Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Asal Usul Zhia


“Apa pernah kau mengetuk pintu lebih dulu saat mau masuk ketempatku! Aku belajar darimu tahu! Dan untuk apa tirai ini?” sahut Jay yang kemudian langsung duduk dengan santainya.


“Tentu saja untuk menutupi wajahku, banyak pembaca yang sedang mencari tahu tentang identitasku. Jadi aku menggunakan tirai ini agar wanita itu juga tidak bisa mengenaliku.” Ujar Pria misterius itu dengan santainya.


“Kau jadi memanfaatkannya seperti ini?” Jay mencoba memastikannya.


“Hmmm, seperti yang kau lihat!” sahut Pria misterius itu seakan tidak terlalu memperdulikan kerjasamanya dengan Grace.


“Terserah kau saja ‘lah!”


Jay pun menyerah, dari dulu Ketua klannya ini memang suka berbuat sesuka hatinya. Jadi, Jay sudah tidak kaget lagi.


“Ouhya, aku telah menempatkan beberapa anak buah untuk mengawasi Zhia dan juga anak kembarnya itu. Lalu bagaimana lagi sekarang?” ujar Jay yang melaporkan tugas yang telah dia selesaikan.


“Yah, mau bagaimana lagi? Cari waktu yang tepat untuk mengundang mereka ke markas kita. Sepertinya anak kembar itu cukup menarik, apalagi kalau sedang menangis karena ketakutan. Untuk Zhia kita biarkan saja dulu, aku lebih menginginkan kedua anak kembar itu!” ujar Pria misterius itu yang telah menentukan target buruannya yaitu si kembar, Luca dan Lucia.


“Okay, aku akan memberi perintah pada mereka untuk membawa kedua bocah kembar itu. Baik secara suka rela ataupun dipaksa!”


Jay pun langsung mengerti atas perintah itu.


“Kalau sudah tidak ada urusan penting lagi, aku mau pulang sekarang! Aku lupa belum memberi makan si Comel saat kesini!”


Pria misterius itu pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.


“Ouh, satu hal lagi! Aku belum bayar biaya sewa ruangan ini. Tolong kau urus ‘yah, Jay!” ujar Pria misterius itu lagi sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu.


Selesai mengatakannya Pria misterius itu segera meninggalkan Jay sendirian disana.


“Malang sekali nasibku ini mempunyai boss seperti dia. Untung aku sangat sabar, baik hati dan tidak sombong!”


Jay menggerutu sendiri didalam ruangan itu. Karena ruangan VVIP sudah terlanjur disewa, Jay pun tidak mau menyia-nyiakannya.


Jay langsung memesan berbagai macam minuman dan beberapa wanita cantik dan seksi untuk menemaninya bersenang-senang.


......................


Disatu sisi, Rayden dan yang lainnya baru saja menyelesaikan foto keluarga yang dilakukan disalah satu studio foto terbaik dinegara A.


Julia terus saja memaksa untuk membuat sebuah foto keluarga untuk mengenang hari bahagia itu.


Ditambah lagi mereka telah mengenakan pakaian dengan warna yang senada, maka dari itu Julia tetap kekeuh untuk membuat foto keluarga.


Selesai dengan urusan foto keluarga itu. Kini Rayden, Zhia, Noland dan Julia beserta si kembar sudah berada di salah satu restaurant terbaik di negara A.


Noland sengaja menyewa seluruh restaurant mewah itu untuk satu malam, demi menyambut menantu barunya dan kedua cucu kembarnya yang sangat menggemaskan itu.


“Zhi, makanlah yang banyak! Semua makanan ini sudah dipesankan khusus untukmu dan si kembar ‘loh! Bahkan papah yang memilih sendiri menu makanannya.” Ujar Julia yang secara tidak langsung memuji perbuatan suaminya yang sangat menyayangi Zhia dan juga si kembar.


“Benarkah Grandpa? Terima kasih Grandpa, Luci sangat menyukai semua makanan ini.” Ucap Lucia dengan mulut penuh dengan makanan, wajahnya terlihat semakin menggemaskan saja ditambah lagi mulut mungilnya yang belepotan itu.


(Itu setelah diterjemahkan dalam bahasa yang normal, bayangkan sendiri aja gimana cara ngomong Lucia yang mulutnya sedang penuh dengan makanan.)


“Hahahaa,…..Sama-sama, Luci sayang! Makannya pelan-pelan saja, nanti kalau kurang Grandpa pesankan lagi!”


Noland pun tertawa melihat tingkah menggemaskan cucu perempuan kesayangannya itu.


“Luca, kau juga makanlah yang banyak. Biar pipimu itu tambah Chubby nanti ‘kan Grandma bisa lebih puas mencubit pipimu itu.” Ujar Julia pada Luca yang terus saja makan tanpa peduli dengan pembicaraan orang lain.


Sontak saja, Luca langsung mendongakkan kepalanya menatap kearah Grandmanya dengan raut wajah bingung dan mulut belepotan yang penuh dengan makanan.


“Hahahahaa,…….”


Semua orang menertawakan ekspresi wajah Luca yang terlihat lebih menggemaskan dari adiknya itu.


Apalagi tatapan bingungnya itu terlihat sangat lucu di mata semua orang terutama dimata Grandpa dan Grandmanya.


Luca merasa semakin bingung, dia pun melihat kearah papahnya yang tepat duduk disebelahnya untuk meminta penjelasan.


“Tidak apa-apa, sayang! Lanjutkan saja makanmu, jangan hiraukan mereka.” Ujar Rayden yang tersenyum sembari membelai kepala putra kecilnya itu dengan lembut.


Sudah mendapat penjelasan dari sang papah, Luca pun kembali melanjutkan acara makannya tanpa memperdulikan semua orang yang masih menertawakannya itu.


“Zhi, apa kau tidak mempunyai keluarga satu pun? Jika ada, perkenalkanlah pada kami.” ujar Julia yang membuat Zhia langsung tersentak bahkan sampai tidak sengaja menjatuhkan garpu yang berada disamping piringnya.


Traaangg,………………


“Ma-maafkan aku!”


Zhia pun segera mengambil garpu yang berada dibawah meja itu.


Tangan Rayden segera menutupi ujung meja yang sedikit runcing itu agar kepala Zhia tidak terbentur.


Berhasil mengambil garpunya yang jatuh, Zhia pun kembali dikejutkan dengan perbuatan Rayden.


Zhia tidak menyangka bahwa Rayden benar-benar melindungi dirinya bahkan dari hal sepele seperti ini.


“Lain kali biarkan saja, nanti ada pelayan yang akan mengurusnya dan memberikan garpu yang baru.” ujar Rayden mengingatkan Zhia agar tidak melakukan hal seperti itu lagi.


“Ma-maafkan aku!” ucap Zhia lagi sembari menundukkan kepalanya.


“Kau tidak apa-apa ‘kan, Zhi?” tanya Noland dan Julia secara serentak dengan khawatir.


Sementara Luca dan Lucia menatap mamahnya dengan wajah cemas mereka yang malah terlihat menggemaskan.


“I-iya, aku baik-baik saja!” jawab Zhia dengan canggungnya.


“Maaf ‘yah, mamah tidak tahu kalau kamu tidak mau membicarakan tentang keluargamu pada kami!”


Julia pun menyadari bahwa dirinya ‘lah yang menyebabkan Zhia menjadi merasa gugup atas pertanyaan yang tadi.


“Tidak! Bukannya aku tidak mau memberitahu tentang keluargaku, tetapi karena aku tidak mempunyai siapapun kecuali anak-anakku ini.” Ujar Zhia raut wajahnya seketika berubah menjadi sedih.


Noland, Julia bahkan Rayden pun terkejut begitu mengetahui bahwa Zhia selama ini hidup sebatang kara.


Wanita yang sudah berstatus istri Rayden ini telah lama berjuang sendirian untuk menghidupi dirinya sendiri bahkan ditambah dengan kedua anak kembarnya.


Tidak bisa terbayangkan oleh mereka bagaimana Zhia bertahan hidup selama ini. Menghadapi penderitaan, hinaan serta belas kasih dari setiap orang yang ditemuinya.


Hal itu membuat perasaan bersalah Rayden semakin besar saja.


Andai waktu itu, Rayden langsung mencari keberadaan Zhia. Mungkin Zhia tidak akan terlalu menderita saat mengandung dan membesarkan si kembar.


Namun, apalah daya Rayden nasi telah menjadi bubur.


Rayden tidak bisa memutar kembali waktu, yang bisa dia lakukan sekarang adalah memperbaiki kesalahannya dengan membuat Zhia dan juga anak kembarnya hidup didalam kebahagiaan.


“Aku adalah anak yatim piatu! Semua keluargaku meninggal dalam kecelakaan bus ketika akan pergi belibur saat usiaku baru 5 Tahun, hanya aku saja yang berhasil diselamatkan dalam kecelakaan itu. Dan karena sudah tidak ada keluarga yang bisa merawatku, makanya aku tinggal dipanti asuhan sampai bisa menghidupi diriku sendiri. Maaf, karena aku bukan orang yang hebat seperti Nona Grace!”


Zhia pun akhirnya menceritakan kisah masa lalunya yang sangat menyakiti hatinya itu.


Zhia mengatakan dengan sejujur-jujurnya tanpa ada yang dia sembunyikan sedikitpun dari Rayden dan juga keluarganya.


“Sungguh, dari awal aku tidak berniat untuk menipu kalian sedikitpun.”


Tampak jelas Zhia merasa takut, kalau Rayden dan keluarganya akan menganggapnya sebagai penipu.


Karena asal usul keluarganya yang berasal dari kalangan kelas bawah itu. Matanya sudah berkaca-kaca mencoba menahan tangisnya.


“Zhi, siapa yang mengatakan kamu seorang penipu! Bagaimana pun asal usul keluargamu itu tidak dapat mengubah fakta bahwa kamu istri Cano sekarang. Yang artinya kamu menantuku, menantu kesayangan mamah dan papah!”


Julia meraih tangan Zhia, menggenggam tangannya dengan lembut.


“Iya, Zhi! Jika selama ini kau tidak mempunyai siapapun tapi lihatlah sekarang! Kau punya Papah, Mamah, Suami yang tampan seperti Cano dan juga sepasang anak kembar yang sangat menggemaskan. Lihatlah, sekarang kami adalah keluargamu. Jadi, jangan pernah kamu merasa sendirian lagi karena ada kami semua untukmu, Zhi!”


Ucapan Noland malah semakin membuat Zhia ingin sekali menangis.


Zhia tidak pernah menyangka bahwa dirinya bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga setelah sekian lama dirinya selalu sendirian.


Rayden yang melihat Zhia sudah meneteskan airmata langsung saja meraih tubuh Zhia kedalam pelukkanya.


“Jangan menangis, Zhi! Kenapa kau malah menangis di hari bahagia kita?”


Rayden mencoba menggoda Zhia, berusaha menghiburnya agar berhenti menangis tapi dia malah mendapat cubitan maut dari Zhia.


Rayden memeluk dan membelai rambut panjang Zhia untuk menenangkannya.


Cukup lama Zhia menangis dipelukkan Rayden. Setelah merasa cukup tenang, mereka pun kembali melanjutkan acara makan malam mereka sampai puas terutama si kembar yang sangat jago makan itu.


Bersambung............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚