yang juga merasakan hal yang sama dengan sang kakak.
“Silahkan, Nyonya!”
Dr. Ian tiba-tiba muncul dan memberikan sebuah kotak besar kepada Zhia dengan hiasan yang begitu indah.
“Ini hadiah dari mamah untuk Luca, Lucia dan juga kamu, Ray!”
Zhia pun memberikan kotak hadiahnya pada Luca. Semua orang pun dibuat penasaran dengan hadiah yang diberikan oleh Zhia.
Bahkan dengan santainya, Zhia juga mengatakan bahwa hadiah untuk Luca, Lucia dan juga Rayden sekaligus.
“Bukalah!” pinta Zhia dengan senyuman penuh arti.
Luca yang memegang kotak hadiahnya, sementara Lucia yang berniat untuk membukanya.
Sedangkan Rayden hanya menatapnya dengan tidak sabar, begitu juga yang dirasakan oleh semua orang yang berada disana.
Degup jantung semua orang yang berada disana seakan berhenti, ketika Lucia perlahan mulai membuka kotak hadiahnya. Rasa tak percaya dan juga perasaan haru pun seketika memenuhi ruangan itu.
“Zhi, kau,_..... Kau hamil?” seru Rayden dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
“Iya, Ray! Kau akan menjadi seorang papah lagi!” Zhia pun membenarkan seraya tersenyum bahagia.
“Terima kasih, sayang! Terima kasih banyak, karena telah memberiku hadiah terindah sepanjang hari ulang tahunku!”
Rayden pun segera menarik Zhia kedalam pelukkannya, dia menangis terisak karena masih tidak percaya bahwa dia akan menjadi seorang papah lagi.
“Terima kasih!” bisik Rayden dengan lembut tepat ditelinga Zhia.
“Yeay,…. Luci akan punya adik baby boy! Yeay,…Yeay,….”
Lucia pun terlihat sangat kegirangan, begitu juga dengan Luca. Mereka berdua terus menari-nari sembari meneriakkan kata baby boy.
“Selamat ‘yah, sayang!” ucap Julia yang memeluk dan menncium kening Zhia dengan airmata yang tak berhenti menetes.
“Ya ampun, Cano! Selamat ‘yah, kau memang dapat diandalkan!” puji Noland pada Rayden.
“Selamat ‘yah, Tuan! Anda akan menjadi seorang ayah lagidan juga selamat ulang tahun!” ucap Levi yang menghampiri Tuannya itu.
“Terima kasih, Lev! Karena itulah kau harus lebih lama lagi memimpin klan kita ini menggantikan diriku ‘yah!” ujar Rayden yang secara tidak langsung menyerahkan posisi ketua kepada Levi dengan batas waktu yang tidak ditentukan lagi.
“Yah, kena lagi ‘deh!” gerutu Levi yang seketika langsung tidak bersemangat lagi.
“Selamat Tuan, ini pasti menjadi hadiah ulang tahun terindah di bandingkan dengan hadiah yang lainnya!”
Tanpa disangka Alea datang bersama dengan Will hanya untuk memreikan selamat pada Rayden dan Si kembar.
“Berarti juga untukmu Alea! Besok kembali ‘lah bekerja seperti biasa, karena aku tidak mau Zhia tidak memiliki perlindungan apapun. Apalagi sekarang dia sedang mengandung anakku! Bagaimana menurutmu?” ujar Rayden yang secara langsung meminta Alea untuk bekerja sebagai pengaawal pribadinya Zhia lagi.
“Ba-baiklah, Tuan!”
Alea pun tidak dapat menolaknya, apalagi ini permintaan pribadi dari Rayden secara langsung.
“Waahh,… Sepertinya semua orang sangat bahagia hari in, terutama untuk si kembar Luca dan Lucia serta papahnya.” seru Dr. Ian yeng mengalihkan semua perhatian semua orang kepadanya.
“Mau saya beritahukan kabar yang membahagiakan lagi, tidak?” ujar Dr. Ian yang membuat semua orang menjadi sangat penasaran.
“Mau ‘dong, cepat katakan apa itu?” sahut Noland dengan cepat yang tidak sabar menantinya.
“Kabar baiknya adalah Nyonya Zhia tengah mengandung anak kembar tiga sekaligus. Ayo, semuanya ucapkan selamat kepada pasangan kita ini Cano dan Zhia!”
Sebuah kejutan yang tidak terduga bagi Rayden dan Zhia, bahwa kali ini mereka akan mendapatkan anak kembar tiga sekaligus.
Sebelum kembali Zhia memang telah mengetahui bahwa dirinya tengah hamil setelah melakukan beberapa tes tambahan yang diminta oleh Dr. Ian saat berada dipulau.
Tapi Zhia tidak pernah tahu bahwa dia sekarang tengah mengandung bayi kembar tiga sekaligus.
Semua orang yang hadir pun bergantian mengucapkan selamat atas kehamilan Zhia dan ulang tahun si kembar serta Rayden.
Semua orang merasakan kebahagian yang sama seperti yang dirasakan keluarga besar Xavier saat ini.
Tanpa terkecuali Zhia dan Rayden yang tidak pernah menyangka bahawa mereka akan disatukan dalam ikatan tali pernikahan seperti ini.
Meskipun harus melalui berbagai rintangan dalam mempertahankan hubungan mereka, pada akhirnya mereka bisa melaluinya saat bersama.
Rayden yang mau menerima Zhia apa adanya membuat Zhia menjadi wanita yang paling beruntung didunia.
Dan Zhia yang mau menerima sisi buruk Rayden sebagai seorang mafia, membuat Rayden menjadi laki-laki yang paling sempurna.
Apalagi mereka telah dianugrahi sepasangan anak kembar yang tampan dan cantik serta genius seperti Luca dan Lucia.
Ditambah lagi dengan kedatangan tiga anggota keluarga baru yang sekarang masih berada didalam perut Zhia menambah kebagahian mereka yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun didunia ini.
...》》》》》》》Tamat《《《《《《《...
Akhirnya kisah 'ANAK KEMBAR SANG MAFIA' selesai juga. Meskipun butuh perjuangan besar, karena selama beberapa hari ini saya sakit.
Terima kasih kepada para pembaca semuanya yang telah mengikuti kisah si kembar, Luca dan Lucia dengan setia dari awal hingga akhir.
Terima kasih juga atas dukungannya selama ini dan Maaf kalau saya sebagai author sering mengecewakan kalian dalam berbagai hal.
Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya🙏🙏🙏
Jika ada pertanyaan silahkan koment di part ini. Insya Alloh, saya akan menjawabnya.😄😄😄
atau bisa tanya langsung di akun sosmed saya ini
Fb : Phopo Nira Nira/ Trie Vanny
Ig : @Phopo_Nira
Terima kasih banyak,
Salam hangat dan Cinta
Dari Author😘😘😘