TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
6. AS I WANT


Jemari Lana yang terbenam diantara bulu halus yang menghiasi seluruh permukaan dada keras milik Arshlan mulai menyusuri setiap inchinya, sesekali Lana juga menambahkan sentuhannya dengan kecupan-kecupan kecil.


"Really..?"


Ucap Arshlan lagi dengan wajah semringah.


Nafas Arshlan mulai tere ngah akibat sentuhan Lana yang semakin intens. Namun meskipun demikian, senyumnya terlihat semakin merekah saat menyadari kepala Lana terangguk malu-malu saat mengiyakan pertanyaan singkatnya.


"As i want. Kau tidak boleh ingkar janji yah.."


"Tidak akan, sayang, kau bebas melakukan apa saja sebagai balasan hadiah istimewamu yang telah membuat aku sangat senang.." lirih Lana kembali mengecup rahang Arshlan dengan sangat mesra.


Mendengar itu, meskipun dengan sedikit berat hati Arshlan langsung melepaskan dirinya dari hal yang sesungguhnya sangat menyenangkan.


"Sebentar.." ucap Arshlan lagi, bergerak cepat menyingkirkan beberapa dokumen penting yang berserakan diatas meja kerjanya.


Gerakannya terburu-buru ibarat orang yang tidak sabar itu sanggup membuat Lana tertawa, meskipun tidak menyurutkan geraknya yang sedang menanggalkan pakaiannya sendiri.


Dengan tubuh yang polos Lana berjalan mendekati meja kerja Arshlan yang kini terlihat agak lapang karena sebagian besar isinya telah berpindah kelantai tak beraturan.


"Oh my.."


Arshlan mendesis takjub melihat hidangan lezat yang tersaji indah diatas meja kerjanya, dimana Lana telah menaruh dirinya diatasnya dengan senyum serta posisi tubuh yang tak kalah menantang.


Tubuh polos seputih susu yang selalu saja membuat Arshlan tergila-gila itu seolah sengaja memprovokasi dirinya untuk lepas kendali.


Arshlan membuang kemejanya yang kancingnya telah terlepas itu kesembarang arah, kemudian bergegas membuka gesper yang membelit pinggangnya, memudahkan dirinya untuk menanggalkan celana panjang begitu juga boxernya sekaligus.


Lana terlihat memekik kecil menyaksikan penampakan jamur raksasa milik Arshlan yang langsung berdiri tegak begitu terbebas dari kungkungan boxer.


Kini dengan tubuhnya yang juga sepolos Lana, Arshlan mendekat kearah meja kerjanya. Menyentuh dua betis milik Lana yang terus tersenyum, memposisikan dirinya ditengah, dan mendaratkan ciuman dimasing-masing permukaan kulit kedua betis yang putih sebelum menaruh keduanya melingkari pinggangnya dikiri dan dikanan.


"Sayang, jangan terlalu lama yah, si kembar sedang menunggu.. mmhh.."


Kalimat Lana nyaris terjeda begitu tangan besar Arshlan menyentuh titik pusat miliknya yang berada tepat dihadapan pria itu. Jemari pria itu kini telah melakukan gerakan mengusap membuat sekujur tubuh Lana menggelin jang kesana kemari.


"Bukankah barusan kau mengatakan 'as i want?' mengapa belum apa-apa kau sudah mau mengingkarinya..?" protes Arshlan dengan senyumnya yang licik.


"Baiklah.. baiklah.. as you want, sayangku.." ralat Lana saat menyadari ia memang nyaris mengingkari kesepakatan, yang baru saja diucapkan oleh mulutnya sendiri.


"Jangan khawatir, aku akan melakukannya dengan cepat, tanpa mengurangi kenikmatan yang akan aku berikan untukmu.." bisik Arshlan sambil meraup kembali bibir Lana yang mulai tere ngah karena permainan jarinya dititik kenikmatan yang semakin memetik cepat dan lincah ibarat berada diatas dawai.


"Mmmh.. akh.."


Desa han manja milik Lana mulai terdengar memenuhi ruang kerja Arshlan di sore itu, saat Arshlan mulai memposisikan diri guna membuka jalan masuk untuk jamur raksasa miliknya agar bisa melesak kedalam hangatnya lorong yang masih saja terasa sempit meskipun telah begitu sering dilalui.


"Ohh.. mmhh.."


Nafas Lana semakin terdengar bergetar, terlebih saat Arshlan mulai memompa tubuhnya dengan penuh kekuatan disetiap sodokan yang terasa menusuk begitu dalam.


Untuk beberapa saat Lana yang kini berada dalam jajahan Arshlan mulai terlihat gelisah, menandakan sebuah penglepasan dashyat yang hendak berkuasa.


"Sayaaang.. akhhh.."


Tubuh Lana bergetar indah, tangannya mencengkeram kedua lengan Arshlan dengan kuat sebelum akhirnya ia lemas tak bertenaga diatas meja kerja Arshlan yang besar.


Arshlan tersenyum puas mendapati Lana yang terkulai. Seperti biasa, Arshlan sendiri belum juga memperlihatkan tanda-tanda hendak mengakhiri percintaan, karena memang baginya tak semudah itu mencapai titik kepuasan, meskipun ia selalu bisa bertolerir demi Lana.


"Aku akan membuatmu kembali merasakannya sayang.." bisik Arshlan yang masih dipenuhi gelora serta hasrat yang menggebu sambil mengecup bibir Lana sepuasnya yang masih terengah dan gemetar.


Arshlan terlihat kembali menggerakkan pinggulnya, hentakannya tak mengendur sedikitpun, yang ada malah semakin bertenaga, sehingga membuat dua buah bukit dengan pucuknya yang berwarna coral muda milik Lana terlihat berguncang keras.


Pandangan menarik itu membuat Arshlan tak tahan jika tidak segera menjamahnya.


Sebelah tangan Arshlan meremas kedua bongkahan itu silih berganti, namun ternyata belum cukup memuaskannya sehingga kepala Arshlan pun ikut tertunduk disana, berusaha mengecap sendiri dua sumber kenikmatan itu langsung dengan lidahnya.


"Sshh.. sayaaaang.. aww.." Lana memekik tertahan ketika Arshlan nekad mengigit kecil puncak bukit yang menggemaskan itu. "Sayang, sakiitt..!" protes Lana.


Arshlan tertawa melihat Lana yang melotot kearahnya dengan wajahnya yang memerah dan berpeluh. Sekujur tubuh gadis itu mulai berkeringat dan terlihat berkilau karena dashyatnya gempuran Arshlan yang terus bergerak cepat tanpa jeda.


...


Bersambung..


Jangan lupa kasih like, coment, bunga, kopi, vote.. seperti biasa, authornya suka maksa.. 😅


Biarin akh.. triple up ini kok.. 😍


Lopyuuu all.. 😘