TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
S2. 98. Mundur


Haiii gaiiiiss ... tiga bab lagi untuk hari ini loh ... 🤗


...


"Wah, Arsh ... tidak kusangka akhirnya kau akan segera menjadi grandpa ..."


Jody Frederick berucap takjub, saat menanggapi berita bahagia yang sedang dirasakan oleh keluarga Arshlan, dimana Arshlan baru saja mengumumkannya secara resmi, ungkapan bahagia keluarga mereka, yang dikarenakan menantunya Victoria, yang sedang mengandung buah cintanya bersama Leo, cucu pertama dari keluarga Arshlan.


"Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada semua ini, Jody. Membayangkan aku dan Lana akan kembali merasakan suara tangis bayi yang memenuhi seisi rumah ... rasanya semua itu sudah lama sekali berlalu ..."


Arshlan berucap demikian sambil menatap lembut Lana yang sepasang matanya telah berkaca-kaca dalam sekejap, sementara Leo terlihat kembali merengkuh kedua bahu Victoria yang juga tak kalah terharu dari dirinya.


Bagi Victoria, semuanya masih terasa ibarat sebuah mimpi.


Sehingga jika semuanya hanya mimpi, maka Victoria pun tidak ingin segera bangun dari mimpi yang terlalu indah ini.


Ketakutan atas penolakan yang pernah Victoria terima ternyata tidak terjadi sama sekali.


Sebaliknya, pengharapan yang besar dari Leo suaminya serta kedua mertuanya, membuat Victoria merasa sulit mempercayai, bahwa hari ini ... ia bisa berdiri diantara kebahagiaan yang benar-benar nyata.


Victoria yang melihat pemandangan bahu Lana yang semakin terguncang, sontak mengurai pelukan Leo. Ia memutuskan untuk menghampiri Lana, agar dia bisa memeluk wanita yang sedang terisak itu.


"Momm, jangan menangis ..." bisik Victoria perlahan.


Lana menggelengkan kepalanya. "Mommy menangis bukan karena sedih, Vic, tapi sebaliknya ... karena mommy terlalu bahagia ..." imbuh Lana kemudian dengan suaranya yang serak.


Mendengar itu Victoria merasa semakin terharu. "Momm, terima kasih ..." ucapnya penuh kesungguhan.


"Mommy juga ingin mengatakan ucapan terima kasih yang sama untukmu, sayang. Terima kasih juga, karena kau telah memberikan mommy kesempatan, dengan mempercayakan semua ini. Kau harus tahu, bahwa yang bersemayam dalam perutmu itu adalah hadiah yang sangat berharga bagi mommy dan daddy. Jagalah dirimu dan bayimu dengan baik, karena kalian berdua harus selalu sehat dan bahagia ..." ujar Lana panjang lebar, sambil membelai rambut Victoria dengan penuh kasih sayang.


Victoria mengangguk haru. Jemarinya pun terangkat, guna mengusap pipi Lana yang lembab.


Moment yang dipenuhi kebahagiaan tersebut telah membuat semua yang ada disana diliputi rasa haru, namun tersenyum bahagia.


Sebutir air mata Leo jatuh begitu saja tanpa tercegah, sementara Florensia dan Dasha bahkan terlihat menyusut sudut mata mereka masing-masing, seolah ikut merasakan luapan kebahagiaan tiada tara yang terpancar dari kedalaman hati Lana dan Victoria.


"Dadd, pada kesempatan ini, aku juga akan mengumumkan sebuah keputusan penting, yang menyangkut masa depanku dan Victoria kelak ..."


Leo berucap setelah menyusut air matanya. Ucapannya telah mengalihkan perhatian semua orang yang berada disana, sehingga kini beralih fokus menatap pria itu.


"Apa yang ingin kau katakan, Leo?' tanya Arshlan sambil menatap penuh kearah Leo.


Leo menaruh cawan yang ada ditangan kanannya keatas meja terlebih dahulu, sebelum akhirnya menarik nafas penuh saat ia berdiri tegak, balik menatap kearah Arshlan dengan penuh keyakinan.


"Sebenarnya keputusan ini sudah aku pikirkan jauh sebelum hari ini tiba. Untuk itulah sekarang aku menjadi semakin yakin ..."


Leo berhenti sejenak, hanya untuk menarik nafasnya perlahan. Namun sepasang mata elangnya terus terpatri kearah Arshlan yang berdiri tegak, seolah menunggu dengan sabar apa yang hendak Leo utarakan.


"Dadd, aku sudah memutuskannya. Bahwa setelah proyek beserta promo dari film Love Desire 2 selesai, aku telah memilih untuk mundur secara resmi dari dunia keartisan."


Bukan hanya Arshlan, melainkan semua yang ada disana sontak tersentak mendengar keputusan besar Leo.


"Setelah semua kontrak kerja dan kewajibanku berakhir, aku akan membuka semua jati diriku yang sesungguhnya kepada publik. Semuanya, terlebih tentang rumah tanggaku dengan Victoria ..."


Terpukau.


Saat jarak diantara mereka telah begitu dekat, dengan kedua tangan yang terbenam kedalam saku celana, Arshlan telah menatap penuh kearah salah satu putra kembarnya itu.


"Leo, sesungguhnya daddy sangat senang mendengar semuanya. Kau pasti tahu, bahwa keputusanmu ini adalah hal yang paling ingin daddy dengar dari mulutmu sejak lama. Tapi meskipun demikian, daddy tidak ingin kau memutuskan semuanya dengan terburu-buru, tanpa memikirkan semuanya dengan matang ..."


Leo menggelengkan kepalanya. Ekspresi wajahnya terlihat penuh keyakinan yang begitu kuat.


"Aku sudah mengatakannya tadi kan, Dadd. Bahwa semua ini sudah aku pikirkan, jauh sebelum hari ini tiba ... jauh sebelum aku mengetahui tentang kehamilan Victoria ..." Leo berucap demikian, sambil menatap Victoria dengan penuh rasa cinta.


"Apa kau benar-benar telah memikirkannya dengan baik?"


Leo mengangguk, seraya mengalihkan kembali tatapannya ke arah Arshlan.


"Iya, Dadd. Lagipula usiaku semakin hari semakin bertambah, dan di sisi lain ... aku pun merasa bahwa semua ini sudah waktunya. Aku tidak tega melihat Luiz memikul semuanya seorang diri, sementara aku tidak pernah meringankan sedikit pun bebannya, yang harus bertanggung jawab penuh atas semua hasil jerih payah Daddy selama ini ..."


Leo terpekur saat berucap demikian, namun semua pengakuan yang terucap penuh kesungguhan itu justru telah melegakan hati Arshlan, membuat dadanya seketika menjadi plong .


Selama ini Leo terlihat begitu serius dengan dunia keartisan yang telah ia bangun dari nol, hingga namanya sebesar sekarang.


Leo juga selalu menolak mentah-mentah, setiap kali Arshlan maupun Luiz menyinggung perihal tanggung jawabnya, atas masa depan perusahaan.


Leo sangat menikmati dunianya, popularitasnya, dengan segala hiruk-pikuk didalamnya.


Semua film layar lebar yang Leo perankan selalu meledak dipasaran, semua iklan yang ia endorse pun selalu laku keras.


Intinya, semua hal yang berbau Leo, pasti akan menuai sukses yang luar biasa, serta memiliki pamor dan nilai jual yang tinggi. Tidak ada satu pun yang gagal.


Semua itu terasa wajar, mengingat nama Leo telah terukir dengan tinta emas, di jejeran aktor papan atas negeri ini. Berbagai penghargaan telah ia terima selaku pengakuan atas bakat, prestasi dan kerja kerasnya. Terlebih ia dikenal dengan pribadi yang ramah dan rendah hati.


Sekian lama berkiprah didunia entertainment, kehidupan pribadi Leo selalu tertutup rapat. Namun tetap saja Leo begitu sering diterpa isu miring serta berbagai affair, meskipun pada kenyataannya tak pernah ada satu pun pembuktian atas semua gosip yang beredar tersebut.


Leo punya bejibun penggemar fanatik di seluruh pelosok negeri ini yang selalu menyayanginya, setia mengidolakan dirinya, serta mendukung sepak terjang karir keartisannya.


So, jika hari ini pria itu dengan lantang mengatakan bahwa ia akan berhenti dari semua kesuksesan tersebut, kemudian bersedia meninggalkan nama besarnya yang sedang berada di puncak popularitas, wajar saja jika semua yang berada ditempat itu akan meragukan pendengaran mereka masing-masing.


"Wellcome home, my bro ..."


Luiz yang pertama kali memecahkan semua keheningan tersebut.


Pria tampan berkulit putih itu datang mendekat dengan kedua lengan terentang lebar, lengkap dengan senyum kemenangan yang menghias di bibirnya.


Tak bisa terkatakan bagaimana leganya Luiz saat mendengar langsung keputusan Leo, yang telah dinantikannya sekian lama.


Luiz sangat yakin, Leo telah memutuskan semua itu setelah melalui pemikiran yang panjang, demi kelanjutan masa depan yang lebih baik untuk keluarganya kecilnya, dan tentu saja untuk dirinya sendiri.


"Thank's, Luiz ..."


Leo menyambut pelukan hangat Luiz dengan senyum yang sama, dan sesaat kemudian kedua tubuh kekar milik Luiz dan Leo itu pun tenggelam sekaligus dalam satu rengkuhan besar Arshlan, yang telah memeluk kedua putra kembarnya dengan penuh kehangatan ... serta kebanggaan yang tiada tara ...


... NEXT


Jangan lupa tinggalkan support dulu sebelum NEXT yah ... 🙏


LIKE dulu pliss biar POP novel ini makin melejit ... 🥰