
Will dan Levi melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik. Hanya dalam waktu satu hari, Levi sudah menemukan dan memilih beberapa tempat dengan kriteria yang sesuai dengan permintaan Tuannya.
Mungkin hampir ada serratus tempat didunia yang dipilih oleh Levi dengan memperhatikan setiap keinginan Tuannya itu.
Levi pun menyeleksinya dengan sangat ketat, karena semua ini demi kesembuhan Tuan kecil kesayangannya.
Sedangkan Will bertugas mengikuti Dr. Ian untuk mencari tahu peralatan medis apa saja yang perlu dipersiapkan selama liburan itu.
Apalagi mengingat jadwal Dr. Ian yang sangat padat, karena dia memang salah satu dokter terhebat dan dipercaya dirumah sakit itu.
Setelah menjadi hantu gentanyan yang terus mengikuti kegiatan Dr. Ian selama seharian penuh, Will akhirnya berhasil mendapatkan semua data alat-alat medis yang diperlukan bahkan sampai hal kecil sekalipun dia tulis.
Selesai mendapatkan data yang diperlu, Will dan Levi pun menemui Tuannya untuk bisa menentukan salah satu diantara ratusan tempat yang sudah dimasukkan Levi kedalam List.
Semuanya tertulis lengkap dan disertai beberapa foto lingkungan yang akan menjadi rumahh sementara selama disana.
Perlu waktu dua hari penuh untuk Will dan Levi menjelaskan semua tempat yang ada didalam daftar, hingga Rayden dapat memutuskan untuk memilih salah satunya.
Dr. Ian bahkan sampai geleng-geleng kepala sendiri dengan semua persiapan yang dilakukan Rayden demi kesembuhan putranya.
Dengan pertimbangan yang sangat matang, Rayden memilih sebuah pulau dengan pamandangan yang sangat indah.
Tempat menginapnya berada ditepi laut dan ada beberapa tempat dengan pemandangan yang sangat menawan berada tidak jauh dari sana.
Jumlah penduduk setempat pun tidak terlalu banyak dan terkenal dengan keramahan serta kebaikan hatinya terhadap pendatang asing.
Tempat yang memang sangat dekat dengan alam tetapi tidak ketinggalan dalam teknologi canggih yang tengah berkembang pesat.
Tempat telah ditentukan, sekarang waktunya Will dan Levi pergi dinas luar negeri untuk mempersiapkan segala sesuatunya disana secara langsung.
Levi seperti sedang membangun badan keamanan yang sepertinya tidak pernah diperlukan ditempat itu, sedangkan Will seperti sedang membangun sebuah rumah sakit pribadi yang mewah.
Sedangkan Noland mengurus perusahaan dengan pekerjaan yang sangat menumpuk, karena beberapa minggu ini perusahan cukup terabaikan gara-gara ulah si Evan.
Sementara Rayden harus stay selalu dirumah sakit, bahkan Rayden tidak pernah pulang kemansion sekali pun.
Setelah beberapa hari berlalu, Will dan Levi pun kembali karena telah menyelesaikan semua pekerjaan mereka disana.
Luka-luka Zhia pun juga sudah hampir sembuh total, begitu juga dengan Lucia yang kembali ceria seperti sebelumnya.
Akan tetapi tidak untuk Luca, kondisi masih sama bahkan lebih pendiam dibandingkan saat pertama kali membuka matanya dirumah sakit.
Karena tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi untuk Luca, Rayden dan Zhia pun memutuskan untuk mempercepat keberangkatan mereka kepulau itu.
Apalagi berita mengenai kematian Evan sedikit sulit untuk diredam, sehingga sulit juga untuk Luca tidak mengetahuinya.
Hari ini juga, Rayden membawa Zhia dan juga kedua anak kembarnya untuk pergi kepulau itu bersama dengan Dr. Ian sebagai pendamping mereka jikalau sesuatu terjadi disana.
Demi kenyamanan Luca, Rayden membeli sebuah pesawat pribadi keluaran terbaru sebagai kendaraan mereka menuju kesana.
Noland, Julia, Will dan juga Levi hanya mengantar mereka sampai dilandasan bandara Internasional negara A.
Sebuah harapan yang sangat besar mengiringi kepergian mereka kali ini, mereka hanya menginginkan Luca bisa kembali seperti dulu dan melupakan semua kenangan buruk itu.
Luca dan Lucia sudah naik kedalam pesawat terlebih dahulu ditemani oleh Dr. Ian disana. Sedangkan Rayden dan Zhia masih didepan pintu masuk untuk mengucapkan salam perpisahan sebelum pergi.
“Cano, jaga istri dan kedua cucu kesayangan mamah ini dengan baik selama ada disana? Jangan lupa sering-sering ‘lah mengabari mamah!”
Julia hanya bisa berpesan pada putra semata wayang itu untuk berjanji padanya bahwa Zhia dan Si kembar harus merasa bahagia disana.
Julia tidak dapat menahan airmata perpisahannya dengan orang-orang yang dia sayangi, setetes cairan bening pun mengalir melalui wajah cantiknya.
“Pasti, Mah! Cano akan menjaga mereka dengan sangat baik, mamah berdoa saja agar Luca tidak terlalu lama berada didalam kenangan buruknya dan bisa menjadi pribadinya yang seperti dulu lagi. Dan pasti akan selalu mengabari mamah.”
Rayden menggenggam tangan mamahnya dengan erat seakan sedang meminta doa bahwa usahanya kali ini menyembuhkan trauma Luca berjalan lancar dan juga berhasil.
Tidak lupa Rayden mengusap sisa airmata yang berada di pipi mamahnya, dia tidak ingin sebuah tangisan mengiringi kepergiannya kali ini.
“Zhi, kembalilah secepatnya! Bantu cucu kesayangan mamah itu untuk segera melupakan ingatan buruknya, karena mamah percaya padamu sebagi seorang ibu.”
Julia kini beralih menggenggam tangan Zhia dan kemudian memeluknya dengan erat. Rasanya berat sekali berpisah dengan yang paling disayangi, tapi apalah daya Julia semua ini demi kebaikan cucunya.
“Iya, Mah! Zhi janji akan secepatnya kembali bersama dengan Luca yang dulu lagi!”
Tanpa sadar Zhia menitikkan airmatanya, Julia pun dengan lembut segera menghapusnya dan berkata “ Jangan sedih, kita akan segera berkumpul lagi. Mamah dan kami semua percaya pada kalian!”
“Pergilah! Jangan lupa untuk segera kembali kesini, Cano!” ujar Noland pada putranya.
“Baik, Pah! Tolong pimpin perusahaan untukku sementara waktu!” sahut Rayden disertai senyuman tipisnya.
“Kau tenang saja, ada Will yang akan membantuku!” seru Noland yang tersenyum balik kepada putranya.
“Iya, Tuan! Anda focus saja dengan liburan dan kesembuhan untuk Tuan kecil,” sahut Will sembari membungkuk memberi hormat pada Rayden.
“Tuan, boleh aku menanyakan sesuatu sebelum anda pergi?” tanya Levi yang sedikit menyela pembicaraan Rayden dengan Will.
“Tanya apa?” sahut Rayden yang malah bertanya balik dengan nada ketusnya.
“Hehehee,… Bolehkah saya mengangak orang bernama Felix sebagai anggota kita? Kemampuannya sangat bagus, sayang sekali kalau harus di sia-siakan. Bolehkah, Tuan?”
Ternyata Levi hanya ingin meminta ijin kepada Rayden untuk mengangkat Felix sebagai salah satu anak buahnya, dia hanya takut terlalu lama menunggu untuk bertanya.
Makanya sebelum Tuannya benar-benar pergi berlibur, Levi harus mendapat persetujuannya terlebih dahulu.
“Levi, kau sekarang adalah ketuanya! Jadi, putuskan sendiri apa yang menurutmu baik untuk klan kita. Kau mengerti?” ujar Rayden yang menepuk dan mencengkeram bahu Levi sedikit keras, sehingga terlihat jelas Levi sedikit menahan rasa sakitnya.
“Baik, Tuan! Saya sangat mengerti sekarang. Selamat jalan, semoga perjalanan anda menyenangkan!” seru Levi sambil meringis kesakitan.
“Kalau begitu kami pamit pergi sekarang!” Pamit Rayden dan Zhia, kemudian mereka pun naik kedalam pesawat.
“Jangan lupa selalu hubungi mamah, Nak!” seru Julia sembari melambaikan tangan.
“Tuan, jangan lupa naikkan gaji tiga bulan ini ‘yah!” seru Will yang malah meminta gaji naik seperti sedang demo saja.
“Hay, Will itu urusannya denganku sekarang! Kita bahas nanti dikantor,” ujar Noland yang menatap tajam pada Will.
“Tuan, saya juga ‘yah?” sahut Levi yang tidak mau ketinggalan kalau soal kenaikan gaji, tapi sayangnya dia hanya mendapat tatapan tajam saja dari Noland.
“Dahh,…Cano, jangan lupa bawa cucu baru untuk papah dan mamahmu ini!” seru Noland saat pintu pesawat yang dinaiki Rayden dan Zhia hampir tertutup sepenuhnya.
Rayden dan Zhia yang mendengar teriakan Noland pun saling melempar pandangan satu sama lain. mereka tidak menyangka bahwa papahnya kan meneriakkan permintaan seperti itu disaat-saat terakhir.
Disisi lain, Noland malah mendapat pujian dari istrinya dan juga dari Will serta Levi. Mereka tertawa bahagia saat melihat seklias reaksi Rayden yang mematung begitu mendengarnya.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Terima kasih All!😙😘😚