Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Rahasia!


“Ray, aku baik- ba,_...”


Perkataan Zhia harus terpotong, karena Rayden langsung memeluk tubuhnya tanpa sepatah katapun.


Menangis, seorang Rayden sedang menangis dipelukkan Zhia. Meskipun tidak mengeluarkan suara, tetapi airmatanya jatuh dipundak Zhia.


“Jangan berkata kau baik-baik saja, Zhi! Karena aku yang merasa tidak baik-baik saja melihat dirimu yang terluka seperti ini.” ucap Rayden yang masih setia memeluk Zhia.


Si kembar pun tidak mau kalah, Luca dan Lucia langsung memeluk papah dan mamahnya dengan eratnya. Keluarga kecil itu, menunjukan bentuk kasih sayang mereka dengan saling berpelukkan.


“Cano, papah perlu bicara denganmu! Ini sangat serius, mengenai penyerangan terhadap Zhi!” ujar Noland yang merusak suasana hangat yang sedang terjalin diantara Rayden dan Zhia.


Namun, apalah daya Rayden keselamatan istrinya lebih penting. Rayden harus segera mencari dan menangkap siapa saja pelaku penyerangan yang melukai istri kesayangannya itu.


Kali ini, Rayden sudah tidak bisa berdiam diri lagi. Dia akan mencari dan membunuh siapapun yang telah melukai Zhia dengan cara yang sangat menyakitkan.


Rayden pun berpamitan pada Zhia dan si kembar, kemudian dia mengikuti papahnya keluar dari ruang rawat Zhia.


Noland mencari tempat yang sangat sepi untuk membicarakan tentang penyerangan tersebut.


Secara kebetulan mereka bertemu dengan Will ditengah perjalanan, Rayden tentu saja langsung menyuruh Will untuk mengikuti mereka.


“Cano, sepertinya kau harus bersikap tegas sekarang terhadap klan Tiger Dark.” ujar Noland yang secara tidak langsung memberitahu bahwa klan Tiger Dark ‘lah yang menjadi dalang dari penyerangan yang sampai melukai Zhia itu.


“Jadi, mereka dalangnya! Tentu saja, aku akan meminta balas seribu kali lipat atas perbuatan mereka ini.”


Rayden terlihat sangat menyeramkan saat itu, mungkin didalam otaknya sudah terpikirkan kematian seperti apa yang akan didapat dari pelaku yang menyerang Zhia itu.


“Tapi, Tuan! Menurut saya, bukan hanya klan Tiger Dark saja yang menjadi dalangnya. Mengingat mereka menyerang secara terang-terangan seperti ini yang pastinya mereka tidak akan bertindak sebodoh itu. Aku yakin pasti ada orang lain yang menjadi otak dari penyerangan ini.”


Will pun menyuarakan pendapatnya, karena tidak mungkin musuh yang kekuatannya hampir sepadan dengan klan BlackSky akan melakukan hal sebodoh itu.


Itu sama saja dengan mencari masalah dan kematiannya sendiri, dia yakin ketua klan Tiger Dark tidak akan sebodoh itu.


“Kau benar juga, Will!” sahut Noland yang juga sependapat denga napa yang dikatakan oleh Will.


“Lalu siapa sebenarnya dalang dibalik penyerangan ini?” gumam Rayden yang berusaha menebak siapa saja musuhnya yang akan berani melakukan hal sebodoh ini dengan memancing amarah singa yang sedang kelaparan seperti Rayden.


“Atau jangan-jangan Nona Grace yang merencanakan penyerangan ini. Bisa jadi, dia menyewa pembunuh bayaran untuk melukai Nyonya Zhia.” Will pun mencoba menebaknya.


“Itu tidak mungkin! Karena aku sudah menarik semua kompensasi dari pembatalan pertunangan dan juga semua dukungan kepada keluarganya! Tapi untuk berjaga-jaga tempatkan seseorang untuk selalu mengawasinya!” sahut Rayden yang merasa mustahil Grace bisa melakukan itu.


Karena keluarga Adenthe saat ini sudah hampir terancam gulung tikar hanya tinggal harga diri mereka saja yang tersisa.


Grace tidak mampu membayar pembunuh bayaran, kecuali ada orang lain yang bersedia berada dibelakangnya.


“Baik, Tuan!” sahut Will dengan cepat.


“Cano, benar! Semua ini seperti teka-teki saja, siapa sebenarnya musuh yang paling berbahaya disini dan siapa yang ingin membunuh Zhia!” sahut Noland merasa sangat frustasi memikirkan semua itu.


“Will, perintahkan Levi untuk menyerang markas klan Tiger Dark! Kita akan memancing orangnya dengan menggunakan ini! Dan cari pengawal wanita yang kemampuannya setara denganmu atau Levi. Aku ingin menempatkannya sebagai pelindung Zhia.” perintah Rayden yang sepertinya sudah mempunyai rencana untuk menangkap siapa pelakunya.


“Baik, Tuan!” sahut Will yang segera melakukan tugasnya itu.


Tanpa bertanya apapun lagi, Will sudah mengerti bahwa Tuannya tidak ingin kecerobohannya sampai terulang untuk kedua kalinya.


“Beruntung luka Zhi tidak terlalu parah, karena ada orang itu yang menolong menahan pisaunya!” ujar Noland secara tiba-tiba membuat Rayden langsung menatap kearah papahnya dengan penuh tanya.


“Apa maksud papah?” tanya Rayden setengah memaksa.


“Ada seorang pria bernama Evan yang tiba-tiba muncul dan melindungi Zhia! Dia bahkan rela melukai tangannya sendiri, demi menyelamatkan Zhi. Kalau tidak, mungkin pisau itu sekarang sudah menembus jantung Zhi!” ujar Noland yang akhirnya memberitahu tentang Evan.


“Benarkah? Dimana dia sekarang?”


Rayden langsung saja menanyakan keberadaan Evan, rayut wajahnya tidak bisa terbaca oleh Noland.


“Dia tadi mendapat perawatan pada tanganya, tapi aku tidak tahu diruangan mana dia berada!” sahut Noland yang memang tidak tahu dimana Evan mendapat perawatan.


Kerena sesampai dirumah sakit yang dia khawatirkan hanya menantunya saja.


“Sudahlah, kita bahas nanti saja! Aku akan menemani Zhi dan si kembar lagi.”


......................


Disatu sisi, orang berhasil melukai Zhia sekarang berada di sebuah Gudang kosong yang sangat jauh dari keramaian.


Dia sedang membakar jaket yang tadi dia gunakan agar tidak pernah ditemukan oleh polisi, tapi dia lupa pisau yang dia gunakan sedang berada ditangan Evan.


“Sialan, kalau bukan karena pria itu. Mungkin aku sudah berhasil mengirim Zhia keneraka.!” ujar Pria itu ditengah heningnya dan gelapnya gudang kosong itu, hanya cahaya dari api yang membakar jaketnya itu yang menerangi wajahnya.


“Aku tidak menyangka kejadian 7 Tahun yang lalu. Akan membuatku menjalani kehidupan yang sangat menyedihkan seperti ini, sedangkan Zhia menjadi Nyonya muda keluarga Xavier!”


Ternyata orang yang berniat ingin membunuh Zhia adalah Liam Hudson.


“AAKKKHHH,…………ZHIA, AKU PASTI AKAN MEBUNUHMU!!” teriak Liam dengan frustasi.


Begitu berita tentang pengakuan cinta Rayden pada Zhia dan Si kembar menjadi sangat viral di internet.


Teman-teman Liam bahkan boss dikantornya langsung menyalahkan Liam, karena sudah menolak Zhia dan membuatnya keluar dari perusahaan.


Padahal kerjasama IT antar perusahaan Zhia yang dulu dengan perusahaan Rayden akan membantu keuangan perusahaan mereka yang diambang kebangkrutan.


Bahkan tanpa segan, Liam dipecat dari perusahaan sebab dianggap akan mempengaruhi kerjasama yang sangat penting itu.


Liam pun terpaksa menjadi pengangguran dan dijauhi oleh orang-orang yang dulu dekat dengannya.


“Kau lihat saja, Zhia! Aku pasti akan datang lagi untuk membunuhmu atau kalau perlu kedua anak kembarmu yang akan menanggung semuanya!”


Liam membulatkan tekad menjadikan Zhia dan kedua anak kembar itu sebagai pelampiasan pembalasan dendamnya atas kehancuran hidupnya sendiri yang bahkan tidak ada kaitannya dengan Zhia sedikitpun.


Sesampainya didepan ruang rawat Zhia, Noland dan Rayden sudah dihadang si kembar. Wajah si kembar terlihat sangat marah pada Papah dan Grandpanya itu.


Noland yang tidak tahu bahwa si kembar telah mengetahui identitas mereka yang merupakan ketua mafia, langsung saja menatap kearah Rayden untuk meminta penjelasan.


“Kami akan merahasiakannya dari mamah. Jadi, papah berjanji pada kami! Kalau papah akan selalu melindungi mamah apapun yang terjadi!” seru Luca dengan wajah seriusnya yang malah terlihat sangat menggemaskan dimata Rayden dan Noland.


“Tentu saja! Bukan hanya mamah, papah juga akan selalu melindungi kalian berdua. Maka dari itu papah menempatkan Levi disisi kalian, agar kalian selalu terlindungi dari niat jahat orang lain!” ujar Rayden yang malah tersenyum pada kedua anak kembarnya itu.


Sementara, Noland menatap mereka dengan bingung. Dia benar-benar tidak tahu pembicaraan apa yang tengah Rayden dan kedua cucu kembarnya itu sedang bicarakan.


“Satu hal lagi, kami berdua akan selalu mengawasi Papah dan Grandpa mulai dari sekarang!” ujar Lucia yang terlihat lebih menggemaskan dibandingkan Luca.


“Tunggu, kenapa kalian harus mengawasi Grandpa?” ujar Noland penuh kebingungan.


“Baiklah, sayang! Lakukan saja sesuka kalian, tapi ingat rahasiakan ini dari semua orang terutama pada mamah kalian! Kalian mengerti?” ujar Rayden yang kembali menegaskan kepada kedua anak kembarnya agar tidak memberitahu siapapun tentang identitasnya sebagai ketua mafia.


“Ijinkan kami juga untuk masuk klan seperti papah!” ujar Luca dan Lucia serentak, hingga Noland dan Rayden seketika membulatkan kedua bola mata mereka.


Akhirnya kini Noland mengerti arah pembicaraan ayah dan kedua anak kembarnya ini. Ternyata identitas Rayden sebagai ketua klan mafia sudah diketahui oleh Luca dan Lucia.


Bersambung...........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚