
**********
Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya
fana. Kehidupan, kematian, kebahagiaan atau
pun kesedihan semua itu sudah di atur, ada
dalam genggaman Tuhan sepenuhnya.
Namun bagi Kiran, kebahagiaan itu saat ini
benar-benar nyata adanya. Bagaimana tidak, kehidupannya kini bagaikan seorang ratu
dalam istana megah yang di penuhi dengan
cinta dan kasih sayang.
Semakin hari cinta sang suami semakin terasa
begitu besar hingga kadang membuat Kiran
takut sendiri tidak bisa membalas semua yang
telah di curahkan oleh sang suami. Apapun
yang dia inginkan tidak pernah sekalipun
Agra tidak mengabulkan nya.
Seperti hari ini...
Kandungan Kiran saat ini sudah mencapai
usia 5 bulan. Agra memenuhi janjinya untuk
membawa Kiran berkunjung kembali ke desa
Girilaya..desa yang penuh dengan kenangan.
Helikopter yang membawa mereka baru saja
mendarat di landasan yang beberapa bulan
lalu di bangun oleh Agra. Begitu turun dari
pesawat Kiran tersenyum cerah saat melihat
Badar, Rasmi, Bani dan beberapa perangkat
desa sudah menunggu nya di sana.
"Selamat datang Tuan Agra.. Nona Kiran.."
Sambut mereka sambil membungkukan
badan begitu Agra dan Kiran tiba di hadapan
mereka semua.
"Mbak Rasmi..aku kangen banget.."
Kiran memeluk erat Rasmi yang dari tadi
sudah banjir air mata.
"Mbak juga kangen banget sama Non Kiran.."
Lirih Rasmi sambil mengusap air mata nya.
Keduanya melepaskan pelukan, Rasmi kini
mengelus lembut perut Kiran yang sudah
mulai terlihat membuncit namun dia malah
semakin terlihat bercahaya dan mempesona.
"Mbak ikut senang dengan kehamilan Nona..
Semoga semuanya berjalan lancar sampai
dengan waktunya ya.."
"Aamiin.. makasih ya Mbak.."
Kiran berpaling pada Badar yang terlihat
berkaca-kaca.
"Om..Badar.. gimana kabarnya..?"
"Alhamdulillah baik Non.."
Sahut Badar sambil bersalaman dengan Kiran.
Selanjutnya Bani yang mencium punggung
tangan Kiran. Dan kini giliran para perangkat
desa juga ikut bersalaman dengan nya. Agra
sebenarnya tidak suka Kiran bersalaman
dengan orang-orang itu, tapi mau bagaimana
lagi, istrinya itu memang sosok yang sangat
ramah dan bersahaja terhadap semua orang.
Rombongan itu kini mulai memasuki desa
di sambut ramah oleh para penduduk yang
kebetulan berpapasan dengan mereka. Kiran
begitu antusias, dia berada dalam dekapan
hangat Agra menikmati keindahan alam dan
kesejukan udara yang masih sangat segar.
Tiba di villa mereka semua langsung berpesta
dengan menikmati berbagai macam hidangan
khas desa ini. Ternyata di sana sudah ada para pegawai perkebunan yang berkumpul, sengaja menyambut kedatangan mereka. Hal ini benar-
benar membuat Kiran bahagia. Dia bisa puas bernostalgia walau tidak bisa pergi langsung
ke perkebunan karena akan cukup berisiko
untuk kehamilan nya.
Siangnya Agra bersama Bara dan Badar pergi
ke perkebunan untuk melihatnya keadaan di
sana yang sedang dalam masa pemulihan.
Sementara Zack seperti biasa setia menjaga
Nona nya. Kiran menikmati waktunya dengan melakukan kegiatan kesukaannya, memasak.
Dia di temani oleh Rasmi yang terlihat begitu
bahagia, tertawa riang sepanjang waktu.Kiran
belajar membuat makanan khas desa ini dari
Rasmi agar nanti setelah kembali ke istananya
bisa membuatnya sendiri untuk Eyang Putri.
Sore harinya Kiran pergi ke air terjun di temani
oleh Zack, Rasmi dan Bani. Dia benar-benar
menikmati semua moment nya tanpa terlewat.
Di tempat itu kebetulan sore ini sedang banyak
pengunjung, jadilah semua pengunjung heboh
karena ada bidadari di tempat itu. Pesona Kiran
selalu saja dapat membius mata setiap orang.
Malam nya mereka semua berkumpul di ruang
tengah, makan malam bersama dengan cara
duduk lesehan.. Sungguh ini adalah moment
yang tidak akan pernah bisa di lupakan oleh
Kiran. Kehangatan dan kesederhanaan yang
begitu menyenangkan.
"Om Badar..Mbak Rasmi..Bani.. terimakasih
banyak atas semua kebahagiaan yang telah
kalian berikan padaku..Ini benar-benar tidak
akan terlupakan..!"
Kiran berucap setelah mereka selesai makan
malam. Dia duduk berselonjor kaki, kepalanya
bersandar di dada bidang Agra.
"Sama-sama Nona..kami senang kalau Nona
bahagia.."
Sahut Badar dengan wajah sumringah.
"Nona bisa datang kesini kapan saja bersama
dengan putra putri Tuan dan Nona tentunya.."
Rasmi menambahkan. Kiran melirik kearah
Agra yang menatapnya tenang.
"Mbak benar..kita kesini lagi nanti bersama
anggota keluarga baru..!"
Sambut Kiran antusias. Agra hanya bisa
menarik napas panjang sambil menggeleng.
"Kita lihat saja nanti. Sekarang sebaiknya kita
tidur, kau harus segera beristirahat..!"
Dalam sekali gerakan Agra mengangkat tubuh
Kiran ke dalam pangkuannya.
"Selamat malam semuanya..."
Kiran berucap sambil mengalungkan tangan
nya di leher kokoh sang suami.
"Selamat malam Nona..Tuan.."
Rasmi menyahut sambil tersenyum melihat
Agra mulai menaiki tangga menuju kamarnya.
Keduanya kini duduk di kursi balkon depan
kamar, menikmati suasana malam yang dingin
sampai menusuk kulit. Kiran duduk diatas
pangkuan Agra yang sudah terlihat mulai
tidak bisa mengendalikan hasratnya.
"Kita masuk sekarang sayang..kau bisa
masuk angin kalau terlalu lama di sini..!"
Bisik Agra sambil menyusupkan wajahnya
di tengkuk leher Kiran yang mulai merasakan
gerah dan memanas.
"Bukankah kau ada di dekatku sayang..Aku
tidak akan merasakan kedinginan selama
kau menghangatkan ku..!"
Lirih Kiran dengan tatapan yang sangat dalam.
Mata mereka sudah di penuhi kabut gairah.
"Dulu aku sangat ingin memiliki dirimu di
tempat ini, tapi kau meragukan ketulusanku
hingga tidak mengizinkan aku memilikimu.."
Suara Agra semakin berat. Kiran mengelus
wajah tampan Agra, mendaratkan ciuman
mesra di bibirnya.
"Maafkan aku sayang.. waktu itu aku belum
yakin pada perasaanku. Maka milikilah aku
sepuasmu malam ini..!"
Kiran mulai membuka kaos putih yang di
pakai Agra. Kemudian mencumbu seluruh
tubuh gagah itu dengan sentuhan lembut
bibirnya yang membuat Agra mengerang
tidak tahan. Bibir mereka saling menyergap,
larut dalam ciuman panas penuh gairah.
Masih saling bertaut bibir, Agra membawa
tubuh Kiran masuk ke dalam kamar. Dalam
waktu sekejap tubuh mereka sudah dalam
keadaan polos. Agra memandangi tubuh
Kiran yang terlihat semakin seksi dan berisi.
Dia mulai menciumi perut buncitnya gemas.
Kemudian melancarkan aksi lihainya dengan
memberikan sentuhan memabukkannya di
sekujur tubuh istrinya itu hingga desahan
dan erangan kenikmatan meluncur deras
dari bibir Kiran.
"Aku mencintaimu sayang..sangat mencintai
mu..Kau semakin terlihat seksi sekarang.."
Bisik Agra saat dia mulai memasuki tubuh
Kiran dengan sangat lembut dan hati-hati.
"Aakhh..aku juga sangat mencintaimu Tuan
Agra bintang... aakkhh...kau selalu mampu
membuatku melayang...!"
Kiran merintih kecil saat kenikmatan itu kini
menjalari seluruh tubuhnya. Keduanya larut
dalam pergulatan panas mengalahkan hawa
dingin yang tercipta di luar Villa. Keduanya
membayar lunas rasa penasaran karena dulu
tidak sempat menikmati moment indah ini
karena Kiran masih di bayangi keraguan..
********* *********
4 bulan kemudian....
Semua anggota keluarga Hadiningrat juga
keluarga Mahesa kini sudah berkumpul di
depan ruang operasi star hospital..
Hari ini adalah hari yang cukup bersejarah
untuk kedua keluarga. Karena di hari ini
keturunan baru kedua keluarga akan lahir
ke dunia. Kiran terpaksa harus menjalani
operasi caesar untuk menghadirkan anak
pertamanya ke dunia karena ternyata dia
mengandung anak kembar.. sepasang..
Sesuai dengan harapan semua orang.
Dan Samuel adalah orang yang memegang
peranan penting di sini, karena dia adalah
kepala Dokter bedah di rumah sakit ini, satu
team bersama dengan tunangan nya Dr Lisa.
Semua orang terlihat tidak tenang, ada yang
duduk, berdiri, mondar-mandir, bolak balik
ke kamar mandi dan ada juga yang terdiam
dalam lantunan doa khusyuk. Sementara
Agra setia berada di dalam ruang operasi
menemani sang istri. Dia tidak akan pernah
melewatkan moment berharga ini. Bahkan
sudah sejak 3 hari lalu dia tidak lagi pergi
ke kantornya, hari-hari nya di habiskan hanya
untuk menemani keseharian Kiran di rumah.
Semua orang terperanjat saat lampu monitor
di atas pintu ruang operasi mati kemudian
sosok Sam dan barisan team dokter nya
muncul di ambang pintu.
"Bagaimana cucu kami Sam..?"
Hampir semua orang menanyakan hal yang
sama. Sam membuka masker, wajahnya
terlihat masih di penuhi keringat.
"Alhamdulillah.. operasinya berjalan lancar.
Ibunya baik-baik saja, putra putrinya dalam
keadaan sehat tidak kekurangan sesuatu
apapun. Mereka semua sangat kuat..!"
"Alhamdulillah...."
Semua orang menghela napas lega penuh
kebahagiaan.
"Apa kami sudah bisa melihatnya..?"
Nyonya Yuri tampak tidak sabar.
"Tentu..tapi kalian harus mengenakkan APD
lengkap untuk menjaga sterilisasi..Dan juga
harus gantian masuknya.."
Jelas Sam sambil kemudian membungkuk
di ikuti oleh team yang lain, setelah itu
berlalu pergi untuk beristirahat .
Akhirnya mereka masuk ke dalam ruang
perawatan bayi dengan bergiliran. Tidak ada
yang tidak meneteskan air mata melihat dua
sosok mungil yang bergerak-gerak halus. Bayi
kembar yang sangat lucu dan menggemaskan. Keduanya tampak begitu sehat dan kuat, di
anugerahi fisik yang sangat sempurna.
"Bayi yang sangat sempurna.. sebagaimana
orang tuannya.. Mudah-mudahan mereka di
anugerahi keberanian dan kepandaian seperti
ayahnya. Serta kelembutan dan ketulusan
hati yang wening seperti ibunya.."
Lirih Eyang Putri sambil mengusap pelan
air mata yang membasahi pipi keriputnya.
Dia sangat bahagia saat ini. Tidak ada lagi
yang membebani dirinya kini. Semuanya
sudah berjalan sesuai dengan harapan.
Beberapa jam kemudian Kiran tersadar..
Kondisi nya saat ini sudah sangat stabil.
Dia memang sosok wanita yang sangat
kuat. Tidak pernah mengeluh ataupun
merajuk selama masa kehamilannya.
Agra menciumi wajah Kiran saat kekasih
hatinya itu kini sudah bisa tersenyum lagi
di hadapan nya. Wajahnya juga sudah mulai
di warnai rona kemerahan yang sangat di
sukai olehnya.
"Terimakasih sayang atas hadiah terindah
yang kau berikan untukku..! kau adalah
wanita yang sangat luar biasa..!"
Bisik Agra sambil kemudian mendaratkan
langsung menyambutnya.
"Semuanya hanya untukmu sayang..cintamu
yang besar untukku tidak ternilai harganya.
Dan lewat mereka lah aku mengembalikan
semuanya..!"
Lirih Kiran sambil mengelus wajah tampan
suaminya yang terlihat sangat bahagia.
Bibir mereka kembali saling mengecup.
"Aku ingin melihat mereka sekarang sayang.."
"Sebentar lagi dokter akan membawa mereka
kesini, kita tunggu saja.."
"Tapi aku tidak sabar lagi sayang.."
"Aku mengerti.. Tunggu sebentar lagi ya.."
Agra mengelus rambut Kiran kemudian turun
ke wajahnya yang terlihat begitu bercahaya.
Keduanya saling pandang kuat, dan ketika
bibir mereka hampir kembali bertaut, pintu
ruangan terbuka. Ke dalam ruangan muncul
Dokter Lisa yang merupakan Dokter Obgyn
nya Kiran, sekaligus tunangan Sam. Dokter
cantik itu datang bersama beberapa perawat
yang mendorong kereta bayi berisi si kembar.
Mata Kiran langsung saja berbinar bahagia
namun juga mulai berkaca-kaca.
"Hai ibu hebat..apa kabar, sudah lebih baik
kan sekarang.? Ini dia bayi tampan dan cantik
nya. Mereka harus mendapat ASI pertamanya.."
Dokter Lisa menyerahkan dua bayi mungil
itu di atas pangkuan Kiran di kedua sisinya
membuat Kiran langsung saja menangis
haru, memandangi dua bayi mungil dalam
dekapan nya yang selama 9 bulan ini sudah
bersemayam di dalam rahimnya dan kadang
membuatnya tersiksa karena mereka berdua
sangat aktif selama berada dalam kandungan.
Agra juga ikut berkaca-kaca, sebenarnya dia
lah yang duluan menangis haru ketika mereka
baru saja di angkat dari rahim istrinya.
"Masya Allah...Subhanallah..putra putriku
sayang..Kalian sudah ada di dunia ini sekarang.
Kalian ada di depan mata bunda sekarang.."
Lirih Kiran sambil menciumi kedua pipi mungil
bayi kembarnya bergantian. Air matanya turun
deras tidak tertahan. Rasanya semua siksaan
yang selama ini di rasakannya saat ini sudah
terbayar lunas dengan kehadiran kedua bayi
kembarnya yang sangat sehat itu.
"Alhamdulillah ya Allah.. terimakasih atas
segala limpahan Rahmat dan Kasih Sayang
Mu untuk kami. Ini tidak ternilai harganya.."
Kiran kembali menciumi kedua buah hatinya.
"Sayang.. mereka sangat sempurna. Begitu
tampan..dan juga sangatlah cantik..Mereka
sangat lucu dan menggemaskan ya Allah.."
Kiran melirik sekilas kearah Agra yang hanya
bisa mengangguk sambil memeluk bahu
Kiran dan menciumi pelipisnya.
"Kau benar sayang.. mereka berdua adalah
gambaran orang tuanya.."
Bisik Agra sambil memandangi kedua bayi
kembarnya yang kini mulai membuka mata
dan menggerakkan tubuh mereka membuat
Kiran semakin histeris. Tiba-tiba saja Kiran
dan Agra di buat melongo ketika dua bayi
kembar mereka menangis kencang secara
bersamaan.
"Mereka haus Nona Muda.. saatnya mereka
mulai menikmati minuman pertamanya.."
Ujar Dokter Lisa sambil tersenyum geli saat
melihat Kiran panik dan malah ikut menangis..
------ ------
3 hari kemudian Kiran dan bayi kembarnya
sudah bisa kembali ke istana. Saat tiba di
halaman depan istana, semua pelayan dan
pegawai sudah berdiri dan berbaris rapi
menyambut kedatangan pangeran dan
putri istana Hadiningrat ini.
"Selamat datang Tuan muda Satria Langit..
Selamat datang Nona Muda Cahaya Nirwana.."
Sambut mereka serempak dan kompak
dengan binar wajah di penuhi kebahagiaan.
Ya..istana megah ini sekarang akan di warnai
oleh suara tangisan kencang si kembar yang
begitu mempesona.
Eyang Putri sendiri yang menyambut mereka
ke halaman. Agra menggendong putranya,
sedang Kiran menggendong putri cantik nya.
Tuan Hasimoto dan Nyonya Yuri menatap
kedatangan cucu mereka dengan mata berair.
"Selamat datang cicit ku.. Langit .. Cahaya..
Kalian penguasa istana ini sekarang.."
Bisik Eyang Putri sambil mengusap kedua
ubun-ubun cucu buyut nya itu sambil berdoa
sebagai ritual awal penyambutan..
Kiran hanya bisa menarik napas panjang
seraya mengulum senyum. Ritual panjang
lagi tentunya.. Resiko sebagai anggota
keluarga bangsawan yang masih memegang
teguh tradisi leluhur ya begini..
Tata dan Pak Hans yang bertugas memayungi
kedua bayi kembar itu tampak tersenyum tiada
henti di penuhi kebahagiaan. Mereka semua
mulai berjalan beriringan masuk ke dalam
istana dengan ritual taburan bunga pas tiba
di pintu masuk. Kedua bayi itupun tampak
membuka matanya seakan mengenali betul
tempat ini. Keduanya terlihat begitu tenang.
Malamnya di adakan jamuan makan malam
bersama dengan keluarga Mahesa. Mereka
semua terlihat begitu bahagia. Nathan pun
dengan tulus mengucapkan selamat pada
Agra dan Kiran atas kelahiran putra mereka.
Tidak ada lagi ganjalan dalam hatinya, walau
rasa itu tidak akan pernah hilang, tapi saat
ini dia sudah mulai merasakan kehangatan
saat berada di dekat Aryella istrinya.
"Kita akan mengadakan syukuran kelahiran
mereka 12 hari lagi. Jadi kita akan kembali
berkumpul di sini.."
Tegas Eyang Putri pada semua orang yang
kini berkumpul di kamar pribadi Agra dan
Kiran dan sempat membuat keluarga Mahesa
menganga takjub karena baru kali ini mereka
bisa menginjakkan kaki di kamar megah ini.
Kiran bersikukuh untuk menempatkan bayi
kembarnya di kamar mereka untuk beberapa
waktu ke depan karena dia tidak ingin jauh
dari kedua belahan jiwanya itu.
Semua orang sudah pergi. Si kembar pun
kini sudah tertidur pulas. Kiran merasa
sangat lelah, menyusui dua bayi bergantian
ternyata cukup menguras tenaga. Tapi itu
adalah kenikmatan yang tidak semua wanita
bisa merasakannya.
"Maafkan aku sayang..kau pasti sangat
kelelahan mengurus mereka.."
Agra memeluk erat tubuh Kiran yang kini
sedang berdiri di balkon depan, mencoba
menikmati udara segar mengusir rasa lelah.
"Tidak sayang.. justru ini adalah kenikmatan
tersendiri bagiku..Aku sangat beruntung
memiliki mereka berdua.."
Lirih Kiran. Agra melonggarkan pelukannya.
Keduanya saling pandang lekat dengan mata
dan hati yang sama-sama di penuhi oleh
kabut gairah.
"Ohh..jadi sekarang hanya mereka berdua
yang ada dalam pandanganmu.? "
Kiran tersenyum lembut, tangannya bergerak
membelai lembut wajah tampan Agra yang
sudah sangat di rindukan kehangatannya.
Sayang sekali..saat ini mereka harus menahan
hasrat dan keinginan saling memiliki untuk
beberapa waktu ke depan.
"Kenapa harus bertanya sayang..Kau adalah
master mereka. Kau adalah segalanya bagiku
dan mereka pelengkap bersatunya jiwa dan
hati kita..."
Lirih Kiran sambil kemudian menyergap
bibir Agra yang juga membalasnya dengan
lebih rakus. Keduanya saling ******* kuat
larut dalam buaian ciuman yang semakin
lama semakin panas hingga tubuh mereka
kini bergetar menahan ledakan gairah yang
hanya bisa tersalurkan lewat jalan lain.
Agra membaringkan tubuh Kiran diatas
tempat tidur dengan hati-hati. Keduanya
kini sudah dalam keadaan polos. Hasrat
Agra sudah benar-benar memuncak. Dan
Kiran mencoba menuntaskan segala hasrat
suaminya itu mengandalkan keahliannya
yang lain hingga membuat Agra mengerang
nikmat dan mendesah panjang.
Namun baru juga setengah jalan.. tiba-tiba
saja si kembar menangis kencang. Pertama
Sang Satria Langit Imbanagara..di susul oleh
Sang adik Cahaya Nirwana Imbanagara ..
Dengan tergesa-gesa Kiran kembali memakai
gaun tidurnya dan segera meraih si kembar
satu-satu dari boks bayi. Dengan wajah yang
masih memerah akhir nya Agra mengalah.
Dia membantu menempatkan si kembar
dalam pangkuan Sang bunda.. Dan ajaibnya
tangis keduanya langsung saja berhenti
begitu mereka ada dalam dekapan lembut
sang ibu. Mereka seolah ingin menegaskan
bahwa sekarang ini hanya mereka lah pemilik
sang ibu sepenuhnya..!
Agra mengacak rambutnya frustasi..
"Kalian ingin bersaing dengan ku rupanya..!"
Desis Agra sambil menatap kedua putra putri
nya yang kini sudah kembali tertidur pulas.
Kiran merebahkan tubuhnya dalam dekapan
hangat Agra, keduanya kini sudah berbaring
diatas tempat tidur.
"Sudahlah sayang.. sebaiknya kita tidur saja.
Entah kapan mereka akan membuat kita
terbangun kembali.."
Keduanya saling pandang sesaat, saling
memagut lembut. Setelah itu Agra mencium
kening Kiran lama. Kedua mata mereka kini
mencoba terpejam.
"Baiklah..kalau begitu kita hanya akan tidur.
Yang harus kamu tahu..Aku sangat mencintai
mu Nona Sashikirana..."
Bisik Agra sambil mempererat pelukannya.
Kiran tersenyum puas, matanya sudah terpejam
rapat karena rasa lelah sudah sangat mendera
nya. Dia melingkarkan tangannya di punggung
kokoh Agra yang di biarkan polos karena hal
itu sangat di sukai Kiran..
Dan akhirnya mereka berdua mulai terlelap,
terbang ke alam mimpi yang penuh dengan
warna dan cerita..Seperti hal nya kehidupan
manusia yang senantiasa di warnai dengan
berbagai cerita dan drama.. baik itu yang
manis ataupun yang pahit. Semuanya akan
berjalan dan berputar sesuai dengan
ketentuan dan ketetapan yang telah di
gariskan oleh Tuhan...
Yang jelas saat ini Kiran telah menemukan
kebahagiaan sejatinya. Memilki suami yang
begitu sempurna.. serta anak-anak yang
sehat dan menggemaskan. Plus keluarga
besar nya yang senantiasa menyayangi dan
mencintainya...
Bimantara Agra Bintang...berawal dari sebuah
drama sang pengawal yang selalu ada setiap
kali dia berada di dalam kesulitan.. sekaligus
suami yang telah memberinya cinta luar
biasa tanpa cela ataupun noda..
Kiran memang sangat beruntung memiliki
suami yang selalu menjadi pelindung nya
di setiap waktu...
***** SEKIAN *****
**********
Hallo semuanya....
Alhamdulillah... novel *Suamiku Pelindungku*
akhirnya tiba di penghujung kisah..
Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan
dalam alur cerita dan cara penulisannya.
Author mau mengucapkan terimakasih
banyak pada para readers yang selalu setia
memberikan like dan koment nya. Mohon
maaf kalau tidak pernah membalas koment
kalian, tapi Insya Allah selalu membaca setiap
koment yang masuk kok..😁😁
Terimakasih banyak juga untuk kalian yang
selalu nge vote tiada bosan..🙏🙏
**Sampai jumpa di novel berikutnya....🤗🤗