TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
8. HONEYMOON IN VENEZIA


"Berhenti terus mengagumiku seperti itu..." ucap Arshlan dengan nada menggoda, membuat bibir atas Lana naik dua centi secara refleks.


"Dasar narsis..." desis Lana sambil kembali membalikkan tubuhnya, menatap pemandangan Pulau San Giorgio yang menawan.


"Masih saja malu mengakuinya.. hmm...?" Arshlan tertawa kecil, kembali memeluk Lana dengan gemas dari belakang.


"Ge-er..."


"Padahal semua itu memang kenyataannya. Kau begitu mengagumiku sehingga sejak awal kau terus mengejarku tanpa lelah..." Arshlan masih betah bercanda dan menggoda wanita mungil yang berada utuh dalam pelukannya, sambil bersandar nyaman diatas dadanya.


"Apakah kau ingin mengatakan bahwa kau menyesal telah tergoda...?"


Arshlan melengos kecil. "Aku bahkan telah menyerahkan diriku hingga seperti ini... tapi kau masih berani meragukannya...?"


Lana tertawa mendengar dumelan lirih Arshlan. Tapi bibirnya tetap berucap singkat berbau pesimis, yang membuat Arshlan semakin gemas. "Entahlah..."


"Apa...?! jadi kau masih tetap meragukanku...?!"


"Masa depan tidak ada yang tau. Who knows...?"


"Lana, kau ini benar-benar keterlaluan. Aku bahkan bisa melompat dari teras itu jika kau benar-benar menginginkan aku untuk membuktikan betapa aku sangat mencintaimu..."


"Stoped it...!"


Lana mencubit kecil lengan Arshlan yang melingkari tubuhnya.


"Kalau kau bicara yang tidak-tidak lagi aku tidak akan memaafkanmu!" kecam Lana.


"Kalau begitu maka kau juga harus berhenti meragukan aku dan bicara yang tidak-tidak..."


Untuk sesaat Lana terdiam, sebelum wajahnya berubah sendu.


"Aku... aku selalu merasa takut... juga was-was..."


"Lana... apalagi yang membuatmu takut dan was-was...? saat ini, umurku saja sudah kepala empat..."


"Tidak peduli umurmu berapa, kau tetaplah seorang Tuan Arshlan..."


"Astaga sayangku..." Arshlan kembali menggelengkan kepalanya menerima kalimat yang tetap bersikeras mendebatnya. "Lana, untuk hal yang satu ini, kau harus mempercayaiku lebih dari seribu persen. Aku sangat mencintaimu, dan aku tidak akan pernah bisa hidup tanpamu. Jadi aku mohon... berhentilah berprasangka buruk tentang cintaku padamu. Cukuplah kau membalasnya dengan rasa yang sama..."


Lana termanggu menerima kalimat Arshlan yang begitu panjang. Perasaannya ikut bercampur aduk, namun rasa bahagia jelas lebih mendominasi sanubarinya.


"Lana... apakah kau tau? sejujurnya jauh didalam hatiku, perasaan seperti itupun senantiasa hinggap didalam hatiku sejak lama. Aku pun selalu merasa takut dan was-was. Kau masih sangat muda sementara aku..."


Kini sepasang mata mereka masing-masing bertatapan satu sama lain, dan Lana sangat terharu saat menyaksikan pendar cinta yang begitu banyak...


Begitu besar...


Disertai asa dan harapan dikedua bening mata Arshlan, yang kini sedang menatapnya dengan utuh...


🍄🍄🍄🍄🍄


'Dia tidak berbohong. Aku telah melihatnya... cintanya yang begitu besar... begitu banyak... sangat banyak...'


Lana terharu mendapati kenyataan tersebut.


Arshlan mengambil jemari Lana yang masih berada diatas bibirnya, mengecupnya sesaat sebelum kemudian meremasnya dengan lembut.


Pria itu tersenyum saat mengarahkan tatapannya yang dipenuhi kasih sayang. "Lana, pliisss... tolong jangan meragukan cintaku lagi. Aku mohon..." ujar Arshlan dengan mimik wajah bersungguh-sungguh.


"Kau juga, sayang. Jangan pernah lagi menganggap dirimu tidak pantas, karena itu membuatku sedih..."


"Aku sengaja mengucapkan keresahanku untuk membuatmu paham. Bahwa meskipun aku merasakan hal yang sering membuat hatiku gelisah, namun aku telah menjadi orang yang sangat tidak tahu malu karena tidak ingin melepasmu, kehilanganmu, serta merasa pantas mendapatkan dirimu. Aku ingin kita bisa terus bersama hingga akhir nanti..."


Lana mengangguk haru. "Sayang, maafkan semua ucapan keraguan dan pesimisku yang telah membuat hatimu sedih.."


"Tidak Lana, semua yang kau ucapkan itu justru seperti sebuah alarm peringatan untukku bahwa aku tidak boleh berhenti menunjukkannya... kalau aku sangat mencintaimu..."


"Aku juga mencintaimu, sayang..." balas Lana sambil mengalungkan kedua lengannya dileher Arshlan, langsung mema gut bibir yang penuh itu lebih dahulu dengan sentuhan agresif yang tentu saja langsung disambut oleh Arshlan dengan tak kalah membara.


Untuk beberapa saat lamanya mereka terus mema gut satu sama lain, dan baru berhenti saat nafas mereka masing-masing telah tersenggal.


Keduanya saling melempar senyum yang dipenuhi cinta, dan tangan Lana yang awalnya terkalung indah dileher Arshlan kini telah menelusuri setiap inchi wajah maskulin pria itu.


Menyentuh kulit eksotis Arshlan dengan segenap jiwa, dengan hati yang didalamnya terus-menerus mengucapkan kekaguman yang luar biasa akan seraut wajah tampan Arshlan yang gagah nan rupawan.


Aura kejantanan milik pria itu seperti sebuah medan magnet yang berpendar kuat, memancarkan pesona seorang tuan besar yang tampan dengan begitu sempurna.


Lana tau dirinya adalah gadis biasa yang sungguh beruntung karena bisa memenangkan hati seorang Tuan Arshlan, diantara seluruh wanita yang mendambakan hal yang sama... yakni mendapatkan cinta seorang Tuan Arshlan...


...


Jangan terburu-buru mau next... tapi di Like dulu yaaahhh bab ini... 🤗