
“Sayang, kenapa kau tertawa sampai seperti itu?” tanya Rayden yang tidak mengetahui alasan Zhia sampai tertawa terbahak-bahak begitu saat melihatnya.
“Hahahaaa,…… Ray, hahahaaa,….Wajahmu sangat lucu! Hahahaaa,…..”
Zhia masih saja tertawa sampai perutnya mulai terasa sakit.
“Wajahku? Kenapa memangnya dengan wajahku?” ujar Rayden yang langsung pergi mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk bercermin.
Rayden pun menggunakan kaca yang ada dilemari hias untuk melihat wajahnya sendiri.
Dan betapa terkejutnya Rayden saat melihat wajahnya sendiri, satu kelopak matanya berwarna merah menyala dan yang satunya berwarna hitam legam.
Ditambah dahinya ada gambar wajah babi dan masih banyak lagi gambar lainnya yang memenuhi seluruh wajahnya.
Pantas saja dari tadi setiap orang yang ditemuinya selalu saja bersikap aneh, ternyata gambar-gambar itulah penyebabnya.
“LUCA!!!!!? LUCIA!!!!!!!!?”
Rayden berteriak sekencang-kencangnya sampai seluuh penghuni kediaman Xavier mendengarnya.
Luca dan Lucia yang berada didalam kamar pun tertawa puas mendengar terikan sang papah yang sepertinya sudah mengetahui tentang semua gambar karya terbaik mereka diwajah papahnya.
“Cano, ada apa? Kenapa pagi-pagi begini sudah berteriak tidak jelas?” seru Julia yang langsung menghampiri Rayden begitu mendengar teriakkanya, diikuti oleh Noland yang pasti selalu berada disampingnya.
“Mah!” ujar Rayden yang langsung menatap kearah mamahnya dengan wajah yang terlihat tak berdaya.
“Bwuahahahahaa,….. Ada apa dengan wajahmu itu? Tapi kelihatan lebih bagus dari biasanya, apalagi dengan wajah babi yang ada di dahimu itu. Hahahahaa,……”
Noland pun langsung tertawa terbahak-bahak seperti reaksi Zhia sebelumnya.
Julia pun melakukan hal yang sama seperti suaminya, dia tertawa sampai perutnya terasa sakit.
Karena memang wajah Rayden terlihat sangat lucu dengan semua gambar itu.
“Dasar kalian semua sama saja!” gumam Rayden yang langsung berjalan menuju kekamarnya untuk membersihkan wajahnya dari semua gambar itu.
“Sebenarnya ada apa, Zhi! Kenapa wajah Cano bisa seperti itu?” tanya Julia yang penasaran dengan asal muasal semua gambar yang ada di wajah putra itu.
“Sepertinya itu perbuatan Luca dan Luci, Mah! Mereka selalu melakukan itu setiap mereka merasa kecewa!”
Zhia pun menjelaskan bahwa semua itu sudah menjadi kebiasaan buruk kedua anak kembarnya jika merasa dikecewakan.
“Pasti ini ada kaitannya dengan baby boy-nya lagi!” sahut Noland yang menebaknya dengan sangat tepat.
“Maaf, Pah! Mah, setelah ini Zhi akan mengajari Luca dan Lucia lebih baik lagi agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang.” ujar Zhia yang merasa sedikit merasa bersalah atas kelakuan kedua anak kembarnya.
“Tidak apa, Zhi! Cano memang pantas mendapatkannya!” sahut Noland yang malah senang melihatnya, asalkan bukan dia yang menjadi targetnya.
“Cano memang salah, Pah! Tapi tidak seharusnya mereka melakukan hal itu juga pada papahnya sendiri.” ujar Julia yang lebih bijak menanggapinya dibandingkan dengan suaminya itu.
“Iya, Mah! Zhi mengerti, nanti Zhi akan coba bicara pada Luca dan Lucia.” sahut Zhia yang memang harus memberitahu kedua anak kembarnya bahwa kelakuan mereka pada papahnya sendiri itu sangatlah tidak baik.
“Ya sudah, ajak mereka untuk sarapan bersama sekarang!” ujar Julia, setelah itu berjalan pergi menuju keruang makan bersama dengan Noland.
Dengan bersusah payah membujuk, Zhia akhirnya berhasil membuat kedua anak kembarnya sarapan bersama.
Meskipun selama sarapan berlangsung baik Rayden maupun si kembar sama-sama diam dan tidak saling menatap satu sama lain.
Luca dan Lucia yang masih kesal dan kecewa atas kebohongan papahnya, serta Rayden yang merasa kesal karena seluruh wajahnya digambari tidak jelas oleh si kembar.
Selesai sarapan, Luca dan Lucia langsung mengurung lagi didalam kamarnya Luca, sementara Rayden langsung pergi kemarkas besar untuk melampiaskan kekesalannya pada Will ataupun Levi disana.
...****************...
Berbeda dengan Evan, pagi-pagi sekali dia sudah mendapat kabar buruk dari Jayden bahwa pasukan mereka semakin melemah akibat serangan dari Levi dan juga Rayden semalam.
Posisi Evan semakin terdesak, jika dia masih diam saja sekarang. Maka dari itu, Evan berniat untuk menggunakan kartu As-nya sekarang.
“Tuan, posisi kita sekarang sangatlah tidak baik! Kekuatan klan kita semakin berkurang, karena penyerangan dari klan musuh sekarang. Bahkan tanganku juga terluka oleh Cano yang menyamar sebagai anak buah biasa, beruntung bagiku karena bisa melarikan diri dan bisa hidup sampai sekarang!”
Jayden pun menjelaskan semuanya sembari menunjukan luka yang ada ditangannya, meskipun tidak parah yang namanya luka pasti tetapkan terasa menyakitkan.
“Sepertinya dia sudah muak dengan permainan ini. Sudah waktunya kita bergerak dengan menggunakan kartu As terbaik yang kita miliki!” ujar Evan yang sudah merencanakan sesuatu sejak awal.
“Maksud Tuan si anak kembar Zhia itu? Aku baru saja semalam mendapat laporan bahwa si wanita itu ditangkap oleh Levi saat akan menyerang kedua bocah kembar itu. Sekarang bahkan kita tidak bisa mendekati mereka, pastinya pihak Cano akan memperkuat penjagaan disekitar bocah itu setelah tertangkapnya wanita bodoh itu.”
Jayden pun akhirnya teringat dengan laporan anak buahnya yang semalam.
“Haaah,….Pada akhirnya wanita bodoh itu mati dengan mengenaskan ditangan mantan tunangannya sendiri. Sejak awal dia memang tidak bisa diharapkan sama sekali.” gumam Evan yang hanya bisa menghela nafas dengan berat, karena menyayangkan kematian Grace yang belum dia gunakan dengan baik.
“Apa anda akan langsung membunuh Zhia?” tanya Jayden yang penasaran akan rencana Evan itu.
“Tidak! Pertama aku akan mengadu domba mereka berdua terlebih dahulu. Aku akan menunjukan pada Zhia siapa suaminya yang sebenarnya, aku sangat yakin dia pasti akan langsung membencinya!”
Evan pun memberitahu rencananya pada Jayden, karena Jayden akan sangat diperlukan dalam rencananya kali ini.
“Kau tahu beberapa tempat yang sangat aman untuk bersembunyi, bukan?” sambung Evan yang secara tidak langsung memerintahkan Jayden untuk mencari beberapa tempat persembunyian.
“Baik, Tuan saya mengerti! Tapi untuk apa tempat itu?” ujar Jayden hanya sekedar untuk mengurangi rasa penasarannya saja.
“Untuk rencana cadangan jika rencana pertama kita gagal!” sahut Evan.
“Aku akan melakukannya hari ini. Jadi pastikan sebelum siang ini kau menemukan tempat yang aku inginkan! Karena kita akan memulai permainan yang sesungguhnya.” sambung Evan yang mengeluarkan senyuman iblisnya.
“Tapi bagaimana dengan kakakku?”
Jayden pun teringat dengan kakaknya, Jaydon yang masih terbaring koma dirumahnya.
“Dia akan baik-baik saja selama dia masih koma didalam kamarnya, justru kitalah yang yang akan berhadapan dengan bahaya.” ujar Evan meskipun berkata seperti itu, tapi sebenarnya dia tidak terlalu peduli.
“Kau bisa pergi sekarang, Jay!” perintah Evan yang tidak mau membuang waktunya lagi.
“Baik, Tuan! Saya permisi undur diri sekarang!” Jayden pun segera pergi sesuai dengan keinginan Evan.
Setelah kepergian Jayden, Evan pun mulai menjalankan rencananya. Dan yang pertama yang harus Evan lakukan adalah mengirim pesan dan mengajak Zhia untuk bertemu.
“Sekarang waktunya menaruh umpan!” gumam Evan yang langsung mengambil ponselnya dan mengetik beberapa pesan sekaligus, lalu mengirimnya pada Zhia.
Evan
Zhi, bisakah kita bertemu siang ini?
Ada sesuatu yang harus aku bicarakan padamu!
Ini sangat penting!
Tentang suamimu, Rayden Cano Xavier!
^^^Zhia^^^
^^^Baiklah!^^^
^^^Dimana kita akan bertemu?^^^
^^^Dan ternyata Zhia langsung membalasnya.^^^
Temui aku di café QH!
^^^Baiklah, aku akan pergi kesana!^^^
Hmmm,… Aku akan menunggumu!
“Berhasil, aku sudah menduganya bahwa wanita ini akan memakan umpannya dengan sangat mudah. Dan sekarang aku hanya tinggal menarik kailnya untuk menangkap target yang lebih besar lagi!” gumam Evan yang tersenyum puas.
“Baiklah, waktunya sudah dimulai dari sekarang!” Evan kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk melanjutkan rencananya.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚