TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
MENGALAHKAN DENGAN MUDAH


Saat Lana tiba diruang makan, Lana benar-benar terhenyak mendapati pemandangan yang ada didepan matanya.


Lana bisa merasakan bagaimana kuatnya kepalan tangannya terkepal disisi kira dan kanan tubuhnya.


Disana, dimeja makan, tepat ditempat Tuan Arshlan duduk dengan Lana yang berada dipangkuannya sambil menyuapi Lana tadi pagi, pemandangan yang sama seolah sedang terulang.


Wanita dengan dress mini kurang bahan berwarna merah cherry itu pastilah bernama Nona Rosalin, dan Lana malah mendapati wanita itu sedang berada diatas pangkuan suaminya. Memang mereka tidak saling suap-suapan, tapi mereka sedang bercanda dengan akrab, seolah menertawakan sesuatu.


"Tuan, Nyonya Lana sudah tiba.." Asisten Jo yang berdiri dihadapan Lana mau tak mau menyela kemesraan itu.


"Oh ya..?"


Tuan Arshlan terlihat terkejut, tidak menyangka bahwa secepat itu Lana akan turun meskipun ia memang sengaja membiarkan Rosalin saat menaiki dirinya dan menggoda, agar bisa memanas-manasi Lana.


Saking terkejutnya Arshlan bangkit begitu saja dari duduknya sehingga membuat Rosalin nyaris terjungkal dari atas pangkuan Arshlan.


"Awww.." wanita itu memekik panik, nyaris limbung ke lantai, untung saja Arshlan bisa menangkap lengannya dengan sigap.


Nona Rosalin



"Maaf.. maafkan ak.." ucapan Arshlan sontak mengambang.


Pandangannya yang sedikit tertunduk telah menangkap sebuah kaki jenjang yang berdiri tegak menapaki lantai, membuat pandangan Arshlan terus menyusuri dua buah betis mulus berwarna susu, terus keatas, kearah dua paha yang juga seputih susu, terus keatas.. dan..


"Lana..?!"


Arshlan terhenyak. Tak menyangka jika gadis berbalut dress mini perpaduan warna putih dan hijau tosca itu adalah Lana.


Rambut gadis itu terkepang modern, dan menjuntai didada kanannya.


Luar biasa.. si itik buruk rupa yang sehari-harinya hanya mengenakan dress rumahan, dengan warna yang sebagian besar telah memudar karena keseringan dicuci itu, kini telah membuat Arshlan pangling, dan dalam sekejap mata seolah melupakan dunia tempatnya berpijak.


"Tuaaannn.." seperti biasa, menyapa manja dengan senyum malu-malu.


Tenggorokan Arshlan terasa tercekat saat melihat seluruh bahu Lana terekspos sempurna. Warnanya lagi-lagi sama.. seputih susu!



Arshlan mendekati Lana begitu saja, tatapannya terpatri pada bibir yang terus mengulas senyum.


Dan begitu jarak mereka telah begitu dekat, Arshlan bisa mencium aroma tubuh Lana yang menguar, yang dalam sekejap telah mengacaukan sistem kerja otaknya sekaligus akal sehatnya.


Bukan bau parfum mahal seperti aroma Rosalin yang telah berkali-kali ia reguk saat mereka berdua berada dalam perjalanan, ketika ia memutuskan menjemput Rosalin di apartemen mewah wanita itu.


Aroma yang saat ini menguar dari tubuh Lana sekali lagi bukanlah berasal dari sebuah parfum mahal bermerk, melainkan aroma sabun mandi dengan bau yang khas sabun bayi.


'Aku benar-benar sudah gila..!'


Arshlan membatin, namun yang terucap dari bibirnya malah sebaliknya..


"Apa kau sudah gila..?"


Tanya Arshlan dengan nada yang kasar, sanggup membuat seluruh senyum sumringah milik Lana menguap dalam sekejap mata..


XXXXX


Mendengar pertanyaan yang terlontar kasar ditambah dengan wajah yang galak itu sanggup membuat Lana terhenyak.


Namun saat Lana menangkap seringaian wanita bernama Nona Rosalin yang ada dibelakang tubuh Arshlan seolah sedang mengejeknya, menyadarkan Lana agar tidak terpancing dan tetap fokus pada rencana awal.


"Tuan, apa maksud Tuan?"


"Kenapa kau berpakaian seperti ini..?!"


"Berpakaian seperti ini..? maksudnya berpakaian seperti apa, Tuan..?"


"Seperti pela cur..!!" tuding Arshlan.


Gigi Arshlan bergemeratak menandakan sebesar apa kemarahan yang saat ini menguasai dirinya.


Yah.. Arshlan marah..!


Karena sesaat setelah dirinya telah terpukau begitu rupa oleh kecantikan Lana, Arshlan menjadi sangat kesal.


Arshlan sangat kesal saat menyadari, bahwa ternyata dirinya bukanlah orang satu-satunya yang sedang terpukau dan menatap bocah dekil yang mendadak secara ajaib berubah menjadi Cinderella dalam sekejap, melainkan semua mata yang ada disana!


"Apa yang kalian lihat?! pergi dari sini!!" seperti orang gila Arshlan telah berteriak kearah beberapa pengawal dan para maid yang mematung menyaksikan perdebatan sesaat antara Tuan Arshlan dan istri kecil sang Tuan besar.


Mendengar hardikan keras yang menggelegar itu para pengawal pun beringsut secepatnya keluar dari ruang makan, sementara para maid nyaris berlari tunggang-langgang karena ketakutan.


Yah.. siapa yang tidak takut jika sosok harimau lapar seperti Tuan Arshlan sedang dilanda amarah?


Hal itu bahkan terlihat berkali-kali lipat lebih menakutkan dari pada raungan beberapa harimau sungguhan yang menjadi peliharaan pria itu.


"Ini juga berlaku untuk kalian berdua. Cepat pergi dari sini!!" tuding Arshlan kearah Asisten Jo dan Asisten Her, yang tidak menyangka jika kehadiran mereka berdua yang senantiasa selalu berada disekitar pria itu dalam kondisi terburuk seperti apapun, saat ini malah ikut terusir.


Hanya karena Tuan Arshlan gusar dan tidak ingin ada mata terlebih mata pria yang menatap istrinya, yang saat ini telah berubah menjadi sosok yang secantik bidadari, akhirnya Asisten Jo dan Asisten Her pun beranjak keluar dari sana.


"Tuan Arshlan.. jangan marah seperti ini.. mari duduk sebentar.." Nona Rosalin mencoba membujuk lembut dengan menyentuh lengan Arshlan, namun yang ada tangan wanita itu telah ditepis begitu saja.


"Diam!!" hardik Arshlan. "Dan jangan coba-coba menyentuhku lagi!"


"T-tapi Tuan.."


"Aku bilang diam!! apa kau tuli..?!"


Nona Rosalin terdiam ditempatnya dengan wajah memucat, sementara pandangan Arshlan kembali tertuju sepenuhnya pada Lana yang masih berdiri ditempat semula dengan wajah yang juga tak kalah pucat.


"Lana.. kau benar-benar keterlaluan.." menggeram kesal sambil meraih pergelangan tangan Lana dengan kasar, menariknya begitu saja kearah anak tangga, hendak menuju kamarnya yang terletak dilantai dua. "Ikut aku..!"


"Tuan.. lalu aku bagaimana..?" meskipun merasa takut membuka mulutnya lagi namun meihat Arshlan yang meradang sambil menarik kasar pergelangan tangan istri mainannya itu, mau tak mau Nona Rosalin memberanikan diri untuk mencoba menghalangi langkah pria tersebut.


"Terserah kau mau bagaimana.." ujar Arshlan begitu dingin, tanpa menghentikan langkahnya.


Nona Rosalin terhenyak, menyadari tidak ada lagi sosok Tuan Arshlan yang hangat, yang tadinya dengan mesra telah mencumbu dirinya pada sepanjang perjalanan dari apartemennya hingga sampai dirumah ini.


"Tapi.. tapi kita bahkan belum makan malam, Tuan.."


Kali ini Arshlan telah menghentikan langkahnya sambil menyeringai kearah Nona Rosalin.


"Diatas meja ada banyak makanan. kau boleh makan semuanya!"


"S-semuanya..?! t-tapi, Tuan aku.."


Terlambat.


Arshlan telah berbalik sambil kembali menarik pergelangan tangan kanan Lana, yang meskipun terlihat kesakitan menerima kemarahan pria itu tapi diam-diam Lana masih sempat menatap kearah Nona Rosalin, menutup sebelah matanya dengan tangannya yang bebas sambil memeletkan lidahnya kearah wanita itu.


"Dasar bocah gila..!" umpat Rosalin sambil menghentakkan kakinya kelantai dengan kekesalan yang luar biasa.


Sepasang mata Nona Rosalin melotot geram, begitu menyadari jika Lana masih sempat mengejeknya sambil tersenyum penuh kemenangan, seolah bocah itu ingin berkata..


"Aku telah mengalahkanmu dengan mudah..!"


.


.


.


Next boleh, tapi support jangan lupa yah.. 😀


Favorite-kan novel ini yah para kesayangankuuuhhhh.. 😘