Suamiku Pelindungku

Suamiku Pelindungku
80. Happy Ending


**********


Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya


fana. Kehidupan, kematian, kebahagiaan atau


pun kesedihan semua itu sudah di atur, ada


dalam genggaman Tuhan sepenuhnya.


Namun bagi Kiran, kebahagiaan itu saat ini


benar-benar nyata adanya. Bagaimana tidak, kehidupannya kini bagaikan seorang ratu


dalam istana megah yang di penuhi dengan


cinta dan kasih sayang.


Semakin hari cinta sang suami semakin terasa


begitu besar hingga kadang membuat Kiran


takut sendiri tidak bisa membalas semua yang


telah di curahkan oleh sang suami. Apapun


yang dia inginkan tidak pernah sekalipun


Agra tidak mengabulkan nya.


Seperti hari ini...


Kandungan Kiran saat ini sudah mencapai


usia 5 bulan. Agra memenuhi janjinya untuk


membawa Kiran berkunjung kembali ke desa


Girilaya..desa yang penuh dengan kenangan.


Helikopter yang membawa mereka baru saja


mendarat di landasan yang beberapa bulan


lalu di bangun oleh Agra. Begitu turun dari


pesawat Kiran tersenyum cerah saat melihat


Badar, Rasmi, Bani dan beberapa perangkat


desa sudah menunggu nya di sana.


"Selamat datang Tuan Agra.. Nona Kiran.."


Sambut mereka sambil membungkukan


badan begitu Agra dan Kiran tiba di hadapan


mereka semua.


"Mbak Rasmi..aku kangen banget.."


Kiran memeluk erat Rasmi yang dari tadi


sudah banjir air mata.


"Mbak juga kangen banget sama Non Kiran.."


Lirih Rasmi sambil mengusap air mata nya.


Keduanya melepaskan pelukan, Rasmi kini


mengelus lembut perut Kiran yang sudah


mulai terlihat membuncit namun dia malah


semakin terlihat bercahaya dan mempesona.


"Mbak ikut senang dengan kehamilan Nona..


Semoga semuanya berjalan lancar sampai


dengan waktunya ya.."


"Aamiin.. makasih ya Mbak.."


Kiran berpaling pada Badar yang terlihat


berkaca-kaca.


"Om..Badar.. gimana kabarnya..?"


"Alhamdulillah baik Non.."


Sahut Badar sambil bersalaman dengan Kiran.


Selanjutnya Bani yang mencium punggung


tangan Kiran. Dan kini giliran para perangkat


desa juga ikut bersalaman dengan nya. Agra


sebenarnya tidak suka Kiran bersalaman


dengan orang-orang itu, tapi mau bagaimana


lagi, istrinya itu memang sosok yang sangat


ramah dan bersahaja terhadap semua orang.


Rombongan itu kini mulai memasuki desa


di sambut ramah oleh para penduduk yang


kebetulan berpapasan dengan mereka. Kiran


begitu antusias, dia berada dalam dekapan


hangat Agra menikmati keindahan alam dan


kesejukan udara yang masih sangat segar.


Tiba di villa mereka semua langsung berpesta


dengan menikmati berbagai macam hidangan


khas desa ini. Ternyata di sana sudah ada para pegawai perkebunan yang berkumpul, sengaja menyambut kedatangan mereka. Hal ini benar-


benar membuat Kiran bahagia. Dia bisa puas bernostalgia walau tidak bisa pergi langsung


ke perkebunan karena akan cukup berisiko


untuk kehamilan nya.


Siangnya Agra bersama Bara dan Badar pergi


ke perkebunan untuk melihatnya keadaan di


sana yang sedang dalam masa pemulihan.


Sementara Zack seperti biasa setia menjaga


Nona nya. Kiran menikmati waktunya dengan melakukan kegiatan kesukaannya, memasak.


Dia di temani oleh Rasmi yang terlihat begitu


bahagia, tertawa riang sepanjang waktu.Kiran


belajar membuat makanan khas desa ini dari


Rasmi agar nanti setelah kembali ke istananya


bisa membuatnya sendiri untuk Eyang Putri.


Sore harinya Kiran pergi ke air terjun di temani


oleh Zack, Rasmi dan Bani. Dia benar-benar


menikmati semua moment nya tanpa terlewat.


Di tempat itu kebetulan sore ini sedang banyak


pengunjung, jadilah semua pengunjung heboh


karena ada bidadari di tempat itu. Pesona Kiran


selalu saja dapat membius mata setiap orang.


Malam nya mereka semua berkumpul di ruang


tengah, makan malam bersama dengan cara


duduk lesehan.. Sungguh ini adalah moment


yang tidak akan pernah bisa di lupakan oleh


Kiran. Kehangatan dan kesederhanaan yang


begitu menyenangkan.


"Om Badar..Mbak Rasmi..Bani.. terimakasih


banyak atas semua kebahagiaan yang telah


kalian berikan padaku..Ini benar-benar tidak


akan terlupakan..!"


Kiran berucap setelah mereka selesai makan


malam. Dia duduk berselonjor kaki, kepalanya


bersandar di dada bidang Agra.


"Sama-sama Nona..kami senang kalau Nona


bahagia.."


Sahut Badar dengan wajah sumringah.


"Nona bisa datang kesini kapan saja bersama


dengan putra putri Tuan dan Nona tentunya.."


Rasmi menambahkan. Kiran melirik kearah


Agra yang menatapnya tenang.


"Mbak benar..kita kesini lagi nanti bersama


anggota keluarga baru..!"


Sambut Kiran antusias. Agra hanya bisa


menarik napas panjang sambil menggeleng.


"Kita lihat saja nanti. Sekarang sebaiknya kita


tidur, kau harus segera beristirahat..!"


Dalam sekali gerakan Agra mengangkat tubuh


Kiran ke dalam pangkuannya.


"Selamat malam semuanya..."


Kiran berucap sambil mengalungkan tangan


nya di leher kokoh sang suami.


"Selamat malam Nona..Tuan.."


Rasmi menyahut sambil tersenyum melihat


Agra mulai menaiki tangga menuju kamarnya.


Keduanya kini duduk di kursi balkon depan


kamar, menikmati suasana malam yang dingin


sampai menusuk kulit. Kiran duduk diatas


pangkuan Agra yang sudah terlihat mulai


tidak bisa mengendalikan hasratnya.


"Kita masuk sekarang sayang..kau bisa


masuk angin kalau terlalu lama di sini..!"


Bisik Agra sambil menyusupkan wajahnya


di tengkuk leher Kiran yang mulai merasakan


gerah dan memanas.


"Bukankah kau ada di dekatku sayang..Aku


tidak akan merasakan kedinginan selama


kau menghangatkan ku..!"


Lirih Kiran dengan tatapan yang sangat dalam.


Mata mereka sudah di penuhi kabut gairah.


"Dulu aku sangat ingin memiliki dirimu di


tempat ini, tapi kau meragukan ketulusanku


hingga tidak mengizinkan aku memilikimu.."


Suara Agra semakin berat. Kiran mengelus


wajah tampan Agra, mendaratkan ciuman


mesra di bibirnya.


"Maafkan aku sayang.. waktu itu aku belum


yakin pada perasaanku. Maka milikilah aku


sepuasmu malam ini..!"


Kiran mulai membuka kaos putih yang di


pakai Agra. Kemudian mencumbu seluruh


tubuh gagah itu dengan sentuhan lembut


bibirnya yang membuat Agra mengerang


tidak tahan. Bibir mereka saling menyergap,


larut dalam ciuman panas penuh gairah.


Masih saling bertaut bibir, Agra membawa


tubuh Kiran masuk ke dalam kamar. Dalam


waktu sekejap tubuh mereka sudah dalam


keadaan polos. Agra memandangi tubuh


Kiran yang terlihat semakin seksi dan berisi.


Dia mulai menciumi perut buncitnya gemas.


Kemudian melancarkan aksi lihainya dengan


memberikan sentuhan memabukkannya di


sekujur tubuh istrinya itu hingga desahan


dan erangan kenikmatan meluncur deras


dari bibir Kiran.


"Aku mencintaimu sayang..sangat mencintai


mu..Kau semakin terlihat seksi sekarang.."


Bisik Agra saat dia mulai memasuki tubuh


Kiran dengan sangat lembut dan hati-hati.


"Aakhh..aku juga sangat mencintaimu Tuan


Agra bintang... aakkhh...kau selalu mampu


membuatku melayang...!"


Kiran merintih kecil saat kenikmatan itu kini


menjalari seluruh tubuhnya. Keduanya larut


dalam pergulatan panas mengalahkan hawa


dingin yang tercipta di luar Villa. Keduanya


membayar lunas rasa penasaran karena dulu


tidak sempat menikmati moment indah ini


karena Kiran masih di bayangi keraguan..


********* *********


4 bulan kemudian....


Semua anggota keluarga Hadiningrat juga


keluarga Mahesa kini sudah berkumpul di


depan ruang operasi star hospital..


Hari ini adalah hari yang cukup bersejarah


untuk kedua keluarga. Karena di hari ini


keturunan baru kedua keluarga akan lahir


ke dunia. Kiran terpaksa harus menjalani


operasi caesar untuk menghadirkan anak


pertamanya ke dunia karena ternyata dia


mengandung anak kembar.. sepasang..


Sesuai dengan harapan semua orang.


Dan Samuel adalah orang yang memegang


peranan penting di sini, karena dia adalah


kepala Dokter bedah di rumah sakit ini, satu


team bersama dengan tunangan nya Dr Lisa.


Semua orang terlihat tidak tenang, ada yang


duduk, berdiri, mondar-mandir, bolak balik


ke kamar mandi dan ada juga yang terdiam


dalam lantunan doa khusyuk. Sementara


Agra setia berada di dalam ruang operasi


menemani sang istri. Dia tidak akan pernah


melewatkan moment berharga ini. Bahkan


sudah sejak 3 hari lalu dia tidak lagi pergi


ke kantornya, hari-hari nya di habiskan hanya


untuk menemani keseharian Kiran di rumah.


Semua orang terperanjat saat lampu monitor


di atas pintu ruang operasi mati kemudian


sosok Sam dan barisan team dokter nya


muncul di ambang pintu.


"Bagaimana cucu kami Sam..?"


Hampir semua orang menanyakan hal yang


sama. Sam membuka masker, wajahnya


terlihat masih di penuhi keringat.


"Alhamdulillah.. operasinya berjalan lancar.


Ibunya baik-baik saja, putra putrinya dalam


keadaan sehat tidak kekurangan sesuatu


apapun. Mereka semua sangat kuat..!"


"Alhamdulillah...."


Semua orang menghela napas lega penuh


kebahagiaan.


"Apa kami sudah bisa melihatnya..?"


Nyonya Yuri tampak tidak sabar.


"Tentu..tapi kalian harus mengenakkan APD


lengkap untuk menjaga sterilisasi..Dan juga


harus gantian masuknya.."


Jelas Sam sambil kemudian membungkuk


di ikuti oleh team yang lain, setelah itu


berlalu pergi untuk beristirahat .


Akhirnya mereka masuk ke dalam ruang


perawatan bayi dengan bergiliran. Tidak ada


yang tidak meneteskan air mata melihat dua


sosok mungil yang bergerak-gerak halus. Bayi


kembar yang sangat lucu dan menggemaskan. Keduanya tampak begitu sehat dan kuat, di


anugerahi fisik yang sangat sempurna.


"Bayi yang sangat sempurna.. sebagaimana


orang tuannya.. Mudah-mudahan mereka di


anugerahi keberanian dan kepandaian seperti


ayahnya. Serta kelembutan dan ketulusan


hati yang wening seperti ibunya.."


Lirih Eyang Putri sambil mengusap pelan


air mata yang membasahi pipi keriputnya.


Dia sangat bahagia saat ini. Tidak ada lagi


yang membebani dirinya kini. Semuanya


sudah berjalan sesuai dengan harapan.


Beberapa jam kemudian Kiran tersadar..


Kondisi nya saat ini sudah sangat stabil.


Dia memang sosok wanita yang sangat


kuat. Tidak pernah mengeluh ataupun


merajuk selama masa kehamilannya.


Agra menciumi wajah Kiran saat kekasih


hatinya itu kini sudah bisa tersenyum lagi


di hadapan nya. Wajahnya juga sudah mulai


di warnai rona kemerahan yang sangat di


sukai olehnya.


"Terimakasih sayang atas hadiah terindah


yang kau berikan untukku..! kau adalah


wanita yang sangat luar biasa..!"


Bisik Agra sambil kemudian mendaratkan


langsung menyambutnya.


"Semuanya hanya untukmu sayang..cintamu


yang besar untukku tidak ternilai harganya.


Dan lewat mereka lah aku mengembalikan


semuanya..!"


Lirih Kiran sambil mengelus wajah tampan


suaminya yang terlihat sangat bahagia.


Bibir mereka kembali saling mengecup.


"Aku ingin melihat mereka sekarang sayang.."


"Sebentar lagi dokter akan membawa mereka


kesini, kita tunggu saja.."


"Tapi aku tidak sabar lagi sayang.."


"Aku mengerti.. Tunggu sebentar lagi ya.."


Agra mengelus rambut Kiran kemudian turun


ke wajahnya yang terlihat begitu bercahaya.


Keduanya saling pandang kuat, dan ketika


bibir mereka hampir kembali bertaut, pintu


ruangan terbuka. Ke dalam ruangan muncul


Dokter Lisa yang merupakan Dokter Obgyn


nya Kiran, sekaligus tunangan Sam. Dokter


cantik itu datang bersama beberapa perawat


yang mendorong kereta bayi berisi si kembar.


Mata Kiran langsung saja berbinar bahagia


namun juga mulai berkaca-kaca.


"Hai ibu hebat..apa kabar, sudah lebih baik


kan sekarang.? Ini dia bayi tampan dan cantik


nya. Mereka harus mendapat ASI pertamanya.."


Dokter Lisa menyerahkan dua bayi mungil


itu di atas pangkuan Kiran di kedua sisinya


membuat Kiran langsung saja menangis


haru, memandangi dua bayi mungil dalam


dekapan nya yang selama 9 bulan ini sudah


bersemayam di dalam rahimnya dan kadang


membuatnya tersiksa karena mereka berdua


sangat aktif selama berada dalam kandungan.


Agra juga ikut berkaca-kaca, sebenarnya dia


lah yang duluan menangis haru ketika mereka


baru saja di angkat dari rahim istrinya.


"Masya Allah...Subhanallah..putra putriku


sayang..Kalian sudah ada di dunia ini sekarang.


Kalian ada di depan mata bunda sekarang.."


Lirih Kiran sambil menciumi kedua pipi mungil


bayi kembarnya bergantian. Air matanya turun


deras tidak tertahan. Rasanya semua siksaan


yang selama ini di rasakannya saat ini sudah


terbayar lunas dengan kehadiran kedua bayi


kembarnya yang sangat sehat itu.


"Alhamdulillah ya Allah.. terimakasih atas


segala limpahan Rahmat dan Kasih Sayang


Mu untuk kami. Ini tidak ternilai harganya.."


Kiran kembali menciumi kedua buah hatinya.


"Sayang.. mereka sangat sempurna. Begitu


tampan..dan juga sangatlah cantik..Mereka


sangat lucu dan menggemaskan ya Allah.."


Kiran melirik sekilas kearah Agra yang hanya


bisa mengangguk sambil memeluk bahu


Kiran dan menciumi pelipisnya.


"Kau benar sayang.. mereka berdua adalah


gambaran orang tuanya.."


Bisik Agra sambil memandangi kedua bayi


kembarnya yang kini mulai membuka mata


dan menggerakkan tubuh mereka membuat


Kiran semakin histeris. Tiba-tiba saja Kiran


dan Agra di buat melongo ketika dua bayi


kembar mereka menangis kencang secara


bersamaan.


"Mereka haus Nona Muda.. saatnya mereka


mulai menikmati minuman pertamanya.."


Ujar Dokter Lisa sambil tersenyum geli saat


melihat Kiran panik dan malah ikut menangis..


------ ------


3 hari kemudian Kiran dan bayi kembarnya


sudah bisa kembali ke istana. Saat tiba di


halaman depan istana, semua pelayan dan


pegawai sudah berdiri dan berbaris rapi


menyambut kedatangan pangeran dan


putri istana Hadiningrat ini.


"Selamat datang Tuan muda Satria Langit..


Selamat datang Nona Muda Cahaya Nirwana.."


Sambut mereka serempak dan kompak


dengan binar wajah di penuhi kebahagiaan.


Ya..istana megah ini sekarang akan di warnai


oleh suara tangisan kencang si kembar yang


begitu mempesona.


Eyang Putri sendiri yang menyambut mereka


ke halaman. Agra menggendong putranya,


sedang Kiran menggendong putri cantik nya.


Tuan Hasimoto dan Nyonya Yuri menatap


kedatangan cucu mereka dengan mata berair.


"Selamat datang cicit ku.. Langit .. Cahaya..


Kalian penguasa istana ini sekarang.."


Bisik Eyang Putri sambil mengusap kedua


ubun-ubun cucu buyut nya itu sambil berdoa


sebagai ritual awal penyambutan..


Kiran hanya bisa menarik napas panjang


seraya mengulum senyum. Ritual panjang


lagi tentunya.. Resiko sebagai anggota


keluarga bangsawan yang masih memegang


teguh tradisi leluhur ya begini..


Tata dan Pak Hans yang bertugas memayungi


kedua bayi kembar itu tampak tersenyum tiada


henti di penuhi kebahagiaan. Mereka semua


mulai berjalan beriringan masuk ke dalam


istana dengan ritual taburan bunga pas tiba


di pintu masuk. Kedua bayi itupun tampak


membuka matanya seakan mengenali betul


tempat ini. Keduanya terlihat begitu tenang.


Malamnya di adakan jamuan makan malam


bersama dengan keluarga Mahesa. Mereka


semua terlihat begitu bahagia. Nathan pun


dengan tulus mengucapkan selamat pada


Agra dan Kiran atas kelahiran putra mereka.


Tidak ada lagi ganjalan dalam hatinya, walau


rasa itu tidak akan pernah hilang, tapi saat


ini dia sudah mulai merasakan kehangatan


saat berada di dekat Aryella istrinya.


"Kita akan mengadakan syukuran kelahiran


mereka 12 hari lagi. Jadi kita akan kembali


berkumpul di sini.."


Tegas Eyang Putri pada semua orang yang


kini berkumpul di kamar pribadi Agra dan


Kiran dan sempat membuat keluarga Mahesa


menganga takjub karena baru kali ini mereka


bisa menginjakkan kaki di kamar megah ini.


Kiran bersikukuh untuk menempatkan bayi


kembarnya di kamar mereka untuk beberapa


waktu ke depan karena dia tidak ingin jauh


dari kedua belahan jiwanya itu.


Semua orang sudah pergi. Si kembar pun


kini sudah tertidur pulas. Kiran merasa


sangat lelah, menyusui dua bayi bergantian


ternyata cukup menguras tenaga. Tapi itu


adalah kenikmatan yang tidak semua wanita


bisa merasakannya.


"Maafkan aku sayang..kau pasti sangat


kelelahan mengurus mereka.."


Agra memeluk erat tubuh Kiran yang kini


sedang berdiri di balkon depan, mencoba


menikmati udara segar mengusir rasa lelah.


"Tidak sayang.. justru ini adalah kenikmatan


tersendiri bagiku..Aku sangat beruntung


memiliki mereka berdua.."


Lirih Kiran. Agra melonggarkan pelukannya.


Keduanya saling pandang lekat dengan mata


dan hati yang sama-sama di penuhi oleh


kabut gairah.


"Ohh..jadi sekarang hanya mereka berdua


yang ada dalam pandanganmu.? "


Kiran tersenyum lembut, tangannya bergerak


membelai lembut wajah tampan Agra yang


sudah sangat di rindukan kehangatannya.


Sayang sekali..saat ini mereka harus menahan


hasrat dan keinginan saling memiliki untuk


beberapa waktu ke depan.


"Kenapa harus bertanya sayang..Kau adalah


master mereka. Kau adalah segalanya bagiku


dan mereka pelengkap bersatunya jiwa dan


hati kita..."


Lirih Kiran sambil kemudian menyergap


bibir Agra yang juga membalasnya dengan


lebih rakus. Keduanya saling ******* kuat


larut dalam buaian ciuman yang semakin


lama semakin panas hingga tubuh mereka


kini bergetar menahan ledakan gairah yang


hanya bisa tersalurkan lewat jalan lain.


Agra membaringkan tubuh Kiran diatas


tempat tidur dengan hati-hati. Keduanya


kini sudah dalam keadaan polos. Hasrat


Agra sudah benar-benar memuncak. Dan


Kiran mencoba menuntaskan segala hasrat


suaminya itu mengandalkan keahliannya


yang lain hingga membuat Agra mengerang


nikmat dan mendesah panjang.


Namun baru juga setengah jalan.. tiba-tiba


saja si kembar menangis kencang. Pertama


Sang Satria Langit Imbanagara..di susul oleh


Sang adik Cahaya Nirwana Imbanagara ..


Dengan tergesa-gesa Kiran kembali memakai


gaun tidurnya dan segera meraih si kembar


satu-satu dari boks bayi. Dengan wajah yang


masih memerah akhir nya Agra mengalah.


Dia membantu menempatkan si kembar


dalam pangkuan Sang bunda.. Dan ajaibnya


tangis keduanya langsung saja berhenti


begitu mereka ada dalam dekapan lembut


sang ibu. Mereka seolah ingin menegaskan


bahwa sekarang ini hanya mereka lah pemilik


sang ibu sepenuhnya..!


Agra mengacak rambutnya frustasi..


"Kalian ingin bersaing dengan ku rupanya..!"


Desis Agra sambil menatap kedua putra putri


nya yang kini sudah kembali tertidur pulas.


Kiran merebahkan tubuhnya dalam dekapan


hangat Agra, keduanya kini sudah berbaring


diatas tempat tidur.


"Sudahlah sayang.. sebaiknya kita tidur saja.


Entah kapan mereka akan membuat kita


terbangun kembali.."


Keduanya saling pandang sesaat, saling


memagut lembut. Setelah itu Agra mencium


kening Kiran lama. Kedua mata mereka kini


mencoba terpejam.


"Baiklah..kalau begitu kita hanya akan tidur.


Yang harus kamu tahu..Aku sangat mencintai


mu Nona Sashikirana..."


Bisik Agra sambil mempererat pelukannya.


Kiran tersenyum puas, matanya sudah terpejam


rapat karena rasa lelah sudah sangat mendera


nya. Dia melingkarkan tangannya di punggung


kokoh Agra yang di biarkan polos karena hal


itu sangat di sukai Kiran..


Dan akhirnya mereka berdua mulai terlelap,


terbang ke alam mimpi yang penuh dengan


warna dan cerita..Seperti hal nya kehidupan


manusia yang senantiasa di warnai dengan


berbagai cerita dan drama.. baik itu yang


manis ataupun yang pahit. Semuanya akan


berjalan dan berputar sesuai dengan


ketentuan dan ketetapan yang telah di


gariskan oleh Tuhan...


Yang jelas saat ini Kiran telah menemukan


kebahagiaan sejatinya. Memilki suami yang


begitu sempurna.. serta anak-anak yang


sehat dan menggemaskan. Plus keluarga


besar nya yang senantiasa menyayangi dan


mencintainya...


Bimantara Agra Bintang...berawal dari sebuah


drama sang pengawal yang selalu ada setiap


kali dia berada di dalam kesulitan.. sekaligus


suami yang telah memberinya cinta luar


biasa tanpa cela ataupun noda..


Kiran memang sangat beruntung memiliki


suami yang selalu menjadi pelindung nya


di setiap waktu...


 


***** SEKIAN *****


 


**********


Hallo semuanya....


Alhamdulillah... novel *Suamiku Pelindungku*


akhirnya tiba di penghujung kisah..


Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan


dalam alur cerita dan cara penulisannya.


Author mau mengucapkan terimakasih


banyak pada para readers yang selalu setia


memberikan like dan koment nya. Mohon


maaf kalau tidak pernah membalas koment


kalian, tapi Insya Allah selalu membaca setiap


koment yang masuk kok..😁😁


Terimakasih banyak juga untuk kalian yang


selalu nge vote tiada bosan..🙏🙏


**Sampai jumpa di novel berikutnya....🤗🤗